Dewi Seribu Jarum

Dewi Seribu Jarum
Bab 60 - Seorang Putri Yang Dijaga Empat Pangeran.


__ADS_3

Di ruang tamu luas milik keluarga besar mantan Ibu tiri Yu Jie, tiga wanita sudah duduk saling berhadapan.


Tak ingin membuang waktu lebih banyak dengan wanita-wanita brengsek di dekatnya, Yu Jie sudah bersiap akan lebih dulu membuka mulut. Mata nya penuh ketegasan tanpa memperlihatkan emosi, memandang Lien Hua dan mantan Ibu tirinya bergantian. Lalu matanya fokus pada satu wanita menjijikkan, Lien Hua.


"Aku dengar kamu memanfaatkan Ang Bei, adikku. Bahkan rencana pembunuhan kalian semua padaku tujuh tahun lalu, kamu menerima informasi posisiku dari Ang Bei."


"Aku tak membantah, aku ingin kamu mati mengenaskan. Aku tahu kamu dan Ang Bei sangat dekat sejak kecil, dia selalu mengagumimu dan menganggap mu kakak kandungnya begitu pun kamu sangat menyayanginya layaknya adik kandung. Aku hanya memanfaatkan situasi, bagaimana rasanya bahwa keluargamu sendiri yang berkhianat?" senyuman penuh kemenangan terbit di bibir Lien Hua.


Tenang Yu Jie, kamu sudah memasang alat perekam. Ya, aku harus sabar dan terus memancingnya agar pikiran Ang Bei segera terbuka jika Lien Hua tidak mencintainya.


"Menurutmu bagaimana rasanya? Tak lama lagi kamu akan merasakan kepahitanku, Lien Hua. Aku hanya tak habis pikir, dulu di kampus kamu yang selalu mem-bully ku tapi kamu lah yang seolah terjahati olehku dan balas dendam padaku. Selain kamu membenciku karena aku selalu melampauimu dalam hal kepintaran di kampus, apa ada hal lain kenapa kamu akhirnya sangat menginginkanku mati?" Yu Jie masih bersikap tenang.


"Karena kau terlalu sombong dan menyebalkan, bahkan dalam hal lelaki aku harus kalah darimu. Dulu aku pikir dendam Fen Lian lebih dalam padamu karena kau merebut calon suaminya, tapi saat aku semakin tertarik dan menyukai Hao Yu ternyata kebencianku juga semakin dalam padamu. Aku sakit hati saat mengetahui Hao Yu rela menculik adik Guan Lin demi mu! Hanya karena Hao Yu ingin kau menjadi kekasihnya. Aku membencimu, karena membuat pria yang aku sukai sebegitu gilanya menculik orang hanya demi wanita desa sepertimu !!!" teriak Lien Hua penuh benci.


Yu Jie terkejut, dia memang mengetahui Lien Hue menyukai Hao Yu dari rekaman yang didapat Guan. Namun, ia tidak tahu rasa suka Lien Hua berlebihan.


"Lalu, apa arti Ang Bei bagimu? Apa hanya memanfaatkan nya bukan mencintainya? Bahkan sampai saat ini, kalian berdua masih berhubungan." Yu Jie gatal sekali ingin memukul wajah wanita memuakkan di hadapan nya, bukan salahnya Hao Yu menyukainya yang bahkan dia sudah menolak perasaan Hao Yu. Kenapa harus ia terkena imbas dari kesukaan Lien Hua pada Hao Yu?!


"Lien Hua, apa maksudnya kamu berhubungan dengan Ang Bei?" suara seorang lelaki menginterupsi perbincangan kedua wanita itu. Keduanya berbalik menoleh pada arah suara di belakang sofa yang diduduki Yu Jie, pria itu adalah Hao Yu.


"Yu Jie, Jadi k-kamu benar-benar telah kembali!" Hao Yu berjalan mendekat dan tanpa aba-aba menarik tubuh Yu Jie memeluk erat tubuh wanita yang ia rindukan selama tujuh tahun itu ke dalam pelukannya.


"Hao Yu! Lepaskan dia! Aku lah tunanganmu? Aku calon istrimu! Bukan dia! Kau tidak punya perasaan! Kita akan menikah dua bulan lagi !!" Lien Hua meraung marah seraya menarik tubuh calon suaminya yang sudah bertunangan selama dua tahun dan akan menikah dua bulan lagi itu.


Mata Yu Jie membelalak tak percaya, pria yang sudah ia anggap seorang saudara bertunangan dengan musuhnya. Bukan hanya Ang Bei, tapi Hao Yu juga punya hubungan dengan Lien Hua! Yu Jie mengepalkan kedua tangannya, memejamkan mata untuk mengatur emosi.


"Kenapa wajahmu seperti itu, Yu Jie? Kau tidak terima aku akan segera menikah dengan Hao Yu, apa perdulimu?!" tuding Lien Hua.


Yu Jie membuka mata, dia menatap kecewa pada Hao Yu namun bagaimanapun itu adalah keputusan dan kehidupan Hao Yu dan dia memang tidak berhak mengatur hidup Hao Yu.


"Aku mengucapkan selamat untuk kalian berdua, semoga acara pernikahan nya lancar." Yu Jie yang tubuhnya sempat ditarik Hao Yu, kini merapikan duduknya kembali. "Hao Yu, bisakah kamu pergi sebentar. Aku masih ada perlu dengan wanita-mu, dan ini adalah urusan wanita."


Namun baru saja perkataan Yu Jie terjatuh, satu pria lagi yang tidak duga akan berada di kediaman itu datang. Sepersekian detik kedua mata mereka saling beradu pandang, Yu Jie yang lebih dulu membuang muka.


"Yu Jie, kamu benar-benar kembali. Apa kabarmu?" tanya mantan suami Yu Jie. Ya! yang datang adalah Ang Cheng, lelaki itu datang karena ada bisnis dengan Xingsheng.

__ADS_1


Ang Cheng mendekat, namun pria itu lebih sopan dari Hao Yu. Dia hanya mendekat tanpa berani menyentuh tubuh Yu Jie tanpa ijin apalagi memeluk, walaupun kerinduan nya dan rasa cintanya pada mantan istrinya itu masih terpahat di hati.


"Aku baik, tapi ada urusan apa kamu datang kesini?"


"Aku berbisnis dengan Xingsheng, tadi malam dia memintaku datang. Aku tak menyangka akan bertemu denganmu disini, apa terjadi sesuatu?" tanya Ang Cheng yang tidak tahu menahu kejadian tujuh tahun lalu dan hanya mengetahui jika Yu Jie kecelakan mobil biasa. Begitu pun Hao Yu, lelaki itu pun sama hanya mengetahui jika Yu Jie hanya kecelakaan mobil biasa.


"Aku hanya sedang mengunjungi teman kampusku dulu, Lien Hua. Iya kan?" Yu Jie menoleh pada Lien Hua.


"Ya." Lien Hua tak ingin keburukannya diketahui calon suaminya, sangat sulit memaksa Ayahnya agar dirinya dijodohkan dengan Hao Yu dan lelaki itu menerima karena desakan Ayahnya juga. Pertalian pernikahan mereka berdua karena perjodohan yang dipaksakan Lien Hua, bukan karena Hao Yu menyukai Lien Hua.


"Oke, aku akan menemui Xingsheng di dalam. Senang bertemu dengan mu, Yu Jie. Aku juga senang kamu baik-baik saja setelah menghilang," Ang Cheng kini terlihat lebih dewasa dan bijak, ia tersenyum lalu melangkah pergi menuju ke ruangan Xingsheng.


Sepeninggal Ang Cheng, Hao Yu juga akhirnya ikut masuk ke dalam ruangan Xingsheng karena Yu Jie terus menyuruhnya pergi.


"Nah, sekarang tinggal kita lagi disini." Yu Jie bahkan menatap kembali mantan Ibu tirinya yang sejak awal hanya diam saja.


Namun sekali lagi suara orang datang membuat Yu Jie mengerutkan kening karena kesal.


"Mama, aku datang." Itu Li Mei, tidak ada Ling Ling bersamanya. Sejak kedatangan Yu Jie, Ming Na memang sudah menyuruh Li Mei datang secepatnya ke rumah.


"Hm," Yu Jie hanya berdehem.


"Hai semua, aku datang." Satu lagi orang yang datang.


Astaga! Apa ini acara reuni, para musuhku berkumpul! Yu Jie mengerang kesal tapi dia tak takut sama sekali.


Dengan tanpa malu, Fen Lian mendekat dan ikut duduk disana. Wanita itu duduk di sofa single sama seperti Yu Jie, jadi sofa melingkar kini penuh di duduki kelima wanita itu.


Ck !! Yu Jie muak melihat wajah congkak Fen Lian, ingin menancapkan jarum-jarumnya di wajah wanita itu biar wajah Fen Lian menjadi lumpuh dan tak bisa digerakkan.


"Wah wah! Aku senang akhirnya berkumpul dengan kalian yang sangat membenciku, aku tak mengira akan datang waktunya kita semua duduk bersama." Yu Jie tersenyum dingin.


"Apa kau tidak malu kembali pada Guan, wanita binnal! Asal kau tau! Selama kau pergi, Guan dan aku sangat dekat. Kau tidak tau malu ingin merebutnya lagi dariku!" Fen Lian mengeraskan wajahnya.


"Hahaha! Hahaha! Astaga Nona Fen Lian, aku merebut Guan kembali katamu. Hei! Sadar dirilah! Tak pernah sekali pun Guan menjadi milikmu! Kau terlalu bermimpi Nona, sampai kau tidak tahu malu saat menyuruh kakakmu melenyapkan ku! Kau pikir dengan kematianku, Guan akan berpaling padamu! Cuih! Bahkan dengan ketidak beradaanku, kau hanya wanita memalukan yang terus diabaikan Guan!"

__ADS_1


"KAU !!!" Fen Lian bangkit dari duduknya, menarik baju Yu Jie sampai Yu Jie terpaksa ikut berdiri.


"LEPASKAN KEKASIHKU, WANITA BRENGSEEKK !!!" raungan amarah terdengar menggelegar, dengan langkah kasar Guan setengah berlari lalu menarik tubuh Fen Lian dan mendorong wanita itu kasar hampir saja Fen Lian terjengkang.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Guan sibuk memeriksa wajah Yu Jie lalu memeriksa tubuh kekasihnya itu.


"Aku baik-baik saja, wanita itu hanya menarik bajuku. Jika pun dia memukulku, menurutmu aku akan diam saja." Cebik Yu Jie karena Guan terlalu berlebihan


Sebenarnya Guan sedang tak berada jauh dari sana, saat salah satu anak buah yang bertugas mengintai gerak-gerik Fen Lian menelepon jika Fen Lian sepertinya datang kesana dengan cepat ia pun ikut pergi menuju kediaman itu.


Tatapan dingin Guan menyorot keempat wanita brengsek disana, "Kalian! Jangan pernah sekali lagi berani menyentuh sedikit pun tubuh kekasihku. Jangan berani macam-macam, atau aku akan membunuh kalian meskipun kalian wanita!"


Glek!


Yu Jie menelan ludahnya sendiri, Guan yang sekarang semakin terdengar kejam. Untung saja dia kekasihnya, jadi tak perlu ketakutan dengan ancaman Guan.


"Ada apa ini? Kenapa ada teriakan-teriakan?!" Ketiga lelaki yang ada di ruangan kerja, akhirnya keluar karena mendengar teriakan Guan Lin.


Tak jauh dari para wanita itu berdiri Xingsheng, Hao Yu dan Ang Cheng semakin berjalan mendekat. Mata ketiga lelaki itu saling bersibobrok dengan tatapan Guan yang menatap mereka bertiga penuh permusuhan.


Ditengah suasana panas dari tatapan para wanita dan para pria di ruangan itu, seorang wanita masuk dengan menarik kopernya, dia tidak berteriak memanggil orang rumah untuk memberi kejutan namun mata wanita itu terbelalak tatkala melihat suasana mencekam di ruangan. Bibirnya tak kuasa menahan, ia membuka mulutnya.


"Kak Xingsheng, Bibi Ming Na, Li Mei, Lien Hua. Aku kembali," suara wanita itu memecah keheningan di ruangan yang begitu mencekam.


"Jing Mi." Ujar para penghuni asli di rumah itu serempak.


Bukan itu saja, ternyata seseorang juga datang tepat setelah kedatangan wanita yang dipanggil Jing Mi. Orang itu tak lain adalah To Mu, pria itu didorong di kursi rodanya.


"Yu Jie, aku datang." Semua orang kini menatap pada To Mu, bahkan Jing Mi.


"T-To Mu, ini kamu?" ucap wanita yang baru saja datang, Jing Mi.


Mata To Mu membulat sempurna, wanita masa lalunya kini tiba-tiba ada di hadapannya. Cinta pertama yang begitu menyakitkan, cinta yang harus kandas akibat percobaan pembunuhan padanya 15 tahun lalu yang dilakukan Ayah Jing Mi pada To Mu.


Yu Jie mendekat ke arah To Mu, Guan tentu saja mengikuti kemanapun wanita itu melangkah. Hao Yu pun ikut mendekat ke arah Yu Jie karena penasaran dengan pria di kursi roda yang memanggil nama Yu Jie dengan lembut, bahkan Ang Cheng juga ikut menghampiri. Jing Mi yang sempat berdiri mematung di dekat To Mu, segera menghindar dan mendekat ke arah sofa dimana para wanita lain berdiri. Kini Yu Jie dikelilingi empat pria yang menatap intens pada wanita itu, seperti seorang Putri yang tengah dijaga empat Pangeran.

__ADS_1


__ADS_2