
Kediaman Timur.
Di ruangan pribadinya, Guan menahan gejolak amarah yang sudah naik ke ubun-ubun ketika mendengar rekaman dari penyadap.
"Berani-beraninya mereka berbicara kematian Yu Jie seolah kekasihku itu hanya lalat jorok yang harus dibasmi! Kurang ajjarr...!!!"
Guan mematikan rekaman dari alat penyadap, menutup matanya mencoba menjernihkan pikiran dan mengatur nafasnya. Kedua tangannya mengepal erat, rasa ingin memukul seseorang sampai babak belur.
"Aku akan pergi ke tempat latihan! Jangan ada yang menggangguku, paham!" Guan Lin beranjak dari kursinya, ia harus melepaskan amarah agar pikirannya kembali jernih untuk memikirkan rencana ke depannya menghadapi ke-empat wanita yang ingin menyakiti kekasihnya.
Saat keluar kamar menuju tempat latihan boxing di kediaman, di lorong Guan berpapasan dengan adik perempuan nya.
"Kak Guan mau kemana?" tanya Xian Lun.
"Latihan, kakak butuh penyegaran." Jawab Guan sembari berlalu. Namun tiba-tiba dia menghentikan langkahnya berbalik kembali mendekati sang adik. "Xian, kamu masih berhubungan dengan Feng Ying?"
"Tentu saja, bukankan Ayah dan kak Guan ingin perjodohan ku berhasil dengan nya?" jawab Xian Lun.
"Tidak! Mulai sekarang jangan berhubungan dengan Feng Ying lagi! Kakak menentangnya!"
"Apa maksud kakak?! Kak Guan nggak bisa seenaknya melarangku berhubungan dengan Feng Ying! Kakak yang menyuruhku menerima rasa sukanya, sekarang aku sudah menyukainya!"
"Kakak katakan sekali lagi, kamu tidak boleh berhubungan lagi dengan bagian dari keluarga barat!" bentak Guan Lin, ia mencekal lengan Xian Lun sampai kulit putih Xian memerah.
"Arghh sakit! Kau kenapa kak?! Aku tidak mau menurutimu! Aku sudah menyukai dia!"
"Jun! Mulai besok antar jemput Xian Lun. Jangan sampai dia berhubungan dengan Feng Ying lagi! Berikan kunci mobil dan ponselmu!" Guan Lin merebut kunci mobil sport dari tangan sang adik yang baru beberapa minggu diberikan pada Xian Lun sebagai hadiah adiknya itu menerima perjodohan, lalu membuka paksa tas dengan cepat mengambil ponsel Xian Lun.
"Kakak!! Ini sudah keterlaluan! Apa maumu?! Kenapa kau berbuat ini padaku, huuuu..." Xian Lun berteriak marah kemudian berlari masuk ke kamar nya dengan menangis.
Dada Guan Lin kembang kempis, ia tidak ingin adik perempuan nya berhubungan dengan perserikatan barat lagi. Mungkin saja ia akan berakhir membunuh Fen Lian untuk menghilangkan orang-orang yang berniat membunuh Yu Jie dari muka bumi.
"Jun! Kamu akan menjadi pengawal pribadi Xian, jangan biarkan adikku bertemu Feng Ying lagi. Jika suatu hari aku berakhir membunuh Fen Lian... aku takut Feng Ying membenciku karena membunuh saudara perempuannya dan membalas dendam pada Xian. Aku melakukan semua ini demi kebaikan Xian juga, biarkan dia menghapus rasa suka yang baru muncul sebelum semua terlambat. Aku serahkan Xian padamu," Guan menepuk pundak Jun, dengan membawa kunci mobil dan ponsel adiknya ia melanjutkan langkahnya menuju tempat latihan.
Di kamarnya, Xian Lun terus menangis karena dia sudan jatuh hati pada Feng Ying yang selalu bersikap lembut padanya. "Kenapa harus sekarang? Kenapa disaat aku sudah menyukai Feng Ying?! Kak Guan jahat! Huuuu...."
Jun mendengarkan dari balik pintu, ia merasa kasihan pada sang Nona majikan namun ia hanya lah seorang bawahan dan tidak mungkin bisa menolong.
__ADS_1
Hari demi hari tidak ada yang terjadi, hanya terdengar perpisahan antara Li Mei dengan Ang Cheng. Guan Lin sengaja mengirim rekaman saat Li Mei mengatakan jika anak diperut wanita itu kemungkinan bukan anak Ang Cheng. Guan Lin mengirim ke keluarga Lim, menimang keluarga Lim juga adalah keluarga Yu Jie ia tidak ingin dengan dalih seorang anak, Li Mei bisa masuk ke keluarga Lim. Guan merasa itu tidak akan adil untuk keluarga Lim, yang jika sampai mengakui anak di perut Li Mei adalah keturunan Lim meskipun bisa dilakukan tes DNA nantinya.
Guan tidak mendapatkan kabar apapun atau hal mencurigakan dari Hao Yu, bahkan Hao Yu dikabarkan sedang ada pertemuan di luar negeri sebulan ke depan. Guan juga belum mendengar tindakan selanjutnya dari Fen Lian dari bawahan yang secara sembunyi-sembunyi mengikuti Fen Lian meskipun sangat sulit karena para pengawal yang selalu bersama Fen Lian, alhasil sulit bagi bawahan Guan mendekati Fen Lian secara dekat.
Drrtt... Drrrtt...
Melihat ID si penelepon Guan bergegas menekan jawab. "Ya, sayang."
"Kamu dimana? Aku sedang banyak waktu luang, mau bersantai?"
"Bersantai, termasuk memanjakan jones-ku?" omes Guan kembali muncul.
"Kenapa kau selalu mengatakan hal-hal seperti itu di telepon, cepat tentukan mau kemana kita." Ujar Yu Jie dari ujung telepon.
"Baik, aku--"
"Tuan muda...!! Gawat! Nona Xian menghilang! Aku teledor... maaf Tuan." Seluruh wajah Jun berkeringat, bahkan pengawal itu tidak mengetuk pintu dan langsung menerobos masuk.
"Apa yang terjadi? Ada apa dengan adikmu?" tanya Yu Jie.
Tutttt... Guan mematikan panggilan.
***
Di Perusahaan Yu Jie masih menatap layar ponsel yang sudah mulai meredup, ia tidak pernah mendengar Jun si pengawal bicara dengan panik.
Yu Jie menelepon ponsel Haocun.
"Ya, Nona. Apa Anda sudah mau keluar?" tanya Haocun.
"Ya, siapkan mobil tapi aku ingin pergi ke kediaman timur. Kamu jangan memberitahu Tuan muda-mu, mengerti!"
"Ada apa? Ada masalah disana, Nona?" Haocun merasa aneh.
"Tidak ada, aku hanya ingin memberi kejutan pada Guan." Bohong Yu Jie.
"Begitu, baik Nona."
__ADS_1
Yu Jie memutuskan panggilan, ia bergegas membereskan meja lalu keluar dari Perusahaan dan tak lama mobil yang membawanya membelah jalanan menuju kediaman timur.
Hubungan Yu Jie dengan Guan sudah lama diketahui oleh Tuan Wan Xue, namun karena keterampilan dan kepintaran Yu Jie Tuan Wan Xue tak menolak hubungan keduanya bahkan terus menyuruh putra pertamanya itu segera melamar Yu Jie untuk segera menikah. Tuan Wan Xue tak ingin kehilangan aset calon menantu yang bisa menunjang dan memperluas bisnis perserikatan timur sampai keturunan - keturunan Kang berikutnya.
Saat mobil yang membawa Yu Jie tiba, semua pengawal yang berjaga maupun pelayan-pelayan membungkuk memberi hormat pada Yu Jie. Mereka semua sudah mengetahui jika Yu Jie adalah calon istri dari Tuan Muda pertama mereka bahkan Tuan besar mereka sangat menyanjung dan dikabarkan akan segera melamar untuk menikahkan putranya itu dengan Yu Jie.
"Salam, Nona." Sapa seorang pelayan.
"Dimana Tuan muda mu?"
"Tuan Muda Guan sedang berada di ruangan kerjanya," jawab si pelayan.
"Baik, terima kasih." Yu Jie tak pernah bersikap sombong kepada siapapun, meskipun hanya seorang pelayan ia tak pernah lupa mengucapkan terima kasih atau pun meminta maaf.
Penjaga diluar ruangan kerja Guan menunduk melihat Yu Jie berjalan ke arah mereka. Saat para penjaga membuka mulut ingin menyapa, dengan cepat Yu Jie menutup mulutnya dengan telunjuk menandakan mereka untuk diam dan mereka pun mengangguk mengerti.
Yu Jie berdiri di depan pintu dan membuka sedikit untuk mengintip, suara Guan yang sedang berbicara dengan Jun terdengar.
"Kamu sudah melacak posisi Xian dari ponselnya, aku sudah memasang alat pelacak di ponsel adikku."
"Itu juga sudah, Tuan muda. Semua sudah saya lakukan, tapi jejak Nona Xian hilang."
Ceklek... Pintu dibuka lebar oleh Yu Jie, wanita itu langsung berjalan ke arah Guan dan Jun yang masih terbengong menatap kedatangannya.
"Kamu datang, kenapa tak bilang? Apa ada bisnis dengan Ayah?" tanya Guan seraya mendekati Yu Jie lalu menarik tubuh Yu Jie memasukkan ke dalam pelukannya mencium pucuk kepala kekasihnya.
Jun sudah terbiasa melihat situasi di depannya sekarang, dia sudah tidak terkejut dan hanya menunduk.
"Aku sengaja datang, mendengar nada kepanikan Jun di telepon tadi dan kamu yang tiba-tiba mematikan telepon... aku menduga ada yang terjadi dan bergegas datang kemari."
"Hm, aku bilang jangan khawatir. Itu--"
"Aku dengar Xian menghilang, ada apa sebenarnya? Tiga hari lalu Xian meneleponku, dia mengatakan membenciku karena semua masalah yang terjadi padanya karena aku. Bahkan dia mengatakan hal aneh yang aku tidak mengerti, seperti ada seseorang yang ia sukai tapi karena diriku dia harus berpisah. Katakan, apa hilangnya adikmu ada hubungannya denganku?"
Ya, karena sering datang ke Kediaman Timur Yu Jie dan Xian Lun dengan cepat akrab bahkan Xian selalu menghubungi Yu Jie dan sesekali belanja bersama jika Yu Jie mempunyai waktu luang.
Guan akhirnya tak bisa menghindar lagi, sepertinya memang harus mengatakan kebenaran pada Yu Jie. Apalagi selama ini Yu Jie terus mempertanyakan akan rekaman yang bisa ia dapatkan yang dikirim pada keluarga Lim. Sampai saat ini Guan masih belum menjawab pertanyaan Yu Jie, bukannya tak ingin jujur tapi ia hanya ingin melindungi Yu Jie dari hal yang masih sanggup ia tangani.
__ADS_1