
Kediaman Wang.
Seseorang berada di ruang kerja pribadi To Mu, memakai topi untuk menutupi wajah dengan pakaian serba hitam.
"Tuan, saya kembali." Ujar orang itu, tujuh tahun lalu pria itu adalah tangan kanan To Mu.
"Selamat datang kembali, Chyou. Perjalanan mu aman?" To Mu memijit tombol kursi rodanya memutari meja kerja mendekati sang bawahan.
"Ya, Tuan. Saya memakai kapal sesuai instruksi Anda, padahal saya akan terus bersembunyi jika Anda tidak memanggil saya pulang." Jawab Chyou.
To Mu memandang pengawal yang sudah menjadi tangan kanannya selama bertahun-tahun, Chyou lah yang turun ke bawah tebing memeriksa siapa yang ada di dalam mobil yang didorong truk tujuh tahun lalu. Saat anak buahnya mengatakan jika itu adalah gadis yang sudah dicarinya selama 8 tahun, seketika rasa tak percaya dan bahagia menghampirinya.
Kemudian setelah penyelidikan tentang identitas Yu Jie, ia mengetahui jika pihak dari kekasih Yu Jie bernama Kang Guan Lin sedang mencari dengan besar-besaran termasuk melalui internet dan media TV, mencari wajah pria yang membawa Yu Jie yaitu wajah Chyou. Tak ada pilihan lain, dia menyuruh Chyou pergi ke luar negeri untuk menghindar sementara sampai pemberitaan tentang Chyou mereda. Kini, setelah tujuh tahun berlalu akhirnya pemberitaan tentang Yu Jie dan Chyou perlahan mereda dan tidak seramai dulu.
"Chyou, terima kasih dan maafkan aku. Kamu harus aku kirim untuk bersembunyi, apa bisnis disana lancar?"
"Semuanya lancar, Tuan." Chyou mengangguk. "Bagaimana kabar Nyonya Nuan? Nyonya masih hilang ingatan?"
"Ya, dia masih belum mengingat apapun. Kamu berjasa besar untukku, andai kamu tidak mengenali Nuan dari potret wajahnya yang aku lukis mungkin dia akan meninggal di mobil yang terguling ke jurang itu. Berkatmu, kita bisa bertindak cepat dan bisa menyelamatkan nya." Ucap To Mu penuh syukur mengingat saat itu, ketika semua pengawal yang bersamanya berhasil membawa tubuh Yu Jie ke permukaan, tapi dua pria yang bersama Yu Jie di dalam mobil mereka tinggalkan begitu saja karena ingin segera menyelamatkan Yu Jie, dari informasi kedua pria itu ternyata adalah pengawal Yu Jie dan dari kabar salah satunya sudah meninggal.
__ADS_1
"Bukan jasa saya Tuan, tapi Tuhan memberikan jalan pada Anda untuk menemukan penyelamat yang Anda cari-cari agar Anda bisa membalas budi dengan menyelamatkan Nyonya Nuan."
"Nuan... kita bahkan sudah terbiasa memanggil nama yang aku berikan, apa dia akan marah besar saat ingatan nya pulih dan mengetahui semua kebenarannya?" To Mu tersenyum kecut, dia tau jika suatu hari ingatan Yu Jie bisa saja kembali dan saat itu dia harus menerima semua keinginan Yu Jie dan tidak ingin memaksakan perasaannya. Setidaknya, Yu Jie adalah wanita penyelamatnya dan tidak pantas dia memaksa Yu Jie untuk bersamanya.
"Chyou, hanya untuk saat ini... aku hanya ingin menikmati momen ini bersamanya. Aku mengubah identitasnya karena ingin dia aman, menjauh dari kehidupan masa lalunya yang mengerikan dengan banyak musuh di sekitarnya."
"Tapi Tuan berhasil membalas dendam dan membuat bisnis-bisnis para musuh Nyonya beralih tangan pada Anda. Bahkan Anda berada di balik layar, Tuan. Jika waktunya Nyonya Nuan mengingat semuanya, saya yakin Nyonya akan memaafkan Tuan." Chyou berusaha menenangkan.
Di balik pintu yang tidak tertutup rapat dan tanpa penjaga disana, Yu Jie menghela nafas mendengarkan semua pembicaraan kedua pria di dalam ruangan. Dia berbalik pergi menuju kamarnya bersama To Mu selama lima bulan ini dia terbangun dari komanya.
Di dalam kamar Yu Jie sekali lagi menghela nafas, saat terbangun memang dia kehilangan semua ingatannya. Dua bulan dia dalam masa pemulihan dan pengenalan diri sendiri sebagai istri dari Wang To Mu seorang pebisnis berlian. Sudah menikah selama 10 tahun, saat mengalami kecelakan sedang mengandung. To Mu mengatakan padanya, jika dalam kecelakaan itu dia koma dan To Mu menjadi lumpuh. Sebelum kecelakaan mereka berdua adalah pasangan bahagia dan sedang menunggu anak pertama mereka. Namun, tiga bulan ini ingatannya telah kembali. Dia mengingat semuanya tapi rasa perduli dan karena ingin balas budi dia tetap diam dan terus bersandiwara menjadi Nuan, istri To Mu.
"Hhhh... aku merindukan mu Guan." Wajah Yu Jie menunduk sedih, "Tunggu sebentar, aku hanya akan mengobati To Mu sampai sembuh dan bisa berjalan. Aku mengingat siapa sosok To Mu, dia seseorang yang aku selamatkan 15 tahun lalu. Aku tau dia tidak berniat jahat padaku dengan memalsukan identitasku, aku tidak ingin menyakitinya. Guan, tunggu sebentar lagi. Maafkan aku..." lirih Yu Jie pelan, setetes air mata terjatuh.
"Nuan, ada apa?" dengan cepat To Mu memijit tombol kursi roda, setelah mendekat dia menarik kedua tangan Yu Jie lalu mengecupnya.
Yu Jie memejamkan mata untuk menenangkan wajahnya, lalu membuka mata seraya tersenyum. "Apa maksudmu? Aku baik-baik saja."
"Aku melihatmu mengusap mata, apa kamu menangis?"
__ADS_1
"Hehe, aku kelilipan debu. Kamu mengkhawatirkan apa?" tanya Yu Jie mengelus tangan besar To Mu.
"Aku mengkhawatirkan kamu akan bosan, karena sejak kamu bangun dari koma... kamu selalu di rumah dan aku selalu melarangmu keluar. Apa kamu kesal atau marah padaku, karena melarang mu?"
"Aku tidak marah, kamu bilang ini demi keselamatan ku. Kecelakaan yang menimpa kita adalah perbuatan musuhmu, jadi aku hanya akan menurutimu." Yu Jie memaksakan tersenyum.
"Kamu ingin mencoba keluar? Ada pesta bisnis seminggu lagi?"
Degh!
Pesta? Apa seseorang yang aku kenali akan ada disana? Pikir Yu Jie.
"Mau?" Sekali lagi To Mu bertanya.
Yu Jie mengigit bibirnya, "Apa tidak apa-apa aku ikut? Biasanya kamu selalu sendiri ke pesta bisnis?"
"Aku tidak ingin kamu merasa jika aku memenjarakan mu di rumah, jika kamu yakin bisa menjaga dirimu dan menuruti kata-kataku demi keamananmu... aku tentu saja menginginkanmu datang bersamaku."
"Kamu yakin?" tanya Yu Jie belum yakin karena jujur saja dia terkejut atas permintaan To Mu.
__ADS_1
"Yakin." Jawab To Mu tegas, dia melihat dari iPad saat memeriksa Cctv di ruang kerjanya barusan dan melihat Yu Jie menguping pembicaraan nya dengan Chyou. Ia ingin tahu, sampai mana Yu Jie mendengar dan ingin mengecek apa ingatan Yu Jie masih belum kembali atau justru sudah kembali.
"Baik, aku ikut. To Mu, terima kasih." Yu Jie akhirnya tersenyum tulus, membiarkan kecurigaannya pada To Mu menguar begitu saja. Ia yakin apa pun maksud tujuan dari ajakan To Mu, lelaki yang katanya adalah suaminya itu tak mungkin tega akan menyakitinya.