
ELVARO terus menghubungi Starla untuk memastikan gadisnya tetap baik-baik saja. Elvaro akan sangat merutuki dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu Pada Starla karena kecerobohannya. Elvaro terus gelisah, bahkan sampai susah tidur nyenyak karena terus kepikiran dengan Starla, Entah bagaimana keadaan gadis itu sekarang.
Meskipun Starla sudah memberitahu bahwa dirinya tidak Kenapa-kenapa, Elvaro tetap merasa tidak enak hati. Starla kemudian mengatakan lusa dia akan Pulang ke Indonesia dan mengatakan Pada Elvaro untuk menemuinya saja dua hari lagi.
Karena itu disinilah Elvaro sekarang di kampus gadis itu, menunggu mata kuliah Starla sampai selesai
" Entar lu, deh yang Pilih tempatnya gue ikut aja,"
Elvaro menoleh sumber suara, mahasiswa-mahasiswa kelas itu Perlahan keluar dari ruangan. Diikuti Starla yang sedang berjalan bersama Brian keluar dari kelas, Elvaro kemudian berdiri di depan Starla, gadis itu menghentikan langkahnya dan menatap lelaki itu
" Ups, udah diapelin aja lu, Starla sama Pacar jadi iri gue, " Brian bercanda
Starla hanya mendelik malas
" Pokoknya lo atur aja entar ?
Starla mengangguk, " Entar gue kasih tau kalau udah ketemu yang Pas,"
" Sip gue duluan, deh Hati-hati, " Pamit Brian seraya menepuk bahu Starla Pelan dua kali.
" Hati-hati juga sama sekeliling lo, banyak orang jahat soalnya, " Ujar Brian seraya melirik ke arah Elvaro sekilas, lalu tersenyum menjengkelkan kemudian.
Kata-kata itu terdengar sangat Familiar di telinga Starla. Namun ia memilih mengabaikan saja, melambaikan tangan Pada Brian yang lantas berjalan Pergi, lalu mengajak Elvaro berbicara di taman saja.
keduanya duduk di bangku taman, dengan Elvaro yang kini menatap Starla dalam
" Pamanku datang ke rumah, buat ulah ibu nggak suka dia mabuk-mabukan tapi dia nggak terima nasihat ibu. Dia ngamuk karena ibu nggak Pinjamin dia uang beli minuman. ibu didorong sampai menubruk kaca lemari. Karena itu ibu jadi masuk rumah sakit, " ungkap Elvaro lagi
Elvaro menghela napasnya, merasa bersalah. " Aku minta maaf Starla. Aku minta maaf karena udah tinggalin kamu,"
" Aku udah maafin kamu, " Ujar Starla sekenanya seraya memperbaiki Posisi tate bag-nya
" Aku nggak maksud ..... "
" iya aku ngerti El, " Potong Starla, Dari cara bicara gadis itu sedikit cuek, Elvaro mengerti jelas kalau gadis itu sebenarnya masih marah kepadanya
" Ibu Kamu gimana keadaannya ? tanya Starla mengalihkan Pembahasan
Elvaro menatap sejenak sebelum menjawab, " ibu udah siuman Untungnya nggak terjadi Pendarahan yang fatal,"
Starla manggut-manggut sekenanya. sejujurnya Starla masih kesal karena tindakan Elvaro kala itu. Namun ia juga tidak bisa egois dan menyalahkan Elvaro sepenuhnya. Elvaro memang salah, namun Elvaro melakukan itu karena sedang Panik mendengar kabar ibunya kecelakaan.
" Aku mau jenguk ibu kamu, "
Elvaro mengangguk mengiakan, Argh rasanya tidak nyaman dengan suasana canggung seperti ini
" Udah ih, kaku. banget sih kamu melawak kek atau ngapain gitu, " Kekeh Starla kemudian berusaha mencairkan suasana
" anak buah Devan ada temui kamu,"
Starla spontan memudarkan tawanya, seketika ingat kejadian di mana lelaki berwajah menyeramkan itu berusaha menculik dirinya. Namun Elvaro tidak Perlu tahu, Starla tidak ingin Elvaro khawatir karena itu dan menyalakan dirinya sendiri. jadi Starla hanya mengerdikkan bahu malas,
" Udah ah mendingan ke rumah sakit. Aku juga mau ganti gips aku. Pokoknya kamu harus temani aku, ?
Elvaro menatapnya, " Anak buah Devan coba buat culik kamu ?
Percuma saja, Elvaro tidak bisa dialihkan Pembicaraannya. Starla lantas mengembuskan napasnya lalu mengangguk, " iya, anak buah Devan hampir Culik aku setelah kamu Pergi tinggalin aku di bianglala dia kejar aku Tapi aku berhasil menghindar dari dia,"
Elvaro memejamkan matanya merutuki kebodohannya sendiri seharusnya ia tidak meninggalkan Starla waktu itu. Dia Pasti bisa melindungi Starla ketika anak buah Devan bergerak melakukan aksinya
Starla mengembuskan napasnya lagi melihat raut wajah Elvaro yang terlihat lemah seperti itu, " Aku nggak bakalan maafin kamu kalau kamu salahin diri sendiri, " titah Starla kemudian
" Aku minta maaf Starla. Aku udah buat kesalahan,"
" Aku udah bilang, aku udah maafin kamu ! Udah deh nggak usah bahas itu lagi Aku males El, " Starla menatap Elvaro menghela napasnya Pelan
" Aku memang kecewa sama kamu Tapi aku lebih kecewa kalau kamu kelihatan lemah kayak gini, " hardik Starla kesal.
" Kamu udah sadar kesalahan kamu Jadi yang harus kamu lakuin untuk ke depannya adalah melindungi aku, Lindungin aku dari anak buah Devan, El,"
Elvaro mengepalkan tangannya geram. Amarahnya benar-benar memuncak dengan Devan. Dia tidak bisa berdiam diri saja melihat apa yang sudah Devan lakukan Pada adik dan gadisnya ini
Elvaro mengenggam tangan Starla kemudian, lalu menatap Starla dengan intens," Aku Pasti akan melindungi kamu Starla, "
...•••••...
Elvaro membanting deretan bir yang ada di rak dengan amarah yang membuncah. Memekik-mekik di ruangan yang minim cahaya tersebut membuat keributan
" DI MANA LO, DEVAN ? KELUAR LO !"
anak-anak buah Devan mengadang jalanya, Elvaro menepis mereka semua dan memaksa masuk. Menemukan Devan yang sedang bermain biliar di ruangan berukuran lima meter Persegi tersebut. Langsung saja berjalan mendekat dan memukul wajah lelaki itu dengan urat
Elvaro menarik kerah bajunya, mencengkram kerah lelaki itu dengan sekali bogeman di leher yang kian kentara. Devan menggerakkan tangannya mengisyaratkan kepada anak buahnya untuk tidak menyerang Elvaro sekarang
" APA MAU LO, BERENGSEK MAU APA LO SAMA ADIK DAN PACAR GUE ?
Devan menyeringai, " sesuai Perjanjian,"
" Persetan ! Gue nggak pernah Punya Perjanjian apa pun sama lo,"
" Mungkin lo lupa ya biar gue ingatkan. Adik lo Punya Utang yang Perlu dilunasi, dan lo memilih Pertaruhkan cewek lo buat menyelamatkan adik lo, ingat,"
Rahang Elvaro mengeras. Mengepalkan tangannya geram.
__ADS_1
" Adil Gue Nggak Pernah Berutang sama Lo,"
" Gara-gara dia gue udah rugi sampai miliaran rupiah. Menurut lo dia nggak bakal tanggung jawab,"
Elvaro rasanya ingin memukuli lelaki itu di depannya lagi
" Pokoknya dalam seminggu ini, lo harus serahin cewek lo kalau enggak kami bakal ambil adik lo,"
Elvaro menggeram, " Persetan ! Gue nggak bakalan serahin apa pun sama lo Camkan itu ! hardik Elvaro Penuh Penekanan. Mendorong Devan kasar dan berbalik badan Pergi
" Gimana Bos ? tanya salah satu anak buah Devan seusai Elvaro meninggalkan markas mereka
" Kita tunggu dulu. Kalau dia nggak juga menyerahkan salah satunya .... " Devan menoleh datar ke samping, " Kita ambil kedua-duanya Adik sekaligus Pacarnya,"
...••••...
Tiga tahun kemudian
suasana malam yang mencekam ditambah dengan aura menakutkan dari orang-orang berpakaian hitam yang kini memenuhi ruangan tamu membuat Elvaro semakin terjaga, Elvaro lantas menarik Melati ke belakang Punggung, melindungi adiknya yang tengah ketakutan itu
Wulan kala itu mengenakan kursi roda memegang tangan Elvaro
gemetar, Melati terus menangis ketakutan sembari bersembunyi di belakangnya
" jangan ganggu Keluarga gue,"
Lelaki yang memakai Jaket kulit hitam dengan kumis tipis itu tertawa sinis
" Gue nggak ganggu keluarga lo, Gue cuma menuntut ganti rugi sama adik lo, " Ujar Devan menatap Menatap melati dengan tajam, Melati Semakin mencengkeram baju Abangnya takut
" seandainya adik lo nggak lapor tempat bandar gue ke Polisi, barang-barang gue Narkoba nggak bakalan disita. Lo tau berapa total kerugian gue Hampir dua miliar, Untung gue berhasil kabur,"
Devan melangkahkan kakinya mendekat, " Gue masih dendam sama lo Elvaro Niat buat bunuh lo juga masih ada dan sekarang malah adik lo yang cari masalah sama gue. Lo mau mati sekeluarga,"
Elvaro menunjuk wajah Devan geram, membuat urat-uratnya sampai timbul,
" sekali aja lo berani melukai keluarga gue, gue nggak bakalan tinggal diam Devan,"
Bukannya takut Devan malah tertawa terbahak-bahak, " Lo lihat .... " Devan memamerkan Pasukannya di belakang," Lo sendirian Elvaro, sekuat apapun lo nggak bakalan bisa mengalahkan gue,"
Elvaro mengepalkan tangannya keras,
" Apa mau lo ? Berapa ya lo Mau ?
" Gue itu mau adik lo Dan ibu lo juga boleh kok Bahkan Sebenarnya jual organ-organ adik dan ibu lo juga belum cukup buat ganti rugi Tapi karena gue baik gue cuma minta satu aja deh sama lo gue mau adik lo,"
Wajah Elvaro memerah urat lehernya semakin kelihatan di kulit,
Devan tertawa sinis, lalu mengerdikkan dagu memerintahkan anak buahnya untuk mengambil Melati dari Elvaro. Elvaro tentu tidak terima dan diam saja, spontan melawan orang-orang itu sekuat tenaganya. Namun Pada akhirnya Percuma saja jumlah mereka yang lebih banyak mendominasi keadaan
" jangan bawa adik gue, " lirih Elvaro susah Payah tenaganya melemah Wulan terus histeris memohon kepada orang itu agar tidak membawa Putrinya
Devan mendecak seraya menggeleng,
" Elvaro yang malang,"
" Gue .... gue bakal lakuin apa pun asal lo nggak bawa adik gue ... "
" Apa yang bisa lo lakuin ? Kayak lo Punya uang aja buat ganti rugi Kecuali lo kasih gue sesuatu yang bernilai, " Devan terdiam beberapa saat, refleks memikirkan sesuatu," Tunggu dulu, bukannya lo Punya Pacar yang kaya ya ?
Elvaro membesarkan bola matanya, tahu betul siapa yang Devan maksud
" Ah ! si Youtuber itu. Dia orang kaya
kan ? Dia juga Cantik badannya Proporsional juga kalau di jual selain organnya tubuhnya juga bisa di manfaatkan Dan ketenarannya juga bisa dimanfaatin buat menghasilkan uang, " Devan seketika berbinar," Gue Punya ide, gimana kalau lo korbanin Pacar lo buat selamatkan adik lo,"
" Bajingan, " lirih Elvaro emosi. Namun ia yang sudah lemah, tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghajar lelaki di hadapannya itu
" Gimana ? Lo Setuju ?
Elvaro benar-benar bimbang. Di satu sisi dia ingin menyelamatkan Melati di sisi lain dia juga tidak ingin mengorbankan Starla. Otaknya benar-benar blank untuk memikirkan solusi sekarang jadi dia hanya memilih diam
" Gue anggap lo Setuju, Oke gue lepasin adik lo dengan syarat lo harus serahin Pacar lo secepatnya, " Devan menegakkan diri, menghampiri Melati yang menangis dan lantas mendorong gadis itu.
" Antar cewek lo ke markas gue lusa. Alamatnya gue kirim Besok dan Dan ingat jangan main-main sama gue kalau lo nggak mau adik lo menanggung konsekuensinya, " seloroh Devan Penuh Penekanan sebelum balik badan Membawa anak buahnya turut Pergi
Namun Elvaro tidak Pernah menyerahkan Starla, justru malah melaporkan kepada Polisi letak markas Persembunyian mereka dan sukses membuat Devan ditahan, Lalu Elvaro kabur ke kota lain Kita Malang yang kini yang ia tinggali Namun Sialnya kini Devan telah kembali tentu saja, menagih Perjanjian laknat itu
...••••...
Elvaro menelusupkan daun kering yang Jatuh dari Pohon ke rambut gadisnya. Starla yang sadar spontan menyisir rambutnya dengan jari, lalu memekikkan nama Elvaro cempreng
" Elvaro, ih ! Masih tempelin daun kering ke rambut aku sih ? Aku di sangka orang gila entar, " sungut Starla seraya mengerucutkan bibir sebal Elvaro hanya terkekeh seraya mengelus-elus rambut gadis itu, merapikannya
" Nggak Peduli mau bilang kamu itu orang gila atau mungkin sakit jiwa, sekalipun," Starla menyikut Elvaro mendengar kalimat lelaki itu barusan Elvaro menarik sudut bibirnya, melanjutkan," Ya Penting bagi aku, kamu itu tetap gadisku,"
Pipi Starla refleks memanas. Menahan sudut bibirnya agar tidak tertarik naik.
Mereka sedang berjalan di Pinggir jalan, baru saja Pulang dari rumah sakit sesuai Starla melepas gips di kakinya. Setelah sekian lama, akhirnya Starla tidak bergantung Pada tongkat untuk berjalan Starla menarik sudut bibirnya lega
Di depan Penjual batagor, Elvaro tiba-tiba menghentikan langkahnya setelah menerima Pesan dari seseorang Elvaro membeliakkan matanya lantas melihat ke arah gadis itu,
" Aku harus Pergi Starla,"
__ADS_1
Starla menoleh cepat, " Ke mana ? kita nggak jadi jalan-jalan,"
Elvaro menghela napasnya merasa tidak enak, " Aku harus ke sekolah Melati,"
" Memang kenapa Melati,"
" Gurunya bilang Melati berantem. Aku nggak tau masalahnya apa makanya aku mau ke sana sekarang," Elvaro mengulum bibir, berpikir sejenak," Kamu Pulang aja ya,"
" Aku mau ikut,"
" Nggak usah kamu istirahat aja, aku nggak mau kamu kerepotan Biar aku Panggil taksi," Elvaro baru saja ingin memanggil taksi, namun Starla sudah lebih dahulu menahannya.
" Nggak usah. Aku mau main ke taman dulu,"
" Sendiri ? Nggak apa-apa,"
" Kalau aku maksa kamu buat ikut kamu juga Pasti nggak akan mau kan," Starla tersenyum sekenanya, " Nggak apa-apa,"
" Ya udah aku Pergi dulu,"
Dengan tidak enak hati, Starla tersenyum tipis. Lalu mengangguk sebelum kemudian Elvaro benar-benar Pergi meninggalkannya
Starla tahu, Bagi Elvaro Prioritas utamanya adalah ibu dan adiknya wajar mereka adalah keluarganya. sementara Starla hanya orang asing yang masih belum jelas apakah akan menjadi keluarga barunya atau tidak. Dan Starla cukup sadar diri dengan Posisinya saat ini
Gadis itu bermain ayunan sendirian, menikmati semilir angin sembari memperhatikan bocah empat tahunan yang sedang bermain bola plastik di depannya. Refleks berjengit kaget dan memekik tertahan ketika tiba-tiba ada kucing yang menggelayut di kakinya. Starla langsung mengangkat kaki dan menutup muka, setakut inilah ia Pada hewan berbulu lembut dan berkumis ini.
" Udah, Udah, Pergi kucingnya,"
Starla mendongakkan kepala, melihat Brian yang kini tengah tersenyum manis Kepadanya
" Sendirian aja nih mbaknya. Maungnya ke mana ? cibir Brian lalu duduk di ayunan sebelah Starla
Starla mendecak, Brian hanya terkekeh tanpa dosa, " Lo ngapain ? Bikin vlog,"
" Enggak Lagi nggak mood,"
Brian berdeham menerka-nerka sesuatu, " Pasti lo lagi galau, kan ?
" Dih, sotoy banget. Gue lagi gabut aja,"
" Daripada lu gabut, mending lu dengar lagu aja," ujar Brian
Starla menoleh, Brian menyodorkan sebelah earphone-nya Pada Starla Gadis itu mengambilnya dan memasangnya ke telinga. Mendengar musik dari Tulus hati-hati di jalan earphone Brian
Lagu itu sukses membuat Starla jadi bernostalgia ketika ia masih bersama Daniel. dulu mereka sering mendengarkan lagu itu
Tunggu bagaimana bisa kebetulan
" Hati-hati juga sama sekeliling lo banyak orang jahat soalnya ?
Kalimat Brian tempo hari seketika terngiang di kepalanya. Starla baru menyadari satu hal, itu kalimat yang mirip yang pernah Daniel ucapkan dulu
Brian tahu banyak tentannya Brian tahu kalau Starla fobia kucing Brian tahu kue kesukaannya Bagaimana bisa semua itu kebetulan ?
seluruh tubuh Starla seketika merasa merinding. Gadis itu lantas melepaskan earphone-nya spontan menoleh ke arah Brian. " Siapa Lo Sebenarnya ?
Brian mengerjap. Tidak mengerti
" Lo mirip kayak .... " Starla menggeleng, " Apa lo itu sebenarnya Daniel ?
Terjadi keheningan sesaat di antara mereka. Baik Starla dan Brian sama-sama saling Pandang tidak bersuara sampai akhirnya Brian tiba-tiba mengeluarkan suara tawanya
" Sejak Kapan gue Potong kambing ubah nama jadi Daniel,"
Starla menatapnya tidak Percaya. Tidak yang ia Pikirkan mungkin memang tidak masuk akal Tapi bisa jadi kan ?
" Lo Daniel, kan ? Cuma Daniel yang tau banyak soal gue. Siapa lo Sebenarnya ?
Brian tidak langsung menjawab hanya memandangnya Lalu tersenyum dan memasang kembali earphone-nya, " Entar lo juga bakal tau siapa gue, "
...••••...
Starla tidak mengerti maksud kalimat Brian saat di taman tadi Brian tidak menjawab Pertanyaan tidak masuk akalnya, malah mengalihkan Pembicaraan tiap kali ia bertanya Starla jadi Penasaran apa yang sedang Brian sembunyikan
Starla membuka kunci Pintu rumahnya. Orangtuanya sudah kembali Pulang ke Bekasi jadi hanya tinggal dirinya saja di rumah saat ini Starla melangkahkan kakinya masuk Menekan saklar dan menghidupkan lampu
Langkahnya tiba-tiba berhenti memicingkan mata sejenak menyadari kalau ada seseorang yang sedang duduk di sofa ruang tamu
Orang itu duduk membelakanginya, Starla melangkahkan kakinya lebih dekat. Memeriksa siapa orang itu Starla memiringkan kepala, mencoba menerka
" Mario "
Orang itu berdiri, Starla mengerucutkan keningnya bingung
" Bukan Starla, "
Starla menaikkan sebelah alisnya, jika bukan Mario lalu siapa ?
Orang itu balik badan, menghadap dirinya Seketika itu juga Starla sukses hampir saja kehilangan keseimbangannya tidak menyangka
" Gue Daniel,"
...••••...
__ADS_1