
...Ketika kita menghadapi kesulitan Dan kita tidak menyerah itulah kekuatan kita...
...08958xxxxxx...
...menyempurnakan rasa sakit menghujam perasaan bersalah memupuk kehancuran dengan luka sudah menebak akhir alurnya...
Starla melirik Pesan yang dikirim dua jam yang lalu itu dengan tatapan bingung. Kalimat-kalimat itu hampir dengan harapan yang dia tulis di lampion, bedanya itu berupa kebalikan. Siapa orang yang sudah mengirim Pesan aneh itu Padanya
" Woi ! Jessica menyikut lengan cewek itu membuatnya menoleh
saat ini mereka sedang berada di Pinggir lapangan sepak bola, karena sedang jam olahraga.
" Ngapain sih ?" tanya Jessica lagi, melihat temannya itu kelihatan kebingungan.
Gadis yang memakai Pakaian olahraga itu menggeleng. Memasukkan Ponsel ke dalam saku celana berusaha tidak Peduli,
" Orang iseng kali, "
Jessica mencibir, " Nggak usah diladenin dong kayak lo yang nggak meladeni chat gue Malam minggu kemarin, " ucapnya sarkastis merajuk
Starla langsung memamerkan cengiran kudanya mencolek-colek lengan Jessica jail,
" Sorry Beb, kan udah gue balas sih ..."
" iya Balasnya Pas udah Pagi. Udah telat,"
Starla menyengir sok manis, " Jangan ngambek atuh kakak Jessica,"
senyuman absurd Starla seketika turun. Berubah memandang Jessica aneh. Bagaimana bisa Jessica tahu kalau dia dan Elvaro sempat berkencan malam Minggu ? sementara seingatnya Starla belum ada cerita sama sekali Ya kecuali jika Daniel yang mungkin sudah bercerita Pada Jessica
Tapi Starla memandang Jesicca sedikit curiga, " Gimana lo bisa tau Jes,"
Jesicca menoleh, membalas tatapan Starla. Namun memilih tidak menjawab, hanya mengusap tengkuknya kaku. Starla baru ingin bersuara lagi ketika tangan seseorang menutup Kedua matanya
" Siapa ini ? Starla berusaha menjauhkan kedua tangan itu dari matanya, namun orang itu menahannya
" Siapa Jes, "
Starla masih berusaha menebak. satu nama langsung terpatri di benaknya ia lantas menarik kedua sudut bibirnya naik,
" Elvaro, "
Sepasang tangan itu langsung turun. Menampilkan seseorang yang kini sedang memanyunkan bibir sedih
" Elvaro, Elvaro, Daniel ini,"
Starla rupanya salah orang Entah kenapa ia sangat berharap tadi itu Elvaro. Pasalnya Elvaro tidak ada kelihatan seharian ini. Cowok itu ke mana sebenarnya ?
" Sedih amat muka lu, Telur Dadar kayak kehabisan kuota aja, " Cibir Daniel merangkul tangannya Pada bahu Starla menyunggingkan senyuman lebar. " Mendingan kita olahraga lagi Ayo,"
" Lo nggak masuk kelas memang,"
" Free Class gue,"
Starla manggut-manggut, Lalu melirik ke belakang, " Eh Jes, ayo Malah ketinggalan,"
Jesicca menyengir Polos lalu menyusul. Dengan mereka yang kemudian bergerak masuk ke dalam lapangan
__ADS_1
Starla kemudian memilih bermain basket dengan Daniel, tatkala matanya menyadari bahwa sosok Agatha tengah memandanginya diam-diam dari dalam kelas
...••••...
Starla memilih Pulang sendiri ayahnya lama menjemput ketika seseorang mengirim sebuah Pesan Kepadanya
Starla mengernyitkan dahi, tidak mengenali siapa pengirim itu. Namun Starla tetap melihat isi Pesannya itu adalah foto Elvaro yang sedang masuk ke dalam sebuah gedung tua. Starla tahu gudang apa itu. karena fotonya baru dikirim beberapa detik yang lalu. Starla buru-buru memandangi tempat itu
Benar rupanya. Ternyata Elvaro sedang tanding tinju hari ini. setelah melihat adanya sosok Elvaro yang tengah berdiri di atas arena ketika ia masuk ke dalam gedung tua itu.
Mata Starla spontan membelalak,
" What ? Elvaro duel sama Ardian,"
BUGH
Elvaro baru saja mendapatkan Pukulan. Baiklah bisa diakui kalau kemampuan Ardian sudah lebih meningkat sekarang. Melihat bagaimana Cowok itu yang lebih banyak menghantam Elvaro dengan berbagai Pukulan
Ardian lantas tertawa meremehkan Elvaro " Udahlah El, lo, nyerah aja simpel kan,"
Elvaro menyembunyikan sendi lehernya, berusaha menjaga Posisi Pertahanannya, " Babak belur, bukan berarti gue harus mundur,"
Ardian Tertawa sinis sebelum melemparkan serangan yang sialnya gagal Elvaro cegah
" Gimana Kalau kita taruhan kalau gue menang, Starla jadi milik gue Gimana,"
Elvaro membulatkan bola matanya, berusaha memberikan serangan bagaimanapun, kondisi sudah hampir lemah karena menerima banyak Pukulan. Namun ia tetap berusaha untuk memenangkan Pertandingan
" Elvaro ! Kamu Pasti bisa !!!! semangat !!! Elvaro menoleh ke sumber suara. Ternyata itu suara gadisnya
" Kamu harus menang jangan sampe dikalahin si mulut cabe-cabean itu Fighting,"
Elvaro mengantukkan kepalanya ke kepala Ardian yang mengunci Pergerakannya sampai cowok itu refleks mundur. Elvaro memberikan serangan telak yang kemudian berhasil membuat Ardian terkunci
Ardian terengah-engah di dalam kunciannya. Elvaro bisa saja memanfaatkan kesempatan untuk menang. Tapi tatapan Ardian yang kelihatan Pasrah itu memunculkan empati
Elvaro tidak lupa seberapa baik sosok sahabatnya itu dulu. Ardian dulu sering membantunya, terutama membantu ibunya. Saat ini Ardian hanya sedang dibutakan oleh ambisi untuk menang. karena itulah ia menjadi seperti sekarang
Tapi Elvaro tahu kalau jiwa Ardian yang sebenarnya sedang bersembunyi di balik jiwa Ardian yang Penuh ambisi setidaknya, dua harus mengembalikan sosok Ardian yang dulu. juga memperbaiki hubungan di antara keduanya
Dan Elvaro memilih untuk Sengaja kalah lagi, mengambil keputusan untuk mengalah dari Ardian saja
...••••...
" Aku tau kamu sengaja kalah tadi. kenapa sih El ? Padahal kamu udah hampir menang loh, Tinggal dikit lagi malah,"
Starla tentu tidak terima. sedikit kecewa juga sekaligus Penasaran mengapa Elvaro memilih melakukan kebodohan itu. saat ini mereka sedang duduk di depan mini market dikawasan kompleks rumah Starla mengobati luka Elvaro
Yang ditanya malah tersenyum, menyadari Perubahan cara bicara gadisnya,
" Aku Cuma mengalah aja Sayang, "
" Tetap aja, lah ! Tindakan kamu ini bego tau, nggak Ngapain juga rela mengorbankan kemenangan cuma demi orang kayak Ardian,"
Elvaro hanya tersenyum simpul
" Kadang kita Perlu memperbaiki sesuatu yang rusak Meski dengan cara yang salah,"
Cowok yang hampir penuh memar itu menatap Starla sambil tersenyum lagi
__ADS_1
" Mungkin dengan cara ini hubungan kami bakal baik-baik lagi kayak dulu,"
" itu, sih harapan kamu. Gimana kalau Ardian malah tambah malah songong dan sombong karena udah menang,"
Elvaro mengerdikkan bahu, " Ardian cuma bakal bangga kalau kemenangannya diraih kemampuannya sendiri. Bukan karena lawannya sengaja kalah. Dia selama ini menggertak cuma buat berusaha cari kelemahan aku aja Starla,"
Starla menghela nafas gusar, " Kamu itu kelewat baik El. kalau aku jadi kamu sih bodoh amat. Yang Penting aku menang. Nggak Peduli deh mau musuhan atau enggak, " jawab Starla asal
Elvaro mencibir Tidak Percaya. Lalu mencolek Hidung Starla menggodanya, Starla mencubit Perut Elvaro gemas. Yang berakhir meringis karena Perut Elvaro habis kena Pukulan tadi. Starla menyengir innocent
" Btw, kamu masih Pakai baju sekolah. Tapi aku nggak lihat kamu di sekolah tadi, " Ucap Starla seraya mengernyit bingung baru sadar kalau Elvaro Masih memakai seragam sekolah
Elvaro menelan ludahnya bingung mau jujur atau tidak
" El Jujur deh. kamu bolos,"
Starla menatap Elvaro Serius. Elvaro menghela nafasnya sebelum kemudian mengangguk
" kenapa, "
" Bantuin angkat barang-barangnya orang Pindahan. Lumayan Uangnya buat tambah tabungan,"
Starla mempoutkan bibir, manggut-manggut. Pantas saja seharian ini dia tidak ada melihat Elvaro. jujur Starla sedikit simpati dengan kondisi keuangan cowok itu
" kalau kalah kayak gini, nggak bakalan kenapa-kenapa, El ? kamu, kan nggak dibayar Ardian buat kalah,"
Elvaro mengerdikkan bahu. " ini bakalan jadi tanding tinju terakhir. Aku milih Berhenti dari dunia Pertinjuan, "
Starla spontan kaget, " Kenapa,"
" Mau fokus bikin kamu senang dulu,"
" El, serius, "
Elvaro tersenyum. " Udah Perjanjiannya. kalau aku kalah lagi, aku harus keluar, "
Starla mendecak. " Tuh, kan ! Terus gimana ?"
" Yang nggak gimana-gimana. Aku bakalan cari Pekerjaan lain yang nggak ada unsur berantem berantemnya. Aku nggak mau bikin kamu khawatir, "
Starla refleks menahan senyum
" Gombal aja terus, " kekehnya kemudian Elvaro hanya tersenyum
" Oh iya El selama ini aku Penasaran banget. Tapi baru ingat aja sekarang buat tanya. Nama kamu itu, kan Elvaro B Aldebaran B-nya itu apa sih,"
Elvaro menurunkan tatapan melirik name tag-nya Lalu menatap Starla lagi,
" B itu singkatan dari Buwana Nama belakanganya Bokap, "
" Kalau nama belakang kok ditaruh di tengah,"
" Takut hilang kali kalau di belakang,"
Starla refleks tertawa receh, " Apaan sih Garing ,"
Elvaro hanya balas Tertawa receh. sampai tidak sadar kalau rahangnya masih terasa sakit kalau di bawa tersenyum
sampai kemudian sebuah mobil Corvette silver Berhenti tepat di depan keduanya. Starla spontan Terbelalak ketika sang Pengemudi menurunkan kaca mobil. Niko ayahnya kini menatap Keduanya dengan aura dingin
__ADS_1
" Starla, masuk, "