
Tak...Tak...Tak...
Suara langkah kaki terdengar mendekat sesaat setelah Theo melakukan panggilan dengan seseorang.
"Apakah ada yang bisa aku bantu?" Tanya laki-laki itu sambil tersenyum ramah, tak seperti biasanya yang selalu memasang wajah datar.
Gio, Kean, dan Zero nampak menatap tak suka pada laki-laki itu. Jho, kalian tentu mengenal nya, dia adalah ayah kandung dari Shasa.
"Bukakan pintu itu, dan aku akan mengizinkan mu bertemu dengan kakak ku sekali. Ingat, hanya sekali." Theo mengulang ucapannya tentang sekali untuk menegaskan kepada laki-laki itu bahwa ia tidak akan membiarkan dia bertemu dengan Shasa untuk selamanya setelah ini.
Jho mengangguk, tak apa jika hanya sekali, ia sudah sangat merindukan putri nya.
Laki-laki itu melangkah maju, mulai mengotak-atik lubang kunci ruangan itu dengan alat yang entah apa, namanya.
Gio menarik tangan Theo untuk mundur lalu berbisik, "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memanggil dia kemari? Dan apa tadi? membiarkan dia bertemu dengan Shasa? Zevan tidak akan membiarkan itu terjadi."
Yang di ajak bicara hanya mengangguk, lalu menghela nafas pelan. Dia terdiam untuk sesaat sebelum membuka suara.
"Aku terpaksa, dia sangat pintar dalam urusan membuka pintu. Lagipula, dia adalah ayah dari kakakku. Laki-laki itu selalu memohon kepada ku untuk bertemu dengan Shasa setelah aku membebaskan dia dari pengaruh pelet wanita ular itu," Jelasnya panjang lebar, namun Gio tetap tak suka.
Mengingat bagaimana sikap tuan Jho dulu kepada Shasa sungguh membuat Gio emosi seketika. Namun ia bisa apa? Yang Theo katakan memang benar. Tuan Jho memiliki hak untuk bertemu putri nya.
Cklek...
Akhirnya pintu itu terbuka setelah 15 menit lamanya tuan Jho mengotak-atik benda itu.
Pria setengah baya itu tersenyum puas, lalu menyingkir untuk membiarkan mereka masuk.
"Dimana Kak Shasa? Apakah kau menemukan nya?" Tanya Theo langsung setelah ia berdiri di hadapan Zevan.
Yang ditanya menggeleng, "Aku tidak menemukan nya. Namun, tadi ada suara seseorang yang mengatakan jika Shasa bersamanya. Kalian dengarkanlah sendiri, aku sempat merekam suaranya."
Zevan memberikan ponselnya yang langsung di terima oleh Theo, laki-laki itu membuka rekaman suara yang Zevan maksud dan mereka pun mendengarkan nya.
Dahi Gio berkerut ketika dirasa ia seperti mengenal suara itu, "Tunggu, suara ini seperti tidak asing. Suara siapa ini?"
"Kau merasakan nya juga? Aku juga merasa seperti mengenal suara ini ketika mendengar nya." Ucapan Zevan membuat mereka semua berpikir.
"Lalu sekarang kita harus bagaimana untuk menemukan Shasa? Apakah dia ada di gedung ini atau bukan?"
__ADS_1
"Ada, dia seharusnya masih ada di dalam gedung ini." Seluruh pasang mata langsung tertuju pada tuan Jho yang baru saja membuka suara.
"Apa maksud mu? Apakah kau mengetahui sesuatu?" Tanya Theo menatap serius pada mantan suami ibunya.
Tuan Jho mendekat, ia memberikan selembar kertas yang terlihat kuno kepada Zevan. "Itu adalah peta bangunan ini. Jika kalian melihatnya, ruang bawah tanah tempat ini bukan hanya di bagian ini, tapi..."
Tuan Jho berjalan menuju sebuah patung kucing yang ada di atas nakas, menggerakkan tangan kucing yang terangkat untuk turun.
KRAK...BRAK...
Salah satu dinding ruangan itu tergeser, menunjukkan sebuah lorong gelap.
Gio dan Zero menganga tak percaya, apakah mereka yang ketinggalan zaman atau teknologi memang sudah secanggih ini?
"Bagaimana kau bisa tahu tentang itu?" Zevan menatap mertuanya itu curiga.
"Seorang anak yang bersama kembaran mu lah yang mengatakannya kepada ku. Dia juga yang memberikan ku peta itu."
Alis Zevan berkerut, ia masih tak percaya namun ini bukan saat yang tepat. Ia harus menyelamatkan Shasa, ia akan melakukan apapun, bahkan jika konsekuensi ia akan kehilangan nyawanya!
"ZEVAN, TUNGGU!" Theo berteriak ketika Zevan tanpa pikir panjang langsung berlari masuk ke dalam sana.
"S*al, dia terlalu gegabah!" Theo menghidupkan senter HP nya lalu menyusul Zevan masuk.
Dahi Gio berkerut, namun setelahnya ia mengangguk. "Ayo masuk, Zero, jaga disini ya?" Ya muda pun mengangguk walaupun dengan berat hati, padahal ia ingin sekali ikut menyelamatkan sang kakak ipar.
•
•
•
BRAK...
Perempuan itu segera menoleh ketika mendengar suara pintu yang di tendang hingga terbuka. Dan betapa terkejut nya ia ketika melihat ternyata orang itu adalah Zevan.
"S*al, kemana para orang bodoh itu? kenapa mereka bisa masuk?"
Terkejut? Tentu, pasalnya ia sudah menyiapkan anak buah untuk berjaga di lorong, berjaga-jaga jika Zevan dan sepupunya mencapai tempat itu. Namun, kemana mereka semua? Kenapa Zevan bisa masuk?!
__ADS_1
Zevan sama terkejutnya ketika melihat wanita itu, ia sedikit tak menyangka.
"Tara?"
Tara, manajer Shasa, ternyata wanita itulah dalang dari semua ini. Zevan sungguh tak pernah menyangka.
"Ya, ini aku tuan CEO, apakah anda terkejut?" Sudah ketahuan, maka tak ada gunanya juga ia mengelak.
"Ze_zevan..."
Atensi laki-laki langsung tertuju pada wanita yang sudah tak berada di ikat di sudut ruangan. Hati Zevan sakit melihatnya, lagi-lagi ia gagal menjaga sang istri hingga membuat keadaan wanita itu begitu menyedihkan seperti sekarang.
"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan kakak ku!" Theo menatap tajam wanita itu, melihat kondisi kakaknya yang memprihatinkan membuat hati Theo sakit.
"Kakak? Aku ini juga kakak mu Theo," Ucap Tara dengan santainya.
Baik Theo maupun Theo sendiri sama-sama bingung, mereka tak mengerti apa maksud perkataan Tara, sungguh. "Apa maksud mu? Kakak ku hanya Kesha Lovely Algreat!"
"Jika dia kakak satu ibumu, maka aku adalah kakak satu ayahmu! Kita saudara."
Terkejut? Ya, tentu saja. Namun Theo tetap memasang wajah datar. "Lepaskanlah kakakku."
"Tidak akan!"
"TARA!!" Teriak Zevan marah ketika wanita itu dengan tiba-tiba mengarahkan pistolnya kepada Shasa.
"JANGAN BERTERIAK!"
Wanita itu menatap tajam Zevan dengan nafas menderu, "AKU LELAH DI TOLAK! AKU LELAH DI JADIKAN OPSI KEDUA HANYA KARENA WANITA INI! Ayah ku menceraikan ibuku karena ibunya, suamiku menceraikan aku karena dia, adikku tidak mengakui ku karena dia, SEMUA KARENA DIA!"
Entah kenapa tiba-tiba emosi Tara memuncak, matanya memerah menatap Shasa dengan penuh dendam. Ia membenci Wanita itu, wanita yang selalu menang darinya, selalu mendapatkan apa yang ia inginkan.
"AKU AKAN MEMBUNUHNYA!"
"TURUNKAN TANGAN MU DARINYA!" Zevan, Theo, Gio dan bahkan Jho berteriak bersamaan.
DOR...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
Kalian tahu gak sih? Author itu pecinta Antagonis wanita tauk.