Dia Adalah Wanita Malam Itu!!

Dia Adalah Wanita Malam Itu!!
*Kak Rey


__ADS_3

Suasananya begitu canggung karena hanya mereka berdua yang ada di sana, dan entah kenapa pula Keana tak kunjung kembali padahal sudah hampir satu jam.


Zevan memang tertidur, namun tangannya masih sangat erat menggenggam tangan Shasa seolah wanita itu akan menghilangkan jika ia melepaskan tangan nya.


Tidak bisa di pungkiri lagi, Zevan yang tertidur memanglah pemandangan yang indah. Laki-laki itu terlihat sangat tampan bahkan dari segi manapun.


Dengan wajah setampan itu, Zevan pasti mudah mendapatkan wanita manapun. Ketampanannya sungguh membuat hati bergetar, Shasa tak bisa berbohong jika ia juga terkena pesona Zevan. Namun, bisakah ia?


Wanita itu langsung menggelengkan kepalanya, membuang jauh-jauh pikiran nya, karena apa yang ia pikirkan tidak akan pernah terjadi. "Sudahlah, jangan terlalu berkhayal."


BRAK...


Shasa terkejut ketika pintu ruangan Zevan di buka dengan kencang oleh seseorang, bahkan sepertinya orang itu baru saja menendang pintunya.


"HELLO EVERYONE, LULU DATANG DENGAN SEJUTA KEBAHAGIAN."


Plak...


Seorang Laki-laki sedikit pendek di samping Lulu memukul lengannya, "Rumah sakit ege!"


"Yang bilang rumah hantu siapa bangs*t?!"


Tubuh si model cantik membeku melihat kedatangan mereka semua. 2 orang wanita cantik dan 5 orang laki-laki.


Salah seorang wanita dari mereka berjalan mendekati Shasa. "Hai, apakah kamu Kesha Lovely Anarga?" Tanya wanita itu, Shasa mengangguk pelan.


Dengan senyuman ramah, ia pun mengulurkan tangan. Shasa menjabat tangan wanita itu dengan ragu-ragu.


"Zivanya, kamu bisa memanggil ku Ziva. Aku kakak kembarnya Zevan, anak sulung keluarga Algreat."


Shasa mengangguk kaku, ia tak menyangka bisa bertemu dengan Zivanya Leony Algreat, seorang model terkenal yang di ketahui bayarannya begitu mahal untuk sekali pemotretan.


Namun, walaupun ia seorang model, Ziva ini memiliki kepribadiannya yang tomboi sama seperti ibunya dulu, tapi sifatnya yang dingin tentu saja menurun dari ayahnya.


Satu persatu dari mereka pun mendekati Shasa untuk memperkenalkan diri.


"Hai! namaku Lusyana Zergan, semua orang memanggilku Lulu." Wanita yang terlihat sangat ceria itu memperkenalkan diri.


Shasa tersenyum, "Kesha Anarga."


"Wah, ternyata benar. Kau adalah Kesha yang itu ya, model terkenal dari Prancis itu ya?"


"Iya, tapi kalian bisa memanggil ku Shasa."


"Oh, Hai Shasa!"


Setelah Lulu, kini gantian si bungsu Algreat yang memperkenalkan diri. "Hai, aku Zero Leonio Algreat, aku anak bungsu."


"Hai tampan, kamu sangat manis." Ucapan Shasa membuat bocah berusia 17 tahun itu tersipu malu.


"Ye, bocah udah bisa malu-malu aja nih."


Setelah Zero, kini gantian keempat sepupu Zevan yang lain untuk memperkenalkan diri.


"Hai, aku Jefrian Gautama, si paling ganteng daripada mereka semua."


"Aku Gio Alfian Zergan, si paling tampan melebihi Jefrian."


"Xion Gautama."


"Aku Gabriel Gautama."


Shasa menganggap pelan, lalu tersenyum manis, "Salam kenal."





Sepupu-sepupu Zevan sangat baik, mereka memperlakukan Shasa dan Kevan seperti bagian dari mereka sendiri. Bahkan Xion dan Gabriel yang terdengar tidak suka berdekatan dengan orang lain selain keluarganya pun kini malah menjadi yang paling semangat bermain dengan Kevan.


Zevan yang tadinya tidur pun akhirnya terbangun mendengar kegaduhan dari para sepupu luckn*tnya.


"Lho, tuan pembalap kita dimana? gak datang dia?"


"Biasa Aunty, ada jadwal balapan dia. Tiap hari, perasaan ada aja jadwalnya dia buat balapan. Gio sampai heran Aunty."


"Yah, biasalah. Mak nya pecinta balapan mobil, jadi gak heran anaknya juga sama."


"Mommy juga suka balapan," Ucap Ziva dengan santainya sambil memakan buah apel.


"Hei! itu dulu, sekarang mah gak pernah lagi."


"Affah iyach? terus kemarin yang diem-diem keluar dari rumah waktu tengah malam buat balapan siapa ya?" Zero membuat postur seakan berusaha mengingat-ingat sesuatu.


"Hei, bukankah aku sudah memberimu uang tutup mulut untuk hal ini?" Keana menatap anak bungsunya dengan tatapan jengkel.


"Shasa, sini deh, nih cobain salad buah buatan mommy Luqi tercinta."

__ADS_1


Zevan menahannya tangan Shasa segera ketika wanita itu ingin berdiri menghampiri Lulu. "Kalau mau ngasih, kamu saja yang kemari."


"Hei, bro. Udahlah, lepasin aja dia, dia gak akan hilang kok kalau gak Lo genggam tangan nya."


"Bener tuh kata Jefrian, perasaan dari tadi tuh tangan nempel mulu kek perangko." Gio tertawa.


"Udahlah guys, namanya pasangan baru," Ucapan Lulu menjadi pembuka awal dari mereka semua meledek Zevan dan Shasa.


Pipi model cantik itu sudah memerah padam ketika mereka semua meledek dirinya dan Zevan, padahal kan mereka tidak memiliki hubungan apapun. Yah, setidaknya untuk sekarang.





Awalnya Keana dan yang lainnya menahan-nahan Shasa untuk pergi, namun gadis itu masih ada pemotretan, jadi mau tak mau ia harus kembali ke perusahaan.


Bahkan karena Keana tidak mau Shasa pergi, ia sudah hampir menelfon sekertaris Zevan untuk membatalkan semua pemotretan Shasa hari ini, namun gadis itu mencegahnya.


Karena Shasa pergi untuk pemotretan, maka mereka semua menahan Kevan untuk ikut. Mereka masih ingin bermain dengan anak Zevan itu.


Shasa pun mengizinkan saja, ia tahu anaknya pasti aman bersama dengan mereka semua.



Untuk pemotretan kali ini adalah pemotretan berpasangan, Shasa sampai sekarang belum tahu siapa model yang akan menjadi pasangan nya.


Awalnya Shasa santai saja, mungkin orang itu adalah seseorang yang bisa ia jadikan teman nanti. Namun, ia langsung diam membeku ketika pasangannya memasuki ruang pemotretan.


"Hai, lama tidak bertemu Sa." Sapa laki-laki itu dengan senyuman manis. "Bagaimana kabarmu? kamu sehat kan?"


Shasa mengangguk pelan, "Ya, aku sehat kak Rey, terimakasih.


Orion Reyhan adalah seorang model terkenal, ia sangat tampan dan berkarisma. Shasa sudah kenal cukup lama dengan nya, bahkan Rey ini adalah cinta pertamanya. Mereka memang tidak menjalin hubungan, namun percayalah, dulu mereka itu saling mencintai. Namun sekarang, entahlah, apa cinta itu masih ada atau tidak.





Shasa meminta Levy untuk menemaninya menjemput Kevan yang masih berada di rumah sakit bersama Zevan dan keluarganya.


Ruangan itu terlihat semakin ramai saja dengan adanya tuan Algreat dan seorang laki-laki tampan dengan baju serba hitam duduk bermain catur dengan Nio.


"Loh?! lo kok ada di sini?!"


"Lo ngapain di sini?!"


"Yang harusnya nanya gitu tuh gue! Lo ngapain di sini?!"


"Gue mau jemput ponakan gue, kenapa?!"


Levy langsung memeluk Kevan, tidak membiarkan Gio untuk menyentuhnya.


"Heh, apa-apaan Lo?! Kevan ponakan gue ya!_


Jadilah dua Tom and Jerry itu pun bertengkar memperebutkan Kevan.


Shasa menggeleng pelan melihat kelakuan sahabatnya, ia pun mendekati Kevan yang tengah duduk di kursi samping ranjang Zevan.


"Sayang, ayo pulang."


"Yah, mommy. Kevan masih mau sama Daddy." Bocah laki-laki itu memasang wajah sedih.


Shasa sedikit membungkuk untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Kevan, "Besok kita kesini lagi, tapi sekarang kita harus pulang."


Kevan menggeleng keras, ia menatap sang ibu dengan tatapan berkaca-kaca. "Sayang..." Shasa menatap sang anak, memberikan pengertian lewat tatapan.


"Tidak papa jika dia ingin menginap di sini, kamu juga bisa menginap. Tidak ada yang akan keberatan jika kalian menginap," Ucap Zevan tiba-tiba, membuat Shasa langsung menatapnya.


"Tapi_"


"Ya, tidak masalah jika kalian menginap. Mommy akan meminta orang untuk menambah ranjang di sini." Keana sangat berharap jika Shasa dan Kevan bisa menginap disana malam ini.


"Tidak nyonya, kami akan pulang saja." Tolak wanita itu, ia akan tidak nyaman jika menginap disana.


"Hei, jangan memanggilku nyonya. Panggil mommy saja, dan jika kamu tidak mau menginap maka tak apa. Kami tidak akan memaksa."


"Terimakasih nyo_"


"Mommy!"


"Terimakasih mo_mommy." Rasanya sangat canggung memanggil seorang nyonya besar keluarga ternama dengan panggilan mommy, padahal mereka baru saja kenal.


Akhirnya setelah berusaha keras membujuk Kevan, mereka bertiga pun bisa pulang kembali ke apartemen Levy.


Zevan sejak tadi selalu menatap pintu setelah kepergian mereka bertiga, dan itu tak luput dari perhatian para sepupunya.

__ADS_1


"Mereka tidak akan kembali kesini jika kau menatap pintu terus menerus seperti itu," Laki-laki berbaju serba hitam itu membuka suara.


Lirikan tajam Zevan berikan pada sepupunya itu, "Bisa diem gak?"


Laki-laki itu menggeleng, "Seorang Kean diem? Dunia sedang baik-baik saja?"


"Tapi you dari tadi diem tuh waktu ada Shasa," Ucap Xion.


"Ya itu buat membangun citra cold di depan calon adik ipar lah, gimana sih gitu aja gak tahu."


"Heleh, cold katanya. Padahal mah yang paling receh plus aneh," Ejek Gio.


"Shup up!"


Tak memperdulikan keributan para sepupunya, Zevan memilih untuk memainkan ponselnya saja.





Selama perjalanan pulang Shasa hanya terdiam entah apa yang ia pikirkan.


Levy menyentuh bahu Shasa, membuat wanita itu terkejut, "Kenapa? ada masalah? kok bengong."


Gelengan kecil Levy dapatkan sebagai jawaban, "Hari ini ada pemotretan berpasangan, dan apa kamu tahu siapa pasangan ku di pemotretan itu?"


Levy menggeleng, ia menatap Shasa penasarannya, "Siapa memangnya?"


"Kak Rey."


"Rey? Orion Reyhan maksudnya? Cinta pertama mu?"


Shasa mengangguk pelan, raut wajahnya terlihat sedih. "Kenapa sedih? bukannya kamu sudah lama ingin bertemu dengan dia?"


"Iya, tapi... entahlah." Ia menghela nafas.


Levy mengerti, Shasa pasti khawatir soal Kevan. Ia pasti takut jika saja Rey menolak Kevan dan akhirnya Shasa dan Rey tidak akan bisa bersama.


Kevan yang mendengarkan obrolan mereka tentu saja mengerti dengan maksud mereka.


"Tidak ada yang bisa menjaga Daddy Kevan, selain Daddy Kevan sendiri. Orion Reyhan, akan ku buat kau dan mommy menjadi jauh."


Hei, Kevan itu anak Zevan, tentu saja ia berada di pihak Daddy nya.





+62 *** **** ****


Daddy, ternyata mommy masih suka sama seorang model bernama Orion Reyhan. Daddy harus berhati-hati.


^^^Me^^^


^^^Mommy mu menyukai orang lain?^^^


+62 *** **** ****


Seperti nya begitu.


+62 *** **** ****


Ngomong-ngomong nomor ku jangan lupa di simpan ya Daddy.


^^^Me^^^


^^^Tentu saja sayang.^^^


Zevan meletakkan ponselnya di atas nakas setelah menyimpang nomor sang anak, pandangan nya menatap lurus ke depan. "Orion Reyhan ya?" Seringaian muncul di bibir laki-laki itu.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Gio



Ganteng banget sih jodoh orang.


Keandra Joana



Pembalap kita.


Jefrian

__ADS_1



__ADS_2