DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 30 merelakan


__ADS_3

...Apakah kamu tahu saat aku bilang...


...aku benci kamu hatiku menjerit tak setuju Apakah kamu tahu...


...saat aku bilangaku rela melepasmu...


...itu kebohongan terburuk...


" EH, Starla ? Tumben datang Pagi ?


Starla tetap berjalan lurus menyusuri koridor dengan tatapan kosong. tidak berminat menjawab pertanyaan apa pun, ataupun menyapa balik orang yang menyapanya.


Setelah semua kalimat Perpisahan yang ia dengar dari Elvaro tadi Pagi Starla sukses dibuat tidak mood sekarang.


Starla tidak Punya Persiapan sama sekali. Elvaro meninggalkannya tiba-tiba saja, tanpa sedikitpun ia duga. Bahkan tadi malam pun semuanya masih baik-baik saja. Lalu mengapa sikap Elvaro berubah tanpa sebab Pada Paginya ?


" Elvaro ?" gumam cewek itu melemas


Tatapannya spontan terpaku pada sosok Elvaro yang sedang berdiri di depan loker. Terlihat sengaja mengalihkan Pandangan, dan tampak berniat pergi begitu menyadari kehadirannya. Starla langsung buru-buru menahan lengan cowok itu.


" kenapa kamu menghindari aku ? tanya Starla spontan


Air matanya kembali membendung seketika teringat kembali kalimat menyakitkan yang Elvaro ucapan tadi Pagi


Elvaro menjauhkan Cengkeraman tangan cewek itu Pada lengannya Perlahan. menguatkan diri untuk tidak memandang cewek itu


" Segitunya kamu benci sama aku Sampai lihat aku enggan,"


Elvaro tetap tidak kunjung memalingkan tubuh. Mencoba sebisa mungkin mengacuhkan Stark yang masih berdiri di sebelahnya


" kita .... udah Putus ... Starla, "


Starla tertawa sendu. sesak dalam dadanya kembali terasa mendera. Air matanya yang membendung tidak dapat lagi ia tampung lantas kembali mengalir dengan mulus lagi di Pipi, " jadi maksud kamu, aku nggak boleh ketemu lagi sama kamu ? karena kita udah Putus semuanya juga ikut berakhir,"


Elvaro hanya memilih bungkam. Tidak berani memberikan jawaban apa pun Demi apa Pun, Elvaro benar-benar tidak tega membiarkan gadis itu menangis lagi. sejatinya, Elvaro ingin merelakan Starla Pergi.


" Cari cowok lain, " Elvaro menjeda kalimatnya sejenak, " Cari cowok lain yang lebih baik dari aku Starla,"


Tangis Starla semakin Pecah. Tidak memerdulikan lagi sudah beberapa banyak air mata yang jatuh di Pipinya


" kalau ngomong itu memang gampang. Tapi kamu nggak bisa rasain Perasaannya orang yang udah dengar ucapan kamu barusan, " isak Starla sendu. Bibirnya bahkan turut bergetar sekarang


Elvaro benar-benar ingin menghapus air mata itu Elvaro benar-benar ingin memeluk gadis itu. Tapi ia bisa apa ? jika ia melakukannya, semuanya akan sia-sia Elvaro tidak akan pernah bisa melepaskan gadis itu begitu saja setelahnya


" Seenggaknya kasih aku Penjelasan, Elvaro ! kenapa kamu tiba-tiba Putusin aku ? kenapa kamu tiba-tiba bersikap aneh kayak gini ? Mana bukti ucapan kamu yang bilang kamu bakalan terus melindungi aku terus, " tanya Starla sembari terus menangis


" kamu tau .... aku benci ditinggal Elvaro," Starla terisak. " Terus kenapa kamu malah tinggalin aku Elvaro ... "


Tangan Elvaro bergetar. ia benar-benar tidak sanggup lagi berdiri di samping cewek itu lebih lama


Elvaro sungguh sangat ingin melihat wajah Starla membujuk gadis itu untuk berhenti menangis sekarang juga. Tapi Elvaro cukup sadar diri. Dia Sudah membuat gadis itu. terluka Dia tidak lagi berhak membuat gadis itu bahagia


" jangan cengeng, jangan drama, jangan tangisi. cowok berengsek seperti aku Starla Air mata kamu Cuma bakal kebuang sia-sia,"


Sikap Elvaro begitu Dingin Kalimat sederhana itu sukses menerjang Pertahanan Starla, membuat Perasaannya kian terluka. Starla menatap langit-langit berusaha mencegah air matanya agar tidak jatuh dengan jari


Cewek manggut-manggut. Tertawa hambar kemudian, " Kamu tau nggak sih ? Nggak seharusnya aku secinta ini sama kamu. jadi kalau kamu tinggalin aku, aku nggak Perlu sesedih ini,"


Elvaro bungkam Jujur, rasa sakit itu juga terus mendera benaknya

__ADS_1


" Lucu ya ? kok bisa gitu gue se-bucin ini sama kamu, " Ujar Starla Terkekeh hambar Namun air matanya masih tidak dapat berhenti mengalir


ia kesal. Benar-benar merasa kesal. Mengapa ia tidak bisa berhenti menangis ? kenapa rasanya harus sesakit ini.


" Gue Pikir, Cuma gue yang selalu berharap lebih besar, " bibir gadis itu kembali bergetar, " Ternyata memang iya,"


Elvaro semakin meremas. Elvaro Pasti sudah sangat-sangat melukai Perasaan gadis itu. Elvaro benar-benar merasa jahat sekarang


Starla mengelap air yang membasahi Pipinya dengan tangan kemudian


" Oke, " Ucap Cewek itu manggut-manggut, " Makasih Elvaro, Makasih buat semuanya,"


Starla menghela napasnya sejenak. Berusaha menghentikan tangisnya sendiri


" Makasih juga udah buktiin ucapan Orang-orang kalua lo itu memang benar-benar jahat,"


Starla menatap Elvaro yang masih tidak kunjung menghadapnya sekali lagi manggut-manggut lagi seraya menutup hidung merahnya dengan telunjuk sebelum kemudian memutuskan untuk balik badan


Namun bahu beberapa langkah, ia kembali berhenti merasakan tangan hangat yang tiba-tiba menjulur di Pinggangnya Memeluknya dari belakang dengan lembut. Bahkan Starla bisa merasakan deru napas seorang mengembus di belakang telinganya. Tangis Starla kembali Pecah lagi


Elvaro semakin mengeratkan Pelukannya. semua Pertahanan diri yang ia jaga sedari tadi sudah roboh sekarang.


" Gue nggak tau apa alasan lo. Tapi tolong jangan tinggalin gue. El jangan lepasin gue ... " isak Starla luruh


Elvaro mengeratkan rahangnya, memejamkan mata sebentar. Menikmati kali terakhir cowok itu dalam memeluk Starla erat sebelum kemudian mengeluarkan suara


" Gue nggak bakalan temui lo lagi Starla, " Elvaro diam sejenak, " Lupain gue,"


Starla mengembuskan napasnya gusar. Lalu buru-buru melepaskan diri dari Pelukan Elvaro sebelum kemudian menampar Pipi Cowok itu


" Gue benci lo Elvaro,"


Starla memilih Pergi. Meninggalkan Elvaro sendiri. Berjalan lurus tanpa memerdulikan tatapan orang-orang yang menatap aneh kepadanya. Elvaro benar-benar sudah memutuskan untuk melepaskannya


Starla menatap Daniel dengan tatapan kosong


" Starla Lo sakit ? Lo Telat makan lagi," Daniel Tersentak kaget ketika Starla tiba-tiba berhambur di dalam Pelukannya. Menangis sesenggukan


" Starla ... ? Lo kenapa, "


Starla terus menangis sesenggukan. Tidak Peduli lagi Entah di mana Posisinya saat ini


" El- Elvaro, Dan ... "


Daniel langsung mengerti. Lantas balas memeluk cewek itu Perlahan menepuk-nepuk Punggung Starla pelan untuk menenangkan gadis itu


" Loh, Starla, kenapa, Dan, " tanya Jessica Penasaran begitu melihat Pemandangan aneh itu


Daniel membungkam mulut dengan jari. Mengisyaratkan Jessica untuk tidak banyak bertanya dahulu. Karena kelihatannya Starla benar-benar sedang merasa kacau saat ini


...•••••...


Elvaro duduk di bangku rumah sakit dengan tatapan kosong. sampai tidak menyadari keberadaan Melati yang entah sejak kapan duduk di sampingnya


" Bang El lagi galau,"


Elvaro Tersentak. Lantas menoleh kepada Melati yang sedang menatapnya heran. Cowok itu kemudian menggeleng Pelan


" Bang El lagi ada masalah ya, sama Kak Starla, " terkan Melati sok tahu," atau jangan-jangan bang El Putus ya sama Kak Starla,"

__ADS_1


Elvaro tersenyum tipis. Mengacak Puncak kepala Melati gemas


" Bocah nggak usah kepo,"


Melati mengerucutkan bibir," ih kata siapa Melati bocah ? Melati udah jadi anak SMP tau Melati itu udah gede,"


" Masa sih,"


" iya lah ! Tinggi Melati aja ... "


" Masih sentara dengan tong sampah itu, " Cibir Elvaro seraya menunjuk tong sampah di Pojokan


Melati mendelik kesal, " Ah ! Bang El, mah nyebelin !" Elvaro hanya terkekeh singkat


" jadi Bang El sama Kak Starla benar Putus ?


Elvaro terdiam. Mengingat Perbuatannya Pada Starla, Elvaro benar-benar tidak bisa memaafkan dirinya sendiri


" Tuh kan benar ... Bang El sama Kak Starla Pasti Putus. Makanya Bang El jadi kayak gini,"


Elvaro tidak memberikan respons apa-apa lagi. Hanya menyadarkan kepalanya di dinding


" Mau Melati kasih tips nggak biar nggak galau lagi,"


Elvaro menoleh, Menaikkan alis bertanya apa secara tidak langsung


Melati menjentikkan jari Percaya diri," Tipsnya balikan sama Kak Starla,"


Elvaro tersenyum tipis. Meskipun Elvaro ingin sayangannya mewujudkan keinginan itu sedikit tidak mungkin


" Nggak bisa Melati, Bang El Udah lakuin kesalahan fatal,"


" Ya minta Bang ! Cari cara biar Kak Starla mau maafin,"


Elvaro menatap melati Sekilas, baru ingin bersuara ketika seseorang tiba-tiba meneleponnya. Gio ternyata ayahnya meneleponnya


" Bentar ya Abang jawab telepon dulu," Elvaro berjalan menjauh agar Melati tidak dapat mendengar Pembicaraan dirinya dan ayahnya


" Saya tagih janji kamu, " Ucap Gio spontan tanpa basa-basi


" Elvaro Udah lakuin apa yang Papa suruh,"


Gio mengatur nafasnya sejenak


" Kamu Pikir saya bisa ditipu kamu nggak lakuin Perintah saya kamu harus memutuskan hubungan dengan anak itu aja,"


Elvaro terdiam. Gio selalu tau semuanya. Elvaro hampir lupa kalau beliau memiliki mata-mata yang bersembunyi di sekitarnya


" Kapan kamu menjadi anak yang bisa diandalkan, hah,"


" Papa bilang kalau Elvaro hanya Perlu membuat Starla Terluka, Elvaro udah bikin Starla terluka apa itu belum Cukup,"


Gio tidak menjawab, " Kamu sama sekali nggak mendukung rencana saya Lagian saya kan, juga udah menguntungkan kamu ! kamu nggak ingat saya udah bayar operasi ibu kamu,"


" Papa udah bikin kembaran Starla terpuruk sampai Sekarang ! Apa itu masih belum cukup harus kayak gimana lagi biar dendam Papa itu habis," Elvaro memelankan suaranya," Dendam Papa itu nggak ada gunanya, Pa,"


" Saya nggak minta kamu menceramahi saya ! saya minta kamu menurut Perintah saya,"


" Elvaro udah lakuin sebisa Elvaro Pa, "

__ADS_1


Gio menjeda kalimatnya sejenak, sebelum lanjut bicara lagi, " Kamu kan menyesal Elvaro,"


...••••...


__ADS_2