Dia Adalah Wanita Malam Itu!!

Dia Adalah Wanita Malam Itu!!
*Kekasih Zevan Lioner Algreat


__ADS_3

Setelah pemotretan hari itu, Shasa tidak lagi bertemu dengan Rey. Laki-laki itu seolah-olah menghilang ditelan bumi, padahal Shasa sudah beberapa kali berusaha mencarinya, namun nihil. Yah, mungkin bukan jodoh jadi biarkan saja.


Dari hari ke hari Shasa dan Kevan semakin dekat dengan keluarga Zevan, entahlah, sikap mereka semua sangat baik kepadanya, dan itu membuat Shasa nyaman.


Gadis itu tidak tahu saja jika Zevan dan keluarganya memang mencoba untuk mendekatinya dan Kevan.


Ngomong-ngomong soal Zevan, laki-laki itu sudah pulang dari rumah sakit 2 hari yang lalu. Untung saja patah tulangnya dia sembuh dengan cepat.


Namun walaupun Zevan sudah di pulangkan, laki-laki itu harus beristirahat selama beberapa hari dulu, karena ia belum sembuh total. Dan selama itu juga, Shasa dan Kevan selalu datang untuk menjenguk Zevan. Ini hal bagus, Shasa bisa menitipkan Kevan kepada mereka semua ketika ia ada pemotretan.





"Bener-bener anaknya Zevan, pinter banget anjir!" Gio kagum dengan apa yang baru saja Kevan lakukan, bocah laki-laki itu meretas keamanan sebuah perusahaan.


Xion mengerutkan alis melihat apa yang Kevan lakukan, "Untuk apa kau meretas keaman sebuah perusahaan?"


Seringaian muncul di bibir Kevan, inilah pertanyaan yang ia nanti-nanti keluar dari mulut mereka. "Untuk memberikan teror."


Gio bengong tak mengerti, "Maksudnya?"


"Perusahaan ini adalah perusahaan yang menampung wanita ular yang sudah berani mengusik ibuku beberapa hari ini. Aku sebagai anaknya tentu tidak terima. Aku mengirimkan teror pada perusahaan itu untuk memecatnya."


"Kenapa harus meneror? kau cukup katakan saja pada Daddy mu dan wanita itu pasti beres." Kean memberikan usul, namun Kevan malah menggeleng. "Lebih memuaskan hasil kerja keras sendiri."


"Ingin ku bantu membasmi nya tidak?" Tawar Ziva.


"Tidak, terimakasih aunty. Tapi itu tidak perlu, aku ingin membiarkan mommy memberikan pelajaran dulu untuk ular itu." Kevan tersenyum penuh makna.


Menyadari senyuman anaknya, Zevan pun menggelengkan kepalanya pelan. "Jadi ini yang kau lakukan pada laki-laki itu hingga ia menghilang selama beberapa hari?"


Kevan mengangguk, "Yah, tebakan Daddy sangat benar."


Gio mengerutkan kening, tak mengerti dengan apa dan siapa yang mereka maksud, "Siapa sih?"


"Om Gio gak usah kepo, ini rahasia negara."


"Heleh, bocil pakek ada rahasia-rahasiaan."


"Biarin Wlek," Kevan menjulurkan lidah, mengejek Gio.





Pemotretan Shasa hari ini selesai lebih cepat, ia memutuskan untuk langsung pergi ke rumah Zevan saja setelah ini. Namun siapa sangka jika ia harus menunda pulangnya karena seorang wanita gila tiba-tiba menghampirinya sambil marah-marah.


"Kesha Anarga! jangan mentang-mentang kamu ini kekasihnya tuan Algreat, kamu bisa seenaknya ya!"


"Apa yang kamu katakan? aku tidak mengerti bahasa hewan." Shasa cuek saja, hendak berlalu namun Ella menghentikannya dengan mencengkram tangan model cantik itu.


Shasa tidak mengerti kenapa Ella tiba-tiba datang dan marah-marah pada nya. "Aku tahu kamu masih sangat mencintai kak Rey, tapi dia sekarang telah bersama ku! Jadi aku mohon, menjauhlah dari dia!"


Shasa semakin bingung, apasih Ella ini, dia mabuk atau gimana? apa yang ia ucapkan sama sekali tidak nyambung.


Menghela nafas, Shasa pun melepaskan tangan dari cengkraman Ella, "Sebenarnya ada masalah apa sih kamu?"


"Masalah ku? masalah ku itu kamu!! Gara-gara kamu, kak Rey putusin aku! dan gara-gara kamu juga, aku di pecat dari perusahaan ku! DAN KAMU MASIH NANYA MASALAHKU APA?!"


Shasa menghela nafas pelan, "Itu semua tidak ada hubungannya dengan ku, aku hanya bertemu kak Rey sekali saat pemotretan, lalu bagaimana dia bisa meninggalkan mu karena aku? Dan soal kamu yang di pecat, aku saja tidak tahu."


Shasa berdiri di hadapan Ella dengan tatapan remeh, "Semua itu terjadi bukan salah orang lain, kamu kehilangan apa yang kamu miliki sekarang itu adalah karena kamu tidak pantas mendapatkan nya."

__ADS_1


Ella tertegun mendengar ucapan Shasa, wanita itu mengangkat wajahnya dan langsung menatap Shasa penuh amarah. "BERANI SEKALI KAMU BERKATA SEPERTI ITU."


PLAK...


Shasa menampar Ella dengan keras hingga wajahnya tertoleh ke samping.


"Berani meninggikan suara di depan kekasih seorang Zevan Lioner Algreat, maka sebuah tamparan saja tidak cukup untuk mu." Tatapan Shasa begitu mengerikan, ia mengucapkan kata-kata itu dengan yakin, beberapa orang yang masih berada di tempat ganti baju pun di buat tercengang.





Shasa saat mengatakan jika ia adalah kekasihnya Zevan itu dia tidak sadar, sungguh, kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.


Sekarang ia tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan pada Zergan jika laki-laki itu tahu tentang apa yang ia lakukan.


Shasa tidak tahu saja jika Zevan dan sepupunya baru saja melihat live kejadian itu lewat CCTV yang di retas oleh Kevan.


"Hai, sayang kamu sudah datang?"


Pipi Shasa memerah ketika Zevan menyambut kedatangan nya dengan panggilan sayang, "A_apa yang kamu katakan?"


"Hei, kenapa? bukankah aku ini kekasih mu?" Shasa tidak tahu sejak kapan Zevan menjadi laki-laki genit seperti ini, itu sedikit menggelikan. Bahkan ia mengedipkan satu matanya pada Shasa.


Beberapa sepupu Zevan yang lain pun turut menggoda wanita cantik itu.


"Selamat datang kekasih tuan Algreat, silahkan duduk, biar saya ambilkan makanan anda." Xion berlagak seolah ia adalah pelayan restoran.


Gabriel tak mau kalah, ia mengambil sebuah bunga dari vas, lalu memberikannya kepada Shasa. "Bunga dari tuan Zevan Lioner Algreat, mohon di terima."


Mereka semua tertawa, Shasa menutupi wajahnya dengan tangan karena sangat malu.


"Mommy, beritanya sudah menyebar tahu."


"Hei, kalian ini sudahlah, kasihan adik ipar ku jadi malu seperti ini." Ziva memeluk Shasa dari samping.


"Tau tuh, mereka semua suka banget ngeledek orang." Lulu ikut memeluk Shasa dari samping.


Gio dan Kean memutar bola mata malas, "Heh! kalian berdua malah lebih parah ya kalau ngebully orang."


"Heh! fitnah lebih kejam daripada pembunuhan!"


"Kami gak fitnah, itu fakta!" Ucap Kean.


"Gak ada ya, kami gak kayak gitu!" Elak Lulu.


"Kalian bisa diam tidak?! Lebih baik kalian keluar karena aku ingin berbicara berdua dengan kekasih ku."


Jantung Shasa berdebar kuat ketika Zevan mengucapkan itu, "Oh habislah sudah, dia pasti marah karena aku mengaku-ngaku jadi kekasihnya. Aduh... bagaimana ini? Aku masih mau hidup."


"Yah, baiklah. Ayo tinggal kan mereka berdua untuk pacaran, lebih baik kita keluar dan bermain di bawah." Ziva mengiring adik-adiknya seperti sekumpulan kerbau.


Suasana benar-benar hening setelah para sepupu Zevan pergi meninggalkan mereka berdua di dalam kamar besar nan mewah itu.


Shasa terkejut, Zevan tiba-tiba menggenggam tangan, mengecupnya dalam lalu laki-laki itu matanya langsung. "Mau kah kamu menjadi kekasih ku? kekasih Zevan Lioner Algreat?"


Tubuh model cantik itu mematung seketika, ia tidak salah dengarkan? Zevan baru saja menembak nya?


"Maaf?"


"Aku menyukai kamu dari sejak pertama kita bertemu, dan lama kelamaan rasa suka itu berubah menjadi rasa cinta. Aku mencintaimu dan aku menyayangi Kevan. Jadi, maukah kamu?"


Tunggu-tunggu, Shasa belum siap untuk semua ini, ini terlalu mendadak.


__ADS_1




Wanita cantik itu bukan setres lama-lama kalau memikirkan tentang hal yang terjadi beberapa jam lalu di kediaman Algreat family.


Shasa belum menjawab Zevan, ia masih belum tahu tentang perasaan nya sendiri. Lagipula, ia rasanya belum bisa melupakannya cinta pertamanya. Ya, Orion Reyhan.


"Woy, kenapa bengong? biasanya jam segini udah tidur." Levy yang baru datang langsung menyandarkan kepalanya di bahu Shasa.


"Lev, aku sedang bingung."


Menatap langit malam yang dihiasi bintang-bintang merupak hal paling menyenangkan yang bisa Shasa lakukan sekarang.


"Bingung kenapa? coba cerita, mungkin aku bisa bantu."


Menghela nafas sebentar, Shasa butuh menyiapkan diri dan hati untuk menceritakan kejadian siang tadi. "Kamu udah liat beritakan?" Levy mengangguk. "Kamu berantem sama si Ella, terus bilang kalau kamu kekasihku tuan Algreat kan?"


Shasa mengangguk lesu, "Zevan juga udah tahu berita itu, dan kamu tahu apa yang dia ucapin sama aku?" Levy menggeleng.


"Dia nembak aku, dia minta aku jadi kekasihnya."


"Hah?! beneran?"


Seharusnya Levy tidak kaget lagi dengan berita ini karena ia tahu benar jika Zevan berencana untuk menjalin hubungan dengan Shasa dan menikahi wanita yang menjadi ibu dari anaknya itu secepatnya, tapi untuk membuat Shasa senang, maka ia pura-pura terkejut saja.


"Aku gak tau harus jawab apa sama dia, sekarang kalau ketemu rasanya canggung karena hal itu." Shasa menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


"Ya kenapa gak di terima aja? tuan Algreat ganteng, masih muda, kaya, populer, baik dan sayang sama kamu dan Kevan, keluarga juga baik banget, lalu apa yang kurang?"


"Aku gak tahu, rasanya aku masih belum bisa Nerima dia aja, hati aku belum berdebar kencang kalau bersama dia."


Levy mengerutkan keningnya, menatap Shasa dengan lekat, "Kamu yakin jika jantung mu tidak berdebar kuat ketika bersama tuan Algreat?"


"Ya_yakin kok." Shasa mengangguk kaku.


Tersenyum kecil, Levy menepuk bahu Shasa dua kali. "Kamu aja tidak yakin, bagaimana aku bisa percaya?"


Wanita dengan nama belakang Anarga itu terdiam, yang Levy katakan benar juga, ia bahkan tak yakin dengan perasaannya, apakah ia benar-benar tidak suka dengan Zevan, atau malah sebaliknya.


Tanpa kedua wanita dewasa itu ketahui, Kevan baru saja menguping pembicaraan mereka dari balik pintu.


"Daddy cukup gercep juga, tapi bukankah ini terlalu cepat? Bahkan mommy saja belum yakin dengan perasaan sendiri."


Apakah kali ini Kevan juga harus membantu supaya kedua orang tuanya bersatu?


Sepertinya memang iya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Xion



Sepupu-sepupu Zevan ketceh-ketceh😭


Gabriel



Gila nih orang, capeknya gak ngotak!


Lusyana



Baby Lulu sekarang udah besar guys

__ADS_1


__ADS_2