
...Berat bibir ini teruca Perih mata ini menatap Menjelang hadirnya perpisahan Perpisahan bagiku derita Memenjarakan kenangan...
...Menaburkan lukaTapi perpisahan punya janji Pasti akan bertemu lagi...
...Selama bukan perpisahan abadi...
Starla benar-benar khawatir. Di mana Elvaro sekarang ? jika Elvaro baik-baik saja mengapa lelaki itu tidak menemuinya sampai sekarang Apa mungkin terjadi sesuatu Pada cowok itu
Starla sukses tidak bisa tidur malam ini. Meskipun sudah Pulang ke rumah Starla tetap tidak merasa tenang. Bahkan setelah satu jam menutup mata, ia tetap tidak bisa terlelap juga.
Sampai kemudian terdengar suara Pada Pintu balkon kamarnya, seolah terbuka, Starla baru ingat kalau ia lupa mengunci pintu balkon. Starla hampir saja Panik dan bisa saja mengeluarkan semua kemampuan karatenya untuk melindungi diri dari Penjahat atau siapa pun itu yang masuk. Namun begitu mendengar Pemilik langkah itu, Starla mengurungkan niatnya Memilih untuk Pura-pura tidur saja
" Aku senang kamu baik-baik aja, Starla,"
itu suara Elvaro. Starla rasanya ingin menangis saat itu juga Katakanlah belakang ini Starla terkesan cengeng. namun akhirnya ia bisa lega mengetahui kalau cowok itu masih hidup dan baik-baik saja
" Aku minta maaf enggak menemui kamu,"
Dengan kamu ada sini malam ini aja udah cukup buat aku seneng El, batin Starla
" Akhirnya aku bisa lega. seenggaknya kamu enggak Kenapa-kenapa, "
Aku juga El .... "
Starla tidak mendengar apa-apa sejenak sebelum kemudian merasakan deruan napas cowok itu Pada wajahnya
" Apa pun yang terjadi, aku akan selalu menganggap kamu sebagai gadisku,"
Starla meremas selimutnya sendiri Benar-benar tidak sanggup untuk berpura-pura tidur lagi
" Meskipun Pada akhirnya kita harus berakhir sebagai orang asing,"
Tidak. Starla tidak ingin hal itu terjadi Sial air mata Starla menetes lagi
" Aku izin Pamit. semoga kita bertemu kembali Gadis Elvaro, "
Elvaro bergerak menjauh, meletakkan sebuah surat untuknya di atas nakas sebelum kemudian berbalik badan.
__ADS_1
Cukup Starla tidak bisa lagi menahan lagi. Dengan cepat Starla langsung saja mencekal tangan Elvaro agar tidak Pergi. membuat Elvaro tersentak kaget dan langsung saja bangkit untuk memeluk erat cowok itu seolah tidak membiarkan cowok itu Pergi.
" Mana janji kamu yang nggak bakal lepasin aku gitu aja ? Mana El, ?
Air mata Elvaro lolos sebutir. Dia Pun juga tidak ingin melakukan Keputusannya itu. Elvaro memeluk erat Starla seolah sama sekali tidak inginnya melepas gadis itu begitu saja, " Aku udah jadi Pembunuh, Starla,"
" Bagi aku, kamu sepenuhnya salah ..."
" Aku bakalan jadi orang yang sangat nggak bertanggung jawab yang Pernah kamu kenal. aku udah bunuh Ayah aku sendiri. aku bahkan udah bunuh Daniel,"
Starla sempat terkejut dengan Pernyataan itu. Elvaro menguraikan Pelukannya Perlahan.
" Aku nggak berhak melarang kamu untuk nggak membenci aku. Aku udah lakuin kesalahan fatal Starla,"
Starla menggeleng. Tidak sedikit Pun keinginannya untuk membenci cowok itu. Starla lantas menatap Elvaro memelas, " Terus kamu mau ke mana ke kantor Polisi ? melaporkan diri,"
Elvaro menggeleng Pelan. " aku nggak bisa. ibu sama Melati masih butuh aku. Mereka nggak Punya Siapa-siapa lagi selain aku kalau aku masuk Penjara siapa yang menghidupi mereka, "
" Kalau gitu kamu jangan Pergi Lagian itu bukan kesalahan kamu ... " Starla memohon, air matanya tumpah lagi
" Aku harus Pergi. aku nggak bisa di sini. Cepat atau lambat Polisi akan menemukan aku. aku bakalan pergi jauh sama Melati dan ibu untuk beberapa waktu,"
Elvaro menangkup Pipi Starla lembut menatap manik matanya dalam Lalu mengusap Pelan air mata yang jatuh membasahi Pipi gadisnya
" Meskipun aku nggak ada di sisi kamu, kamu tetap bakalan jadi bagian dalam diri aku Starla,"
Bibir Starla bergetar, Menatap Elvaro dalam
" Nggak bersama, bukan berarti nggak bersatu kan, " Elvaro Tersenyum hangat mengusap Pipi gadisnya dengan lembut, " Aku cinta sama kamus Starla,"
Air mata Starla menetes lagi. jari Elvaro menghapusnya dengan lembut menatap mata gadis itu dalam. Mencium kening Starla lembut
" Aku nggak minta kamu buat lupain aku. Aku cuma minta buat lupain kenangan yang bikin kamu terluka dan cukup ingat kenangan yang bikin bikin bahagia aja,"
Starla mengangguk. Memeluk Elvaro sekali lagi sebelum kemudian membiarkan cowok itu Pergi. meninggalkan sebuah gantungan kunci dari kayu yang di selipkan di tangan cewek itu
...ELVARO STARLA...
__ADS_1
Starla lantas memperhatikan gantungan kunci yang bertuliskan gabungan dengan Elvaro membuat senyumnya terukir Perlahan
Cinta butuh Pengorbanan, kan jika mereka tidak bersama saat ini, setidaknya dulu mereka Pernah membangun cerita indah bersama Bukankah itu harus Starla kenang dalam memorinya ?
Untuk itu Starla menghapus air matanya, Mereka keputusan Elvaro dan kepergiannya kali ini Mengukir senyum lega kemudian
" Aku juga Cinta sama Elvaro, "
...sebuah surat sederhana dari Elvaro untuk gadisku...
...teruntuk Gadisku...
jujur tak menyangka pun bahkan tidak Pada akhirnya bisa menjalin erat jarimu merangkul beban lukamu dalam Pundakku juga bersama dalam jerit bahaya yang mungkin akan Mengancam sirna senyumanmu
jikapun aku akan tau tak Pernah kembali ataupun kita mungkin akan atau takkan mungkin bersama kembali terus jalani hidupmu dan cari kebahagiaanmu karena bahagiamu akan jadi bahagiaku juga
...Teruntuk Gadisku...
tahu dirimu atau tidak aku mencintaimu Lebih dari aku mencintai diriku sendiri seperti aku mencintai ibu dan adikku seperti itu Pula aku mencintaimu sebanyak rumus serta macam larutan yang Pernah kita Pelajari sebanyak itu pula aku mencintaimu
...semoga suatu hari kita bertemu kembali Gadisku...
Starla pun bangkit berdiri dari kursinya kemudian dia melihat pesan dari El yang masuk dari Ponselnya. Starla Pun membukanya itu dari El
...ELVARO...
...Bahagiamu adalah Bahagiaku...
...Kalau Cinta sungguh mencinta...
...Dia tidak meminta...
...Kalau cinta sungguh berharga...
...Dia tidak memaksa...
...Senyumanmu adalah harapanku...
__ADS_1
...Bahagiamu adalah segalaku...
...Meskipun senyuman dan bahagiamu tanpa aku...