
Sepertinya keputusan Shasa meminta Zevan untuk menemaninya tidur bukan lah hal yang bagus. Lihatlah sekarang dirinya jadi bahan godaan para sepupu laki-laki itu.
"Ehem, udan tidur bareng aja nih." Oh, itu bukan lagi para sepupu Zevan, tapi uncle dari laki-laki itu, Zayyan namanya.
"Bisa tidur dengan nyaman di pelukan seseorang, tak ada kata lain yang bisa mengungkapkan nya selain bahwa itu adalah cinta." Oh, bahkan sang anak pun ikut-ikutan.
Rasanya Shasa malu sekali hingga ia ingin masuk ke lubang tikus saja, kelapa nya saja sudah tak kuat untuk ia tegakkan.
"Kalian jangan menggoda calon menantuku seperti itu, nanti dia malu."
Leon terkekeh, "Sepertinya dia sudah sangat malu sekarang."
Keana mencubit paha sang suami cukup keras, "Aww!" Leon meringis karenanya. "Jangan ikut-ikutan kamu," Ancam Keana.
Bukannya apa, tapi wanita itu takut jika Shasa jadi tidak mau dengan Zevan karena ia selalu di goda oleh keluarga laki-laki itu.
Zevan tersenyum tipis, ia pun merangkul Shasa dari samping hingga kepala wanita itu terdongak untuk menatap dirinya. "Hei, dia ini memang wanita ku, jadi kalian semua jangan heran."
Pipi Shasa langsung memerah seketika, baru satu kalimat manis saja sudah membuat ia merona, apalagi kalau Zevan mengeluarkan gombalan mautnya.
Nayla menggelengkan kepala melihat tingkah cucunya itu, "Benar-benar cucu Nio dan anak dari Leon."
Tawa mereka sontak meledak, entahlah, emang mereka yang receh atau ucapan Nayla tadi benar-benar lucu, aku tidak mengerti.
•
•
•
*Lusa
Pesta penyambutan kedatangan El dan rombongan nya di adakan dengan sangat meriah. Walau hanya kerabat dekat yang datang, mereka semua tidak memiliki jumlah yang sedikit.
Anak-anak hingga cucu dari Nayla, Vicky, Zergan, Jeffry, dan Prince semuanya ada di sana menghabiskan waktu bersama.
Shasa cukup terkejut melihat beberapa kerabat Zevan yang belum pernah ia lihat. Ayah dan ibu dari sepupu Zevan, juga para kakek dan nenek yang terlihat awet muda.
Oh, Shasa juga membawa Levy ke sana karena baginya Levy adalah satu-satunya keluarga yang ia punya. Sudah seharusnya gadis itu datang di acara ini, acara dimana Shasa akan memberikan jawaban atas lamaran Zevan.
Dan kalian tentu tahu, Levy kalau sudah di satukan dengan Gio maka akan terjadi keributan besar.
"WOY! GILA, PONAKAN GUE ITU!"
"Apaan sih, Kevan juga ponakan gue kalik."
Dan putra tunggal Shasa selalu menjadi bahan rebutan yang selalu membuat keduanya tidak bisa akur. Lihat lah bagaimana sekarang mereka kejar-kejaran dengan Gio yang menggendong Kevan di punggung.
"Heh! Gio, hati-hati jangan sampai cicit grandma jatuh!!!" Khawatir Nayla, namun yang di khawatirkan malah memekik kesenangan berada di punggung Gio. "Lebih cepat lagi uncle!!"
El hanya tersenyum hangat melihat pemandangan yang ada di sana, sebelumnya sang ibu sudah menceritakan semuanya pada ia dan Kiara, ia sempat marah dengan Zevan karena ia menghancurkan hidup seorang gadis, namun mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Lagian keponakan nya itu juga sedang berusaha bertanggungjawab kan.
"Daddy, Zion nyusul yang lain di kolam ya?" Izin sang anak pertama.
El mengangguk singkat, "Jagain adik kamu ya Zi."
__ADS_1
Zion mengangguk, ia pun beranjak menuju kolam untuk menyusul sepupunya yang lain.
Mari perkenalan sebentar.
Zionaldo Zergan. Anak pertama dari pasangan Daniel Zergan dan Kiara Yourge. Zion adalah anak yang pintar dan penurut, ia juga sangat dewasa dan pengertian, karena itulah dia terkadang selalu menjadi tempat para sepupunya untuk berkeluh kesah.
Zion sudah mulai bekerja di perusahaan keluarga Zergan yang ada di Amerika sekitar 3 bulan yang lalu, pekerjaan nya sangat memuaskan hingga ia langsung di angkat menjadi CEO.
•
•
•
Cukup lama pesta itu berjalan, kini saatnya Shasa untuk memberikan jawabanku atas lamaran Zevan.
Laki-laki itu kembali melamar Shasa, kali ini ia membawa bunga serta cincin pertunangan jika saja Shasa menerima nya, maka mereka akan langsung bertunangan.
"Shasa Lovely Anarga, maukah engkau menikah dengan ku? menjadi ibu dari anak-anakku, menjadi teman hidup ku untuk selamanya hingga maut yang memisahkan? Bersediakah engkau membangun rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah dengan ku?" Zevan menatap Shasa penuh harap.
Shasa tersenyum, melihat itu membuat harapan Zevan semakin besar. "Tidak ada alasan aku untuk menolakmu, karena aku mencintaimu. Jadilah ayah dari anak-anak kita selanjutnya."
DOR...
Suara kembang api yang di nyalakan, semua orang terkejut, namun pelakunya hanya menunjukkan cengiran kuda. Di sampingnya ada Kevan yang terlihat kesenangan melihat kembang api yang begitu indah.
"Uncle Hae, lagi, Kevan mau lihat lagi."
Zevan dan Shasa terkekeh, kemudian mereka saling menatap satu sama lain. Saling mendekatkan wajah, bibir keduanya pun menempel.
Shasa mengambilkan inisiatif menggerakkan bibirnya terlebih dahulu, memberikan lumattan lembut pada bibir sang tunangan.
Diam-diam Zevan memasangkan cincin tunangan di jari manis Shasa ketika mereka masuk memanggut bibir satu sama lain, Shasa pun sama. Ia mengalungkan tangan di leher pria nya, ciuman mereka terus berlanjut hingga salah satu dari mereka ke habisan nafas.
Sedangkan itu, Levy dan Gio berusaha mengalihkan perhatian Kevan supaya bocah itu tak melihat pemandangan tak senonnoh itu.
Sedangkan Ziva, ia tersenyum sambil merekam semua kejadian yang baru saja terjadi. "Biar ku tebak, kamu pasti berencana mengunggah video ini di Instagram supaya semua orang tahu kan?"
Ziva mengangguk atas ucapan Zion, "Benar sekali, biar mereka semua tahu jika kini Shasa adalah bagian dari Gauthama, Zergan juga Algreat."
Zion terkekeh, "Ya, terserah tuan putri saja."
•
•
•
Dunia maya langsung heboh dengan unggahan Ziva beberapa waktu yang lalu di akun resminya.
Beberapa orang ada yang bilang cocok, beberapa lagi ada yang patah hati, ada juga yang ngehina Shasa karena ia sudah memiliki anak. Oh tenang saja, soal itu akan segera di publish bahwa Kevan adalah anak kandung Zevan.
Kini kita harus lihat keadaan seseorang yang begitu marah melihat apa yang baru saja Ziva post di IG nya.
"Tidak boleh terjadi, Shasa adalah milikku, seharusnya yang menikah dengannya adalah aku!" Rey mengepalkan tangannya kuat, ini tidak boleh terjadi, ia tak boleh kalah dari Zevan.
__ADS_1
Zevan mungkin memiliki banyak harta dan kuasa, namun Rey adalah cinta pertama Shasa, ia pasti bisa dengan mudah mendapatkan Shasa, ia yakin.
•
•
•
Hari demi hari Shasa dan Zevan semakin lengket, keduanya tak terpisahkan bahkan ketika bekerja. Zevan beberapa kali akan lebih memilih mengerjakan tugasnya di ruang pemotretan Shasa daripada di ruang kerjanya sendiri.
Pernikahan keduanya sudah di tetapkan 2 bulan lagi, acara akan di adakan dengan megah-megahan, itu sudah menjadi kehendak ibu negara Keana Lauren Algreat.
Padahal Shasa lebih ingin jika pernikahan nya di buat dengan acara sederhana yang di hadiri oleh pihak keluarga saja, namun Keana kukuh ingin pernikahan anak keduanya di selenggarakan secara besar-besaran.
Namun yang masih membuat mereka bertanya-tanya adalah keluarga Shasa, model cantik itu selalu bungkam ketika Keana atau yang lainnya menanyakan tentang keluarganya, namun mereka pun mengerti, mungkin itu privasi Shasa.
"Sa, kamu yakin gak mau ngasih tahu mereka tentang keluargamu? Ini penting lho buat kelanjutan pernikahan kamu nanti." Ini bukan pertamakali nya Levy menasehati Shasa soal ini, namun wanita tak pernah mengikuti nasehatnya.
Shasa menatap Levy dengan mimik muka sedih, "Kamu tahu sendiri kan, aku punya mereka itu kayak gak punya mereka. Mereka udah buang aku, aku gak mau mengingat mereka lagi."
"Iya, aku tahu kok. Tapi kan keluarga Zevan berhak tahu soal mereka, mungkin mereka bisa melindungi mu dan Kevan dari keluarga mu. Kamu tahu? beberapa hari ini aku merasa ada orang yang mengawasi Kevan."
"Tapi..."
Levy menyentuh bahu sahabat nya itu, ia meminta Shasa untuk menatapnya. "Hilangkan semua keraguan dan ketakutan mu, jangan sampai terlambat."
Tanpa di sadari keduanya, ternyata Kevan berada disana mendengarkan seluruh pembicaraan mereka.
"Keluarga mommy? haruskah aku melakukan sesuatu? sepertinya mereka bukan kawan."
•
•
•
Tak pernah sekalipun Kevan meragukan kemampuan nya dalam hacker, namun kali ini ia merasa benar-benar lemah. Jangankan mendapatkan data keluarga mommy nya, ia meretas data asli sang mommy pun tak bisa. Sepertinya data mommy nya itu di lindungi oleh pihak keluarga mommy nya, entah apa tujuan mereka, ia tidak tahu.
"Ck, benar-benar menyebalkan." Kevan. menutup laptopnya dengan kesal, sangking kesalnya ia sampai ingin membanting benda itu juga ia tak ingat bahwa sang ibu akan memarahinya habis-habisan kalau ia melakukan itu.
Tangan kecil itu mengetuk-ngetuk dagunya terlihat berpikir, "Apa aku laporan saja dengan Daddy?" Seharusnya itu ide yang bagus, tapi bagaimana jika nanti ibunya tahu? soalnya dari 2 minggu yang lalu sang mommy mulai menyadap ponsel nya, jadi jika ia mengirim pesan pada siapapun atau sebaliknya, maka pesan itu akan masuk ke ponsel Shasa juga.
Itu semua berawal dari Kevan yang ketahuan pernah sleep call dengan teman perempuan nya, Shasa hanya takut saja jika anaknya yang baru berusia 5 tahun itu mulai cinta-cintaan di usia yang terlalu dini.
Padahal ya, Kevan itu bukan sleep call, tapi cuma salah pencet aja. Keterusan sampai pagi karena ia tinggal tidur, sama halnya dengan bocah perempuan yang tak sengaja ia telfon.
Entahlah, dasar bocil.
"Sudahlah, biar aku katakan ketika bertemu Daddy besok," monolognya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
3 Bersaudara Algreat wajahnya di atas rata-rata semua, jadi insecure😭