Dia Adalah Wanita Malam Itu!!

Dia Adalah Wanita Malam Itu!!
*Natheo Todhora (?)


__ADS_3

"JAGA MULUT MU!!" Shasa menatap marah wanita itu.


Bukannya merasa takut, nyonya Brig malah memberikan senyuman remeh kepada Shasa yang terlihat marah. "Kenapa marah? bukan kah itu kenyataan? Dia sudah menikah, tapi masih berhubungan dengan laki-laki lain dan bahkan memiliki seorang anak."


"Ngomong-ngomong, aku penasaran, dimana kau menyembunyikan adik haram mu itu hem..?"


BRAK...


Shasa tak bisa untuk tidak marah, ia menendang meja dihadapan nya dengan kuat hingga mengenai nyonya Brig.


"GADIS SI*LAN, LANCANG SEKALI KAU!!"


"Wanita s*alan, berkaca lah sebelum bicara. Karena semuanya yang kamu katakan tentang ibuku adalah dirimu sendiri. Kau yang menggonda suami orang, dasar janda kurang belaian!"


PLAK...


Satu tamparan mendarat di pipi Shasa, namun gadis itu masih menatap Brigitta dengan berani.


"Dan soal adikku, bukan kah kehadiran nya adalah rencana mu? cih, kau benar-benar ular berbisa!"


Pagi telah tiba, namun tanda-tanda keberadaan Shasa masih belum bisa di temukan.


Namun, untungnya mereka memiliki Gabriel yang sangat pandai dalam hal mencari orang dan ya, hanya butuh waktu beberapa jam untuk El mendapatkan informasi tentang keluarga Shasa.


"Ini sangat mengejutkan, ternyata Shasa adalah anak kandung tuan Jho yang terbuang oleh istrinya yang sekarang."


"Apa?! jadi Shasa adalah anak dari Aya?!" Keana tak bisa untuk menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Pantas saja kita sulit untuk menemukan Shasa." Ucapan Keana menimbulkan banyak tanda tanya di kepala mereka semua.


"Memangnya kenapa mom?" Itu Zero yang bertanya.


"Wanita itu, dia memiliki seorang dukun pribadi. Dan aku yakin, dia bisa mendapatkan tuan Jho sekarang ini juga berkat pelet yang dukunnya itu berikan."


"Hah? Yang bener aunty?" Levy tidak percaya ini, dukun?


"Kita harus segera menemukan Shasa secepatnya." Itu adalah Zevan yang berbicara, dengan aura kelam yang mengelilingi tubuhnya.


Kantung mata terlihat jelas di bawah matanya, badan sedikit kurus dan bibir yang sedikit pucat karena sejak kemarin siang ia sama sekali tak tidur ataupun makan.


Sudah ratusan kali Keana memaksa anaknya itu untuk makan, namun ia menolak dengan mentah-mentah. Zevan selalu berkata, "Aku hanya akan menerima makanan yang dimasak oleh istriku."


Sudah dua hari berlalu, mereka masih belum bisa membawa Shasa kembali walaupun sudah tahu siapa pelaku penculikan wanita itu.


Sudah terhitung 5 kali mereka mendatangi kediaman tuan Jho dan nyonya Brig, namun kedua orang itu selalu mengelak.


Sebenarnya mereka bisa saja langsung membunuh pasangan suami istri itu, namun mereka tidak boleh berbuat ceroboh yang akan membuat Shasa dalam masalah.


Dan soal keadaan wanita itu, ia sudah benar-benar kacau. Tubuhnya penuh luka, ia semakin kurus, dan wajahnya pucat.


Soal masyarakat luar, Keluarga Algreat memberitahukan jika Zevan dan Shasa sedang berbulan madu jadi karena itu sang model tidak terlihat selama dua hari ini.


Plak...


Bukan hal baru lagi jika Shasa selalu terbangun karena sebuah tamparan atau cambukan di tubuhnya, ia tak terkejut lagi jika melihat wajah menjijikkan ibu tirinya ketika ia baru membuka mata.


BUGH...


Shasa duduk tersungkur karena tendangan di perutnya itu. "Aku akan memberikan hukuman yang lebih dari kemarin pada mu."


"Jika kau ingin menyalahkan seseorang, maka salahkan saja suami mu yang sudah berani memutuskan kontrak kerjasama samanya dengan suami ku." Nyonya Brig mendekati Shasa dengan sebuah cambuk belati di tangan nya.

__ADS_1


Mata Shasa melotot seketika, melihat benda yang ibu tirinya bawa.


Ia memang sudah sering mendapatkan cambukan dan sayatan pada tubuhnya, namun bagaimana jika ia di cambuk dengan cambukan itu? ia tak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit nya.


Perlahan, tubuh Shasa mulai berangsur mundur. Melihat nyonya Brig tersenyum miring membuat nya menjadi ketakutan.


Tangan wanita yang tak lagi muda itu terangkat, siap untuk melayangkan satu cambukan.


PLAS...


"Akhh..."


"TIDAK, MOMMYYYY~" Kevan terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin yang bercucuran di dahinya.


Nafas bocah laki-laki itu tersenggal-senggal, ia menatap sekitarnya dengan dada naik turun. "Hah...hah... nggak, aku harus cari mommy sekarang, aku mau mommy!"


Kevan turun dari kasur bergambar Shinbi House kesukaannya, lalu berlari keluar kamar sambil memanggil-manggil sang mommy.


"MOMMY!! MOMMY!!"


Semua berkumpul karena mendengar suara Kevan menggelegar di seisi rumah, "Kevan sayang, ada apa? Kenapa nangis Hem?" Keana memeluk Cucunya yang sudah berlinang air mata sejak tadi.


"Hiks... grandma, Kevan mimpiin mommy grandma. Kevan mau ketemu mommy hikss..." Kevan memeluk neneknya dengan erat.


"Cup...cup...cup... cucu grandma jangan nangis lagi ya, mommy nya Kevan pasti bakal pulang kok. Kan daddy sama yang lainnya lagi cari mommy sekarang."


Keana menepuk pelan punggung bergetar sang cucu, ia tahu ketakutan bocah itu. Dia pasti sangat takut hingga Keana bisa merasakan debaran jantung Kevan yang begitu cepat.


Plass...


"Akh..." nyonya Brig memegangi tangan yang baru saja terkena cambukan seseorang, bahkan cambuk miliknya sudah terjatuh sekarang.


"Siapa kau?! bagaimana bisa kau masuk kemari?!" Di tatapnya penuh amarah pada laki-laki yang baru saja masuk.


Laki-laki tersenyum miring, "Perkenalkan, aku Natheo Todhora. Aku adalah malaikat maut mu!" Senyuman laki-laki itu semakin terlihat menyeramkan.


Apa ini? hanya melihat senyuman nya saja nyonya Brig sudah gemetar?


"Aura laki-laki ini sangat menakutkan, siapa dia sebenarnya? Dia bahkan mengalahkan anak buah di luar, sendirian."


Sepertinya Natheo ini bukan orang biasa.


Bughh...


Satu tendangan dari Theo hampir saja mengenai nyonya Brig jika ia tak segera menghindar. "Sebenarnya aku tidak suka menyakiti seorang perempuan, tapi jika perempuan itu seperti mu, maka aku tidak akan berpikir dua kali untuk membunuhnya!"


Bugh...Plass...Bugh...Bugh...


Shasa yang sudah lemas hanya bisa memperhatikan pertengkaran itu dengan keadaan setengah sadar.


Bruk...


Tak kuat menahan kesadarannya lagi, Shasa pun pingsan. Laki-laki itu sempat melirik nya sebentar sebelum kembali berkelahi dengan wanita ular itu.


"Dimana dukun si*lan itu, kenapa dia tidak segera membantuku?!" Geramnya kesal.


"Kenapa anda terlihat gelisah nyonya? Dukun mu itu sudah tewas di tangan ku." Ucapan Theo sukses membuat mata nyonya Brig terbelalak lebar.


"Ap_AKH!"


Nyonya Brig memundurkan langkahnya setelah merasakan jika sebuah benda yang tajam baru saja menancap di perutnya.

__ADS_1


"Selamat menikmati racunnya nyonya~"


Theo menggendong Shasa lalu membawa wanita itu pergi dari sana, meninggalkan Nyonya Brig yang sudah terduduk lemas sambil meringis merasakan rasa panas dari racun di belati itu yang seolah-olah membakar tubuhnya dari dalam.


"S*alan, aku tidak akan melepaskan mu setelah ini, Kesha!"


BRUAK...


"Hei, apa-apaan ini?!"


Semua orang kembali berkumpul di ruang tengah ketika pintu utama rumah mewah itu terbuka lebar dengan paksa.


Seorang laki-laki tampan perlahan berjalan masuk ke dalam rumah dengan menggendong seorang wanita yang sangat mereka kenali.


"Shasa!!" Zevan maju lebih dulu berhadapan dengan orang itu.


Tatapan keduanya tak dapat di artikan lewat kata-kata. Apalagi ketika laki-laki yang kita ketahui bernama Theo itu tersenyum miring pada Zevan, "Jadi kau adalah suami dari kesayangan ku?"


Kesayanganku?! apa-apaan itu?!


"Ya, aku adalah suaminya." Zevan berucap dengan lantang seolah menegaskan bahwa Shasa adalah miliknya.


"Cih, katanya CEO muda yang hebat dan kejam, namun menjaga istrinya saja tak becus!"


"MULUT NYA!" Kean yang emang muda kebakar emosi hendak maju, namun Lulu langsung menahannya sambil menggelengkan kepala.


Theo terkekeh, ia tak takut sama sekali. Ia tahu jika dirinya kini tengah berada di kandang macan dan berhadapan langsung dengan sang pemilik kandang, memangnya kenapa? Haruskah ia merasa ketakutan karena hal itu?


TIDAK, ia tidak akan takut sama sekali.


"Siapa kamu, dan bagaimana menantu saya bisa berada bersamamu?"


Theo mengabaikan pertanyaan Keana dan malah membaringkan Shasa di sofa, itu membuat Leon marah karena ia tak suka jika ada orang yang bersikap kurang ajar pada istrinya. Namun, untungnya Ziva berhasil menenangkan sanga ayah.


"Tahan dad, jangan sampai mommy marah sama daddy."


Netheo melirik satu persatu dari mereka dengan dengan lirikan tajam, hingga ia melihat Levy yang nampak begitu terkejut dan sedikit takut ( ? ) ketika melihatnya.


Senyuman Theo mengembang.


"Aku memberikan kalian satu kesempatan, jika hal ini terjadi lagi, maka aku akan membawa kesayangan ku pergi jauh, dan kalian tidak akan bisa bertemu dengannya lagi."


Tatapan laki-laki itu beralih pada Kevan yang hanya menatapnya datar, ia bisa menduga jika bocah itu pastilah anak dari kesayangannya.


Senyuman manis Theo berikan, senyuman ini sungguh berbeda dari senyuman yang tadi. Terlihat lebih tulus dan manis.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Theo pun pergi dari sana tanpa ada niatan memperkenalkan diri atau yang lainnya.


Bruk...


Tubuh lemas Levy tiba-tiba jatuh terduduk dengan air mata yang berlinang, membuat semua orang panik karena.


"Levy, hei, are you okey?" Gio membawa tubuh Levy untuk bersandar pada tubuhnya.


Levy tak menjawab pertanyaan dari Gio ataupun semua orang, rasa sedih mulai menggerogoti hatinya, yang ingin ia lakukan sekarang hanyalah menangis.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Natheo Todhora


__ADS_1


__ADS_2