DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 26 Terbongkar


__ADS_3

" El lama banget sih, "


Starla celingukan ke sana kemari. Mengembuskan napas seraya menjatuhkan Pundak lemas ke sandaran bangku. Pasalnya Elvaro belum kembali sejak cowok itu Pergi ke toilet tadi


" Eh, Starla ? Sendirian aja ?"


Starla menoleh, mendapati Agatha yang sedang berjalan mendekat ke arahnya, " Nggak sama Elvaro kok, Cuma Elvaro-nya lagi Pergi aja,"


" Ditinggalin ?" Agatha tertawa remeh. Lalu duduk dengan santai di samping Starla. Starla hanya mendelik, menatap cewek itu malas


" By the way, gimana hubungan lo sama Elvaro, "


" Nggak usah kepo, deh, " Starla menumpang tindihkan kakinya seraya Bersedekap, " jangan lupain, ya soal ancaman gue sama Elvaro waktu itu,"


" Gue nggak niat gangguin lo, kok Gue kan, cuma menyapa doang,"


Starla memutar bola matanya malas


" Gue tuh niat mau ingatkan lo aja, supaya jangan terlalu buta Cinta sama Elvaro,"


Starla tidak menggubris, Memilih untuk Pura-pura tidak mendengar


" Lo sadar nggak sih ? kalau selama ini lo udah dibohongi sama Elvaro,"


Starla masih memilih untuk tidak memberikan respons


Agatha tertawa angkuh, " Lo nggak Percaya sama gue ?


Cewek berambut blonde itu ikut melipat tangan di Perut, " Sekarang gue tanya deh, sama lo apa lo tau kalau Elvaro itu buka jasa yang enggak benar,"


Starla menatap Cewek itu datar. Agatha Pikir dia tidak tahu ?


" Elvaro udah nggak lagi kok, ambil Pekerjaan jahat itu, " Starla sengaja menyombongkan gaya bicaranya, " Demi gue,"


Agatha tertawa mencibir, " Gimana bisa dia berhenti ? Pekerjaan itu udah jadi bagian dari dirinya. Mana mungkin Elvaro berhenti gitu aja. Apalagi cuma demi lo doang,"


" Elvaro udah janji sama gue,"


" Elvaro bohongi lo,"


Starla menoleh menatap Agatha remeh, " Mungkin lo lagi Omongin diri sendiri deh, Mbak,"


Agatha menatapnya nyalang. Namun masih berusaha tenang, " Lo itu baru kenal sama Elvaro. sedangkan gue udah kenal dia dari lama !"


Starla menatap datar


" Lo Pasti mengira gue mengada-ada tapi gue ngomong jujur, " Agatha menolehkan kepala, " Elvaro itu lagi butuh duit. Tau nggak buat apa ?


Starla menatapnya intens tanpa suara.


" Asal lo tau. Elvaro itu lagi butuh duit yang banyak buat ibunya yang lagi sakit. Elvaro Pasti Pernah cerita sama lo, kan,"


Starla terdiam, jika memang benar itu fakta Sayangnya Elvaro tidak Pernah cerita


" itu karena Elvaro belum Percaya sama lo. Elvaro itu cuma manfaatin lo doang buat bersihin nama dia. Tapi dia nggak Pernah benar-benar cinta sama lo,"

__ADS_1


" Lo Pembohong, "


" Gue serius Starla. kalau lo nggak Percaya tanya aja sama Elvaro sendiri," Ujar Agatha serius


Starla bungkam. ia betulan tidak tahu apakah yang Agatha katakan itu benar atau tidak. Namun ia juga tidak bisa memercayai cewek itu sepenuhnya


" Elvaro bakalan menyakiti lo, Starla. Trust me,"


...•••••...


" Nah ada es krim Paling spesial Vanila black waffle cone buat Gadis Elvaro yang Paling Cantik dan lucu yang lagi belajar matematika nih, " Elvaro menjulurkan tangannya melewati tengkuk Starla. Menujukkan satu cone es krim yang baru ia beli ke depan wajah cewek itu


Starla menoleh ke samping sisi dan tersenyum. Lalu mengambil alih es krim itu dari tangan Elvaro, " Buat kamu,"


Elvaro mundur dan mengitari Starla. Berdiri di samping cewek itu seraya menjulurkan tangan yang satunya, menggoyang-goyangkan Pelan es krim miliknya, " Nih," Ucap Elvaro seraya menunjuk es krimnya sendiri.


Starla terkekeh dan tersenyum, Menarik tangan Elvaro untuk duduk di sampingnya. saat ini mereka sedang berada di sebuah restoran Sedang belajar bersama seperti biasa


" jadi Belajar dulu apa makan es krim dulu nih, " Tanya Starla


Elvaro mengantukkan es krimnya ke cewek itu. " Es krim dulu aja istirahat dari matematika, " Ujar cowok itu seraya menaik-naikkan alis


Starla tertawa langsung melahap es krimnya miliknya, " Eum ! Manis banget,"


" Makasih,"


Starla tertawa, " Dih ger-er banget Maksud aku itu es krimnya bukan kamu,"


Elvaro menopang dagu, menunjuk wajahnya, " Tapi yang beliin juga kan,"


Elvaro menilik ke arah jam tangannya," Nggak Kerasa udah satu jam kita di sini,"


Starla mengerdikkan bahu, "baru sebentar, "


Elvaro tersenyum kecil, Mencolek batang hidung Starla dengan gemas Sekilas," Belajar hari ini segini dulu, ya,"


seketika saja Starla teringat dengan Perkataan Agatha saat di belakang Perpustakaan tadi. Apa mungkin Elvaro ingin menemui targetnya sekarang ?


" Nggak mau, kan sebentar Aku masih belum Paham sama materi ini,"


Elvaro diam sejenak, Mengetuk meja gelisah dengan jari, " Aku ntar kamu Pulang ya ?


" Nggak usah. Aku bisa Pulang sendiri kok. Tapi nggak Sekarang pulangnya,"


" Starla, " Elvaro menjeda kalimatnya sejenak, " Aku harus Pergi sekarang Ada yang Perlu aku urus,"


Starla menatap Elvaro dalam. Ternyata benar. Cowok itu memang masih melakukan Pekerjaan jahat itu lagi " kamu udah janji nggak akan ambil job itu lagi, "


Elvaro terdiam. Bagaimana bisa Cewek itu bisa tahu ?


" Kenapa kamu bilang sama aku Kalau lagi butuh uang,"


Elvaro mengalihkan wajah, sengaja menghindar Tatapan cewek itu


" Kenapa kamu nggak bilang kalau ibu kamu sakit ? Kenapa harus Agatha yang kasih tau aku bukan kamu ? kamu bilang kamu Percaya sama aku, tapi kenapa nggak Pernah cerita masalah kamu ke aku,"

__ADS_1


Elvaro melihat Starla yang menatapnya dengan serius, " Aku belum terbiasa ceritain masalah ke orang lain,"


" jadi maksud kamu aku ini orang lain Elvaro ? Terus Agatha bukan orang lain, gitu,"


" Starla bukan gitu,"


" Kamu cuma Perlu Kasih tau aku Elvaro. kalau kamu butuh uang, aku bisa bantu kamu kok Memang Penting banget kamu lakuin Pekerjaan jahat itu lagi,"


" Starla kondisinya ...... "


" Aku benci ditinggal Elvaro, jadi jangan tinggalin aku hanya karena Pekerjaan jahat itu,"


Elvaro mengembuskan napasnya, mengusap rambutnya frustasi.


" Mana sih yang lebih Penting buat kamu ? Aku atau Pekerjaan jahat itu,"


Elvaro menghela nafasnya gusar, Entah kenapa suasananya jadi tidak enak begini, " Aku nggak mau milih,"


Starla mendengus. Lalu kembali menatap Elvaro dalam, " Kamu butuh uang berapa, El ? kamu bisa manfaatin aku Kalau memang kamu lagi benar-benar butuh uang. berapa sih harga yang Perlu aku bayar supaya biarin kamu tetep tinggal,"


Elvaro menatapnya tidak menyangka. Starla refleks mengulum bibir, sepertinya ia sudah salah bicara. seharusnya kalimatnya tidak seperti itu Elvaro Pasti berpikir kalau secara tidak langsung ia sedang berusaha membeli cowok itu sekarang, " El maksud aku ... "


" Starla, aku tau niat kamu sangat baik. Tapi aku bisa cari uang dengan cara aku sendiri tanpa bergantung sama kamu Starla " Ujar Elvaro memotong. Nada bicaranya pelan. entah kenapa Starla merasa nada itu seperti menusuknya secara tidak langsung


Elvaro tersenyum tipis, " Kamu tunggu di sini, aku bakalan balik lagi, Aku bakal antar kamu Pulang, " Cowok itu kemudian bangkit berdiri dari kursi


Elvaro kembali menatapnya Starla sejenak sekali lagi, " Dan satu lagi, " Elvaro Menatap manik mata Starla intens sebelum Pergi, " Kamu Pacar aku Starla bukan Mesin ATM aku jadi kamu nggak Perlu mikirin soal itu,"


...••••...


Elvaro memperhatikan seorang pria yang sedang berdiri memunggunginya di sebuah mobil HR-V itu abu-abu di Tepi jalan, sedang memainkan Ponsel


Elvaro tidak begitu yakin namun mematiskan kembali ciri-ciri yang diberikan, sepertinya itu benarlah target dari kliennya


Dengan memakai Hoodie, Elvaro lantas memantapkan langkah. Berjalan mendekati mobil sembari menenteng helmnya. Langsung saja menghantam target itu dengan helmnya sampai cowok tersebut terjungkang ke aspal Elvaro segera naik ke atas tubuhnya dan langsung memukul wajah cowok itu beberapa kali. Tidak memberikan cowok itu celah sedikitpun. bagi cowok itu untuk melawannya balik. anehnya cowok itu malah tertawa


" Masih belum kapok juga si berengsek Ago itu kirim lo buat hajar gue,"


Elvaro spontan menghentikan bogemannya. ia membeliak baru ingat kala cowok yang sedang ia hajar saat ini adalah mantan targetnya dulu, Devan


" Dan lo ... masih bego buat terima tawaran dia, " Cowok yang berada di bawahnya itu tertawa. Lalu menarik sebelah sudut bibir remeh.


Elvaro baru ingat kalau targetnya satu ini cukup berbahaya. Bahkan Devan Pernah berencana menjebak Elvaro waktu itu, sampai Starla ikut terlibat Perkelahian dengannya. Kini ia dengan bodohnya berurusan dengan cowok itu lagi.


" Masih lupa lo berurusan dengan siapa ?" Cowok itu menyeringai lagi Bersamaan dengan sebuah benda tumpul yang diduga adalah Pistol ditodongkan di belakang kepala Elvaro kemudian


...••••...


"


Niko menetralkan napasnya yang ngos-ngosan, " SEKALI LAGI LO SEMUA BERANI SENTUH ANAK GUE, LO SEMUA MATI,"


Orang-orang itu Pergi. Termasuk target Elvaro tadi, Starla Sama sekali tidak merasa kagum dengan tindakan ayahnya barusan justru ia merasa takut ayahnya akan menghajar Elvaro


BUGH

__ADS_1


" KURANG AJAR, "


__ADS_2