DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 9 mulai dekat


__ADS_3

...Berawal dari rasa penasaran ringan, lalu merembet naik perasaan kadang rasa suka bisa tumbuh sendirinya tanpa kita minta...


" Gue Pikir Jaka yang bakalan jadi tutor gue. Eh taunya elo, " Celetuk Starla membuka obrolan cewek itu kemudian mengelus-elus dadanya lega seraya mengembuskan napas lega, " Syukur deh,"


Elvaro berjalan santai di sampingnya lantas memasukkan tangan ke dalam saku celana. Berjalan bersampingan dengan cewek itu setelah keluar dari ruang BK


" Nggak beda kok. Mau gue atau Jaka yang jadi tutor lo, kami tetap bakalan bantuin elo dalam Pelajaran,"


Mendengar Pernyataan Elvaro barusan refleks membuat Starla tertawa receh. " Beda lah ! kalau si Jaka itu suka godain cewek- cewek tau. Nggak kebayang lagi, deh, gue kalau sempat tergoda sama rayuan mautnya dia."


Bukan apa-apa, Starla tahu betul bagaimana gelagat jaka itu. meskipun Pintar, dia kerap kali menggoda siswi-siswi yang minta diajari olehnya. kalau hanya sekedar menggoda tidak masalah. Pasalnya, cowok itu suka melirik bagian tubuh cewek dengan intens. karena itulah Starla tidak suka tipikal orang semacam itu.


Elvaro tertawa. " Loh, kenapa ? keduanya membelokkan langkah ke arah kiri koridor. " Lumayan, loh, bisa dijadiin gebetan, "


"Anjir ! Starla menepuk bahu Elvaro sambil tertawa receh. " Ya kali, Elvaro kalau dia seganteng Kim Taehyung gue mah terima dengan senang hati digombalin dia. Lah, dia sama tukang cuci Piringnya Galgadot mungkin kalah saing malah, " ringis Starla dengan raut absurdnya sambil menggeleng tidak suka.


Elvaro tertawa singkat, " jangan nggak suka gitu, nanti malah naksir,"


" El, ih !" salak Starla memberengut. Yang langsung dibalas Elvaro dengan mengacak gemas rambutnya seraya tertawa. Starla hanya tersenyum menahan tawa

__ADS_1


" Omong-omong, kenapa bisa elo yang kepilih di antara banyakan murid di sekolah ini ? Padahal, kan masih banyak murid teladan yang lain,"


Elvaro menghadapkan wajahnya ke depan agar fokus dengan jalan


" Gue Punya Perjanjian khusus,"


" Perjanjian apa ?" Starla langsung memikirkan kalimatnya Mungkin Elvaro tidak mau menjawab Pertanyaannya itu lagi seperti biasannya " Eh, enggak jadi, deh Lupain aja,"


Elvaro lantas tersenyum tipis, " Lo Pasti tau sendiri kalau gue sering diPanggil di ruang BK,"


Starla menoleh kemudian mengangguk Pelan


Starla menganggukkan kepalanya mengerti. Entah kenapa rasanya sedikit senang ketika Elvaro sudah mulai terbuka Kepadanya Mungkin Elvaro sudah mulai Percaya dengan dirinya.


" Starla, awas !" Elvaro tiba-tiba menarik tangannya mendekat ketika ada siswa yang saling kejar-kejaran di dekat koridor


Starla mengerjap, menyadari tubuhnya yang hampir sepenuhnya menyandar Pada tubuh tegap Elvaro Demi apa Pun, Posisi mereka saat ini sungguh rentan. Membuat Starla segera menggerakkan badannya menjauh seketika salah tingkah,


" Thanks,"

__ADS_1


Elvaro mengangguk, " kita mulai belajar hari Sabtu bisa Tempat belajarnya biar gue tentuin,"


Starla hanya mengangguk sebagai tanda setuju.


" Oke, siap-siap hati Sabtu. Gue bakalan jemput lo, " Elvaro tersenyum singkat sebelum kemudian berlalu Pergi. setelah memastikan cewek itu sudah benar-benar sampai di kelasnya


...••••...


" Jesicca, gue tau lo cemas Tapi nggak Perlu khawatir Lo tau gue cewek ya kuat, kan"


kali ini Jessica mulai luluh dan menoleh kepada cewek itu.


" Lo sahabat gue, dan gue hormati, kok, saran-saran dari lo, Tapi gue nggak bisa gitu aja menyingkirkan Perasaan gue Jes,"


" Starla ... " bujuk Jessica


" Percaya deh sama gue, Gue bakalan mengontrol Perasaaan gue ke dua Dan kalau memang Elvaro menyakiti gue, gue bakalan langsung mengadu ke elo, serius deh, " Starla menyakinkan seraya tersenyum, mencoba membujuk Jessica sekali lagi.


Meskipun dalam hati ia sedang bersusah Payah bergelut dengan kekhwatiran dan Pemikirannya konyolnya yang mendera sedari tadi. Apa mungkin Elvaro bakalan menyakiti gue kayak yang Jessica tuduhkan ?

__ADS_1


__ADS_2