
Di sebuah ruangan pribadi club malam milik Xingsheng, tiga wanita dari keluarga Chu dan satu wanita dari marga Jiang sedang bersantai seraya bertukar informasi dan bertukar ide untuk menghancurkan Yu Jie.
"Nyonya Ming Na, kenapa Anda sangat membenci Yu Jie?" Fen Lian menggoyangkan wine di dalam gelas nya menatap acuh tak acuh pada wanita setengah baya itu.
"Aku? Tentu saja banyak. Kau tau... aku sudah lama memberi racun sedikit demi sedikit pada mantan suamiku, setelah si tua Huang mati aku bisa mengeruk hartanya setelah berhasil menyingkirkan putrinya juga. Tapi, Yu Jie memergoki ku sedang bermain dengan sopirku apalagi mendengar obrolan-obrolan kami. Aku pernah mencoba membunuhnya satu kali dengan menyuruh anak buahku membakar rumah di desa beserta Yu Jie yang berada di dalamnya, aku kira dia mati tapi beberapa hari kemudian dia menampakkan diri dengan wajah barunya. Saat Li Mei menelepon ku jika Yu Jie berubah cantik, aku tidak percaya. Namun... dia memang berubah menjadi cantik seperti Ibunya yang sudah mati itu. Yu Jie tidak tau, aku juga yang membunuh Ibunya... kau tau kekayaan mantan suamiku sangat banyak. Aku dan Ibunya berteman akrab, sangat mudah untuk membunuh Ibunya. Haha... si tua Huang bodoh! Istrinya aku bunuh tapi dia terjerat rayuanku dan akhirnya menikahi ku. Sayang... rencana yang diatur sejak lama untuk membunuh mantan suamiku terpergok Yu Jie. Menurutmu, bagaimana mungkin aku tidak membenci mantan anak tiriku itu?" jawab Ming Na dengan wajah benci saat menyebut nama Yu Jie.
"Wow, ternyata Anda lebih sadiss dariku. Aku membunuh orang tanpa sembunyi-sembunyi, jika ada yang ingin ku bunuh akan kubunuh langsung. Namun kali ini, aku seperti Anda... harus bermain cantik dengan menyembunyikan niatku. Aku mendekati Yu Jie, berteman dengan nya." Suara Fen Lian begitu dingin, dia tak menutup jati dirinya yang bersifat kejam.
__ADS_1
"Hahaha... hahaha...." Li Mei tertawa seperti orang gila. "Hahaha... aku kira kau wanita kejam yang pintar, Nona Fen Lian. Tapi kau bodoh seperti kerbau! Kau kira Yu Jie sepolos dan selugu itu bisa kau tipu dengan kepura-puraan mu berteman dengan nya! Ohh... hahaha!"
"Li Mei! Jaga mulutmu! Hormati Nona Fen Lian, disini dia yang paling membenci Yu Jie karena wanita itu sudah merebut kekasihnya ah calon suaminya. Bukan begitu, Nona Fen Lian?" Lien Hua menegur sepupunya.
Fen Lian tak marah saat Li Mei mengejeknya, ia hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Jadi, maksudmu. Yu Jie tak sepolos yang aku kira?"
"Bingo! Awalnya aku tertipu tingkah sok polos dan lugunya saat dia menikah dengan Ang Cheng, tapi... ternyata selama ini aku tertipu! Di depan dia seperti merestui ku bersama Ang Cheng, tapi di belakangku dia menggoda dan merayu Ang Cheng hanya untuk membalas dendam pada kami berdua. Aku bodoh dan Ang Cheng lebih bego dariku, dia mengikuti permainan Yu Jie dan akhirnya BAANG! Hancur semuanya! Haha... Ang Cheng bahkan sampai sakit parah dan aku tidak sudi merawatnya karena pria itu sudah bersikap dingin padaku. Dia kira hanya dia satu-satunya pria di dunia ini, cih! Aku masih bisa mendapatkan pria yang lebih darinya! Pria bodoh!" Li Mei tersenyum saat mengingat kekasih yang selalu bersamanya.
__ADS_1
"Kau lebih menyedihkan dariku, Nona Li Mei. Kabarnya kau sedang mengandung anak Ang Cheng, jika kalian berpisah bagaimana nasib anakmu?" Fen Lian terus mengorek informasi.
"Anak ini? Aku bahkan tidak yakin siapa Ayah dari anak ini, bukan hanya Ang Cheng kekasihku," Li Mei tersenyum seraya mengangkat bahunya tak perduli. "Lagipula Yu Jie menjadi pewaris Papaku satu-satunya dan Papa mencoretku dari ahli warisnya. Jika Yu Jie mati, aku akan menjadi pewaris berikutnya. Jadi, kau sekarang tau kan... kenapa aku ingin Yu Jie mati."
Fen Lian merasa ji jik pada keluarga Chu, ternyata mereka lebih munafik dan lebih tak punya hati dibandingkan dirinya. Ia menoleh pada Lien Hua. "Kamu sendiri Nona Lien Hua, kenapa kamu sangat membenci Yu Jie?"
"Emm, semuanya. Di kampus dia berlagak lugu tapi di setiap pelajaran selalu mendapat nilai sempurna. Aku selalu ditampar Ayahku karena selalu menjadi murid nomer dua di jurusan ku, di tahun-tahun kuliahku ini Yu Jie selalu mengalahkan ku. Aku terus mem-bully nya tapi dia selalu kembali ke kampus, bahkan aku pernah menenggelamkan kepalanya di closet kampus sampai dia bau kencing, tapi esok harinya dia tetap kembali. Sekarang wanita itu sok penting, saat aku ingin bertemu saja dia selalu menolak. Cih... dia pikir dia siapa?! Aku juga bisa sepertinya, membuat vaksin dan obat. Hanya saja aku belum mendapatkan kesempatan saja. Aku hanya penasaran, darimana dia bisa mendapat vaksin dan antivirus dan bisa bekerja sama dengan pihak timur. Bahkan, Ayahku ingin bertemu dengannya tapi langsung ditolak. Namun kini... aku tau kenapa Yu jie hanya ingin bekerja sama dengan pihak timur, ternyata dia mempunyai hubungan dengan putra tertua marga Kang. Aku pernah melihat wajah Tuan Guan Lin di club malam, apalagi dia sangat terkenal di kalangan para mahasiswi. Aku akui dia sangat tampan berkarisma, pantas saja kamu sampai tergila-gila padanya.... Nona Fen Lian." Lien Hua tersenyum. "Tapi, aku lebih menyukai satu pria lainnya yang selalu berada disamping Yu Jie... Hao Yun. Pria itu sangat lembut juga perhatian, bahkan saat bicara dengan ku untuk pertama kalinya dia tidak angkuh. Kau juga harus berterima kasih padaku, Nona Fen Lian. Kedua kalinya aku bertemu dengan Hao Yu, aku menahannya agar kamu bisa bicara dengan Yu Jie dan berpura-pura menjadi teman nya di restoran tempo hari. Meskipun jika mendengar omongan Li Mei yang mengatakan tindakan mu sia-sia karena Yu Jie tak selugu itu bisa terperangkap kepura-puraan mu."
__ADS_1
Sial! Apa benar Yu Jie tak selugu itu?! Jadi apa yang kulakukan sebelumnya hanya sia-sia! geram Fen Lian.
Tanpa mereka semua sadari, seseorang yang dikirim Guan Lin sudah mencuri dengar dan sudah memasang penyadap di bawah meja. Meskipun itu adalah club malam milik Xingsheng, namun Jun sudah berhasil masuk dengan menyamar bahkan menyusupkan bawahan Guan Lin lainnya menjadi waiters atau cleaning service di siang hari untuk memasang penyadap. Sekarang misi berhasil, seorang waiters yang sejak tadi melayani ke-empat wanita busuk yang sedang membicarakan kebencian dan keinginan membunuh kekasih majikan mereka sudah mencopot penyadap dari bawah meja dan berhasil mengantonginya.