
^^^Karena saling mendiamkan nggak akan Pernah bikin masalah iAmira yang melihat kepulangan suaminya dengan sikap yang tak biasa mengernyit heran. Seketika membeliak ketika melihat sosok Putrinya yang berjalan di belakang menunduk di belakang tengah menunduk, dengan hidung bagian kirinya yang masih diStarla ! Hidung kamu kenapa ?" Amira mendongakkan dagu Starla menyadari kalau ada darah dibalik sumpalan tisu di hidung Putrinya i matanya spontan tatkala Niko membanting sesuatu ke lantmira menutup mulutnya Kaget densebelah tangan. sementara Niko menatap gadis itu nyalang. Starla melirik Niko bingung sekilas, sebelum kemudian mengambil foto-foto Polaroid yang berserakan di atas lantai tersebut dengan Parla refleks membuka mulutnya Kaget setelah melihat foto-foto itu. itu adalah foto-foto dirinya dan Elvaro. Termasuk foto mereka berdua di saat di dermaga. sekarang Starla mengerti kenapa ayahnya semarah isa kamu jelasin apa maksud foto-foto ini Nggak sengaja atau khilafah,"^^^
" Pa ... Starla minta maaf .... " isaknya Pelan. suaranya sudah terdengar bergetar, berupaya menahan tang itu yang kamu bilang dia anak baik-baik, " Tanya Niko sarkastis. " Lakuin Pekerjaan nggak benar, berantem sana-
Starla sudah tidak mampu lagi menahan air matanya, lantas menundukkan kepala Berusaha menyembunyikan tangisnya sendiriPapa udah Pernah bilang sama kamu buat jauhin dia ! Buat jangan lagi berhubungan sama anak itu. Kamu nggak tau tujuan dia deketin kamu itu apa, Starla kenapa kamu keras kepala sih,"apa itu nggak adil, " Starla Akhirnya bersuara, sedikit bergetar Bulir air matanya Perlahan jatuh Pipi, " Kenapa Starla nggak boleh Pacaran sama Elvaro, sedangkan Mario boleh Pacaran sama Alea ? Kenapa Papa bersikap nggak adil sama StarlaMelihat putrinya menangis, membuat hati Amira turut mencelos. Amira lantas memeluk Putrinya Pelan. selama ini Starla sudah menyimpannyendirian, selalu berusaha sabar dan berpikir positif tentang itu. Namun ini sudah terlalu lama, Starla benar-benar sudah tidak tahan lagi sekarang
u beda Starla ....
" A Pa ? Karena Mario sakit. ? sat ? jadi apa lebih mendukung semua yang lakuin ? jadi Mario lebih berhak dapat kaayang yang lebih dari Mama dan Papa git
" Starla ... kamu nggak boleh mikir gitu, ela Amira terisaemenjak kejadian sembilan tahun yang lalu, Papa sama Mama selalu lebih memperhatikan Mario Sampai lupa sama Starla," Isak Starla Pela Starla tau Mario memang lebih butuharla tau kalau Mario terpukul Starla tau kalau Mario jadi Kena Penyakit gara-gara itu, " Starla mengusap pipinya Ptarla udah coba bersikap biasa aja, Tapirla nggak bisa bohong kalau Starla iri sama Mario, " sambungnya lagi sambil terisaario mendengar Pengakuan jujur dari saudara kembarnya Seketika mencelos. Merasa bersalah. ia baru tahu kalau itu yang saudara kembarnya tersebut Pendam selama iniapa sama Mama bahkan nggak Pernah tau kalau setiap Mario sakit Starla juga sakit. Papa sama Mama terlalu fokus sama Mario dan nggak Pedulikan Starla, Starla .... Kalau tau Papa nggak Peduli sama Starla, mendingan Starla aja yang kejebak dalam api dulu. Mendingan Starla nggak usah selamat sekalia
" Starla, " Niko membentak, " Berhenti bicara ngko mengacak rambutnya frustasi. kepalanya semakin Pening ia sama sekali tidak mengharapkan situasi kacau seperti inNggak ada yang dibeda-bedakan ! kamu, Mario sama Mama sama Papa sayang Pada kalian berdua,"
" Tapi Udah kelihatan jelas kalau Papa nggak adil Kenapa Papa. Pisahin Starla sama Elvaro,"
" Papa cuma lakuin yang terbaik untuk kalian ! Papa Khawatir kalau Elvaro-Elvaro yang kamu bilang itu Punya niat yang nggak benar sama kamu Memang kamu yakin dia laki-laki yang bertanggung jawab,"
" Papa itu udah kelewat Protektif Elvaro itu nggak jahat seperti yang Papa kira,"
" Papa cuma nggak mau kejadian yang sama kayak dulu keulang lagi Starla. ini cara Papa melindungi kalian. seharusnya kamu mengerti,"
" Starla bukan anak kecil lagi , Pa ! Papa nggak Perlu mengekang Starla, Starla bisa urus diri Starla sendiri. itu salah Papa yang nggak bisa lepas dari rasa bersalah Papa karena kejadian beberapa tahun lalu, jangan jadikan Starla pelampiasan,"
Plakkkk
Starla tersentak, jantungnya bagai berhenti saat itu juga. Matanya kembali berair, bersamaan dengan rasa Panas yang menjulur di sekujur Pipinya, Niko membeliak. Menatap tangannya sendiri yang kini bergetar Sadar bahwa apa yang ia lakukan barusan sudah diluar kendali dirinya Sadar bahwa apa yang ia lakukan barusan sudah diluar kendali
Niko lantas menatap Putrinya nanar, merasa bersalah. " Starla .... Papa .... "
" Starla izin ke kamar, " Ujar gadis itu menyela dengan mata berkaca-kaca sebelum kemudian buru-buru Pergi meninggalkan ruangan tamu
__ADS_1
...••••...
Elvaro baru saja menutup pintu setelah keluar dari ruang inap ibunya ketika mendapati kehadiran Starla yang terkesan tiba-tiba. Gadis itu menyusuri selasar yang agak sepi sembari memegang tali tas selempangnya. Perlahan mendekatinya
" Starla kamu ngapain malam-malam ke sini,"
Starla tidak menjawab. Hanya menatap manik matanya dalam sebelum kemudian berhambur memeluk cowok itu erat. Elvaro memiringkan kepala bingung tidak mengerti
" Starla ? kamu kenapa ?
Starla tidak bersuara, hanya semakin mempererat Pelukannya, Elvaro menatapnya sejenak sebelum balas memeluknya Perlahan.
Jujur, Elvaro tidak menyiapkan hal ini akan terjadi. Mengingat bagaimana ayah Starla memperingatinya untuk Jangan lagi menemui gadis itu. Namun egonya saat ini lebih besar untuk melimpahkan rasa khawatir yang menyelimutinya sejak tadi
" Bang El, nggak jadi .... UPS ! Eh, Melati ganggu ya ? Melati masuk deh. Hehe, " Kekeh Melati Polos seraya menutup kembali pintu kamar rawat.
Starla spontan menjauhkan tubuh, menyampirkan rambutnya sendiri Seketika salah tingkah Elvaro tersenyum kecil. Lantas kemudian mengajak gadisnya Mengobrol sambil duduk saja.
Starla tersenyum kecil. Menilik lebam di wajah Elvaro sejenak. sebelum mengeluarkan salep yang sudah ia bawa di dalam tas selempangnya, " Masih sakit nggak, "
Starla berniat mengolesi lebam Elvaro dengan jari, namun Elvaro malah mengalihkan wajahnya. Starla meliriknya sekilas, sebelum kembali mengoleskan salep ke luka cowok itu," Maafin Papa aku ya, "
" Kenapa minta maaf ? Papa kamu keren loh, tadi nggak heran anaknya kayak kamu, " goda Elvaro iseng seraya Mencolek batang hidung Starla menatap sambil tersenyum
Starla berusaha balas tersenyum namun ia malah menundukkan kepalanya. seketika teringat kembali Perdebatan antara dirinya dengan ayahnya sore tadi.
" Hei, " Elvaro mengelus rambutnya, menatap cewek itu intens, " Kamu ada masalah,"
" Aku ... berantem sama Papa,"
Elvaro seketika merasa bersalah. Pasti dirinya menjadi alasan mengapa Starla dan ayahnya sampai bertengkar
__ADS_1
" Maaf udah bohong sebenarnya ... Papa nggak suka sama kamu,"
Elvaro manggut-manggut mengerti. Memandang cewek itu dengan tatapan meneduhkan.
" Tapi kamu nggak usah khawatir, Papa cuma belum kenal kamu aja Papa memang sedikit Protektif soal cowok. Dulu sama Daniel juga gitu kok, " Ujar Starla seraya menyunggingkan senyum, memperbaiki suasana.
Lagi-lagi Elvaro mengangguk, " iya. Aku ngerti Starla, "
" kamu nggak marah kan sama aku,"
Elvaro menggeleng, " Aku nggak Punya alasan yang logis untuk marah saat kamu,"
Starla tersenyum, sedikit merasa lebih baik, " ibu kamu gimana keadaannya,"
" ibu lagi istirahat,"
" Yahh .. aku jenguknnya kemalaman dong, " Kekeh Starla
Elvaro Tertawa Pelan, mengganguk mengiakan. Tangannya kemudian Menyentuh Punggung tangan Starla lembut Menatap cewek itu dalam
" Semuanya bakalan baik-baik aja,"
Starla mengangguk
" Kamu cuma Perlu maafin Papa kamu dan minta maaf juga sama beliau. Seenggaknya Kalian harus saling berbicara. karena saling mendiamkan nggak Pernah bikin masalah itu Pergi,"
Starla kemudian Menatapnya, sedikit menyetujui saran dari Elvaro barusan karena itu kemudian ia memilih mengangguk Perlahan, " Apa kamu juga saling memaafkan sama Papa kamu, kan ?
Mendengar Pertanyaan itu Elvaro terdiam. Dia sudah memberi saran agar hubungan Starla dan ayahnya kembali baik, namun ia sendiri lupa dengan hubungan antara dirinya dan ayahnya sendiri
Karena itu ia memilih tidak menjawab sama-sama diam untuk saling berkutat dengan Pikiran masing-masing
__ADS_1