
...Dalam manis gelakmu aku terjebak dalam semu...
" Udah, ah kita belajarnya segini aja. Refreshing dulu lah, " Ujar Starla berusaha santai seraya meregangkan tubuhnya
Pasalnya, sejak mereka mulai belajar di cafe, Elvaro terus saja terlihat gelisah. Meskipun Starla tidak tahu apa yang sedang cowok itu pikirkan namun cewek itu merasa tidak nyaman Juga kalau begini
Elvaro menaikkan tatapan, " Eh, "
Bahkan cowok itu ternyata tidak memperhatikannya. Starla menghela nafas, " Yang tadi itu .... bokap lo ya, " Tanya Starla ragu-ragu Meskipun sudah mendengar Panggilan Melati untuk orang itu tapi Starla masih sedikit takut salah
Elvaro menghela nafas sejenak, lalu mengangguk Pelan, " Mungkin lebih tepatnya cuma status orang Beliau nggak Pernah benar-benar lakuin kewajibannya sebagai seorang ayah dan sebagai suami, " Elvaro Terkekeh sinis, " Beliau nggak Pernah tanggung jawab, "
Starla hanya mampu menatap cowok di hadapannya itu miris. Bisa Starla tangkap kerapuhan yang bersembunyi di balik manik hitam cowok itu. Perasaan antara kecewa, marah, dan sedih yang membaur samar
" Hubungan kalian, seburuk itu ya ?"
Elvaro berani menatap Starla, tapi tetap Terkekeh untuk mencairkan suasana, " Entahlah. sampai mana sih tadi ?"
Starla tidak menjawab Hanya melihat cowok itu yang langsung pura-pura sibuk dengan buku. Dengan lembut Starla mengulurkan tangannya Menyentuh Punggung tangan Elvaro Pelan, seolah mampu menghibur cowok itu
Elvaro menilik tangan Putih itu. Tangan hangat yang menggenggam Punggung tangannya. Beralih menatap cewek cantik yang kini tengah memamerkan gigi-gigi Putihnya, Polos, tersenyum manis Entah apa yang ia rasakan tapi tampaknya ia merasa bersalah
" kita Belajarnya sampai sini aja deh, Lagian kelihatan gelisah banget nggak enak gue,"
Elvaro Tersenyum. " Gue nggak gelisah kita masih bisa lanjutin,"
" Enggak, ah tutornya malah melamun terus yang ada gue malah belajar sama abang Pengamen itu. Belajar nyanyi, Jangan ah kasihan Entar Pelanggan Cafe pada Kabur semua dengar suara gue,"
Elvaro refleks tertawa renyah. Ditambah lagi, cewek itu terlihat manis menyunggingkan senyumannya lagi. Ah, sial Elvaro sukses salah fokus
Ponselnya bergetar, membuat sang empunya langsung menoleh pada layar Ponsel. Starla berdecak sebal, Orang dihadapannya itu selalu saja mendapatkan " Panggilan " di saat bersamanya
" kayaknya lo selalu dapat klien Mulu, deh Pas lagi ajarin gue, "
Elvaro menatap cewek itu, agaknya merasa bersalah, " Sorry Starla Belajarnya sampai di sini dulu, ya,"
" Gue ikut,"
" Eh, " Elvaro refleks tidak jadi berdiri
" Gue benci ditinggal Gue mau ikut,"
Elvaro menghela nafas berat, " Nggak bisa Starla. Gue nggak Pergi buat main-main ini bahaya, "
__ADS_1
" iya, makannya gue ikut Gue mau Pastiin kalau lo bakalan baik-baik aja Dan juga nggak bikin korban lo Kenapa-kenapa, " Starla bersikeras
Elvaro mengacak rambut frustasi, sebelum kemudian mendengus
" Enggak, Lo enggak boleh ikut, Gue antar lo Pulang, "
Starla mengenggam lengan Elvaro ketika cowok itu hendak Pergi menggelengkan kepalanya kemudian, menghasut agar cowok itu tidak jadi Pergi
" Sstt !" Elvaro memundurkan tubuh Starla agar semakin terlindungi di balik dinding rumah tua itu. " ingat janji lo harus diam dan tetap bersembunyi, " bisik Elvaro sebelum kemudian berlari ke jalan raya yang masih sepi
Agak aneh memang seharusnya targetnya sudah berada lebih dahulu di tempat. Tapi yang Elvaro temui saat ini hanyalah kekosongan. Tidak ada siapa-siapa. Tak berapa lama sebuah mobil berhenti di hadapannya membawa seseorang turut turun memicingkan mata agak bingung.
" Kaget,"
Elvaro menilik Cowok berjaket denim di di hadapannya. itu Ah, dia ingat cowok itu adalah Devan. Target berbahaya yang Pernah ia hadapi beberapa waktu lalu. Bisa Elvaro Pastikan cowok itu dan Pasukannya ingin membalaskan dendamnya seperti Pernah dikatakan Kevin
" Yap, Gue adalah klien sekaligus target lo, " Devan menaikkan sudut bibir, tersenyum meremehkan
" Sial, " umpat Elvaro ketika menyadari dirinya dijebak. Karena orang-orang suruhan cowok itu, sudah bergerak untuk mengepung dirinya sekarang
" Lo menghajar korban yang salah, Dude. " Cowok itu melirik ke arah anak buahnya. " Habisin dia, " titahnya sebelum kemudian masuk ke dalam mobil hitam
Starla yang masih bersembunyi refleks Hampir kehilangan kontrol Pernapasannya. Membulatkan bola matanya dengan sempurna. Elvaro sedang dikeroyok. Dan dia tidak bodoh untuk menyadari kalau Elvaro sedang berada dalam bahaya sekarang," Astaga, kok jadi gini sih ? Gue harus apa, "
Sial, Starla tidak bisa meminimalkan kepanikannya. Dengan tergesa-gesa ia akhirnya menemukan sebuah Pecahan kaca berukuran sedang namun lancip, Gemetaran, Starla memperhatikan kaca itu sejenak, Membayangkan hal gila yang ia lakukan Kemudian.
" WOI Siapa lo,"
Starla tak mengacuhkan tindakan selanjutnya yang mungkin sedikit gila. ia lantas membawa orang itu keluar, mencengkram kerahnya lalu menodongkan kaca tajam tadi ke depan wajahnya
" STOP ! kalau kalian nggak berhenti, gue bakal apa-apain bos kalian,"
" Lo mengancam orang yang tidak salah, Sayang, " Devan berucap sarkastis sebelum kemudian menepis kasar tangan Starla hingga Pecahan kaca tadi terlempar asal
" Aduh mampus !" Starla spontan mundur, Bersiap-siap ketika cowok itu melemparkan serangan pistol Padanya. Starla dengan siap siaga langsung menangkis semua Pukulan yang menyerang dirinya.
" Sialan !"
Setelah berhasil menendang cowok tadi hingga tersungkur, Starla berhasil menyusul Elvaro Berdiri di samping Cowok itu seraya mengangkat bogeman di antara orang-orang tadi yang masih berusaha menghabisi cowok itu
" Gue udah bilang tetap bersembunyi,"
Starla menyengir, " Seenggaknya dua lawan .... satu, dua, tiga ... "
" Enam, " sambung Elvaro memberi tahu
__ADS_1
" Dua lawan enam masih mendinglah," timpal Starla sambil menaik-naikkan alis
Elvaro mendengus gusar. Cukup tau saja Starla sekeras kepala itu, " Power mereka udah nggak sekuat awal tapi bentar lagi mereka pasti bakalan menyerang lagi, " Ujar Elvaro sambil berhati-hati. " Lo siap, kan ? tanya Elvaro, Starla mengangguk mantap
Tanpa menunggu lama, mereka langsung menyerang, Elvaro melemparkan tendangan hingga menubruk empat wajah sekaligus. sedangkan Starla melemparkan kedua sepatunya ke wajah dua lainnya sebelum melemparkan tendangan
sudah cukup membuat mereka sampai Jatuh, Elvaro langsung saja menarik tangan Starla. Membawanya segera berlari cepat-cepat pergi dari sana sebelum orang-orang tadi kembali berdiri
...••••...
" Tangkap mereka, goblok Sialan, "
Mereka semakin memanjakan langkah, Berlari sekencang mungkin agar berhasil terhindar dari kejaran orang-orang itu. sesekali Starla berteriak ketika orang-orang tadi terlihat di belakang. Lalu semakin menambah kecepatan Tidak Peduli pada Kakinya yang mulai terasa Perih, karena tidak sempat mengambil sepatunya tadi
" Awh !" cewek itu tiba-tiba berhenti, Lalu melirik ke arah belakang sekilas orang-orang tadi sudah agak jauh dari mereka. Namun masih mengejar
" Kenapa ? Elvaro yang ikut berhenti menatapnya Panik
Starla mengangkat kakinya, melihat kaus kakinya yang sedikit ada bercak darah, " Kaki gue sakit, "
Elvaro melihat orang-orang tadi yang sudah mulai mendekat. Lalu ia berjongkok di hadapan Starla, " Naik,"
Tanpa banyak pikir Starla langsung naik ke atas Punggung Elvaro. Lalu cowok itu kembali berlari sambil menggendongnya. sesekali menendangi tong sampah atau benda lain yang ada disekitarnya agar bisa menghalangi Pergerakan mereka
Elvaro melirik ke belakang. Orang-orang itu masih mengejarnya rupanya Cowok itu lalu melirik ke bawah, Pada ke jurang yang menjorok ke bawah di sana ada Jalan raya lain di bawah sana
Dengan memantapkan diri sekali lagi, Elvaro menurunkan Starla. Lalu Berbalik dan memeluknya, melindungi bagian kepala Starla sebelum kemudian melemparkan diri bersama. Menggelinding pada jurang itu untuk mencapai dasarnya
Starla membuka matanya agak kaget. Napasnya memburu, jantungnya berdegup hebat. Baru saja menyadari apa yang baru saja mereka lakukan tadi, " Kita belum mati, kan El ?"
Elvaro mengangkat kepalanya, lantas menjatuhkan tubuh ketika terdengar seruan lain dari atas sana. Elvaro membantu Starla bangun, untuk mengajaknya segera Pergi dari tempat ini " Ayo naik ke Punggung gue lagi, kita harus buru-buru Pergi sebelum mereka berhasil menemukan kita," ujarnya seraya membawa Starla naik ke atas Punggungnya sebelum kemudian berlari lagi
...••••...
" A-a aw ! ringis Starla ketika Elvaro membuka kaus kakinya
Elvaro lalu meneliti telapak kakinya yang berdarah. Tampaknya gara-gara tergores aspal ketika berlari tadi, " Lo kenapa lempar sepatu lo tadi,"
Starla menaikkan Tatapan, lalu menyengir Polos, " Namanya Juga Orang Panik,"
Elvaro hanya mengembuskan nafas seraya tersenyum samar. Tingkah cewek itu selalu berhasil membuatnya merasa nyaman
" Tunggu di sini bentar, " Elvaro bangkit bergerak menuju minimarket yang dekat dengan tempat mereka istirahat tadi
tak beberapa lama, Elvaro akhirnya kembali menaruh sebuah kantong di samping Starla setelah mengeluarkan kasa dan obat merah di dalamnya
__ADS_1
" Gue beli minuman dingin, " Ujar Elvaro seraya menunjukkan dagunya Pada kantong tadi
Starla mengambil sebotol minuman dingin tersebut lalu membuka tutupnya, menyesap airnya dengan sedotan yang juga ada di dalam kantong tadi, " ini minum, Lo Pasti haus juga kan, habis main kucing-kucingan tadi, "