DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 49 Tentang kebahagia


__ADS_3

, tangannya yang berlumur darah mengenggam tangan Starla erat. Berjalan cepat sering dengan langkah Para Perawat yang mendorong gadisnya yang kini tengah terbaring lemah di atas brankar rumah saki mata kamu sayang jangan tidur dulu kamu harus kuat," isak Elvaro Panik. terus mengenggam erat gadisnya sampai Perawat memisahkannya agar menjauhTolong selamatkan tunangan saya Dok saya mohon .... " lirih Elvaro memohon. Tubuhnya bergetar, matanya yang berkaca-kaca terus memandangi gadisnya dengan nanaari ranjang Starla balik menatapnya. Bulir air matanya mengalir Perlahan Perawat memasangkan alat-alat Penyelamatan untuknya Elvaro benar-benar takut jika terjadi sesuatu Pada gadisnya itKamu harus kuat Starla kamu harus kuat demi aku sayang," lirih Elvaro menatapnya dari jauh dengan air matanya yang turundiri kamu baik-baik El, " Starla tersenyum Pelan-pelan memejamkan matanya, membuat seluruh Elvaro bermenggeleng, " Enggak, nggak, enggak ! Buka mata kamu Starla jangan bikin aku khawatir ... " Namun Starla tetap memejamkan matanya Pelan namun Pasti Bulir terakhir air matanya lantas mengalir di Pipi Elvaro melemas, seluruh sendinya meluruh, " Starla ... Starla, Jangan bercanda ! Starla, bangun ! Starla !" Elvaro meraung memberontak dan spontan berlari mendekat, menggapai gadisnya yang sudah benar-benar menutup kedua matanya seiring dengan bunyi elektrokardiograf yang berbunyi nyaring di telingenghela napasnya lalu bersuara, " Catat tanggal Kematianu juga, Elvaro benar-benar merasa kehilangan seluruh jiwanya mi untuk selamanya. walau barusan tidak nyata. namun semua itu sungguh terasa menyesakkan sekali enar-benar tidak bisa membayangkan jika kejadian itu benar-benar terjadi. Elvaro tidak bisa melepas gadisnya begitu saja labikin aku khawatir lagi Starla, aku nggak mau lihat sejenak," Makasih karena udah bertahan demi aku," kamu saat dalam bahaya menjadi lelucon kamu agar tertawa aku nggak akan lagi bermanis lewat kata-kata untuk meminta kamu jadi ibu dari anak-anakku aku tau bukan itu yang benar-benar mau kamu kamu dengar darrla mulai berkaca-kaca Elvaro memperdalam tatani aku akan menyelesaikan semuanya erbuka, menampilkan yang masuk ke dalam ruangan dengan wajah khawatir yang kentara, Starla menjauhkan tangannya Perlahan dari Elvaro. Bukan apa-apa, Starla hanya takut ayahnya berpikir buruk lagi Pada Elvaro atas masalStarla .... " Amira langsung memeluknya, mengelus erat Surai putrinya lembut, " Kamu kenapa doyan bikin Mama khawatir, enguraikan Pelukan mamanya Perlahan, " Starla udah nggak apa-apanatap ke arah Starla sekilas, lalu beralih menatap ke arah Elvaro datar. Mario masuk ke ruangan kemudian, menatap Starla seolah ingin menyampaikan sesumenatap ke arah Papanya yang berdiri di depan ranjang," Papa jangan salahin El," Ujar Starla mearo memilih bangkit, bergerak ke arah Niko dengan memberanikan diri. Menghadap Niko kemudian, lalu berlutut di depannya Starla melihat Elvaro seraya menggigit bibir sedikit khawatir, Takut respons ayahnya akan tidak baik Pada lelakenghela napasnya, menyakinkan dirinya sekali lagi sebelum bersuara, " saya udah gagal menjaga Putri Om saya Pasti udah membuat Om kecewa Tapi saya bohong, kalau saya sanggup menerima konsekuensenaikkan tatapan, menatap Niko dalam. Tersirat makna memohon dalam tatapnya, " Saya mohon jangan Pisahkan Starla dari saya Om memberi respons apa-apa, hanya menatap Elvaronggak salah Pa. ini keinginan Starla datang ke sana buat selamatkan mereka, Starla nggak hanya selamatkan satu nyawa aja, tapi banyak nyawa. Dan Starla senang udah bantuin orang lain, Jadi Papa Jangan marahin Elv, Pa. Mario juga ada di sana Nggak ada yang salah di sini Pa," Ujar Niko mat tidak mengacuhkan tetap menatap Elvaro datar, " Siapa yang suruh kamu berlutut ? Bang tetap bersikeras Pada Posisinya, " Saya belum bisa bangun sebelum saya selesai minta izinnatapnya gelisah, memainkan jarinya resah Apakah ayahnya masih marah dengan Elvak ingin berlama-lama lagi Om seharusnya saya membawa ibu saya, tapi saya bisa membawa ibu saya menemui Om dan Tante setelah ini. setelah saya mendapatkan restu dari Om, restu untuk meminang Putrtika ingin menangis. Apa Elvaro lakukan di depan matanya saat ini sukses membuat Starla seketika merasa bahaging berhak atas Putri Om Dan saat ini saya ingin meminta izin kepada Om untuk turut memberikan saya hak atas Putri Om untuk memiliki Starla secara sagkul Putrinya, turut terharu dengan apa yang dilakukan calon menantnta izin apa boleh saya menikahi Putriejenak di antara semuanya Baik Starla, Mario maupun Amira saling menatap ke arah Niko menanti jawaban lelaki itu selanjung menatap Elvaro datar sejenak sebelum kemudian bersua nggak suruh kamu berlutut, " Niko bersedekap lalu melanjutkan, " Lagi Pula, saya merestui kamu untuk menikahi Putri kesayangro seketika berbinar. Apa ia tidak salah denro spontan berdiri, " Benar, Oo mendesak, menampilkan raut datarnya, " Apa saya kelihatan bercamenggeleng seraya ggaka orangtua kamu kita bicarakan semuanya besok,rla maupun Elvaro sama-sama membulatkan bola mata berbinar benar-benar merasa bahagia. setelah sekian lama Penantian mereka terwujudkan juga Pada akhirnah mengatakan semuanya Saya Percaya sama kamu jadi kamu kecewakan saya lagi,ung mengangguk, bersemangat, " Tentuanak kesayangan Mama nggak karatan lagi nungguinya selamat ya sayang ! kecup Amira setelah mencibir. Namun Starla tetap menata

__ADS_1


" Boleh saya minta izin Peluk Putrinya sebentar, napasnya. Amira buru-buru menjauh. Niko lalu mengangguk Pelan Menandakan bahwa Elvaro boleh memeluk Pung bergerak ke ranjang Starla memeluk gadisnya erat Dengan Starla yang juga memeluk Elvaro erat. Elvaro mengecup Puncak kepala Starla lembut benar-benar merasa bahageluarkan cincin dari saku celananya mengenggam lembut jemari gadisnya kemudian, " Kamu mau kan menjadi Gadis Elvaro lagi yang sah lagTersenyum lalu mengang

__ADS_1


Elvaro Tersenyum senang, lalu memasangkan cincin itu Pada jari manis gadisnya. Lantas saling beradu tatap satu sama lain kemu

__ADS_1


__ADS_2