
Starla memundurkan kakinya sampai masuk ke kolong bangku taman mengusap-usap tangannya Pelan, berusaha mendapat kehangatan di sela udara malam yang dingin seperti ini. Tangannya tiba-tiba ditarik ke samping oleh seseorang. Starla spontan menoleh ke samping, mendapati Elvaro yang kini tengah menggenggam tangannya hangat. Elvaro menatapnya teduh, lalu mengangkat tangannya tepat di depan bibir lelaki itu. Elvaro meniupnya mengangkat tangannya tepat di depan bibir lelaki itu. Elvaro meniupnya sekali-dua kali agar meringankan suhu dingin yang gadisnya itu rasakan
" Kalau kamu butuh kehangatan, aku ada buat kamu Starla, " Starla menatap mata Elvaro dalam. Namun kalimat Daniel kemarin masih terngiang di kepalanya membuat Starla Perlahan menjauhkan tangannya, Lalu mengalihkan Pandangan, " kamu udah nunggu lama,"
Starla tersenyum tipis, ia menggeleng Pelan
" Maaf tadi Melati minta aku temanin ke toko buku sebentar. Terus ibu juga tadi nggak enak badan jadi aku bawa ke rumah sakit dulu sebelum ke sini,"
Starla mengulumkan bibir, lalu mengangguk, " Aku maklum kok El aku udah cukup terbiasa bukan jadi yang utama Nggak di keluarga di hubungan Pun yah ... " Gadis itu mengerdikkan bahunya sengaja menggantungkan kalimatnya
Elvaro mengernyit, " Kamu kok, ngomong Gitu Starla,"
Starla malah menoleh, " Aku ada di nomor berapa, El,"
Elvaro menatap Starla bingung. Tidak biasanya gadis itu bersikap demikian
" Udahlah lupain aja,"
Elvaro memutar tubuh Starla agar kembali menghadapnya, " Bagi aku kamu nggak Perlu ditempatkan di nomor berapa Pun untuk jadi orang yang Penting buat aku Tanpa nomor Pun bagi aku kamu itu Penting Starla,"
Mata Starla berkaca-kaca menatap dalam Elvaro kemudian, " Terus kamu kenapa rela ajuin diri aku demi selamatkan adik kamu El,"
Elvaro menurunkan tangannya Perlahan," Kamu ngomong apa Starla,"
Starla menghapus air matanya
" Aku Tanya sama kamu tapi aku mau kamu jawab yang jujur,"
Elvaro menatapnya, mendengar kelanjutan Kalimat gadisnya
" Kenapa Devan dan orang-orangnya kejar aku, El ,"
Elvaro menaikkan alisnya, " Aku, kan udah Pernah kasih tau kamu kalau ..."
" Bukan itu yang mau aku dengar dari kamu El, " isak Starla Pelan, sebisa mungkin menahan dirinya untuk tidak menangis lagi
" Kamu bikin aku jadi incaran Devan demi selamatkan adik kamu, kan ?
Elvaro terhenyak kaget, Dari mana Starla mengetahui hal itu ?
Elvaro memilih diam hari itu. ketika Devan menukar Melati dengan Starla Elvaro tidak bisa berbuat apa-apa atau melakukan Pembelaan apa pun Demi Starla. karena Posisinya Elvaro harus menyelamatkan Melati hari itu.
Walau begitu, Elvaro sama sekali tidak menyerahkan Starla Pada Devan sepertinya Starla salah Paham
__ADS_1
" Starla dengar aku, aku nggak tau kamu dengar soal itu dari siapa Devan memang menawari aku buat menukar Melati sama kamu. Tapi sumpah demi apapun aku sebenarnya nggak mau Starla, aku Memang diam dan nggak bisa berbuat apa-apa karena waktu itu Posisinya aku ..... "
" Kamu harus melindungi Melati iya, kan ? Starla manggut-manggut mengerti Sial, air matanya luruh juga Pada akhirnya
" Starla, " Elvaro menyentuh Punggung tangan Starla, tapi gadis itu spontan menjauhkan tangannya Air mata gadis itu menetes lagi.
" Lagi-lagi kamu korbanin aku, El," isak Starla sendu sembari menundukkan kepalanya. ini bukan Pertama kalinya Elvaro mengorbankan
" Starla kamu salah Paham Aku nggak sama sekali nggak maksud ..."
" Kamu tau nggak sih ? Aku merasa bego banget Pas kamu bilang mereka incar karena aku cantik, aku terkenal," Starla tertawa hambar namun tetap meneteskan air matanya terisak sendu, " Padahal kamu lagi bohongin aku El,"
" Starla, " Panggil Elvaro. Benaknya Pun terasa sesak melihat gadisnya menangis begini Demi apapun Elvaro sama sekali tidak ingin menyakiti gadisnya lagi
" Seberapa bermakna sih aku bagi kamu, El ?
" Kamu lebih sekadar kata-kata manis yang sering aku ucapkan Starla kamu sangat bermakna buat aku,"
" Tapi aku butuh Pembuktian El,"
" Aku bakal buktikan Starla,"
" Kamu udah terlanjur bikin aku Kecewa,"
" Kamu Cuma salah Paham Starla,"
" Starla aku sama sekali nggak ada niat korbanin kamu. aku cinta sama kamu Nggak mungkin aku Biarin mereka tangkap kamu aku selalu lindungi kamu Starla,"
" Tapi aku udah nyerah, El, " isak Starla lagi Tangisnya kembali Pecah
Batin Elvaro teriris Gadisnya menyerah Apa itu artinya ?
Starla mengusap air mata, lalu kemudian melepaskan cincin lamarannya. menyodorkan benda itu Pada Elvaro kemudian. Dulu Elvaro yang selalu Pergi meninggalkannya. Tapi kali ini Starla memilih Pergi darinya
" Aku udah nyerah El sama hubungan kita, " cicit Starla lagi seraya terisak lalu bergerak Pergi dari taman
sebulir air mata Elvaro menetes, Starla menyerah
" Starla, Tunggu,"
Elvaro berusaha mengejar. Namun Starla sudah lebih dulu masuk ke dalam taksi. Elvaro mengetuk pintu kaca agar Starla keluar namun Starla tetap tidak menggubris dirinya dan lantas Pergi
Starla Pergi. jadi sesakit ini rasanya ketika ditinggal orang yang ia sayangi
__ADS_1
" Starla ! Elvaro baru saja ingin melangkahkan kakinya ketika seseorang menutup kepalanya dengan karung hitam
" Siapa lo ! Lepas ... "
BUGH
kepala Elvaro di Pukul besi. Lelaki itu sukses tidak sadarkan diri kemudian
...••••...
Sarung hitam Pada kepalanya dibuka Elvaro membuka mata dan mendapati Devan yang sudah berdiri di hadapannya
" Berengsek !
Tangannya sudah diborgol di belakang Pundak, Kini ia dibuat berlutut oleh dua orang anak buah Devan
Devan tertawa licik, " Kenapa lo ? Mau lawan gue ? silakan, "
Elvaro menggeram. kalau saja kondisinya tidak terborgol dia Pasti menghajar Devan sekarang juga
" Bang El, "
Elvaro menoleh ke sumber suara. Membeliakkan matanya melihat Melati yang baru saja terjatuh tepat di depan matanya Lalu kembali dicengkeram oleh kedua orang yang membawanya
" Bang El ! Pekik Melati lagi, memberikan tatapan ketakutan kentara seraya terus berontak melepaskan diri
" Me- Melati ... " Elvaro spontan melirik Devan Penuh amarah, " Mau lo apain adik gue, bajingan,"
Devan tertawa. Persis seperti seorang mafia di acara TV, " Gue Udah kasih lo waktu seminggu Elvaro Tapi lo tetap Nggak serahin cewek lo ke gue Dan sekarang lihat .... " Devan menunjuk ke arah Melati, " Gue ambil adik lo,"
Devan memerintahkan anak buahnya menyeret Melati ke tempat Para sandera wanita ditahan. Melati mememik memanggil namanya begitu Pula Elvaro terus mengumpat meminta agar adiknya dilepaskan
" UPS .... Sorry gue bukan orang baik Elvaro jadi Permintaan lo nggak bakal gue turuti,"
" Berengsek ! lepasin adik gue,"
Devan Tertawa sinis, " Pas banget hari ini selain urusan adik lo sama gue selesai gue juga mau balas dendam sama lo sekaligus,"
Elvaro terus memberontak berupaya melepaskan diri
Devan menarik sebelah sudut bibirnya, lalu mengerdikkan dagunya," Hajar dia habis-habisan, lalu rekam setelah itu kirim ke Pacarnya,"
Elvaro mulai mendapatkan satu Pukulan keras dari orang di belakangnya Di lanjut dengan anak buah Devan lainnya yang mulai melayangkan besi dan sebilah kayu mereka untuk menghajar lelaki tersebut
__ADS_1
" kalau lo nggak mau serahin Cewek lo ke gue, gue bakal bikin cewek lo sendiri datang sendiri ke gue,"
...•••••...