DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 36 Ketika kita Bertemu kembali


__ADS_3

Walaupun tak Pernah ada tanda-tanda Polisi atau selebaran apa pun yang menyatakan ia buronan Polisi, Elvaro tetap terus sebisa mungkin menghindar. Karena Elvaro tidak ingin dirinya berakhir tertangkap dan terpaksa harus meninggalkan ibu dan adiknya begitu salang adalah kota terakhir Elvaro dan kedua adiknya singgah. Selama empat tahunnnamamsmsmsn saro terus mencoba segal yang baik untuk menghidupi kedua orang yang berati dalam hidupnya. Semenjak uang tabunnnnznxnx x x xgannya sudah cukup untuk membuka usaha, Elvaro mencoba membuka kafe kecil di Malang. yangnnxnxnxjxjznnznz kini berjalan lancar dan Cukup alanbqa untuk sekadar mencukupi biaya hidup sehari-hari.setidaknya keuangan keluarga sudah tidak seburuk dulu.


ampai kelelahan. El nggak mau ibu sakit gara-gara Capek," ujar Elvaro mengambil alih Pekerjaan ibunya yang tengah menyapu lantai kafe


Wulan tersenyum simpul. " jangan manjain ibu, deh ibu, kan udah sehat Lagian ini masih Pagi. Amenatapnya, menuntun Wulan untuk duduk di kursi s El aja yang nyapu. Nanti baru deh kalau udah ada Pelanggan, ibu yang jaga meja tersenyum simpul. " jangan manjain ibu, deh ibu, kan udah se menuntun Wulan untuk duduk di kursi saja,Udah biar El aja yang nyapu. Nanti baru deh kalau udah ada Pelanggan, ibu yang jaga meja,"

__ADS_1


Gue masih belum yakin, ada hal yang bikin gue nggak bisa temui dia sekarandainya tidak ada lagi Kendala yang membuatnya tidak bisa hanya menjadi Pelindung dari jauh, jujur Elvaro sudah sangat ingin bertemu dengan gadisnya dan melampiaskan kerinduannya. Elvaro ingin berhenti memperhatikan dari jauh dan langsung melihat gadis itu secara langsung tapi Elvaro masih belum yakin untuk bertemu Starla saat inNamun, Elvaro Pasti akan segera menunjukkan dirinya suatu hari, dan terus melindungi Starla walaupun saat ini Starla tidak Pernah menyadari keberadaa Percayain aja semuanya sama gue aman, " Ujar cowok yang sudah lama menghilang dan muncul secara tiba-tiba itu sebelum kemudian menariknya berlari Pergi.


" Maafin El, Bu ... "


Elvaro menghela napasnya pelan, Beranjak keluar Paviliun dan menuju motornya. Entah hanya Perasaannya saja atau apa , tapi Elvaro seperti sedang diperhatikan. Namun ia kemudian memilih Mengabaikan dan lantas bergegas Pergi meninggalkan Paviliun tersebut. Mungkin itu hanya Perasaannya saja.

__ADS_1


Percayain aja semuanya sama gue ama" Ujar cowok yang sudah lama menghilang dan muncul secara tiba-tiba itu sebelum kemudian menariknya berlari Pergi.


" Maafin El, Bu ... "Maafin El, Bu ... "


Elvaro menghela napasnya pelan, Beranjak keluar Paviliun dan menuju motornya. Entah hanya Perasaannya saja atau apa , tapi Elvaro seperti sedang diperhatikan. Namun ia kemudian memilih Mengabaikan dan lantas bergegas Pergi meninggalkan Paviliun tersebut. Mungkin itu hanya Perasaannya saja.

__ADS_1


••••


Percayain aja semuanya sama gue aman, " Ujar cowok yang sudah lama menghilang dan muncul secara tiba-tiba itu sebelum kemudian menariknya berlari Pvaro menghela napasnya pelan, Beranjak keluar Paviliun dan menuju motornya. Entah hanya Perasaannya saja atau apa , tapi Elvaro seperti sedang diperhatikan. Namun ia kemudian memilih Mengabaikan dan lantas bergegas Pergi meninggalkan Paviliun tersebut. Mungkin itu hanya Perasaannya saja.enghela napasnya pelan, Beranjak keluar Paviliun dan menuju motornya. Entah hanya Perasaannya saja atau apa , tapi Elvaro seperti sedang diperhatikan. Namun ia kemudian memilih Mengabaikan dan lantas bergegas Pergi meninggalkan Paviliun tersebut. Mungkin itu hanya Perasaannya saja.


__ADS_2