
...Jadikan aku tempatmu berkeluh kesah jangan cuma sekedar singgah...
Hari ini datang angin rajin dengan berangkat sekolah lebih awal Mario bahkan sempat melihatnya heran, namun Starla hanya merespons dengan sebuah senyuman sebelum berpisah dengan cowok itu karena mereka beda kelas ?
ketika sedang asyik berjalan sembari menenteng tasnya, Starla tiba-tiba menghentikan langkahnya di depan mading. Merasa melewatkan sesuatu Starla balik badan dan mendekati mading. Mendapati adanya selebaran yang tampaknya baru ditempelkan di mading itu
" Lomba menulis esai nasional, " Starla manggut-manggut, ternyata ada lomba menulis esai. " Total hadiahnya delapan juta lebih .... Wow lumayan banget nih,"
Starla berbinar setelah membacanya. seketika saja teringat dengan Elvaro jika dilihat-lihat cowok itu sepertinya cukup pintar terbukti dari cowok itu yang kini menjadi tutor belajarnya
Starla Seketika berpikir, mungkin lomba ini cocok untuk Elvaro. Lagi pula lumayan untuk menambah biaya hidup cowok itu, daripada Elvaro harus melakukan Pekerjaan jahat itu ?
Starla kemudian memotret selebaran itu. Berniat menawari Elvaro untuk mengikuti lomba itu ketika bertemu dengannya nanti. Saat jam istirahat pertama, Starla kebetulan mendapati Elvaro baru saja keluar dari ruangan lab ketika ia sedang berjalan di koridor. Starla segera menghampirinya
" Starla, " Elvaro tersenyum mendapati kehadiran cewek itu
" Pas banget gue jumpa lo di sini," Ujar Starla semringah
Elvaro memiringkan kepala, tidak mengerti
" El, lo bisa nulis esai, nggak ?"
__ADS_1
Elvaro mengernyitkan kening, namun kemudian manggut-manggut, " Lumayan sih, "
" Lo udah lihat mading,"
Elvaro menggeleng, " Belum, Memang ada apa ?
Cewek dengan sweater abu-abu itu lantas tersenyum semringah mengangkat tangannya meminta Elvaro menunggu sebentar lalu menunjukkan gambar selebaran tadi Pada cowok itu. Elvaro menatap bingung tidak mengerti
" Hadiah juaranya lumayan loh El Total hadiahnya sampai delapan jutaan Lo nggak mau ikutan,"
Elvaro menimang sebentar. Bergumam lama namun kemudian mengembalikan lagi Ponsel Starla kepada cewek itu
Starla mengerucutkan bibir, agak Kecewa, " Kenapa enggak Lumayan, loh buat mengisi tabungan. Daripada lo harus lakuin Pekerjaan jahat itu kan,"
Elvaro diam sejenak, Elvaro sangat tahu Pekerjaan yang ia lakukan memang tidak benar dan jahat. Tapi Elvaro masih membutuhkan Pekerjaan itu, hanya itu satu-satunya jalan agar ia bisa menghidupi keluarganya
" Masih berat ya El, " terka Starla kemudian, " Apa Pekerjaan jahat lo sepenting itu ? Apa lo nggak mau coba Pekerjaan lain ? Pekerjaan yang nggak menyakiti siapa-siapa,"
Elvaro mengembuskan napasnya,
" Lo nggak ngerti Starla,"
__ADS_1
" Gue tau hadiah itu nggak sebanding sama hasil yang lo dapat kalau lakuin Pekerjaan jahat itu,"
Elvaro benar-benar bingung, bagaimana lagi caranya menjelaskan kepada cewek itu kalau Pekerjaan itu memang Penting baginya. setidaknya untuk saat ini,
" Mendingan lo balik ke kelas Starla, Gue nggak mau orang-orang lihat lo lagi sama gue,"
Wajah Starla mengerut, Refleks salah menafsirkan kalimat Cowok itu Starla lantas menatap Elvaro dalam, " Lo Takut orang lain lihat gue lagi sama lo ? Lo risi gue deket sama gue,"
Elvaro sontak menggeleng. sepertinya Kalimat yang ia lontarkan salah, " Nggak kayak gitu maksud gue, Starla Gue cuma nggak mau lo jadi kelihatan buruk Kayak gue di mata orang-orang,"
" Lo bilang gue Pacar lo,"
Elvaro mengembuskan napas Pelan di awal mereka Pacaran sudah ada konflik saja
" Starla Pekerjaan itu penting buat gue, Seenggaknya buat saat ini. Lo nggak akan ngerti,"
Starla hanya memandangnya tanpa suara menatap cowok itu datar sebelum kemudian berdecak kesal
" Terserah lo deh, " Ungkapnya kemudian sebelum berlalu Pergi meninggalkan cowok itu
...••••...
__ADS_1