
...sebuah Hubungan memang harus disadari oleh rasa percaya Namun terlalu percaya bisa membuat kita dibodohi oleh cinta...
Elvaro benar-benar cemas mendengar ibunya demam lagi. Lelaki itu lantas mendekat ke arah ranjang, memeriksa dahi ibunya. Terasa Panas.
" Tadi ibu menggigil Bang, " ungkap Melati yang sedang berada di kamar Wulan juga
Wulan yang sedang tidur, lantas terbangun menyadari kehadiran anaknya itu " Abang baru Pulang, "
Tidak menjawab, Elvaro jutsru balik bertanya, " ibu masih merasa menggigil nggak Kalau masih kita ke rumah sakit sekarang,"
Wulan menggeleng, " ibu udah enakan kok. Lagian tadi udah minum obat"
" Benar,"
Wulan mengangguk, " Abang nggak usah khawatir,"
Elvaro menatap manik mata ibunya yang agak berkaca memilih mengangguk Percaya
" Tadi Papa pulang, Bang,"
Elvaro sontak menoleh ke arah Melati, " Ngapain,"
Melati mengerdikkan bahu, menggeleng. Wulan kemudian berdeham membuat Elvaro mengalihkan Pandangannya
" Ehm, Melati kamu belum makan,kan dari tadi lebih kamu makan dulu gih, ibu mau ngomong sama Abang,"
Mendengar ibunya, Melati mengangguk. Lantas bangkit berdiri dan beranjak dari kamar
" Papa ada ngomong sesuatu sama ibu ?"
Wulan mengulum bibir, lalu menggeleng, " Papa cuma ambil beberapa barangnya yang masih ada di sini,
Rasanya Elvaro ingin berdecih
" Cuma itu saja ? Nggak Peduli sama kondisi kesehatan ibu seenggaknya kasih sedikit nafkah Atau biaya untuk bantu Pengobatan ibu,"
Wulan mengelus Punggung tangan Elvaro lembut, menenangkan Putranya itu, " Ikhlasin ya ? Papa milih kembali lagi sama keluarga asalnya, Lagi Pula kamu tau ibu itu ... "
Elvaro menatap Wulan, membuat beliau menghentikan kalimatnya. Wulan sangat tahu kalau Elvaro benci mengungkit-ungkit masalah itu. Wulan sadar Posisinya yang hanya istri kedua. Bahkan masih merasa bersalah karena sudah menghancurkan hubungan orang lain, walau ia sendiri tidak tahu apa-apa. Meskipun Gio lebih lama bersamanya dan berhasil memiliki dua orang anak Wulan tidak bisa berbuat apa-apa ketika Gio memilih kembali ke keluarganya yang lain. itu haknya Wulan hanya bisa tegar
Elvaro mengepalkan tangannya, mengembuskan napas gusar,
" Bukan salah ibu karena mengandung Elvaro, yang bikin Papa harus nikahin ibu, El nggak merasa masalah karena itu, jadi ibu jangan terus merasa rendah"
Lelaki itu mengenggam tangan Wulan, meneguhkan beliau, " El bahagia bisa dilahirkan dari rahim ibu. Wanita Paling sabar di dunia ini ibu mulia di mata El dan Melati, "
Wulan tersenyum tersentuh mendengarnya
" Yang harus ibu lakukan itu adalah terus berjuang melawan Penyakit ibu, El sama Melati yang nggak Punya siapa-siapa lagi selain ibu dan Melati jadi ibu jangan pernah menyerah, ya " Dengan Pelan Wulan mengangguk. Mengusap rambut Putranya lembut. sejenak, sebelum kemudian sebuah pesan masuk ke Ponselnya Elvaro membuka Pesan membacanya
...Agatha...
...Meet me tomorrow. Tanpa Pengecualian Atau Starla bakal Jadi korban selanjutnya...
Agatha lagi. Apa gadis itu tidak ada henti-hentinya menganggu Elvaro ?
...•••••...
Elvaro menghampiri Agatha di depan loker yang sedang sepi. Cewek itu spontan tersenyum menjengkelkan menyambut kedatangannya
__ADS_1
" kenapa lo ajak gue ketemuan di sini,"
Agatha tak menggubris. Lalu memberikan sesuatu ke tangan Elvaro. Elvaro menurunkan Pandangan dan membelalak.
" Udah gila lo ?" hardik Elvaro seketika emosi. Dia sudah capek-capek datang menemuinya, tapi gadis itu malah melakukan hal yang tidak jelas Apa lagi ? Gadis itu ingin membuktikan bahwa Elvaro benar-benar adalah cowok berengsek ?
Elvaro segera membuang benda itu ke tong sampah. Mengepalkan tangannya geram. " Maksud lo apa sih Agatha,"
" Kan lo yang minta ke gue ?" Cewek itu berbicara seakan-akan memang itu faktanya
" Lo mau ngapain Pakai alat Pengaman itu, El ?" Agatha berlagak langsung berjengit kaget, " Ha ! atau jangan-jangan lo mau Pakai benda itu buat anuan sama YouTube itu ya,"
Elvaro mengepalkan tangannya geram, Berusaha sabar, " Lo harus berhenti sama semua ini. Lo harus berhenti bohong Agatha,"
" Gue nggak Pernah bohong,"
Elvaro menatap cewek itu dengan tajam," Kalau gitu, jangan ganggu gue, Gue benar-benar nggak Punya waktu buat meladeni lo, " tekan Elvaro, hendak Berhenti melayani omong kosong cewek itu. Berencana kembali ke kelas
" kalau lo Pergi ... " Agatha menunjuk wajah Elvaro, menghentikan Pergerakan cowok itu, " Gue bakal sebarin berita ini ke orang-orang kalau lo sama Starla Pernah make love. Gue bakalan kasih tau orang-orang kalau Starla itu Perempuan nggak benar, Gue bakalan bikin Starla dibenci satu sekolah kayak elo,"
" jangan bawa-bawa nama Pacar gue !" Elvaro langsung menghela napas, " jangan jadiin Starla korban cerita bohong lo, Agatha. " titah Elvaro Penuh Penekanan
Gigi Elvaro refleks beradu menahan geram, " Apa mau lo, "
Pertanyaan yang Agatha tunggu-tunggu dari tadi. Cewek berambut sepunggung itu tersenyum menang, " Gue mau lo jangan menolak gue, " Agatha menarik Elvaro mendekat, Lalu menggelayutkan tangannya Pada leher Elvaro.
" jangan lakuin hal gila,"
" Apa, sih ? Cuma mau lihat muka lo dari dekat, " Agatha tersenyum miring
" Lo masih nggak berubah, ya Bedanya lo udah milik orang lain sekarang, " Agatha memiringkan kepalanya sedikit, " Tapi status kalian itu nggak berlaku buat gue,"
Agatha tersenyum remeh kemudian. Elvaro mengembuskan napasnya sabar, " Udah kan ? Biarin gue Pergi dan jangan Pernah lo usik Starla lagi,"
Di Posisi seperti tadi, dari jauh Elvaro akan terlihat seperti sedang berciuman dengan Agatha. Pasti Starla berpikir demikian. Mungkin karena itulah Starla langsung memutar badan, buru-buru Pergi
Sial. seperti Starla salah Paham
...••••...
Elvaro mendesis kesal dan langsung saja melepaskan kasar tangan Agatha dari lehernya. Mengabaikan rintihan cewek itu, lantas memilih untuk segera mengejar Starla,
" Starla, " Elvaro masih terus memanggilnya, namun Starla tetap memajukan langkanya, Elvaro memanggil Starla sekali lagi tepat ketika ia berhasil menangkap lengan cewek itu. Menahannya
" Starla, dengar gue dulu, " Elvaro menumpu kedua tangannya Pada bahu cewek itu Namun Starla masih memalingkan tatapannya
" Starla, tolong jangan salah Paham, Apa pun yang lo pikirin itu nggak seperti yang lo lihat Gue nggak lakuin apa pun sama Agatha. Gue juga nggak tau kalau ternyata dia jebak gue, Starla, "
Starla menoleh menatap Elvaro,
" Lo sama Agatha .... "
Elvaro segera menyergah, " Enggak Starla Enggak, " Ucapnya menyakinkan seraya menggeleng, " l did not kissing with her kelihatannya dari jauh gitu Tapi Sebenarnya enggak Starla, Percaya sama gue,"
Starla bergeming. Merasa cewek itu masih belum Percaya Padanya Elvaro lantas menurunkan tangannya dari bahu Starla
tiba-tiba cowok itu menggosok-gosokkan bibirnya sendiri dengan telapak tangan Masih terus berusaha membuktikan kalau apa yang Starla lihat itu bukanlah apa yang sebenarnya terjadi
" Lo harus lihat, " Elvaro menunjukkan telapak tangannya sendiri, " Nggak ada bekas lipstik sama sekali Gue benar-benar nggak lakuin itu Starla,"
Elvaro menatap manik mata Starla dalam berharap Starla Percaya Padanya Starla masih bergeming dan hanya menatap Starla tanpa suara
__ADS_1
Suara alarm kebakaran yang tiba-tiba berbunyi spontan membuat keduanya menoleh. Lantas mengernyit bingung. Bersamaan dengan kehadiran Daniel yang tiba-tiba muncul di antara keduanya
" Starla ! Starla "Panggil Daniel ngos-ngosan karena habis berlari, langsung menumpu keseimbangannya Pada lengan Starla
" Starla ... Huh, huh .... keb ... Huh Kebakaran " sahut Daniel terengah-engah
" iya tahu Di mana,"
Daniel mengibaskan tangan, " Adik lo kejebak di dalam lab yang terbakar,"
...••••...
Asap hitam mengapung di Udara, Beberapa siswa yang ketakutan berteriak histeris dan berlarian. Beberapa yang lain mengumpul di depan lab kimia menonton kebakaran Juga menonton Mario yang terjebak dalam kebakaran
" kenapa ditonton aja, sih Pemadam udah ditelepon apa belum Gue tanya, udah dihubungi Pemadam apa Belum,"
Starla dapat melihat Mario yang berdiri di antara korban api di Pojok ruangan jelas Mario pasti tidak akan mampu bergerak sama sekali Mario trauma api Dan bagaimana bisa dia yang terkurung di dalam sana ?
" Starla jangan ! Daniel menahan Starla yang nekat ingin menerobos
" Gimana gue bisa diem aja, Dan kembaran gue terjebak di dalam sana,"
Ruangan lab itu belum sepenuhnya terbakar. Masih ada celah kecil untuk lewat Elvaro segera bertindak dan meminjam handuk ibu Kantin segera menerobos ke dalam lab setelah kain tersebut sudah dibasahi dan melindungi sebagian tubuhnya Elvaro mencari keberadaan Mario yang sudah terduduk lemas di tepi lemari
" Pakai ini, " Elvaro langsung saja memberikan handuk basah tadi untuk menutupi hidung Mario dari karbondioksida
Starla tentu tidak diam saja. ia buru-buru mengambil tabung Pemadam kebakaran di UKS Langsung saja nekat menerobos masuk ke dalam lab dan menyirami lautan api dengan busa Putih dari alat Pemadam itu
" Bawa kembaran lo keluar. Biar gue yang urus ini, " Elvaro mengambil alih Peran Starla. Starla langsung saja menuntun Mario keluar ruangan
" Nggak usah Panik kali. Nggak apa-apa, gue bisa jalan sendiri,"
Starla mengabaikan Mario dan tetap menuntun kembarannya Pelan-pelan. setalah menyandarkan Mario di dinding koridor karena keberatan Alea Spontan menghampiri dengan wajah Panik yang kentara
" Bantuin Mario bawa ke UKS, Please ini anak kelihatannya aja sok cool gitu tapi lagi lemah banget Sebenarnya Alea," Ujar Starla, sekaligus menyindir Mario yang masih tenang di saat kondisi seperti ini. Alea mengangguk dan segera memanggil anak PMR untuk bantu Membawa Cowok itu Ke UKS
Sementara Starla melirik ke arah Elvaro kembali Cowok itu sudah berhasil memadamkan api ketika Pemadam kebakaran berhamburan berdatangan. Starla tersenyum simpul mengapresiasi bantuan cowok itu barusan Meskipun cowok itu sedang melihatnya saat ini
...••••...
" Jangan sampai Bokap tau, " Starla berdeham dan mengangguk malas Mario masih belum ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Starla mencoba mengerti dan akan menginterogasi kembali di rumah
Elvaro menahan lengan Starla ketika Cewek itu baru saja keluar keluar UKS Meminta cewek itu mendengarkan kembali Penjelasannya
" Starla gue benar-benar nggak lakuin sesuatu sama Agatha. Gue akui Posisi tadi bikin lo marah Tapi gue bisa jelasin Starla, " Starla hanya memandangi Elvaro yang tengah menatap manik matanya dalam
" Agatha ancam gue. Dia bilang bakalan sebar aib buruk tentang lo kalau gue menolak kemauan dia Gue benar-benar nggak bisa kalau dia benar-benar bikin lo bernasib sama kayak gue dibenci sama semua orang,"
Elvaro menghela napasnya sejenak,
" Gue bego karena mau menuruti kemauannya dia, dengan dalih Pengin lihat wajah gue lebih dekat, Padahal dia Sengaja bikin lo cemburu sama bisa bikin lo benci sama gue,"
Starla masih bergeming Hanya fokus mendengarkan semua Penjelasan yang sangat merasa bersalah. sebenarnya Starla sudah menebak kalau ini Pasti akal-akalannya Agatha. Aneh saja tiba-tiba ada seseorang yang mengiriminya pesan untuk mengajak bertemu di depan loker. Yang ternyata membawa Starla melihat Pemandangan menyakitkan itu
Starla juga tau kau kalau Elvaro dan Agatha tidak berciuman. Terlihat dari bayangan di jendela di samping sisi, sudah jelas wajah Agatha dan Elvaro cukup berjarak Tidak menempel Meskipun dari jauh Kelihatannya demikian
Starla tahu Agatha Pasti hanya ingin memanas-manasi dirinya. karena itu ia berpura-pura terpengaruh Padahal Starla sudah Punya rencana juga untuk melawan balik Namun ia masih tetap mendengarkan Penjelasan mengenai yang sebenarnya terjadi dari Elvaro langsung, " Anggap gue yang lemah Gue udah diam aja karena nggak mau Agatha ganggu elo Cara gue salah melindungi elo,"
Elvaro menyambut tangan Starla, Mengenggamnya lembut. Memberikan tatapan meneduhkan,
" Gue memang Penjahat selalu sering lukai orang yang nggak berdosa demi uang Tapi gue nggak Pernah berniat lukai hati lo Starla, Maafin gue Please,"
__ADS_1
Melihat Elvaro yang kelihatan tulus, Starla lantas menatap sekilas sebelum kemudian bersuara, " Gue bakal maafin setelah lo lakuin satu hal, "
...••••••...