
" karena aku mau kita bertunangan, kamu mau kan,"
Starla menggigit bibir gemas. Memekik bertahan sembari memeluk gulingnya erat-erat, berguling-guling kegirangan di atas kasur, Demi apa Pun, dia tidak bisa menahan senyumnya sejak Elvaro mengatakan kalimat manis itu Padanya.
Duh ... kenapa Elvaro harus mengatakan kalimat itu sih ? Starla jadi merasa berbunga-bunga sampai sekarang, kan ?
Ponselnya tiba-tiba berdering. Rupanya Elvaro sedang Video call.
" Waduh, waduh !" Starla seketika heboh sendiri. Buru-buru duduk dan segera merapikan rambutnya. Mengambil cermin di atas nakas, memeriksa diri. " Duh, Elvaro segala ajak video call lagi ! Gue kusut nggak, ya ? Gue belekan nggak nih Duh ada cabai nggak ya di gigi gue ? Oke semua aman, fix,"
Starla menarik nafasnya dalam-dalam Supaya kelihatan tenang dan biasa saja di depan Elvaro nanti " Santuy, Santuy Be Calm, Oke Angkat,"
Dengan keyakinan penuh, Starla Akhirnya menekan tombol terima Panggilan. Menampilkan wajah Elvaro di layarnya kemudian.
" Kenapa ? tanya Starla dengan raut wajah santai Padahal Starla sebisa mungkin menyembunyikan semburat merah di Pipi. terlebih ketika melihat wajah Elvaro di layar yang semakin hari semakin tampan saja Bukannya menjawab, Elvaro malah senyum-senyum sendiri Duh mana Senyumannya manis sekali Pula
" Kenapa sih, senyam-senyum,"
Elvaro Terkekeh, " Kenapa Pipi kamu merah ? Habis bikin tutorial make up Joker, ya,"
Starla langsung memegang pipi kirinya. Sial ternyata semburat merah di Pipinya terbongkar juga
" Apaan sih ! Celetuk Starla sebal berusaha menahan senyum
" Kamu juga ngapain tiba-tiba video call aku ? selama bertahun-tahun menghilang, baru sekarang berani hubungi aku,"
Elvaro Terkekeh, " jadi Selama ini kamu nungguin aku hubungi kamu ?
" Nggak ! Nggak juga, Nggak mengharapkan juga,"
" Masa "
" iya Ngapain juga mengharapkan yang nggak Pasti,"
Elvaro tertawa kecil, " Aku juga sebenarnya nggak Pengin ajak kamu video call,"
Starla mengernyitkan kening, " Kenapa ?"
" karena Penginnya ngapelin langsung Masih kangen Pandangi wajah Gadisku secara langsung,"
Starla refleks tersenyum kecil
__ADS_1
" Gembel terus,"
" Gombal Sayang,"
Sial. Pipi Starla makin memanas di buatnya, " Sayang, Sayang kepalamu di-sleding kuyang,"
Elvaro tertawa. Alhasil Starla juga tidak bisa menahan senyumnya. Elvaro Tersenyum menatap Starla lembut kemudian
" Besok ke kampus ?
Starla mengangguk, " Kamu sendiri Gimana, " Starla berdeham, " by the way kamu lanjut kuliah El, "
Elvaro berdeham sejenak, " Mungkin aku bakal coba aja tahun depan,"
" jadi .... kamu nganggur,"
Elvaro manggut-manggut, " Kemarin Ekonomi keluarga lagi susah. Aku fokusin cari biaya hidup buat ibu dan bayar biaya sekolah Melati. jadi aku milih buat enggak kuliah dulu,"
" Tapi sekarang udah stabil semenjak Pelanggan kafe meningkat. jadi kamu enggak Perlu Khawatir Buat menafkahi kamu aku mampu kok,"
Starla tersenyum, " Nggak usah ngomong kalau Cuma dibaperin doang,"
Elvaro tersenyum kecil. " Kalau baper, aku tanggung jawab kok,"
" Aku bawa kamu ke KUA tapi sebelumnya aku ketemu orangtua kamu dulu, dapatkan restu beliau. Gimana,"
Starla menahan senyum, " Coba aja kalau berani, temui Papa aku,"
Elvaro terkekeh, " Oke, Tapi jangan ditunggu,"
" Kenapa ?
" Entar nggak suprise lagi. jadi kamu pura-pura nggak tau aja,"
" Kamu itu Serius atau cuma main-main doang sih,"
Elvaro menahan senyum, lalu mengedikkan bahu, " Nggak tau,"
" Elvaro ih,"
Elvaro terkekeh, " Besok mau ketemuan,"
__ADS_1
" Ngapain ?"
" Mau temu kangen sama Gadisku, "
Starla refleks Tersenyum, " Temu Kangen terus alasannya kemarin kemarin ke mana aja,"
Elvaro tidak menjawab, hanya tersenyum tanpa dosa, " Udahan,"
" Apanya yang Udahan,"
" Teleponannya. Udah malam, istirahat sana ! Biar ada energi buat ketemuan Besok,"
Starla mencebikkan bibir mencibir
" Ya udah matiin,"
Elvaro mengangguk, Melambaikan tangan Pada kamera dan izin Pamit sebelum benar-benar mengakhiri Panggilan.
Baiklah. sepertinya, Starla akan susah tidur malam ini.
...••••...
" Orang itu, Mbak ! Pramusaji itu menunjuk seseorang dengan Hoodie hitam yang baru saja keluar dari kafe
" ini bisa tolong diambil Mbak Pegal ini saya Pegangnya,"
Starla Tersentak dan mengangguk mengambil bungkusan tersebut dan segera mengejar orang tadi Namun Sialnya orang tadi sudah keburu hilang ditelan kerumunan
" itu tadi siapa ya,"
Starla masih Penasaran entah Siapa yang sudah memberinya Chesee burger itu m Anehnya bagaimana bisa orang itu tahu bahwa Chesee burger itu kesukaannya ?
Starla terlalu sibuk menerka-nerka siapa orang itu sampai lupa bahwa ia ada janji bertemu dengan Elvaro. ia lantas segera Pergi, ke tempat di mana mereka akan bertemu. Starla berdiri di Pinggir trotoar, celingukan mencari keberadaan Elvaro Lantas langsung tersenyum semringah tatkala mendapati Elvaro sedang berdiri di seberang sana
" El ! Starla melambaikan tangan
Elvaro melihat ke arahnya, turut tersenyum dan melambaikan tangan
Merasa jalan sudah sepi, Starla berniat menyebrang. Namun sayangnya sebuah mobil dengan kecepatan tinggi tiba-tiba muncul dari tikungan menabrak Starla spontan tanpa diduga-duga membuat tubuh Starla terpental di jalan raya
BRAKKK
__ADS_1
Demi apa pun, dunia Elvaro seketika berhenti saat itu juga
...••••...