
Starla sedang rebahan di sofa seraya bermain Ponsel. Mengabaikan teriakan heboh Daniel dan Mario yang sedang bermain PlayStation di bawahnya mungkin lebih tepatnya hanya Daniel yang heboh sendiri. Sementara Mario hanya fokus Pada permainannya. sudah sejak SMP Daniel sering main ke rumah cewek itu jadi kedua orangtuanya pun sudah biasa saja tiap kali menerima kedatangan cowok itu ke rumah.
Gue Penasaran deh, El ambil job itu nggak ya, " batin Starla. ketika mengingat kembali kejadian tempo hari, kala Elvaro menyudahi Pembelajaran mereka karena ada Pekerjaan yang ditujukan untuknya.
selain itu Starla Penasaran, apa benar cowok kasar yang berdebat dengannya Kemarin adalah sahabat Elvaro ? Tapi kenapa tatapan mereka yang Starla lihat adalah tatapan Permusuhan ? Cukup membingungkan
Starla lantas membuka aplikasi obrolan daring. Menimang-nimang sejenak, sebelum memutuskan. Chat Elvaro atau jangan ya, ?
Starla
El kemarin lo nggak apa-apa kan ( Delete )
Starla
El kemarin lo benar-benar ambil job itu ( Delete )
Starla
El lo nggak bikin masalah besar kan ( Delete )
Starla
El lo kenal cowok nyingir kemarin sejak kapan ( Delete )
Starla mendengus frustasi. Melempar Ponselnya asal ke samping sisi. Tidak jadi mengirim Pesan kepada Elvaro
" Dan ! Pinjam HP, dong !" Starla menoyor Pundak Daniel yang sedang duduk di bawahnya
Dengan tangan fokus mengendalikan joystick, Cowok itu menggerakkan Pinggulnya Sekilas
" Nih ambil sendiri di saku gue,"
" Dih, Ogah Ambiiin dong !
Daniel mengambil Ponselnya buru-buru, lalu kemudian di sodorkan asal ke belakang. kalau-kalau ia lengah dan malah kecolongan Mario nanti. Dengan senyum menang, Starla membuka aplikasi Instagram pada Ponsel Daniel. Membuka Pencarian dan menulis nama seseorang
" Yah, di di-private, " keluh Starla, " Eh Daniel enggak follow Elvaro ya ?
Daniel bergidik, " Entah,"
" Gue follow ya, "
Daniel bergumam singkat, " selama bikin Lo senang gue bakalan Ikutan senang kok, "
Starla hanya tertawa seraya menoyor kepala Daniel, "Terserah lo deh kudaniel,"
Daniel hanya tertawa singkat. Masih fokus memperjuangkan kemenangan," Eh, Starla ! Garukin bahu gue, dong ! Gatal banget anjir,"
" Malas,"
" Tangan gue lagi Pegang joystick nih Entar gagal gue kalahin Si Mario,"
Sambil membuka Instastory, tangan Starla menggaruk bahu cowok yang memakai kaus hitam Pada itu juga Pada akhirnya
__ADS_1
" Gila si Mario ini jarang main ternyata hebat juga anjir Nggak se-noobb yang gue kira, ' curhat Daniel seraya menekan-nekan joystick-nya
Starla hanya mendengar tanpa merespons. Apalagi Mario yang tentu saja jarang meladeni Pembicaraan seperti itu. Cewek itu lantas rebahan kemudian mendudukkan diri, lantas membuka Instastory Daniel
" Kode lu, ? segala bilang Makan kebab Kayaknya enak nih, "Cibir Daniel sambil terkikik seusai Starla membuka story' Instagram
Starla hanya menoyor punggung Daniel sebal, " Ya, habis ada dua cowok di sini, Tapi Pada nggak ada yang Peka cukup tau aja,".
kedua Cowok itu hanya tertawa receh tanpa memberi respon lain
Bunyi Permainan berakhir tak lama terdengar ... Daniel melempar joystick-bya Frustasi seraya menyandar Pada sofa. Tidak ikhlas dengan kekalahan barusan.
" Hadeuh .... gagak deh gue kalahin si Mario,"
" Taruhan yang tadi, " sahut Mario memperingati, seraya menatap Daniel datar.
" iye dah iye gue ingat kok,"
" Taruhan apaan ? tanya Starla menimbrung seraya memajukan tubuh mendekat ingin tahu
Baik Mario maupun Daniel memalingkan tubuhnya, menghadap cewek yang tengah menatap mereka antusias seraya menaik-naikkan alis
" Kepo, " serbu Keduanya bersamaan yang disambut Starla dengan mengerucutkan bibirnya merajuk.
...•••••...
Starla masih rebahan di sofa meskipun Daniel Pulang. Baru saja ia hendak beraksi menjaiii Mario tiba-tiba saja Ponselnya berdering. setelah melihat nama yang terpampang di Ponselnya. wajah Starla berubah antusias seketika. ini serius Elvaro nelepon gue, "
Sempat tidak terdengar suara apa Pun, sebelum kemudian suara Elvaro Pada akhirnya terdengar,
" Lihat keluar jendela,"
Starla sempat mengernyit bingung. Namun tetap menurut dan bergerak ke jendela. Melihat ke arah luar. Starla sempat celingukan sejenak, mengedarkan Pandangan ke segala arah. Sampai kemudian matanya membulatkan ketika mendapati Elvaro yang tengah melambaikan tangan tangan di atas Pohon mangga di depan Pagar
" Astaga El ! Lo ngapain,"
" Nanti aja tanyanya. Udah gatal-gatal nih gue dikerubungi sama semut Pada ganjen semua semutnya,"
Starla Terkekeh. sebelum kemudian buru-buru beranjak keluar dari rumah Elvaro tengah memungut mangga yang tergeletak di tanah ketika Starla menghampirinya. Cewek itu hanya tersenyum seraya Perlahan mendekat
" Lo ngapain, "
Elvaro meletakkan mangga yang jatuh ke atas bangku di bawah pohon itu " Nggak sengaja mangganya tadi, " jelas Elvaro kemudian
Cowok itu lalu menyodorkan sebuah bungkusan ke Starla. Cewek yang rambutnya tidak Diikat itu lalu memandangnya bingung, " Apaan nih,"
" Kebab, "
" Buat siapa, "
" Buat nenek lo Ya buat elo lah,"
Starla tersenyum sebelum kemudian mengambil sodoran, " Kok Lo tau sih gue Pengin kebab, "
__ADS_1
Elvaro mengerdikkan bahu, " Nggak tahu sih. Tadi ada yang kirim text ke gue,"
Starla tidak begitu mendengarkan. Cewek itu terlalu senang dengan Pemberian Elvaro barusan. Entah kenapa rasanya senang saja ketika seseorang mengabulkan keinginannya
" Masuk yuk ! Bokap gue juga lagi nggak ada kok," Starla sudah menarik tangan Elvaro mengajaknya masuk ke rumah. Namun Elvaro menolak
" Gue di sini aja,"
Starla manggut-manggut lalu mengajak Elvaro duduk di bangku tepat di bawah Pohon mangga tadi
" Oh iya El, lo ambil job kemarin,"
seperti biasa Elvaro tidak menjawab hanya menoleh menatap Starla
" Lo nggak bikin dia .... "
" Gue nggak bikin dia mati kok," sambung Elvaro, Seolah sudah tahu ke arah mana Pembicaraan Starla itu, " Gue memang lakuin Pekerjaan kotor itu tapi gue nggak Pernah bunuh orang Starla, "
Akhirnya, jawaban atas Pertanyaan rasa Penasaran Starla telah terjawab Lega mendengarnya
"Gue Cuma gertak atau Paling enggak bikin targetnya jera sesuai Permintaan klien Paling Parah gue cuma bikin mereka masuk rumah sakit doang, " Elvaro bercerita sambil memandangi becak yang lewat di depan mereka
" Gue nggak terima job membunuh. Dan klien-klien gue juga udah tau Prinsip gue jadi lo nggak Perlu khawatir, gue nggak bakalan bunuh orang, " ujar Elvaro seraya menatap Starla intens.
Starla menunduk, agaknya merasa bersalah, " Sorry gue nggak maksud ..."
" Nggak apa-apa santai, " sergah Elvaro sambil tersenyum tipis
" kalau Cowok yang kemarin itu benar sahabat lo ? kali ini bisa Starla lihat raut wajah Elvaro berubah. Tidak bisa ditafsirkan dengan jelas tapi sepertinya Elvaro tidak suka membicarakan topik itu
Elvaro menghela nafas Pelan kemudian, " Dia memang sahabat gue dulu sekarang gue nggak yakin Mungkin dia anggap gue sebagai musuhnya, "
" Karena apa, "
Elvaro tidak langsung menjawab. Hanya memandang Starla sejenak,
" Emm ... sebenarnya ada yang mau gue bilang sama lo,"
Starla memiringkan kepala, bersiap mendengarkan
" Starla, jangan nilai seseorang dari mulut orang lain. Nilai seseorang dari apa yang lo lihat dan lo dengar dari orang itu langsung,"
Starla Sebenarnya tidak paham kenapa Elvaro tiba-tiba membicarakan itu. Namun ia tetap mendengarkan
" Setelah itu, lo bisa nilai seseorang itu baik atau jahat buat lo kalau menurut lo dia jahat, lo harus menjauh dari dia,"
jantung Starla berdebar. Tentu saja lagi dan lagi Pandangan Elvaro yang menatapnya seintens itu membuat Starla tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri.
" Ke-kenapa ... lo tiba-tiba ngomong gitu ?"
Elvaro menatap tepat di depan bola cewek itu sejenak. Sebelum kemudian menjawab, " Karena sekarang gue udah mulai Percaya sama lo, "
...••••...
__ADS_1