Dewi Seribu Jarum

Dewi Seribu Jarum
Bab 22 - CEO Baru.


__ADS_3

Sekitar empat jam memeriksa bahan kimia obat yang merupakan zat-zat kimia yang digunakan sebagai bahan utama obat kimiawi, Yu Jie dan Hao Yu menemukan senyawa kimia Polietelin Glikol. Dalam kandungan tersebut dapat menimbulkan senyawa berbahaya seperti cemaran zat kimia Etilen Glikol, Dietilen Glikol, dan Etilen Glikol Butil Eter.


"Pantas saja Papa mengatakan obat ini membahayakan dan dapat mengakibatkan gagal ginjal. Zat senyawa di dalam nya ada kandungan polietelin glakol, Dun Ming memang gila!" Yu Jie sangat geram, ia juga heran kenapa obat berbahaya seperti itu bisa lolos oleh badan pemeriksaan dan pengawasan obat. "Pasti Dun Ming menyuap beberapa badan pengawas, kurang ajjar! Mereka meraup keuntungan padahal nyawa manusia dipertaruhkan disini!"


Yu Jie keluar dari ruangan tempat obat disimpan, amarahnya meledak - ledak bahkan Hao Yu hanya terdiam melihat amarah Yu Jie.


Di ruangan kepala Laboratorium, Yu Jie sedang menatap tajam seorang pria berusia sekitar 60 tahun dengan kacamata minus bertengger di hidung yang duduk di kursi meja kerjanya.


"Maaf, Nona Yu Jie. Sa-ya..." tubuh Kepala Lab bergetar dan pria tua itu berbicara tergagap.


"Aku ingin semua rincian siapa saja orang-orang yang meloloskan obat ini dan juga hubungi buyer yang akan membeli obat ini. Katakan aku CEO baru di Perusahaan dan ingin bicara dengan nya! Dan Anda, jika masih menginginkan posisi Kepala, bekerja sama lah denganku!"


Kepala Lab hanya terdiam, ia juga kebingungan harus memihak pada siapa. Bukan hanya Dun Ming yang terlibat tapi beberapa orang berkuasa dengan jabatan mereka.


BRAKKK!


"Kamu mengerti!" Yu Jie menggebrak meja tak bisa menahan amarahnya lagi, ia menatap dingin sang Kepala Lab.

__ADS_1


"Ba-baik, Nona."


"Sekarang! Telepon buyer itu!" Yu Jie masih mengintimidasi si kepala.


Dengan cepat Kepala Lab menelepon pihak buyer, saat masih bicara Yu Jie merebut telepon itu dari tangan Kepala Lab.


"Halo, apa ini dengan Tuan Fredy?" tanya Yu Jie dengan berbahasa inggris pada buyer yang berasal dari Amerika itu.


"Yes, itu saya."


Lama tak ada jawaban dari seberang telepon, suara bisik-bisik terdengar dari sambungan mungkin dari pihak sana sedang mendiskusikan nya.


"Memang nya kemana Tuan Dun Ming, kami selalu berkomunikasi dengan nya." Ujar dari pihak Buyer.


"Tuan Dun Ming memang yang bertanggung jawab, tapi mulai sekarang saya sebagai CEO akan turun langsung dan bertanggung jawab masalah obat-obatan yang akan dikeluarkan dari laboratorium. Mohon kerjasamanya, sepertinya Tuan Dun Ming belum menjelaskan secara detail zat apa saja yang terkandung dalam obat yang akan Anda beli."


Jawaban ter jeda kembali dari pihak Buyer karena belum ada balasan, Yu Jie mengetuk - ngetukkan jarinya ke permukaan meja dengan tak sabar.

__ADS_1


"Baik. Tapi dari pihak kami meminta Tuan Kang Wan Xue, untuk hadir juga. Karena kami bisa mendapatkan ijin pembelian ini ada campur tangan nya juga, bagaimana?"


"Sebentar," Yu Jie menutup telepon dengan telapak tangan, dia menoleh pada Kepala Lab. "Apa Tuan Kang Wan Xue dari perserikatan timur ada dalam daftar orang yang meloloskan obat ini?"


Si Kepala Lab mengangguk.


Sial! Kelompok perserikatan timur itu tak mudah dihadapi, apalagi aku tak ingin berseteru dengan Ayah Jia Chan!


"Baik, mari kita bertemu dan mengajak Tuan Wan Xue di pertemuan kita. Saya akan atur waktu dan tempat pertemuan, saya harap Anda datang." Akhirnya Yu Jie mengiyakan.


"Dari pihak kami pasti akan datang," jawab pihak Buyer.


"Oke, selamat malam. Sampai jumpa nanti," Yu Jie mematikan sambungan.


"Saya sudah selesai mencatat orang-orang yang meloloskan obat ini, semuanya." Kepala Lab menyodorkan satu kertas berisi nama-nama yang akan ia temui nanti.


"Astaga! Sebanyak ini!" Yu Jie menggeleng tak percaya, ternyata manusia busuk yang harus dibinasakan dari bumi karena tak punya hati nurani karena bermain dengan nyawa manusia begitu banyak. Mungkin ada sekitar 16 pihak dan jika dirangkum sekitar 5 orang pihak yang sangat berkuasa dibandingkan pihak lain.

__ADS_1


__ADS_2