DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 47 UMPAN


__ADS_3

" BEGO ..... " lirih Starla sendu. Merutuki dirinya sendiri ia melakukan kesalahan tidak seharusnya ia memutuskan hubungan dengan Elvaro semudah itu. ini hanyalah emosi sementara, tidak seharusnya ia melepaskan Elvaro


" Kenapa lo nyerah, Starla ? Kenapa Coba ?" Starla terisak Pelan seorang diri di kursi Penumpang. Menutup wajahnya dengan tangan, tak mengacuhkan sopir taksi yang sesekali meliriknya lewat spion diam-diam


Starla sadar, tindakannya Pada Elvaro tadi sangat kekanakan. sekarang ia benar-benar bingung bagaimana caranya memperbaiki keadaan. Apa Elvaro masih mau kembali lagi kepadanya setelah tindakan bodohnya barusan ?


Starla masuk ke rumahnya sesuai sampai, mengusap air matanya sembari menutup Pintu. Sial, tenggorokannya masih sesenggukan


" Kenapa lo nangis, Starla, "


Starla tersentak kaget begitu menyadari Mario yang entah sejak kapan ada di rumahnya, " Ma-Mario Sejak kapan lo di sini ? Gimana bisa lo Masuk,"


Mario tidak menjawabnya, malah terus berjalan lurus mendekatinya Lalu menarik Gadis itu ke dalam rengkuhannya. Hal itu sukses memancing Starla kembali menangis sesenggukan lagi.


" Nyokap yang kasih kunci cadangan rumah lo, " Mario mengusap Punggung saudara kembarnya dengan lembut, " lo kenapa,"


Starla memeluk Mario erat. Melampiaskan seluruh air matanya yang sejak tadi ia tahan di taksi balik rengkuhan lelaki itu. Jujur Starla membenci dirinya yang terlalu cengeng seperti ini


" Mario ... "


Mario berdesis, menepuk-nepuk kembarnya Pelan, " Elvaro, " terkanya


Dengan air mata yang masih mengalir, Starla mengangguk sembari sesenggukan. " Gue bego Gue udah Putusin dia secara sepihak Padahal kami udah tunangan,"


" Masalahnya apa ?"


" Gue salah .... gue udah bersikap kekanakan, Mario Gue tau nggak cuma gue yang Elvaro Pedulikan. Dan seharusnya gue bisa ngertiin itu Marion Tapi gue egois .... " Starla tidak dapat menahan keluh kesahnya. setidaknya dengan bercerita Pada Mario ia bisa merasa sedikit lebih tenang

__ADS_1


Mario merenggangkan Pelukannya. Mengambil tas kembarannya itu lalu menggantungkannya di Paku. Menyodorkan kembarannya itu sekotak tisu yang baru saja ia ambil dari meja


" Lo ketemu aja sama Elvaro besok. kalian selesaikan bareng-bareng saling introspeksi diri. Baru deh, Putusin mau gimana ke depannya Nanti, " ujar Mario tenang, sesekali mengusap bahu Starla lagi menenangkan gadis itu.


" Kalau El nggak mau gimana ?


" Kalau Elvaro Cinta sama lo, Elvaro Pasti bakalan terus mempertahankan elo,"


Starla mengusap air matanya dengan tisu lalu manggut-manggut mengiakan


" Mendingan lo istirahat sekarang, gih,"


Starla mengangguk lagi Berterima kasih Pada Mario karena Mario sudah mau mendengarkan kemudian, sebelum kemudian Pergi menuju kamarnya.


...•••••...


" Kenapa lo nyerah, Starla ? Kenapa Coba ?" Starla terisak Pelan seorang diri di kursi Penumpang. Menutup wajahnya dengan tangan, tak mengacuhkan sopir taksi yang sesekali meliriknya lewat spion diam-diam


Starla sadar, tindakannya Pada Elvaro tadi sangat kekanakan. sekarang ia benar-benar bingung bagaimana caranya memperbaiki keadaan. Apa Elvaro masih mau kembali lagi kepadanya setelah tindakan bodohnya barusan ?


Starla masuk ke rumahnya sesuai sampai, mengusap air matanya sembari menutup Pintu. Sial, tenggorokannya masih sesenggukan


" Kenapa lo nangis, Starla, "


Starla tersentak kaget begitu menyadari Mario yang entah sejak kapan ada di rumahnya, " Ma-Mario Sejak kapan lo di sini ? Gimana bisa lo Masuk,"


Mario tidak menjawabnya, malah terus berjalan lurus mendekatinya Lalu menarik Gadis itu ke dalam rengkuhannya. Hal itu sukses memancing Starla kembali menangis sesenggukan lagi.

__ADS_1


" Nyokap yang kasih kunci cadangan rumah lo, " Mario mengusap Punggung saudara kembarnya dengan lembut, " lo kenapa,"


Starla memeluk Mario erat. Melampiaskan seluruh air matanya yang sejak tadi ia tahan di taksi balik rengkuhan lelaki itu. Jujur Starla membenci dirinya yang terlalu cengeng seperti ini


" Mario ... "


Mario berdesis, menepuk-nepuk kembarnya Pelan, " Elvaro, " terkanya


Dengan air mata yang masih mengalir, Starla mengangguk sembari sesenggukan. " Gue bego Gue udah Putusin dia secara sepihak Padahal kami udah tunangan,"


" Masalahnya apa ?"


" Gue salah .... gue udah bersikap kekanakan, Mario Gue tau nggak cuma gue yang Elvaro Pedulikan. Dan seharusnya gue bisa ngertiin itu Marion Tapi gue egois .... " Starla tidak dapat menahan keluh kesahnya. setidaknya dengan bercerita Pada Mario ia bisa merasa sedikit lebih tenang


Mario merenggangkan Pelukannya. Mengambil tas kembarannya itu lalu menggantungkannya di Paku. Menyodorkan kembarannya itu sekotak tisu yang baru saja ia ambil dari meja


" Lo ketemu aja sama Elvaro besok. kalian selesaikan bareng-bareng saling introspeksi diri. Baru deh, Putusin mau gimana ke depannya Nanti, " ujar Mario tenang, sesekali mengusap bahu Starla lagi menenangkan gadis itu.


" Kalau El nggak mau gimana ?


" Kalau Elvaro Cinta sama lo, Elvaro Pasti bakalan terus mempertahankan elo,"


Starla mengusap air matanya dengan tisu lalu manggut-manggut mengiakan


" Mendingan lo istirahat sekarang, gih,"


Starla mengangguk lagi Berterima kasih Pada Mario karena Mario sudah mau mendengarkan kemudian, sebelum kemudian Pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


•••••


__ADS_2