Dia Adalah Wanita Malam Itu!!

Dia Adalah Wanita Malam Itu!!
*Surprise Untuk Daddy


__ADS_3

Zevan bergegas menaiki tangga, menyusul sang istri yang sudah naik terlebih dahulu. Ia tak sabar melihat kejutan apa yang telah Shasa persiapkan untuk nya.


Zevan harap itu adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan biologisnya, seperti apa yang ia bayangkan sejak tadi.


Senyuman cerah terpatri di bibir laki-laki itu, di bukanya pintu kamar dengan perlahan. "Sayang~"


Kosong, Zevan sama sekali tak menemukan keberadaan Shasa disana. Kenapa perginya sang istri? apakah dia ada di dalam kamar mandi?


Zevan menutup pintu kamar, lalu mendekati ranjang nya yang sudah dihiasi kelopak mawar dengan sebuah kota besar di tengahnya.


Didalam benaknya, Zevan bertanya-tanya, kotak apa itu? Apakah hadiah dari Shasa?


Bukalah, Kata yang tertulis di penutup kotak itu.


Karena penasaran, Zevan pun langsung membuka kotak itu, dan dirinya langsung di buat mati gaya ketika melihat apa yang ada didalamnya.




Dengan tangan gemetar, Zevan mulai mengambil testpack dengan garis dua itu. "I_ini?" Bukannya tangan nya saja, namun suara Zevan juga ikut bergetar.


Kini sebuah boneka beruang yang tengah memegang sebuah foto USG pun menyita perhatian Zevan. Diletakkan nya testpack itu, lalu di ambilnya si boneka


Zevan mengambil foto itu dari pelukan sang boneka, ia tak kuasa menahan air mata ketika di baliknya foto itu dan ia menemukan sebuah kata yang membuat hatinya tersentuh.


Hai Daddy, i'm your princess.


Grep...


"Menyukai hadiah dari ku?" Tiba-tiba Shasa datang entah darimana dan memeluk Zevan dari belakang.


Laki-laki itu mengangguk dengan air mata berlinang. Ia membalik badan dan langsung membawa tubuh Shasa dalam pelukannya. "Ini adalah hadiah terbaik yang pernah aku terima, terimakasih."


"Tidak perlu berterimakasih, memberikan keturunan padamu adalah salah satu tugasku sebagai seorang istri."


Chup...


Zevan mencium puncak kepala sang istri, sedangkan tangan nya sibuk mengusap perut Shasa yang sedikit buncit. "Welcome my princess."


Chup...


Shasa mengalungkan tangan di leher Zevan dengan senang hati ketika sang suami nya mencium bibirnya dengan perlahan dan penuh kehati-hatian.


"Mommy, daddy?"


"Hmmp!" Mata Shasa melotot ketika mendengar suara kecil Kevan, ia pun langsung mendorong Zevan menjauh.


Zevan hanya bisa pasrah dan merutuki dirinya sendiri, kenapa tadi ia tidak kunci saja pintunya?


"Kevan, kesini sayang." Ajak Shasa dengan lembut.


Bocah dengan piyama bergambar Shinbi itu pun mendekat, tatapan polosnya menatap aneh kedua orangtuanya yang tidak seperti biasa.


"Sini, naik ke pangkuan daddy," Ucap Zevan yang sudah mendudukkan diri di samping kotak besar tadi.


Kevan menurut, ia pun mendudukkan dirinya di pangkuan Zevan. "Ini boneka apa dad?" Kevan heran, tidak mungkin kan jika mommy dan Daddy nya bermain boneka? Ayolah, mereka sudah dewasa, itu tidak mungkin.


"Kevan tahu ini tidak?" Zevan malah menunjukkan foto hasil USG itu pada sang anak.


Kevan mengangguk, "Mommy pernah nunjukin foto kayak gini dulu, katanya itu foto Kevan waktu masih di dalam perut mommy," Balas bocah itu polos.


"Nah, tapi Kevan tahu gak ini foto siapa?"


Bocah itu menggeleng, "Gak tahu dad."


"Kevan mau tahu?" Bocah itu mengangguk, "Mau dad!"


Zevan tersenyum, ia mengarahkan tangan mungil sang anak untuk menyentuh perut Shasa. "Itu foto adiknya Kevan yang masih ada di perut mommy."


"Kevan mau punya adik?! beneran dad?!" Terlihat sekali ekspresi senang serta tak percaya dari raut wajah Kevan.

__ADS_1


Shasa dan Zevan praktis mengangguk, "Adiknya cewek, jadi Kevan nanti harus jagain adik terus ya kalau adik sudah lahir?"


"Pasti! Kevan bakal jagain adik terus. HORE, KEVAN PUNYA ADIK!" Bocah itu bersorak senang, membuat kedua orang tuanya terkekeh. Mereka pun berpelukan, senang dengan kabar ini.


"Sudah berapa bulan yang?"


"Tiga."


"Hah?!" Zevan cengo. Tiga bulan? itu berarti ia berhasil menanamkan benihnya pada Shasa saat di kantor waktu itu? ketika Ziva menguncinya dirinya dan Shasa yang dalam pengaruh obat perangsang di ruangan Zevan?


Luar biasa! benih-benih Zevan memang unggul! Ia jadi merasa bangga dengan dirinya sendiri.





Ziva tak menyangka jika keluarga nya akan jauh-jauh pergi ke Australia hanya untuk merayakan ulangtahunnya.


Ting...Ting...Ting...


Suara dentingan cendok beradu dengan gelas terdengar nyaring hingga semua orang memusatkan perhatian pada Keana sebagai pelaku yang membuat bunyi tersebut.


"Perhatikan semuanya! Disini saya, Keana Lauren Algreat akan memberikan sebuah kabar penting."


"Affaan tuch? Ziva mau di jodohin ya?!" Tanya Gio antusias.


Plak...


"Sakit ogeb!"


"Ngomong gitu lagi, besok aku pastiin mayatmu sudah di tanam di dalam tanah!" Ancam Ziva.


"Yaelah, bercanda doang kalik. Serius amat jadi orang."


Ziva melemparkan tatapan maut yang membuat Gio kicep seketika.


Keana pun terkekeh. "Bercanda sayang."


Udahlah, Ziva udah gak mood kalau bercandaan nya kayak gini.


"Jadi, kabar yang akan saya sampaikan ini sangat penting. Ingin mengenai masa depan keluarga kita dan_"


"TAN, CEPETAN! JANGAN KELAMAAN PIDATO!" Seru Kean yang sudah tak sabar ingin tahu berita apa yang akan Keana sampaikan.


"Oke maaf, jadi, beritanya adalah...SHASA HAMIL LAGI, HORE!!" Keana bertepuk tangan.


Krik...Krik...Krik...


Tak ada yang bertepuk tangan ataupun berseru atas ucapan Keana.


"Kok kalian diem aja? Gak kaget gitu?"


"Kaget nya udah dari tadi waktu di pesawat," Ucap Xion yang membuat Keana bingung. "Maksudnya?"


"Iyalah, orang sejak di pesawat tadi Zevan selalu elus perut Shasa sambil bilang 'Cepat lahir ya princess nya daddy.' " Ucap Haechal.


"Hah? masa iya sih? kok aku gak tahu ya?"


"Gimana mau tahu coba, kalau sendiri nya aja sibuk bucin sama om Leon," Jengah Haechal.


"Oh...Tapi tunggu dulu, berita satu ini pasti kalian gak tahu." Keana tersenyum aneh, membuat semua orang curiga.


"AKU HAMIL LAGI GUYS! COWOK LAGI!" Semua orang cengo kecuali 3Z dan Gio yang memang sudah tahu.


Leon tersenyum, di elusnya perut sang istri dengan sayang.


"WHAT?!"


"Kaget gak? kaget gak? YA KAGET LAH, MASA ENGGAK!" Keana tertawa senang, seperti anak kecil yang baru saja berhasil mengerjai orang tuanya.

__ADS_1


"Waduh, paman sama ponakan bakal seumuran nih."


"Gapapa dong, malah seru," Jawaban tak terduga Leon membuat Lucifer cengo.


"Aaa~ makin sayang deh." Keana memeluk sang suami erat, dan Leon tentu saja membalasnya. Apapun akan ia berikan asal sang istri senang.


Lagipula mereka masih cukup muda untuk memiliki anak lagi, benar bukan?





Hari ini seluruh keluarga Algreat, Zergan dan Gautama tengah pergi ke Australi untuk merayakan ulang tahun si kembar. Itu tandanya, Levy seorang diri di Indonesia.


Sebenarnya Gio sudah mengajak kekasihnya itu untuk ikut, ya, kekasih, mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih.


Levy juga sebenarnya ingin ikut, namun pekerjaan nya di sini masih begitu banyak dan tak bisa di tinggalkan begitu saja.


"Oke, kita break 30 menit."


Akhirnya Levy mendapat istirahat. Ia pun meminta asisten nya untuk membelikan makanan karena ini sudah jamnya makan siang.


"Tolong belikan aku makanan."


"Kamu ingin makan apa?"


"Apa saja, aku pemakan segalanya."


"Tak usah repot-repot, aku sudah membawakan makanan untuk mu," Entah darimana, tiba-tiba Theo sudah berdiri di belakang Levy dengan membawa sebungkus makanan.


Levy yang melihat keberadaan Theo pun sontak berdiri, "G_gak usah, ma_makasih." Levy terlihat ketakutan dan itu membuat asistennya bingung.


"Anda baik-baik saja lady?"


"Pergilah," Perintah Theo pada asisten Levy.


Perempuan itu ingin pergi, namun Levy menahannya. Ia mencengkram tangan perempuan itu, menyalurkan rasa takut yang ia rasakan. "Ja_jangan pergi, aku mohon," Bisiknya takut.


Sang asisten tun mengangguk. "Maaf tuan, saya harus selalu menemani nona Levy. Jadi saya tidak bisa pergi."


"Ck, Lev!"


Levy menggeleng, tak mau menerima plastik yang Theo sodorkan.


"Ambilah selagi aku masih sabar."


Dengan tangan gemetar, Levy pun meraih plastik itu.


"Makan sampai habis, jangan berani membuangnya atau kau tahu akibatnya," Ancam Theo.


Levy hanya bisa mengangguk takut, ia tahu benar bagaimana Theo jika keinginannya tidak terpenuhi.


Theo tersenyum, wajahnya yang tadi terlihat mengerikan sekarang terlihat bersinar. Di usapnya kepala Levy dengan lembut.


"Aku pergi, jaga dirimu."


Bruk...


"Nona!"


Tubuh Levy jatuh terduduk lemas ketika Theo keluar dari ruangan itu, ia sangat takut, sungguh.


Kenangan masa lalunya bersama Theo sungguh menakutkan hingga Levy tak kuasa untuk bertemu laki-laki itu lagi.


"Shasa...aku takut hiks...aku takut jika hal itu terjadi lagi. Dia sangat mengerikan."


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


__ADS_1


Zevan waktu SMA, Ganteng ya. Pasti jadi incaran ciwi-ciwi and cili-cili.


__ADS_2