
^^^ l^^^
^^^" ini wajib sayang, sini aku cium dulu," Elvaro mendekatkan wajahnya Pada pipi Starla kemudian mengecupnya cukup lama^^^
^^^" Udah sana, kayak mau Pergi jauh aja !".^^^
^^^" iya Bawel,"^^^
^^^•••••^^^
^^^" Ulang-ulangi ! Lo cari apa ? Rujak ? Buta malem-malem kayak gini nyari rujak yang ada genderuwo,"^^^
^^^" Bacot lo ini yang mau calon keponakan Lo juga Buruan di mana ada tukang rujak tengah malem Kayak gini, " tanya Elvaro Pada Daniel di telepon^^^
^^^" Sampe Kapan pun nggak ada yang namanya rujak jam dua belas malem gini Aneh lo,"^^^
^^^" Lo nggak tau !"^^^
^^^" Ya, nggak .... "^^^
^^^Elvaro menutup teleponnya dengan Daniel. Cowok itu memang tidak bisa diandalkan.^^^
^^^Elvaro mengusap wajahnya gusar. Mengurusi istri hamil anak satu aja udah bikin dirinya kewalahan. apalagi nanti hamil kedua dan seterusnya^^^
^^^Elvaro menoleh ke kanan dan ke kiri berharap ada tukang rujak lewat di depannya. Hingga matanya tertuju Pada salah satu bapak-bapak mendorong gerobak^^^
^^^" PAK BERHENTI ! teriak Elvaro^^^
^^^Elvaro mengejar Bapak yang mendorong gerobak dagangan itu^^^
__ADS_1
^^^" Ada apa ya, Den ? tanyanya^^^
^^^Mata Elvaro menatap las yang tertempel pada kaca gerobak tersebut, " Permak Celana, " itulah tulisnya^^^
^^^" Bapak tukang permak, " tanya Elvaro^^^
^^^Bapak itu menggaruk tengkuknya," Anu Sebenarnya bapak ini jualan rujak cuma gerobak. bapak aja yang belum dibenerin,"^^^
^^^" Rujak, " beo Elvaro^^^
^^^Bapak itu menganggukkan kepalanya^^^
^^^Elvaro menghela napasnya Pelan," Akhirnya ketemu juga, Rujak masih ada Pak, "^^^
^^^" Aduh kebetulan rujaknya habis, lagian Aden aneh banget beli rujak tengah malem gini Aya-aya wae, " Kata Bapak itu, Kemudian menggelengkan kepalanya^^^
^^^" Emangnya buat siapa Den, kayak orang ngidam aja Aden mah cari rujak malem gini,"^^^
^^^" ^^^
^^^"Dengan awa Pulang aja nggak usah bayar Lagian cuma segitu kok ya udah Bapak duluan ya, " Kata Bapak itu, kemudian mendorong gerobaknya tanpa menunggu jawaban dari Elvaro^^^
^^^" Tapi ..... "^^^
^^^" Alhamdulillah dapet gratisan, Hitung-hitung hemat buat biaya lahiran nanti,"^^^
^^^•••••^^^
^^^" Nih dimakan. Awas aja kalo nggak dimakan kayak waktu itu lagi. Aku susah-susah carinya, " Ujar Elvaro sembari menyerahkan satu Plastik rujak kepada Starla^^^
__ADS_1
^^^" iya,"^^^
^^^" Tidur aja duluan. Aku mau Habisin rujak aku dulu. Pasti kamu capek kan,"^^^
^^^Elvaro menggeleng Pelan, tangan cowok itu bergerak mengusap bibir Starla yang dipenuhi dengan sambal," Habisin dulu baru kita tidur,"^^^
^^^Starla menolehkan kepalanya, kemudian mengalihkan Pandangannya lagi, " Aku tau kamu capek, El. kamu suka ngeluh juga' kan nurutin kemauan aku yang aneh menurut kamu,"^^^
^^^Elvaro menatap lemari di depannya. Jika dibilang ngeluh dan Capek, iya bener memang ia capek. Siapa yang tidak lelah dua puluh empat jam selalu dikerjai anaknya serta Istrinya ?^^^
^^^" Kalau kamu nanya lelah atau enggak, lelah dan capek juga Starla, Tapi nggak sebanding capeknya kamu bawa satu nyawa yang ada di perut kamu,"^^^
^^^" Walaupun permintaan kamu aneh sampe buat aku kesel juga, tapi apa pernah aku nolak permintaan kamu Enggak Starla, " lanjutnya^^^
^^^" Elvaro ... "^^^
^^^" itu aku lakuin buat kalian. Buat istri dan juga anakku. Aku sayang kalian dan juga .... "^^^
^^^" El, sakit !"^^^
^^^Elvaro spontan menolehkan kepalanya, mendapati Starla yang meringis kesakitan Sembari memegangi perutnya^^^
^^^" Starla !"^^^
^^^" El ... " rintih Starla^^^
^^^Pandangan mata tajam Elvaro menoleh ke bawah, mendapati air yang mengalir Pada kaki Starla.^^^
^^^" Astaga Starla kamu ngompol udah besar kok masih ngompol sih," tanya Elvaro dengan Polosnya. Bahkan ia tidak sadar dengan raut wajah kesakitan Starla^^^
__ADS_1
^^^" El aku bukan ngompol tapi ini air ketuban aku mau melahirkan,"^^^
^^^" ^^^