
"Sayang~ Pengen empek-empek Palembang!!"
Benar-benar ya, bumil itu kalau ngidam gak pernah liat waktu! Sekarang bahkan sudah jam 2 malam dan Shasa tiba-tiba merengek minta empek-empek Palembang? Mau cari dimana empek-empek di jam segini?!
"Sayang, ini masih malem. Besok aja ya, jam segini mana ada yang jualan empek-empek." Zevan mengusap perut sang istri pelan, namun Shasa menghempaskan tangan Zevan begitu saja, lalu kembali merengek.
"Jangan sentuh aku sebelum kamu bawain aku empek-empek Palembang! Yang dari Palembang langsung!" Shasa sejak beberapa hari ini selalu saja keras kepala dan tak mau tahu, pokoknya apa yang ia inginkan harus segera dikabulkan. Zevan jadi kewalahan sendiri menghadapi istrinya yang lagi hamil tua ini.
Zevan tentu tidak keberatan jika Shasa meminta nya ke Palembang sekarang juga untuk membeli empek-empek yang sang istri inginkan. Hanya saja ini masih jam 2 pagi, jika pun ke Palembang sekarang, pasti belum ada yang jualan, sedangkan Shasa menginginkan empek-empek nya sekarang.
"Sayang, tolong ngertiin ya. Ini..."
"KAMU GAK SAYANG SAMA BABY?" Shasa menatap Zevan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Enggak, bukan gitu yank. Tapikan ini masih malem, gak orang yang jugal empek-empek jam segini."
"Tapi aku maunya sekarang, kamu bisa ngerti gak sih? Hiks..." Aduh, tuhkan nangis.
"Sayang, tunggu, jangan nangis dulu." Zevan jadi panik sendiri, ia bingung harus apa sekarang sedangkan tangisan Shasa malah semakin kencang.
"Ya udah, kita buat sendiri aja gimana?"
"Emangnya kamu bisa? Hugh..." Shasa mengusap air matanya, menatap sendu Zevan. Sesekali wanita itu cegukan, yah biasa, kalau habis nangis pasti cegukan.
"Ya bi_bisa." Bodoh! Zevan saja tak pernah memasak. Tapi, demi istri tercinta apapun akan Zevan lakukan, bahkan untuk belajar memasak.
"Ya udah, ayo!!" Raut wajah Shasa berubah 360 derajat, wanita itu langsung berdiri dari kasur dan menarik tangan Zevan untuk keluar dari kamar.
•
•
•
Zevan mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat empek-empek, ia mengikuti tutorial yang ia dapatkan dari YouTube.
Shasa hanya duduk di meja bar sambil memperhatikan Zevan yang dengan telaten mulai memblender daging ikan dengan telaten. "Kamu yakin bisa?"
"Hei, jangan meremehkan aku ya. Selain pintar dalam urusan bisnis dan ranjang, aku juga jago di dapur dan di segala tempat. Seharusnya kamu bangga punya suami multitalent kayak aku."
"Heh, orang sombong itu temannya setan lho."
"Kan emang, makanya temen aku si Gio sama Haechal."
Shasa tertawa mendengar gurauan Zevan yang secara gak langsung mengatakan bahwa Gio dan Haechal adalah setan.
__ADS_1
"Gak boleh gitu tau. Jangan terlalu jujur." Shasa meminum segelas air yang baru saja Zevan letakkan tepat didepannya.
"Satu keluarga aja udah ngakuin kalau mereka itu setan yang jahilnya kebangetan. Kamu tahu gak sih? Dulu Lulu sempet ngambek sama mereka selama setahun gara-gara mereka gunting rambutnya waktu dia tidur."
"Hah? Masa iya sih?" Shasa terlihat tak percaya sekaligus penasaran dengan cerita Zevan.
"Benerlah. Sebenarnya gak masalah kalau mereka gunting nya bagus, lah itu!"
"Itu kenapa?" Shasa terlihat antusias mendengar cerita itu. Melihat Shasa yang penasaran dengan ceritanya membuat Zevan tersenyum jahil.
"Gapapa, gak penting juga."
"Zevan ih! Ayo lanjutin! Aku penasaran tau." Rengek Shasa kesal.
"Emh... lanjutin gak ya?" Zevan berpura-pura berpikir untuk menggoda Shasa.
"ZEVAN!" Yang di teriakan namanya hanya terkekeh gemas. "Nih, liat aja sendiri."
Shasa mengambil HP Zevan yang laki-laki itu sodorkan, di sana ada foto Lulu yang sepertinya sudah sangat lama. Perempuan itu mengenakan topi rajut yang menutupi seluruh kepalanya juga rambutnya.
"Ada apa sama foto ini?"
"Kamu liat kan kalau rambutnya Lulu gak kelihatan?" Zevan terlihat fokus pada apa yang tengah ia lakukan.
"Karena dia waktu itu botak."
"APA?!" Shasa hampir saja menjatuhkan HP Zevan karena sangking terkejutnya.
Laki-laki itu mengangguk, "Gio sama Haechal motong rambutnya terlalu bar-bar sampai kepala Lulu botak setengah. Alhasil, om Lucifer botakin aja Lulu sekalian dan itu buat Lulu dendam banget sama mereka berdua. Karena itu juga Gio sama Haechal udah gak berani lagi jailin Lulu."
"Oh...gitu..." Shasa mengangguk faham.
Selesai memasak, kini saatnya Shasa mencicipi masakan pertama sang suami. Apakah enak? Kita lihat saja nanti.
"Emh..." Satu suapan telah melesat masuk dengan begitu lancar kedalam mulut Shasa. Zevan menatap istrinya dengan tatapan harap-harap cemas. "Bagaimana?"
Shasa memberikan satu jempol ke bawah, dan itu membuat Zevan menghela nafas pasrah. Ia akan mencoba lain kali.
Namun, tiba-tiba Shasa menaikan arah jempolnya sambil berteriak, "ENAK BANGET!"
"Beneran?"
Shasa mengangguk, mulutnya penuh dengan empek-empek sekarang.
Zevan tersenyum gemas melihatnya. Di usapnya kepala sang istri dengan penuh sayang. "Bagus deh kalau enak. Habisin ya."
__ADS_1
"Pasti."
•
•
•
Pagi ini, sebuah kejutan yang menyenangkan menghampiri Shasa dan keluarga Zevan yang lain. Pasalnya Levy dan Gio tiba-tiba datang dengan membawa sebuah undangan pernikahan. Yha, keduanya akan segera menikah.
"Apaan nih? Tunangan aja belum kok tiba-tiba dah nikah aja? Mana nikahannya tinggal Minggu depan lagi. Ente kebelet kawin ape gimana tong?" Haechal menatap Gio dan undangan pernikahan itu secara bergantian.
"Bocil diem aja deh. Lagian ngapain ente dimari? Rumah ente dah pindah atau gimane hah?!" Tuh, logat Betawinya sudah keluar.
"Tiba-tiba banget Lev, kalian gak..."
"Ya gak lah, jangan mikir yang aneh-aneh ya Sha!" Potong Levy cepat.
"Ya lagian, kok tiba-tiba banget sih?"
"Ya gapapa, lagian umur udah mateng, Gio udah mapan, persiapan juga udah beres semua."
"Tapikan menjalani pernikahan gak semudah itu Lev, memangnya kamu sudah siap untuk semuanya? Tapi, aku juga bahagia kalau kamu bahagia. Aku gak ngelarang, cuma mau ngasih tau aja."
Levy menggenggam tangan Shasa erat, "Aku udah siap, bahkan sangat siap. Kamu gak usah khawatir oke?"
Shasa tersenyum tipis lalu mengangguk.
"Gi, inget baik-baik ya! Kamu jangan sampai nyakitin Levy nanti, atau aku gak akan tinggal diem!" Ancam Shasa pada Gio yang nampak tengah bergurau dengan Zero.
"Santai aja Sha. Levy aman kok sama gue. Gue kan setia." Gio dengan genitnya mengedipkan mata pada Shasa, hal itu langsung membuatnya mendapatkan tamparan dari sang sepupu.
"Kedipin istri ku lagi, ku pastikan bahwa mata mu tidak akan bisa terbuka lagi nanti!!"
"Iya-iya ampun, kejam banget sih sama sepupu sendiri."
Zevan menatap tajam Gio, sedangkan yang ditatap tajam hanya bisa memberikan cengiran bodohnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Susah amat nyari Poto Jessica yang botak😭
Orang cakep jeleknya susah.
__ADS_1