
Pertemuan tak terduga nya dengan Faza membuat Shasa selalu kepikiran. Maksudnya, ia tahu benar jika laki-laki itu seharusnya masih ada di LA, karena disanalah ia dan keluarganya tinggal. Lalu, sedang apa laki-laki itu ada disini?
Memikirkan itu, Shasa tidak sadar jika sejak tadi ia selalu cuek dengan Zevan dan malah sibuk termenung.
"Sayang."
Tepukan di bahunya membuat Shasa terkejut, ia langsung menatap Zevan yang juga tengah menatapnya dengan raut wajah khawatir.
"Hei, ada apa? apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu?"
"Ti_tidak, aku baik-baik saja. Hanya sedikit memikirkan Kevan saja karena dia tidak ada disini." Tentu saja Shasa harus berbohong, ia rasa tak penting juga menceritakan masa lalu nya yang menyakitkan itu.
Sebenarnya ia ingin menceritakan nya, namun ia belum siap mengingat masa lalu yang menyakitkan itu.
Shasa mengalihkan pandangannya untuk menghindari tatapan khawatir Zevan yang malah akan membuat ia merasa bersalah.
Namun, s*al, ia malah melihat seseorang yang tadi ia pikirkan tengah menikmati makan malam dengan seorang perempuan yang Shasa tidak melihat jelas wajahnya karena perempuan itu memunggunginya.
•
•
•
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari H pernikahan Zevan dan Shasa yang diselenggarakan dengan sederhana, yah, menurut keluarga Zevan ini memang sudah sederhana, namun menurut Shasa ini sungguh megah.
Shasa sudah meminta mereka untuk mengundang sedikit saja tamu dan mereka menyetujui nya.
Namun, Shasa tidak tahu jika 2300 orang itu sedikit di mata mereka.
"Hah..." Ini sudah yang kesekian kali Shasa menghela nafas untuk menenangkan degup jantung nya yang menggila.
"Hei, apakah kau gugup?" Ziva memeluk Shasa dari belakang.
Wanita itu tersenyum, lalu mengangguk pelan. "Sedikit."
"Tenang saja oke, semuanya akan berjalan lancar, ada aku disini."
"Sebaiknya kamu menyimpan kata-kata mu itu untuk hari pernikahan mu nanti Ziva," Keyla terkekeh melihat raut kesal Ziva. Akhir-akhir ini ia memang senang sekali menyinggung Ziva tentang pernikahan.
Oh ayolah, akhir-akhir ini keluarga mereka memang sedang gencar-gencarnya mendesak Ziva untuk segera menikah.
"Sudahlah, jangan selalu menyinggung anakku dengan pernikahan. Mereka bebas menentukan dengan siapa dan kapan mereka akan menikah." Ucapan Keana membuat Ziva senang hingga ia beralih memeluk sang ibu. "Aku mencintaimu, mom."
•
Karena tidak adanya keluarga Shasa, maka mau tak mau Leon lah yang menjadi wali nikah untuk wanita itu.
Acara Ijab qobul telah selesai, sesi foto pengantin dengan buku nikah dan mahar berupa jam dinding yang seutuhnya terbuat dari mas murni dan berlian juga telah berakhir.
Kini saatnya mereka menyalami pengantin sambil berfoto bersama.
"Shasa, ini kado pernikahan dari aku. Pokoknya harus sering-sering di pakai ya, dan ya, aku tunggu Kevan kedua."
Shasa menatap curiga hadiah dari Levy, namun ia tetap menerima nya dengan senyuman. "Aku harap hadiah mu bukan sesuatu yang aneh."
"Gak aneh kok, ini tuh...s*ksi~" Levy membisikkan kata terakhirnya di telinga Shasa, membuat gadis itu merinding.
Para anggota keluarga telah selesai menyalami dan memberikan hadiah, kini saatnya tamu-tamu khusus yang menyalami pengantin.
Shasa mematung di tempat melihat sepasang suami istri yang kini tengah memberikan selamat kepada mereka.
"Selamat atas pernikahan anda, Tuan Algreat." Si laki-laki menjabat tangan Zevan, dan Zevan hanya menanggapi nya dengan dingin.
Jantung Shasa berdegup kencang ketika laki-laki itu mengulurkan tangan kepadanya, ia menerima uluran tangan itu dengan tangan bergetar. "Selamat atas pernikahan anda." Senyuman palsu kembali laki-laki itu pasang di hadapan Shasa.
"Selamat? Anda? Ayah, apakah kamu benar-benar tidak menginginkan anakmu ini? Seharusnya kamu berada di pihak keluarga perempuan dan menjadi wali nikah ku!" Shasa menangis histeris didalam hatinya, namun ia harus tetap memasang senyum.
"Terimakasih tuan Jho."
__ADS_1
Setelah tuan Jho, kini gantian istrinya; Brigitta Jichel yang menyalami Shasa. "Selamat atas pernikahan mu," Rasanya Shasa muak sekali melihat senyuman di wajah wanita di hadapan nya ini.
"Pernikahan mu mewah sekali, tapi itu bagus, karena semakin mewah dan semakin banyak tamu yang datang, semakin mudah aku bisa menghancurkan acara ini," Bisiknya di telinga Shasa.
Shasa nampak terkejut, namun ia segera menetralkan ekspresi nya segera ketika pasangan suami istri itu turun dari atas panggung.
"Ada apa sayang? kamu terlihat tidak nyaman?" Bisik Zevan yang memang sejak tadi selalu memperhatikan Shasa.
"Ti_tidak, aku baik-baik saja."
•
Wanita itu duduk anggun di tempatnya, sesekali mata lentik nya melirik para tamu yang tengah menikmati hidangan yang disiapkan untuk mereka semua.
Senyuman miring terukir di wajah cantik itu, "Lihat lah bagaimana acara pernikahan mu ini akan hancur, dasar bocah si*lan."
•
•
30 menit telah berlalu, semuanya terlihat baik-baik saja membuat wanita itu sedikit gelisah, seharusnya rencananya sudah berhasil sekarang.
"Sayang, semaunya terlihat baik-baik saja, kamu tidak jadi melancarkan aksimu?" Bisik sang suami di telinga nya.
Wanita itu masih berusaha tersenyum, "Entahlah, aku akan memastikan nya sebentar."
"Permisi nyonya dan tuan Kim, saya izin ke kamar mandi sebentar," Izinnya sopan pada tamu yang duduk semeja dengan dirinya dan sang suami.
"Tentu nyonya, silahkan," Balas nyonya Kim ramah sedangkan suaminya yang merupakan orang Korea asli hanya diam saja.
Brigitta bergegas pergi ke kamar mandi, awalnya ia berniat untuk menghubungi anak buahnya, namun sebuah suara dari arah dapur tempat makanan di masak membuat ia penasaran.
Akhirnya ia memutuskan untuk melihat kedapur saja, namun betapa terkejut dan geramnya ia ketika melihat anakn buahnya tengah di marahi habis-habisan oleh Ziva dan Lulu.
•
•
•
Emosi Ziva terus saja memuncak sejak 30 menit yang lalu, tepatnya ketika ia melihat 5 orang pelayan yang tengah mencampurkan sesuatu yang ternyata adalah racun ke dalam makanan yang akan dihidangkan.
Untung saja Ziva dan Lulu bergerak cepat hingga makanan yang sudah terkontaminasi itu langsung dibuat dan digantikan dengan yang baru.
Bruk...
"Nona, maaf saya. Saya benar-benar minta maaf, nona." Salah satu dari mereka langsung bersujud dan meminta maaf, lalu di ikuti yang lainnya.
Bruk...
"Maafkan kami, nona."
"Meminta maaf? Kalian pikir semudah itu saya akan memaafkan kalian?!" Tolong ingatkan pada kelima orang bodoh itu bahwa Ziva memiliki darah Keluarga Algreat, Zergan dan Gautama yang mengalir dalam tubuhnya.
Orang yang terlahir dari tiga keluarga ini pastilah merupakan orang-orang yang berhati kejam dan tak kenal ampun.
BUGH...
Ziva menendang kepala salah satu dari mereka tanpa perasaan, "Katakan padaku, siapa yang telah menyuruh kalian?!"
Orang yang baru saja di tendang kepalanya oleh Ziva ingin buka suara, namun ia tiba-tiba melihat ke arah pintu, dimana di sana ada Nyonya Brig yang tengah menatapnya tajam.
"Ti_tidak ada yang menyuruh kami nona," Bohongnya.
Lulu yang ikutan kesal langsung mencengkram rahang orang tersebut, "Apakah kamu pikir kami ini bodoh?!"
Gadis itu menggeleng takut-takut mendengar bentakan dari Lulu, "Be_benar-benar tidak ada yang menyuruh kami, nona."
"Ck, panggil anak buah daddy dan suruh mereka membawa kelima gadis ini ke ruang gelap keluarga Zergan." Perintah Lulu langsung dilaksanakan oleh Ziva, terbukti dari gadis itu yang tengah menelfon seseorang.
__ADS_1
•
•
•
Nyonya Brig langsung kembali ke aula sebelum Lulu dan Ziva menyadari keberadaan nya di sana. Ia mendudukkan diri di samping sang suami dengan perasaan gelisah.
"Ada apa sayang? apa terjadi sesuatu?" Bisik sang suami di telinganya.
"Ternyata anak buah ku telah ketahuan, bagaimana ini? mereka pasti akan membunuh ku jika aku ketahuan."
"Tenang saja, aku tak akan membiarkan itu terjadi." Tangan berurat itu menggenggam tangan nyonya Brig erat, menenangkan sang istri.
Tak berselang lama setelahnya, Ziva dan Lulu juga kembali ke kelompoknya setelah menyelesaikan masalah di dapur.
"Kalian kemana aja? lama banget," Ucap Gio pada Lulu yang baru saja duduk di samping Levy.
"Membasmi tikus dengan cara khas keluarga Zergan."
Ah, Gio mengerti dan semua yang ada disana pasti mengerti dengan apa yang Lulu maksud, kecuali Levy tentu saja.
"Membasminya tikus? apakah kalian mempunyai cara khas untuk membasmi tikus? kasih tutor dong, akhir-akhir ini apartemen ku kayaknya kedatangan keluarga tikus deh."
Gio memasang senyuman paksa, "Bukan tikus beneran sayang ku..." Ucapnya gregetan sendiri.
"Dih, apaan sayang sayang?! Kamu suka sama aku ya?!" Tawa mereka semua langsung meledak, membuat Levy bingung sendiri, sedangkan Gio masih dengan muka jengkelnya.
•
•
•
Seharian berdiri menyalami tamu dan berfoto membuat Shasa begitu lelah, rasanya untuk berdiri saja ia sudah tidak kuat.
Zevan berjongkok di hadapan Shasa lalu menggenggam tangan istrinya, ah, senang nya mengingat bahwa hubungan mereka telah sah secara hukum dan agama.
"Honey, are you okey?" Ini sudah kesekian kalinya Zevan menanyakan keadaan Shasa karena sangking khawatir nya melihat wanita itu melelahkan.
Anggukan pelan kembali Zevan dapati sebagai jawaban dari pertanyaan nya, "Udah malam, tapi acaranya masih lama, gimana kalau kita izin istirahat ke kamar hotel dulu, kamu pasti lelah."
"Tapi bagaimana dengan para tamu? gak enak kalau kita pergi di tengah-tengah acara begini."
"Gapapa sayang, kan ada mommy sama yang lain, mereka pasti bakal ngertiin kita."
Akhirnya pun Shasa mengalah dengan menyetujui ajakan Zevan. "Kuat berdiri gak?"
Wanita itu menggeleng pelan, kakinya masih terasa lemas hingga ia tak bisa berdiri lagi rasanya.
"AAA..." Shasa terkejut ketika Zevan tiba-tiba mengendong nya dan membawa ia untuk mendekati Keana.
Rasanya Shasa malu sekali karena beberapa pasang mata terus saja memperhatikan mereka sejak turun dari panggung, mungkin mereka semua terheran-heran, bagaimana bisa CEO kejam nan dingin seperti Zevan mau menggendong seorang wanita?
Sepertinya mereka semua lupa jika Zevan baru saja mempersunting Shasa beberapa jam yang lalu.
"Lho, Shasa kenapa sayang? kok di gendong?" Tanya Keana khawatir saat melihat anak dan menantunya mendekat.
"Mom, Zevan sama Shasa izin buat istirahat ya? Shasa kelelahan banget kayaknya."
"Tentu saja sayang, jangan khawatir, disini masih ada mommy yang akan mengurus semuanya."
"Thanks mom," Zevan membawa Shasa pergi setelah menyapa beberapa kerabat keluarga nya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Aku usahain buat adegan nganu nya, tapi takut banget kalau di tolak lagi sama Noveltoon😭
Tuan Jho
__ADS_1