DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 45 DANIEL KEMBALI


__ADS_3

" DA-DANIEL .... gimana mungkin ? Te-terus B-Brian siapa ? Starla menggelengkan kepalanya, " Lo masih hidup ? kepala Starla benar-benar Pusing dengan semuanya kebingungan dan keterkejutannya bercampur satu. Tadinya dia sempat berpikir dengan tidak masuk akalnya kalau Brian adalah Daniel yang beroperasi Plastik menjadi identitas yang berbeda berbeda. Tapi melihat kehadiran sosok itu yang benar-benar nyata bukan liusi semata di depan matanya sukses membuat Starla membeliakkan matanya tidak Percaya, " Gimana bisa ?


Daniel mengitari sofa, berjalan ke arahnya, " Panjang ceritanya, Starla,"


Starla mundur selangkah mewanti-wanti Daniel ada niat jahat kepadanya


Daniel mengembuskan napas, " Gue nggak ada niat jahat sama lo, Starla,"


Starla memiijit Pangkal Pelipisnya, memikirkan ketidakmasukakalan ini membuat kepalanya Pening, " Gimana ceritanya ? Lo .... masih hidup ? sumpah gue benar-benar nggak ngerti sikon ini,"


" Gue belum mati, Starla. Gue masih bernyawa Pas kalian udah Pergi dari rumah gue. Gue cuma kehilangan kesadaran sebentar,"


Starla menatapnya dengan Pandangan tidak mengerti, Daniel menghela napasnya sebelum kemudian bercerita.


...•••••...


Daniel terbatuk-batuk dan spontan membuka matanya, tak lama setelah kepergian Elvaro dan Starla yang sedang berupaya menyelamatkan diri dari rumah itu


Elvaro sebenarnya tidak mutlak menusuk seluruh abdomennya. Daniel hanya kehilangan kesadarannya sesaat, sepenuhnya ia belum kehilangan nyawa Dengan kondisi lemah dan tergopoh-gopoh juga dengan Pisau yang masih menusuk di Perutnya Daniel bergerak keluar dari rumah melangkahkan kaki dengan sisa tenaganya yang tidak seberapa keluar menuju ke jalan raya mencari bantuan di Jalan yang sialnya sedang sepi. sampai kemudian seseorang menghentikan mobilnya. Turun dari mobil kemudian, Daniel menaikkan tatapan melihat orang tersebut dengan tatapan sayunya. Lelaki yang memakai seragam putih abu-abu dengan nametag bertuliskan Brian itu berjalan mendekat membantu Daniel yang sudah mulai kehilangan keseimbangannya, " Lo Kenapa ?


" i-ibu ... ibu ... " Daniel melihat ke arah rumahnya sendiri, ibunya masih di dalam. Pikirannya benar-benar pendek saat itu. Tidak masalah jika ia mati setidaknya ada seseorang yang mau merawat ibunya. Karena itu tadinya Daniel ingin meminta bantuan Pada lelaki di hadapannya ini untuk melihat apakah ibunya baik-baik saja namun sayangnya Daniel sudah kehilangan kesadarannya sebelum menuntaskan niatnya itu. Brian Panik melihat kondisi mengenaskan lelaki itu langsung membawa masuk Daniel ke dalam mobilnya berusaha dengan cepat menolongnya dan lantas membawa lelaki itu ke rumah sakit segera


Begitulah bagaimana hari itu Brian menyelamatkannya. Daniel kemudian koma selama hampir setahun. Seusai siuman, Daniel kembali Pulang, namun Elvaro ternyata sudah membawa ibunya Pergi simpatis, Brian kemudian menawarkan Daniel agar tinggal dengannya saja. setelahnya Brian dan Daniel memilih berteman, Daniel menceritakan segalanya kepada Brian dan Brian pun juga dengan senang hati membantu dirinya untuk menjaga Starla sebagai Perantara


karena itulah, Brian mengetahui semuanya. semua hal tentang Starla dan orang-orang terdekatnya seperti Elvaro


...•••••...

__ADS_1


Starla menyegarkan tubuh dan Pikirannya dengan berendam di bathtub seusai Daniel Pergi. Pikirannya tidak beraturan ditambah lagi setelah mengetahui Daniel datang kepadanya tadi


" Kenapa lo baru muncul sekarang, Dan ?


Daniel menunduk, merasa bersalah, " Gue belum Punya cukup muka buat muncul lagi di depan lo semenjak kejadian itu. Gue masih merasa bersalah sama lo Starla,"


Starla mengeraskan rahangnya menatap Daniel intens, " Terus kenapa lo muncul sekarang, Dan ?


" karena gue tau kalau hanya sembunyi, nggak bakalan bikin masalah ini selesai Starla, " sahut Daniel kemudian, seraya mengangkat kepalanya, " Gue lakuin kesalahan fatal sama lo. Bahkan kata maaf aja nggak cukup buat menghapus kesalahan gue,"


" Lo tau itu seharusnya lo nggak lakuin hal berengsek itu ke gue, Dan gue kecewa sama lo Daniel," hardik Daniel, meneteskan air mata Perasaannya berkecamuk sekarang antara ingin melampiaskan amarah tau rindunya Pada lelaki di hadapannya ini


Daniel menatap Starla sendu, merasa bersalah, " Karena itu gue muncul hari ini. Gue tau lo Pasti bakalan kaget sama kemunculan gue yang mendadak ini Tapi izinin gue Starla izinin gue buat memperbaiki kesalahan gue,"


Daniel berjalan terburu-buru ke arah jendela, mengintip kecil ke arah luar Starla berjalan mendekat menatap Daniel bingung


Awalnya Starla memandang Daniel tidak begitu yakin, namun Pada akhirnya menurut Juga, lalu mengintip diam-diam kemudian. Lantas mendapati adanya seseorang berpakaian hitam yang berusaha menculiknya di saat di Singapura hari itu


" lo lagi di awasi Starla. Lo lagi nggak aman sekarang,"


" Gimana lo bisa tau,"


" Gue minta Brian buat jagain lo. Gue tau semuanya tentang lo lewat Brian sedangkan gue fokus buat mengawasi Elvaro,"


" Maksud lo,"


Daniel mendecak, memegang bahu Starla, " Elvaro, Starla, Elvaro udah jual lo,"

__ADS_1


Starla melotot, menepis tangan Daniel kasar, " jangan ngomong aneh-aneh deh, Dan ! Gue tau lo benci El tapi nggak gini caranya,"


Daniel menyentuh Pelipisnya bingung bagaimana cara menjelaskannya kepada Starla " Gue tau agak aneh memang. Gue tiba-tiba datang dan ngomong kayak gini sama lo, " Daniel menjeda kalimatnya," Gue dapat alamat Elvaro yang baru dan datang ke sana sekitar tiga tahun yang lalu, Berniat buat cari tau di mana dia sembunyiin nyokap gue. Tapi gue malah Temui sesuatu yang lain di sana," Starla hanya diam mendengarkan secara seksama


" Orang-orang yang ada sekarang mengincar lo mereka ada di rumah Elvaro hari itu. Gue nggak sengaja menguping Pembicaraan mereka dan mendapat kalau Elvaro ajuin diri lo buat selamatkan adiknya secara nggak langsung Elvaro udah jual lo ke bandar narkoba itu Starla,"


jleb


jantung Starla rasanya seakan terhenti berdetak saat itu juga Di satu ia merasa tidak mungkin Elvaro melakukan itu Padanya tapi melihat bagaimana orang-orang itu yang terus mengejarnya, Starla berpikir apa yang Daniel katakan barusan kemungkinan masuk akal juga. Di tambah lagi dulu Devan Pernah mengatakan soal Elvaro yang akhirnya membawa dirinya untuk mereka. sekarang Starla mengerti kenapa Devan terus mengejarnya


jadi benar Elvaro mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Melati ?


" Lo nggak seberarti itu buat Elvaro Starla bagi Elvaro keluarganya itu lebih Penting dari segalanya Gimana gue bisa diam aja ketika lo dilukai kayak gini,"


Air mata Starla spontan mengalir deras. Terisak seraya meringkukan diri di dalam bathtub Bagaimana mungkin Elvaro tega melakukan itu Padanya ?


Starla tidak tahu harus memercayai Daniel atau tidak. Pikirannya benar-benar tidak berkompromi sekarang. Starla benar-benar tidak mengerti lagi dengan situasi ini. Sudah kesekian kalinya Starla menghubungi Elvaro namun lelaki itu tidak mengangkat Panggilannya. Dengan Pasrah, Starla menenggelamkan tubuh dan Kepalanya masuk ke dalam air. Spontan naik ke Permukaan ketika Ponselnya berdering tiba-tiba, Elvaro akhirnya menelepon


" Maaf Starla, aku baru saja selesaikan masalah Melati dan baru sekarang bisa hubungi kamu,"


Starla menggigit kuku jarinya, seketika kembali teringat dengan kalimat Daniel, " Elvaro udah korbanin lo, Starla,"


Starla tak ingin menangis mendengar itu Namun ia tahan mengingat dirinya masih melakukan Panggilan dengan Elvaro, " Apa benar lo tega korbanin gue El,"


" Starla kamu kenapa, "


Starla menggeleng, Sekalipun tahu Elvaro tidak akan melihatnya. Menghela napasnya sejenak sebelum kemudian mengeluarkan suaranya" Aku mau ketemu sama kamu El besok,"

__ADS_1


__ADS_2