DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 16 Kejelasan & Pernyataan Perasaan


__ADS_3

...Saat cinta mulai datang aku ingin engka ! tanya Elvaro Pada salah satu anak OSIS yang masih ada di sekolah tepat baru saja keluar dari ruangan OSewek itu sempat kaget karena Elvaro mengajaknya berbicara. sedikit takut dengan Elvaro, tentu saja karena rumor buruk tentang cowok itu. " Ta-tadi ke rooftop sama cowok, " jawab cewek itu. cepat tidak berani menatap Elvaro, berharap cowok itu segera Pergi dan tidak melakukan apa-apa Padanya seperti yang dikatakan orang-oravaro menghela nafasnya gusar. setelah mengucapkan terima kasih sekenanya. Elvaro langsung saja berlari menaiki tangga. sesegera mungkin mencapai rooftop. Benar-benar tidak bisa mengendalikan rasa Paniknya sendiri Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Pada Starlmun sialnya, Elvaro terlambat Di atap kosong sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sana, " Starla, " gumam Elvaro melemas dengan napasnya yang masih terengah-eng dan Ardian sudah tidak ada lagi sana. Elvaro tidak tahu lagi ke mana lagi mereka Pergi. Yang lebih ditakutkan Elvaro adalah Ardian benar-benar berhasil berbuat macam-macam dengan Starla. Elvaro benar-benar tidak bisa mentolerir jika hal itu benar terjadetika Ardian mengatakan dia akan merusak Starla, jantung Ardian benar-benar tidak bisa berdetak dengan normal sampai sekarang Apa yang terjadi dengan Starla saat ini Apa cewek itu baik-baik aja ?...


varo menoleh ke belakang itu suara Starla. Ternyata itu gadisnya Dengan mengembuskan napasnya lega Elvaro segera bergerak mendekati cewek itu. Berjalan cepat menghampiriata Rara lo cariin gue Makanya gue susulin lo ke .Starla tersentak kaget. Elvaro baru saja menariknya ke dalam rengkuhan cowok itu. Memeluknya erat. Seolah tidak ingin melepaskan cewek itu Bahkan Starla bisa mendengar Jantung Elvaro yang berdegup cukup kencang ketika telinganya bersandar Pada dada bidang Elvaro. Perlahan tapi Pasti cewek itukemudian membalas Pelukan Elvaro.i saat gue bilang gue nggak mau lihat lo Kenapa-kenapa, gue benar-benar nggak bisa lihat hal itu terjadi sama lo, Starla, " Elvaro semakin mempererat Pelukannya, itu " Lo sukses jadi kelemahan gue,"


...•rdian nggak apa-apain elo, kantarla mengembuskan napasnya, Dari tadi Pertanyaan yang keluar dari mulut Elvaro itu-itu saja. sampai membuat Starla bosan mendengarny El, Ardian nggak apa-apain gue, tadi kami cuma ngobrol-ngobrol doang,"...


dengar Ardian bakalan merusak elo,"


Starla menaikkan Tatapan, memandang Elvaro yang kini tengah menatapnya dalam, Starla sedikit menggigit bibir sebelum kembali bersuara,


" Ya Ardian sedikit merusak gue, "


Elvaro sontak membulatkan bola matanya Starla mengganguk melanjutkan,


" Merusak otak gue tentang elo, Ardian itu banyak jelek-jelekin elo tadi, " Cewek itu menjeda kalimatnya sejenak, " Termasuk bilang bahwa lo itu nggak Cinta sama gue, " sambung cewek itu ragu-ragu


Starla menggigit bibir bawahnya Pelan sambil melihat Elvaro yang kini tengah menatapnya juga. Detik berikutnya ia Pura-pura tertawa kamu mencairkan suasana,


" Tapi dia sok tau banget nggak sih sok-sok menebak Perasaan orang lain kayak dia cenayang aja, "


" Gue .... memang ngomong gitu Starla,"


Starla refleks terdiam


" Terkadang apa yang dilarang malah jadi sebuah tantangan untuk dilakuin sedangkan apa yang diperhatikan, justru malah dilakuin sebaliknya,"


Starla masih belum mengerti


" Gue Pikir dengan ngomong kayak gitu, Ardian bakalan anggap Pancingnya buat gue sia-sia. Beda kalau gue ngomong terang-terangan cegah dia buat jangan apa-apain lo,dia Pasti malah semangat buat lancarkan niatnya dan benar-benar merusak elo, Gue Pikir cara gue itu mempan buat melindungi elo, Starla,"


Starla langsung menunduk, sedikit merasa deg-degan melihat Elvaro yang tampak tengah serius itu cewek itu lantas kembali mengoleskan antibiotik Pada luka Elvaro. Sekaligus berniat mengganti Pokok Pembahasan,


" Ardian juga bilang bahwa lo Pernah bikin mantannya hamil. Agatha juga sama Ngomong kayak gitu ke gue. Cuma bedanya, versi cerita mereka beda jadi yang benar yang mana dong, "

__ADS_1


" Agatha nggak Pernah hamil,"


Pernyataan Elvaro barusan membuat Starla langsung menaikkan tatapan bingung,


" Berarti Agatha itu udah bohong dong !" Starla terlihat tengah berpikir sesuatu, " jangan-jangan berita gosip buruk tentang lo selama ini sumbernya dari Agatha, ya " Elvaro mengangguk


" Kenapa lo nggak marah ? Agatha kan sebar gosip buruk tentang elo,"


" Percuma juga kalau marah. Dia sendiri nggak Pernah sadar sama kebohongan yang selama ini dia buat Starla, "


Starla membulatkan bola mata dan mulutnya baru tau. Pantas saja


cerita yang cewek itu ceritakan tidak sama


" Tapi dia udah kelewatan, " Cetus Starla tidak suka


" Gue nggak masalah selagi bukan orang-orang terdekat gue yang jadi bahan kebohongannya,"


Elvaro mengerdikkan bahu, " Dia marah sama gue karena gue nggak mau jadi Pacar dia. Gue juga nggak sangka ternyata dia Pacarin Ardian cuma buat Menarik Perhatian gue. Tapi ujung-ujungnya malah Ardian yang jadi salah Paham sama gue,"


" Masalah Kalian berdua cukup ribet ya, " Celetuk Starla asal


Elvaro tertawa kecil. Lalu memperhatikan cewek itu yang masih terus berusaha mengobati lukanya


Starla berhenti sejenak seraya menilik kasa dan Plester, sedikit bingung Bagaimana caranya melilitkan itu ke tangan Elvaro


" kayak gimana sih cara lilitnya Nyesel deh gue nggak Pernah masuk PMR,"


Elvaro Terkekeh gemas sebelum beralih menangkap dan mengunci Pergerakan tangan cewek itu. Starla tersentak sambil mengerjapkan kedua matanya, " Gue sama Agatha nggak ada hubungan apa-apa Dia bayar gue buat Jadi tukang ojeknya sementara, sampai dia dapat sopir Pribadi, " Elvaro menatap Starla seolah tengah berharap Starla memercayainya. " Dan dia juga bukan Mantan gue, "


Starla manggut-manggut mengerti


" Agatha mantannya Ardian, "

__ADS_1


Elvaro mengangguk. sedikit mengembuskan napas lega Mungkin Ardian sudah menceritakan itu kepada Starla


Starla berniat kembali membuka kasa ketika Elvaro menarik tangan cewek itu dengan sekali entakan. Membawa Starla agar duduk di sampingnya. Elvaro menyampingkan Posisi duduk sebelum menatap Starla intens


Elvaro menangkup sebelah Pipi Starla, meminta cewek itu menatapnya


" Tadinya Orang yang gue cintai cuma ibu dan adik gue. Tapi sekarang tambah satu Elo, "


Starla seketika mengerjapkan matanya kaget. Sial rasanya seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di dalam Perut Starla Cewek itu tidak bisa menetralkan detak jantungnya seketika Ada apa dengannya ?


" jangan lagi menghindar dari gue Starla,"


Untuk menutupi kecanggungannya. Starla memilih memamerkan giginya Polos, menyengir kaku


" Gue nggak tau harus ngomong apa dan gimana gue juga nggak yakin orang kayak gue layak buat memiliki lo,"


Starla memandang Elvaro, lelaki itu menatap matanya dalam.


" Apa lo bersedia, Cowok yang Punya nama buruk ini jadi Pacar lo,"


Pernyataan kali sukses membuat Starla membelalakkan bola matanya kaget. Meyakinkan dirinya sendiri kalau ia tidak salah dengar Elvaro spontan menurunkan tangannya dari Pipi Starla dan menyengir kaku Mengusap tengkuknya Pelan


" Sorry gue nggak tau cara nembak yang romantis Tapi gue harap lo ya itu,"


Starla mengerjap beberapa kali turut menetralkan ludahnya Lalu menatap Elvaro dalam,


" Seberapa buruk nama lo, itu tentang Pendapat orang-orang Tapi Pendapat gue ... " Starla menggeleng lalu tersenyum, " Beda,"


Elvaro menarik sudut bibirnya Senang mendengarnya


" l want to know you through my eyes, not my ears, Jadi gue bisa kenal lo lewat Pandangan gue, bukan Pendengaran gue dari orang lain ... " Starla menjeda kalimatnya, menggigit bawahnya menahan semburat merah di Pipi. Starla menatap Elvaro intens mengulum bibir, lalu mengangguk Pelan, " Gue mau jadi Pacar lo,"


Elvaro menarik sudut bibir. Starla menunduk sejenak, turut Tersenyum diam-diam, Lalu keduanya saling berpandangan, sama-sama tersenyum satu sama lain

__ADS_1


__ADS_2