
"Katakan!!" Raut wajah Kevan yang semula ceria tiba-tiba menjadi datar.
Lia menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan nya perlahan. "Mulai hari ini jagalah ibumu lebih ketat dari biasanya.
Dahi bocah itu mengernyit, sebenarnya apa maksud Lia mengatakan itu? "Jelaskan apa maksud perkataan mu."
"Kamu tahu? Nyonya Brigitta belum mati. Dia masih hidup dan dia akan terus mengincar mommy hingga ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Bukan hanya mommy mu, dia juga mengincar mu dan calon adik mu juga, jadi berhati-hatilah."
Kevan tentu terkejut, bukankah wanita siluman itu sudah mati? Tapi bagaimana dia bisa masih hidup?
"Kamu tidak bercanda kan?" Ditatapnya sang guru dengan penuh selidik.
"Hei! apakah dari raut wajahku, aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?"
"Hem, baiklah. Hanya itu sajakan? Aku pergi sekarang, sampai jumpa." Tanpa banyak kata lagi, Kevan langsung keluar dari dalam kelas meninggalkan Lia yang terbengong melihat sikap bocah itu. "Itu beneran bocah 5 tahun kan?"
•
Cklek...
Kean langsung berbalik ketika mendengar pintu kelas itu terbuka, "Udah selesai?"
Kevan hanya mengangguk, "Mommy ada di rumah gak uncle?"
Yang ditanya malah mengangkat bahu tanda tak tahu, "Gak tahu tuh, mungkin ada di selokan."
"UNCLE KEAN IH!!'
Laki-laki itu terkekeh, "Ya udah, uncle anterin kamu pulang, nanti kalau di rumah gak ada mommy kamu, kita cari mommy kamu ke tempat lain."
Kevan mengangguk setuju, "Ayo kita pulang!" Ditariknya tangan sang paman lalu keduanya berlari menuju parkiran bersama.
•
•
•
Kevan dan Kean sudah mencari di rumah, kediaman Algreat, kediaman Zergan dan Kediaman Gautama, namun mereka tak menemukan Shasa dimana-mana. Bahkan di apartemen Levy pun tak ada.
"Aduh Kevan, kita cari mommy kamu kemana lagi nih? Dimana-mana gak ada."
"Uncle Kean yang tampan dan keren, gimana kalau kita cari mommy ke kantor daddy aja?" Kevan tersenyum paksa, rasanya ia ingin sekali membunuh anak dari Oma Keane ini, sungguh! Pasalnya, dari tadi Kevan sudah ingin mengajak untuk mencari Shasa ke kantor Zevan saja, namun Kean selalu saja menyela dan berakhir mereka cuma muter-muter aja.
"Oh, iya juga ya. Mungkin Shasa ada di kantornya Zevan. Kok aku gak kepikiran ya?"
"Uncle Kean, nanti kita beli nutrisi otak yuk. :)"
"Buat apa?" Tanya Kean bingung.
"Ya buat kasih nutrisi ke otak uncle dong biar bisa mikir dengan baik."
__ADS_1
Jlep!!
Beuh, lama-lama mulut nya Kevan itu 11 12 sama mulutnya Ziva yang pedes nya minta ampun!
•
•
•
Sayang sekali, sepertinya Kevan dan Kean telat datang karena setibanya mereka di kantor Zevan, ternyata Zevan dan Shasa tengah keluar untuk makan siang.
Dan masalahnya, baik Kevan maupun Kean gak ada yang tahu mereka makan siangnya dimana!
"Ih, ini salahnya uncle! Andai aja uncle gak ngajak Kevan muter-muter, pasti kita gak akan ketinggalan mommy sama daddy."
"Iya-iya ini semua salah uncle, terus kita sekarang gimana dong?"
"Ya uncle telfon aja mommy atau gak daddy, tanyain mereka ada dimana."
"Oh, iya juga ya. Ya udah, bentar-bentar."
Kean mengeluarkan ponselnya, menelfon Zevan terlebih dahulu. Beberapa saat berdering, akhirnya bapak anak satu tapi mau nambah jadi dua itupun mengangkat telfonnya.
"Dimana?"
^^^"...."^^^
"Si Kevan mau nyusul."
^^^"...."^^^
Tutt...
Sambungan itu terputus, namun bukan Kean yang memutuskan, tetapi Zevan.
"Ye, nih orang."
"Gimana uncle?" Kevan menatap Kean penuh harap, "Restoran Korea biasa, ayo." Keduanya berjalan bergandengan keluar dari perusahaan besar itu.
•
Sesampainya di restoran tempat Shasa dan Zevan makan siang, mereka pun langsung naik keatas ke tempat VVIP yang sudah Zevan pesan. Ruangan nomor 24.
Didalam ruangan itu, Kean dan Kevan hanya menemukan Zevan seorang diri tengah telfonnya dengan seseorang.
"DADDY!"
Zevan menoleh, ia langsung mematikan telfon itu ketika dilihatnya sang anak yang berlari ke arahnya, "Hai jagoan." Zevan menggendong anak sulungnya itu, di bawanya sang anak untuk duduk. "Bagaimana sekolah mu?"
"Sekolahku baik dad. Daddy, mommy dimana?"
__ADS_1
"Mommy? mommy sedang ke toilet sayang, kita tunggu mommy di sini ya, Kevan mau makan apa?"
Bocah berusia lima tahun itu menggeleng, ia tidak tertarik dengan semua makanan mewah nan mahal itu, yang ia inginkan sekarang adalah mommy nya. "Dad, ayo susul mommy." Kevan menggoyangkan tangan Zevan dengan manja.
Zevan yang memang dasarnya adalah seorang ayah yang penurut pun hanya bisa mengiyakan permintaan Kevan. "Baiklah, ayo kita susul mommy." Angkat nya sang anak untuk turun dari kursi.
"Yan, tunggu sini ya, siapa tahu Shasa balik waktu kami pergi."
Kean mengangguk, lalu memberikan hormat ala upacara bendera, "Ay-ay kapten."
•
•
•
Anak dan ayah itu telah sampai di depan toilet khusus wanita. Si ayah sudah berkali-kali mencoba menelfon sosok yang mereka cari, namun tak kunjung di jawab.
"Apakah mommy mu sedang sembelit jagoan? kenapa dia susah sekali di hubungi?" Entah kenapa Zevan tiba-tiba merasa cemas, sedangkan yang di ajak bicara sibuk melihat ke sekeliling, siapa tahu sang ibu nanti lewat kan?
Drettt...
Ponsel Zevan bergetar, pertanda sebuah panggilan masuk. Namun, sayangnya panggilan itu bukan dari sang istri tercinta, tapi dari Kean. Ya, setidaknya Zevan harap laki-laki itu punya kabar baik untuknya.
"Apakah Shasa sudah kembali?" Tanya Zevan cepat setelah panggilan itu ia angkat.
"Tidak, aku baru ingin bertanya tadi. Kenapa kalian lama sekali kembali? dimana adik ipar?"
Bukannya menjawab, Zevan malah berdecak dan langsung mematikan sambungan itu. Di gendong nya Kevan lalu ia bawa kembali ke ruangan VVIP dengan langkah nya yang begitu cepat.
"Kamu retas semua CCTV di restauran ini, daddy akan melacak keberadaan mommy mu."
Kevan mengangguk patuh. Sebenarnya mereka bisa saja meminta rekaman CCTV langsung dari restauran ini, namun pergi ruang CCTV itu terlalu jauh karena berada di bawah tanah restauran ini.
BRAK...
Kedatangan Zevan dan Kevan begitu mengejutkan hingga Kean terjengkang dari kursi yang ia duduki. "Santai bos! Jatoh nih anak orang!"
Kening Kean langsung berkerut ketika dilihatnya raut tak biasa dari kedua ayah dan anak itu, "What's wrong, man?"
"Kerahin semua teman mu untuk mencari Shasa!"
Mata laki-laki pemilik senyum kotak yang mempesona itu melotot, "Shasa di culik lagi?!"
"UNCLE! CEPETAN!"
"Iya-iya, ini uncle gerak." Kean langsung mengambil ponsel untuk menghubungi teman satu tongkrongan nya, setelah itu ia meraih kunci motor nya dan langsung melesat dari sana.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
Mampir ya Bray.
Btw aku lagi sakit nih, jadi maaf kalau upnya gak bisa sepanjang biasanya.