
...I want to know through my eyes not my ears,"...
" Nah, NaOH dan HCI itu disebut pereaksi atau reaktan. Kalau NaCIdan H2O itu disebut hasil reaksinya, " jelas Elvaro menerangkan
Saat ini mereka tengah duduk bersampingan di salah satu kafe di kota Jakarta. sebenarnya Starla bisa saja mengajak Elvaro belajar dirumahnya Namun setelah dipikir-pikir lagi, nanti Mario malah akan menggoda dirinya jika tahu ternyata tutornya belajarnya adalah Elvaro
" Sumpah deh, El ... kenapa sih, kimia itu ribet banget ? segala bikin tata nama larutan, Punya anak aja gue belom, ini udah Persiapan bikin nama aja, " keluh Starla menjatuhkan Pena asal
Elvaro hanya terkekeh. Mengambil Pena Starla yang menggelinding di atas buku, untuk kemudian menyusupkan kembali ke tangan cewek itu.
" Nggak ribet, kalau udah terbiasa,"
Starla mengembuskan napas letih. Lalu menatap Elvaro seraya melipat tangan di atas buku, " Gue tuh, ya Elvaro sebenernya nggak bego-bego banget kok Cuma jarang ngerti aja," Starla menyengir Polos, berusaha membersihkan nama baik di depan Elvaro
" Gue Juga nggak Pintar-pintar banget kok, Cuma kebetulan ngerti aja, " Cibir Elvaro mengikuti Kata-kata Starla. Cewek itu hanya mengerucutkan bibirnya saja
" Ih, Kok tau, sih ?" Starla spontan mendelik Curiga. kemudian menunjuk Elvaro dengan sangat antusias. " Ciee Sering Perhatiin gue,yaaa Cieee ketahuan deh, sering Perhatiin gue, " terkanya Percaya diri
Elvaro bungkam. Mengusap tengkuknya bingung
" Apa-apaan sih Fokus belajar woi Belajar, "
Starla terkikik geli, lalu mengangguk Patuh. Khawatir nanti Elvaro merajuk dan tidak mau menjadi tutornya lagi
" Huft ! Ada nggak sih cara biar gue bisa fokus, " keluh Starla
" Ada kok, " Elvaro menengadah. Memutar badannya menghadap Starla. agak memajukan tubuh mendekat, " Pantengin wajah gue aja,"
Elvaro meletakkan dua tangan di bawah dagu, Pura-pura memasang wajah imutnya, " kegantengan gue ini mujarab lho,"
Starla ketawa mengakak seraya mendorong wajah Elvaro menjauh darinya," Nggak nyangka gue, seorang Elvaro ternyata bisa juga Narsis juga ya," jijik Starla Elvaro hanya balas tertawa singkat
" Udah, udah Fokus belajar, " titah Elvaro seraya menyerahkan beberapa soal kepada cewek itu.
Starla mengangguk sambil menahan tawa. Lalu mulai mengerjakan kelima soal Pemberian Elvaro
" El, kayaknya Pesan kentang goreng sama cheese burger enak nih,"
" kerjain dulu,"
" El main Instragram bentar,"
__ADS_1
" Nanti,"
" Elvaro, " Panggil Starla lagi sambil memamerkan cengiran khasnya.
Elvaro menatap gemas. sebelum kemudian memukul jidatnya pelan dengan gulungan buku
" Belajar, " geramnya, sambil berusaha menahan senyum
...••••...
...XX :...
...Taman kasih hati, yang ada tukang jual es tebu dekat jalan kenangan sekarang...
...Xx send you a picture...
Elvaro mengalihkan perhatiannya dari Ponsel ke arah Starla yang sedang menyesap jus jeruk. cewek itu lalu meliriknya bingung, seraya menaikkan alis.
" Kenapa, sih ? Gitu amat lihatin gue. Ada cabai ya di gigi gue," Starla langsung menutup mulut, siapa tahu ada cabai yang menempel di giginya
Elvaro menggeleng. " Segini dulu aja belajar hari ini. Yuk kita Pulang,"
Starla menurunkan tangannya. Lantas menatap Elvaro menerka nerka, " Ada tanding tinju,"
" Lo dapet job lagi ? terka cewek itu Penasaran
Elvaro mengangkat wajah. Memandang Starla sekilas, tidak menjawab cowok yang memakai jaket hitam itu malah membereskan buku di atas meja
Bagi Starla diam itu artinya iya
" Harus banget, ya lo ambil, Elvaro Gimana kalau lo Kenapa-napa, "
Elvaro tidak menjawabnya. Malah tersenyum manis ke arahnya. " Lo ke Parkiran duluan aja. Biar gue yang bayar,"
Starla mengulum bibir. Tampaknya orang seperti Elvaro tidak bisa dihentikan hanya dengan sekadar kata saja
karena Elvaro sudah beranjak ke kasir, Starla mulai menyusun buku-bukunya masuk ke dalam tas sebelum bangkit berdiri. Cewek berambut cokelat kehitaman itu refleks menabrak seorang laki-laki ketika ia hendak balik badan, membuat minuman yang cowok itu bawa refleks tumpah ke bajunya
" Woi ! Bisa hati-hati nggak sih Lo mata lo taruh mana ? damprat cowok itu. Nada bicaranya sedikit berteriak spontan membuat Starla berjengit kaget
" So-sorry. Gue nggak lihat kalau ada orang, " Starla mengambil tisu asal di atas meja. Berniat mengelap kemeja cowok itu yang basah
Cowok itu malah menepis tangannya," jadi Orang itu jangan teledor makannya Mata itu gunain jangan cuma dijadiin aksesoris doang,"
__ADS_1
Starla melempar Tisu di tangannya kesal, " Lo kok, jadi marah-marah, sih Gue udah minta maaf juga,"
" Memang Lo Pikir dengan minta maaf baju gue bisa kering lagi, gitu,ah " Cowok itu mendorong bahu kiri Starla, seraya menatap tajam
" Loh kok nyinyir banget sih ? Main kasar sama cewek kayak banci tau nggak,"
Cowok itu menatap Starla tidak Percaya baru kali ini melihat cewek yang berani melawan balik omongannya, " Mulut lo minta ditampar, ya !"
Belum sempat tangan cowok itu menyentuh Pipi Starla, tangan cowok itu sudah keburu dicekal kuat oleh Elvaro
" jangan Pernah lo kasarin dia,"
Starla memeletkan lidahnya merasa menang Tentu Pelindungnya sudah datang
Cowok itu memalingkan wajah, melihat Elvaro Detik berikutnya, baik Elvaro maupun cowok itu sama-sama membulatkan bola mata kaget. Cekalan tangan Elvaro Pun seketika mengurai Perlahan
" Hoho ternyata teman lama rupanya," Celetuk cowok itu kemudian, membuat Starla mengerutkan keningnya bingung
" El lo kenal sama cowok nyinyir nih,"
Menyadari suatu hal, raut wajah cowok itu berubah antusias. Melirik ke arah Starla seraya tersenyum aneh, " Udah dapat mainan baru kayaknya,"
" Starla, lo bisa kan ke Parkiran dulu aja, " titah Elvaro, tak mengacuhkan raut wajah bingung yang Starla tujukan kepadanya
Namun Starla tetap memilih Pergi, membiarkan dua orang itu menyelesaikan masalahnya berdua. Cowok itu masih tidak mengalihkan tatapannya Pada Starla sampai cewek benar-benar menjauh dari mereka.
" Buang jauh-jauh Pikiran kotor lo Ardian,"
Ardian Hardinata. Ya Elvaro mengenali cowok itu, bahkan sangat mengenalinya
" Hoho .... Sans, Bro ! Udah lama, loh kita enggak nggak ketemu ? seharusnya lo baik-baiklah sama gue," sahut Ardian tersenyum miring seraya menepuk Pundak Elvaro, Elvaro segera menepisnya
Ardian menghela nafas seraya bersedekap angkuh, " Ya seharusnya lo udah tau kalau gue bakalan kembali,"
" Apa mau lo ?"
Ardian suka Pertanyaan ini, " Sama kayak dulu. Gue mau kekalahan lo,"
Elvaro tak menggubris, hanya menatapnya tajam. Memilih untuk beranjak Pergi meninggalkan Ardian Pergi meninggalkan Ardian saja.
" Gue baru tau kalau kemenangan lo itu ternyata bisa dibeli, seharusnya gue beli itu dari dulu ya, " Cibir Ardian kembali, spontan menghentikan langkah Elvaro
" Gue kasih Penawaran menarik buat lo ke gue buat Pertandingan minggu depan, dan gue bakalan bayar sepuluh kali lipat dari harga menang. Gimana ?
__ADS_1
kedua tangan Elvaro mengepal geram ia kemudian mengembuskan napasnya Pelan sebelum kemudian Pergi menghampiri Starla yang menunggunya di Parkiran, Tidak mengacuhkan Penawaran menarik dari Ardian barusan