Dewi Seribu Jarum

Dewi Seribu Jarum
Bab 28 - Jantung Yang Berdebar.


__ADS_3

Setelah membuat kesepakatan dengan Tuan Wan Xue, Yu Jie keluar ruangan dengan puas. Tuan Wan Xue bahkan mengantar Yu Jie keluar, raut wajah pria berumur 60 tahun itu sama sekali tak bisa terbaca.


Tuan Wan Xue mengacuhkan kedua anaknya yang masih menunggu diluar ruangan, Yu Jie juga hanya menyapa sekilas karena waktu sudah terlalu malam.


Tuan Wan Xue mendekati pemimpin dari bawahan nya yang tadi menyerang Yu Jie, usia pemimpin itu tak jauh beda dari Guan Lin. "Jiao Long, mulai hari ini kamu akan menjadi pengawal Nona Zhu, itu bagian dari kesepakatan kami. Jadi, mulai hari ini ikuti perintah nya. Mengerti!"


Ada sorot keterkejutan di mata si pemimpin yang bernama Jiao Long, tapi karena kesetiaan nya pada sang Tuan ia mengangguk. "Baik, Tuan besar."


Keterkejutan pun datang dari Guan Lin, ia penasaran ada kesepakatan apa diantara Ayah nya dan Yu Jie sampai merelakan Jiao Long yang sudah seperti tangan kanan sang Ayah.


"Malam ini aku akan mengantar Nona Zhu," Guan Lin tak ingin dibantah, dia berjalan lebih dulu keluar. Namun, saat berada di pelataran mobil matanya menyipit melihat kerusakan belakang mobil Yu Jie yang lumayan parah.


"Naik mobilku, mobil mu akan pihak kami perbaiki Nona Zhu. Ayo," Guan Lin masih dengan sikap arogan dan seenaknya melangkah menuju mobil nya sendiri. Membuka pintu mobil di bagian depan, agar Yu Jie duduk di samping nya saat ia mengemudi.


Kedua alis Yu Jie saling menaut, ia tak suka sikap arogan Guan Lin yang seperti memaksakan kehendak tanpa meminta pendapat nya. Namun, menimang kesepakatan dengan Tuan Wan Xue yang mengharuskan nya bersikap baik akhirnya ia menurut lalu duduk di jok depan.


Setelah keduanya naik ke dalam mobil, Guan Lin bahkan memasangkan seat belt pada Yu Jie. Sebagian tubuh mereka hampir saling menempel, nafas hangat Guan Lin menerpa wajah Yu Jie membuat wanita yang belum berpengalaman dengan pria itu seketika salah tingkah.

__ADS_1


"Menjauh lah, Tuan Guan." Menepiskan jantung yang berdebar, Yu Jie berbicara dingin. Dia masih trauma dengan seorang pria, kebencian dan rasa sakit di kehidupan sebelumnya pada Ang Cheng masih sedikit membekas di hatinya dan membutuhkan waktu untuk bisa sembuh sempurna.


"Maaf," jantung Guan jangan dikatakan lagi, seolah semua udara tertarik darinya. Saat duduk kembali di depan setir, ia menarik nafas dalam mengatur irama jantung nya.


Suasana canggung, akhirnya tanpa bicara lagi Guan Lin menghidupkan mobil segera melajukan nya pergi dari kediaman.


Di belakang 3 mobil mengikuti, karena mulai sekarang bawahan Tuan Wan Xue akan menjadi pengawal Yu Jie.


Yu Jie melirik pada Guan Lin, setelah mengenal langsung dia tak mengira ada perbedaan dari yang ia dengar dari orang lain. Dimana Guan Lin yang terkenal dingin dan kejam serta tak menyukai wanita? Kenapa Guan Lin yang ia kenal sekarang begitu perhatian dan ada sedikit kehangatan dari sikap pria itu? Arogan dan seenaknya sendiri? Mungkin iya. Tapi jika rumor mengatakan Guan Lin kejam, sepertinya tidak.


"Tunggu aku buka pintu," ujar Guan Lin lalu keluar lebih dulu masih dengan mesin mobil menyala. Ia berputar ke arah samping mobil dimana Yu Jie duduk, lalu membuka pintu. "Silahkan."


"Terima kasih." Yu Jie mengeluarkan seluruh tubuhnya dari dalam.


"Yu Jie," panggil sang Ayah dari depan pintu.


Yu Jie melangkah mendekat pada Tuan Huang, tapi langkah kakinya terhenti dia menoleh ke belakang. "Tuan Guan, mari aku perkenalkan pada Papaku."

__ADS_1


Guan Lin maju mendekat lalu mengikuti langkah Yu Jie berjalan ke depan pintu besar dimana Tuan Huang berdiri dengan kedua tangan dikaitkan di belakang tubuh dengan menatap tajam pada Guan Lin.


"Papa, dia Tuan Guan Lin putra dari Tuan Wan Xue. Perserikatan timur yang meloloskan obat kita, aku sudah bercerita pada Papa."


"Selamat malam, Tuan Zhu."


"Selamat malam, dan ini memang sudah sangat malam... sebaiknya kamu masuk Yu Jie dan kamu Tuan Kang boleh pergi." Tuan Huang tidak suka pada Guan Lin, karena background Guan Lin yang berasal dari perserikatan. Jika Yu Jie ingin berhubungan bersama laki-laki setelah bercerai dari Ang Cheng, Ia lebih menyukai Hao Yu sebagai kandidat calon menantunya.


"Baik, saya permisi." Guan Lin merasakan ketidaksukaan Tuan Huang, segera undur diri berjalan ke mobilnya.


"Tunggu!" Yu Jie berlari mengejar Guan Lin.


Guan Lin berbalik, ada suatu harapan Yu Jie akan bicara sesuatu yang membuatnya bermimpi indah saat tertidur nanti, namun ia kecewa karena Yu Jie sepertinya hanya berniat memberikan sesuatu padanya.


"Ini kunci mobilku. Jika mobil ku sudah selesai, kabari aku. Minta nomer ku pada Ayahmu, hati-hati di jalan dan terima kasih." Setelah mengatakan nya Yu Jie segera berbalik dengan cepat mengikuti sang Ayah masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Guan Lin pergi dari sana.


"Wanita dingin, dia masuk begitu saja tanpa menungguku pergi dari sini." Dengan wajah kesal Guan Lin masuk ke dalam mobil, memasukkan kunci mobil Yu Jie ke dalam kantong mantel nya lalu membawa mobil pergi dari kediaman Zhu dengan perasaan tak rela.

__ADS_1


__ADS_2