
Starla tersentak, membuka matanya Perlahan. Cewek itu kemudian menurunkan Pandangannya bingung melihat dirinya yang berada di atas kasur, dengan sebuah selimut tebal yang menyelimuti sebagai tubuhnya Padahal seingatnya, terakhir kali ia berada di sofa. Mungkin ayahnya memindahkannya ke kasur. atau mungkin Elvaro ?
Starla seketika senyum-senyum sendiri membayangkannya. Perlakuan Elvaro selalu sukses membuatnya terbayang-bayang. Ah Sial sekarang bahkan masih Pagi untuk membayangkan itu.
Starla menoleh ke arah nakas, melihat Jam beker milik Mario. Ternyata sekarang sudah Pukul tujuh Pagi. Cewek itu lantas menggaet tongkatnya mencuci muka lalu bergerak ke dapur mencari sarapan
" Sepi banget orang-orang Pada ke mana ya, " tanya seseorang diri
Starla mengerdikkan bahu memilih tidak Peduli bergerak ke dapur untuk membuat sarapan. Gadis itu mengambil roti bantal. lalu memasukkannya ke dalam mesin Pemanggang. sembari menunggu, Starla duduk di kursi Dan membuka Ponsel, Memeriksa notifikasi terbaru apa sajakah yang muncul di semua akun media sosialnya.
Terlalu sibuk bermain Ponsel Starla tidak sadar kalau rotinya sudah matang. kelimpungan, Starla buru-buru bangkit dan bergerak ke arah Pemanggang. Sialnya, tongkatnya tergelincir. Hampir saja terjembap jika saja sebuah tangan tidak segera melingkar di Pinggangnya. Menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
" jangan kebanyakan main Hp. Selesaikan dulu apa yang dikerjain, baru main, " Ujar Elvaro memperingati, Starla hanya terkekeh tanpa dosa
" iya deh, iya Elvaro Buwana Aldebaran yang terhormat, Eh enggak deh yang tersayang,"
Elvaro hanya mencibir. Melirik ke arah Pemanggang roti, mengangkat roti Panggang buatan Starla, " ini roti kamu gosong Nggak usah di makan,"
Starla melirik ke arah rotinya, " Yaaah ya udah, deh aku bikin yang baru aja,"
" Nggak usah,"
Starla mengernyit bingung, " Kenapa,"
" Aku udah bawain sarapan buat kamu," Elvaro mengangkat makanannya lalu menaik-naikkan alis. Starla berseru senang sebelum kemudian mengajak Elvaro untuk segera ke ruang makan
" Tadi Mario yang telepon aku buat ke sini,"
" Memang Mario ke mana,"
" ke kampus,"
" Nggak heran lagi. dari dulu sampai sekarang tetap aja panggilan ilmu sesekali gitu seharian di kasur, kayak gue, Hehe,"
Elvaro tertawa kecil mengacak rambut gadisnya dengan gemas
" katanya Papa sama Mama kamu lagi keluar jalan-jalan Pagi,"
Starla memakan sandwich yang di bawa Elvaro tadi, " Mama sama Papa makin hari makin romantis aja deh Perasaan jadi Pengin deh,"
" Aku juga Pengin,"
" Pengin jalan Pagi
Elvaro menggeleng
" Terus apa, "
" Pengin cepat-cepat bersanding sama kamu di Pelaminan,"
" emang kamu bisa ijab kabul,"
" bisa dong, "
" Gimana, "
" saya terima nikahnya Starla Amanda Aurora binti Niko Wijaya dengan maskawin tersebut di bayar tunai,"
" bisa kan, "
Starla seketika menahan senyum, Elvaro selalu bisa membuatnya tertawa
" Aku juga Pengin kita cepat-cepat balik ke Indonesia. Biar kita bawa ibu kamu buat ketemu Papa dan mama kamu, " Elvaro mendekatkan wajahnya, lalu tersenyum," Nggak sabar melamar kamu,"
Starla mengulum ke bibir Elvaro. Lantas dengan jail menempelkan rotinya yang berlumuran mayones ke bibir Elvaro. Elvaro membuka mulutnya pura-pura kaget, Starla tertawa kecil melihat ekspresi lucunya.
" Habis ini mandi gih,"
__ADS_1
Starla menaikkan alis, " Mau keluar ?
Elvaro mengangguk
" Mau kemana,"
Lelaki yang memakai sweater abu-abu itu tersenyum, lalu mendekatkan dirinya dengan gadis itu, " Prewedding traveling bareng sama Gadis Elvaro, "
...••••...
Starla benar-benar merasa bersemangat hari ini. selain bisa jalan-jalan ke Singapura, Starla juga bisa liburan dengan Elvaro berdua.
" Kamu masih ingat nggak,"
Starla menoleh, " ingat apa,"
Elvaro tersenyum kecil, " Tantangan-tantangan yang nggak sempat kita selesaikan dulu,"
Starla membulatkan bola mata mengingat, Lalu tergelak Pelan, " Masih ingat aja kamu,"
Elvaro tersenyum, " Mau selesaikan sekarang,"
" Ayo tapi aku udah nggak ingat lagi isi list-nya apa aja,"
Elvaro menimang sembari berjalan bersisian dengan Starla di atas trotoar, " Aku cuma ingat dua poin terakhir nonton film horor berdua sama naik kereta gantung,"
Starla juga turut mencoba mengingat," kalau yang aku ingat Ah memancing Aku cuma ingat kalau kita mancing sampai dapat ikan,"
" kita lakuin aja beberapa itu, sisanya kita ganti sama lain ? Gimana,"
Starla menarik sudut bibirnya antusias, mengangguk setuju, " Deal,"
...••••...
Setelah sekian lama merundingkan, mereka akhirnya memilih berkunjung ke Universal Studio. Mengambil beberapa foto di sana walaupun tidak terlalu menantang, namu mereka tetap menikmatinya dengan senang
" Starla, hati-hati jangan nyemplung ke kolam,"
Starla tersentak menoleh ke arah Elvaro dan menyengir mengusap matanya dengan jari, " Ternyata mancing nggak sesuai ekspektasi aku Boro-boro dapat dua belas ikan satu aja nggak dapat-dapat apa yang salah ya,"
" Kamu nggak kasih umpan kali,"
Starla menimang Sebentar, " Perasaan udah kok Eh,eh ! Starla seketika terkesiap saat Pancingan bergerak, " El, aku dapat ikan," Dengan segera Starla mengangkat Pancingannya, lantas tersenyum manis saat berhasil mendapatkan satu ikan. Rasanya sebahagia itu. Melihat gadisnya bahagia Elvaro turut menaikkan sudut bibirnya semringah sama senangnya.
Setelah mendapatkan ikan mereka mengembalikan lagi ikan-ikan itu ke dalam kolam. setelah memancing mereka memilih berjalan-jalan saja mengelilingi Orchard Road. Menikmati semilir angin memperhatikan orang-orang yang lalu-lalang di sekitar mereka.
Saat tengah asyik berjalan, Starla tiba-tiba menghentikan langkahnya menyadari kalau tali sepatunya terbuka. Elvaro menoleh melihatnya
Starla berusaha memperbaiki ikatannya, namun kesulitan karena tongkat dan sebelah kakinya masih memakai gips. ketika ingin berjongkok Elvaro menahan lengannya Starla lantas mendongak menatap cowok itu
" Biar aku aja yang ikat tali sepatu kamu,"
Starla Tersenyum, berbinar. Elvaro menunduk, berjongkok di depannya dan mengikat tali sepatunya, Demi apapun Starla merasa jadi seperti wanita Paling beruntung di dunia ini
" Ayo jalan lagi ! Elvaro menyodorkan tangannya
Starla menatapnya sejenak, lalu menautkan tangannya dan mengenggam tangan lelaki itu. lantas kembali berjalan-jalan mengelilingi kota Singa ini
Seusai memancing keduanya melanjutkan Perjalanan kali ini Starla dan Elvaro masuk ke dalam salah satu gerbong MRT, menuju ke Singapura Fiyer. Di dalam MRT itu cukup padat dan sesak terlalu banyak orang. Bahkan mereka Pun tak mendapatkan kursi duduk Alhasil mereka terpaksa berdiri
Elvaro mengangkat tangan kanannya memegang hand grip sedangkan tangan kirinya merangkul Pinggang Starla, menahan keseimbangan tubuh gadis itu karena Starla cukup kesulitan memegang hand grip Pada MRT
" Desak-desakan banget, aku takut Jatuh, " keluh Starla di balik dada bidang milik Elvaro
" Kamu nggak usah khawatir aku nggak akan biarin kamu jatuh, "
Starla mendongak, menatap lelaki itu
__ADS_1
" Karena kalau kamu Jatuh aku juga Jatuh, " keluh Elvaro kemudian
Starla tergelak pelan seraya mengetatkan pelukannya pada Elvaro
" jadi nggak Perlu takut jatuh, aku bakalan rangkul kamu terus,"
Starla menarik sudut bibirnya, menerbitkan senyum
" Naik kereta gantungya kita ganti jadi Naik MRT aja ya,"
Starla tergelak Pelan, lalu mengangguk, berikut dengan Elvaro yang semakin mengeratkan rangkulannya.
Tidak terasa sudah hampir malam saja. Mereka akhirnya memilih beristirahat di Singapura Flyer sebagai tempat kunjungan terakhir. Menikmati indahnya kincir angin yang lampunya bersinar indah itu dari jauh
" Kamu ingat nggak waktu kamu suruh aku tulis sesuatu di lampion,"
Elvaro menoleh, dan memandang ke arah Starla
" Aku tulis semoga kebahagiaan yang aku nantikan bakalan sempurna suatu hari nanti. semoga nggak bakalan ada lagi rasa sakit, rasa bersalah apalagi luka, Aku berharap suatu hari aku bakal temukan orang yang bisa bantu aku wujudkan itu semua, " Starla mengulum bibir, Terkekeh karena salah tingkah, " Terlalu menyenangkan,"
Elvaro menatapnya intens, Lalu menggeleng, " Enggak kok justru aku malah mau wujudkan harapan kamu,"
" Dengan adanya kamu aja udah cukup mewujudkan harapan aku, kok,"
Elvaro menatapnya, lalu mengelus rambutnya lembut
" Kamu nggak bakalan Pergi-pergian lagi, kan "
Elvaro diam sejenak, " Gimana kalau malah kamu yang Pergi,"
" Kok malah jadi aku yang Pergi Enggak lah Ngapain coba,"
" kalau aku bikin kamu kecewa apa kamu tetap nggak bakalan Pergi,"
" Memang kamu mau aku Pergi,"
Elvaro menggeleng
" Ya udah kalau gitu nggak usah Tanya kayak gitu lagi,"
" Aku sama kayak orang lain Starla Aku Pasti bakal lakuin kesalahan aku ini cuma manusia biasa " Ujar Elvaro menelan, entah kenapa suasananya jadi tidak nyaman sekarang
" Udah ah, nggak usah bahas itu,"
Tak ada lagi yang memulai Percakapan setelahnya. keduanya hanya saling diam. Elvaro kemudian menawarkan Starla minuman, lalu Pamit Pergi sebentar membeli minuman, Meminta Starla untuk menetap di situ saja agar tidak kelelahan.
Baru saja membeli dua minuman Ponsel Elvaro tiba-tiba bergetar. Ada Panggilan masuk dari Melati
" Bang El .... " isak Melati di seberang telepon
Sontak saja Elvaro langsung Panik mendengar tangisnya, " Kenapa Melati kok nangis ? Kamu di man, ?
" Di Rumah sakit Bang,"
" Rumah sakit ? siapa yang sakit,"
Melati sesenggukan. sebelum melanjutkan, " Tadi Paman ke rumah mabuk-mabukan lagi, ibu suruh Paman berhenti dan Ambil minumannya Tapi Paman marah dan ..."
" Dan apa Melati,"
" Nggak sengaja dorong ibu sampai kebentuk lemari kaca Darah ibu banyak banget. Melati takut ibu Kenapa-kenapa, Bang .... ".
Pendarahan Darah Elvaro seakan berhenti di satu titik. Tubuhnya seketika melemas, bahkan hampir saja menjatuhkan minuman yang ia pegang Pikirannya seketika blank. kacau. Tidak dapat berpikir jernih sekarang benar-benar khawatir dengan kondisi ibunya di Indonesia
karena itu, tanpa Pikir Panjang Elvaro langsung berlari ke Bandara. Refleks melupakan Starla yang masih menunggunya di Singapura Flyer sendirian.
...••••...
__ADS_1