DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 50 Before Brojol


__ADS_3

^^^ l^^^


^^^" ini wajib sayang, sini aku cium dulu," Elvaro mendekatkan wajahnya Pada pipi Starla kemudian mengecupnya cukup lama^^^


^^^" Udah sana, kayak mau Pergi jauh aja !".^^^


^^^" iya Bawel,"^^^


^^^•••••^^^


^^^" Ulang-ulangi ! Lo cari apa ? Rujak ? Buta malem-malem kayak gini nyari rujak yang ada genderuwo,"^^^


^^^" Bacot lo ini yang mau calon keponakan Lo juga Buruan di mana ada tukang rujak tengah malem Kayak gini, " tanya Elvaro Pada Daniel di telepon^^^


^^^" Sampe Kapan pun nggak ada yang namanya rujak jam dua belas malem gini Aneh lo,"^^^


^^^" Lo nggak tau !"^^^


^^^" Ya, nggak .... "^^^


^^^Elvaro menutup teleponnya dengan Daniel. Cowok itu memang tidak bisa diandalkan.^^^


^^^Elvaro mengusap wajahnya gusar. Mengurusi istri hamil anak satu aja udah bikin dirinya kewalahan. apalagi nanti hamil kedua dan seterusnya^^^


^^^Elvaro menoleh ke kanan dan ke kiri berharap ada tukang rujak lewat di depannya. Hingga matanya tertuju Pada salah satu bapak-bapak mendorong gerobak^^^


^^^" PAK BERHENTI ! teriak Elvaro^^^


^^^Elvaro mengejar Bapak yang mendorong gerobak dagangan itu^^^

__ADS_1


^^^" Ada apa ya, Den ? tanyanya^^^


^^^Mata Elvaro menatap las yang tertempel pada kaca gerobak tersebut, " Permak Celana, " itulah tulisnya^^^


^^^" Bapak tukang permak, " tanya Elvaro^^^


^^^Bapak itu menggaruk tengkuknya," Anu Sebenarnya bapak ini jualan rujak cuma gerobak. bapak aja yang belum dibenerin,"^^^


^^^" Rujak, " beo Elvaro^^^


^^^Bapak itu menganggukkan kepalanya^^^


^^^Elvaro menghela napasnya Pelan," Akhirnya ketemu juga, Rujak masih ada Pak, "^^^


^^^" Aduh kebetulan rujaknya habis, lagian Aden aneh banget beli rujak tengah malem gini Aya-aya wae, " Kata Bapak itu, Kemudian menggelengkan kepalanya^^^


^^^" Emangnya buat siapa Den, kayak orang ngidam aja Aden mah cari rujak malem gini,"^^^


^^^" ^^^


^^^"Dengan awa Pulang aja nggak usah bayar Lagian cuma segitu kok ya udah Bapak duluan ya, " Kata Bapak itu, kemudian mendorong gerobaknya tanpa menunggu jawaban dari Elvaro^^^


^^^" Tapi ..... "^^^


^^^" Alhamdulillah dapet gratisan, Hitung-hitung hemat buat biaya lahiran nanti,"^^^


^^^•••••^^^


^^^" Nih dimakan. Awas aja kalo nggak dimakan kayak waktu itu lagi. Aku susah-susah carinya, " Ujar Elvaro sembari menyerahkan satu Plastik rujak kepada Starla^^^

__ADS_1


^^^" iya,"^^^


^^^" Tidur aja duluan. Aku mau Habisin rujak aku dulu. Pasti kamu capek kan,"^^^


^^^Elvaro menggeleng Pelan, tangan cowok itu bergerak mengusap bibir Starla yang dipenuhi dengan sambal," Habisin dulu baru kita tidur,"^^^


^^^Starla menolehkan kepalanya, kemudian mengalihkan Pandangannya lagi, " Aku tau kamu capek, El. kamu suka ngeluh juga' kan nurutin kemauan aku yang aneh menurut kamu,"^^^


^^^Elvaro menatap lemari di depannya. Jika dibilang ngeluh dan Capek, iya bener memang ia capek. Siapa yang tidak lelah dua puluh empat jam selalu dikerjai anaknya serta Istrinya ?^^^


^^^" Kalau kamu nanya lelah atau enggak, lelah dan capek juga Starla, Tapi nggak sebanding capeknya kamu bawa satu nyawa yang ada di perut kamu,"^^^


^^^" Walaupun permintaan kamu aneh sampe buat aku kesel juga, tapi apa pernah aku nolak permintaan kamu Enggak Starla, " lanjutnya^^^


^^^" Elvaro ... "^^^


^^^" itu aku lakuin buat kalian. Buat istri dan juga anakku. Aku sayang kalian dan juga .... "^^^


^^^" El, sakit !"^^^


^^^Elvaro spontan menolehkan kepalanya, mendapati Starla yang meringis kesakitan Sembari memegangi perutnya^^^


^^^" Starla !"^^^


^^^" El ... " rintih Starla^^^


^^^Pandangan mata tajam Elvaro menoleh ke bawah, mendapati air yang mengalir Pada kaki Starla.^^^


^^^" Astaga Starla kamu ngompol udah besar kok masih ngompol sih," tanya Elvaro dengan Polosnya. Bahkan ia tidak sadar dengan raut wajah kesakitan Starla^^^

__ADS_1


^^^" El aku bukan ngompol tapi ini air ketuban aku mau melahirkan,"^^^


^^^" ^^^


__ADS_2