
ELVARO duduk di depan ruangan di mana Starla dirawat seraya menunduk mendongak ketika melihat ayah Starla datang berserta ibu gadis itu. Niko melihatnya sekilas, sebelum kemudian masuk ke dalam ruangan bersama dengan istrinya
Sudah satu jam setelah Niko dan Amira masuk. Entah Starla sudah siuman ataukah belum Elvaro tidak tahu. Lelaki itu masih setia menunggu di luar dengan Perasaan gelisah sembari berharap gadisnya tidak kenapa-kenapa
Tak lama kemudian Amira membuka Pintu, lantas keluar ruangan seorang diri. Elvaro segera berdiri dan menurunkan kepala sebagai berikut tanda hormat.
" Kamu nggak mau masuk ? Amira bertanya
" Starla udah siuman Tante,"
Amira mengganguk sembari tersenyum tipis.
" Saya boleh izin masuk,"
Lagi, Amira mengganguk sebagai tanda iya, Elvaro tersenyum sumringah menundukkan kepala sekali lagi sebelum masuk ke dalam ruangan.
Setibanya di dalam ruangan, Niko spontan menoleh kepadanya. Niko menatapnya dingin menyiratkan ketidaksukaan secara tidak langsung. Elvaro menundukkan kepala sebagai tanda sapa, namun Niko malah berdiri dan lantas keluar dari ruangan meninggalkan Keduanya
Elvaro menghela nafas lalu segera mendekat ke ranjang di mana gadisnya sedang berbaring lemah. Dahi gadis itu berbalut Perban, kaki kanannya terbalut alat Penyangga Elvaro spontan langsung mengenggam tangan Starla lembut. Meraba wajah gadis itu Pelan, memeriksa kondisinya
Starla menurunkan tangan Elvaro Perlahan, " Kenapa sih ? Tegang amat mukanya kayak belum bayar listrik,"
" Aku khawatir Starla. "
" Aku nggak apa-apa kok, " senyum Starla. berupaya menguraikan kekhwatiran cowok itu.
" Nggak apa-apa gimana ? Kaki kamu Patah gitu kepala kamu bocor,"
Starla mengulum senyumnya
" Seru ya Pada khawatir semua,"
" Starla,"
Starla menyengir, " iya, iya bercanda Maaf ya, jadi bikin Khawatir,"
Elvaro mengembuskan napasnya, menggeleng, " justru aku yang minta maaf, karena nggak bisa melindungi kamu,"
" itu kecelakaan,"
" kalau aku bisa lebih tanggap, kecelakaan itu nggak bakalan terjadi sama kamu,"
" Udah, ih ! kalau kamu salahin diri sendiri lagi, aku lupa ingatan aja biar kamu kebingungan karena aku nggak kenal kamu,"
Elvaro tergelak, mendengar colotehan asal cewek itu. " Bisa kayak gitu ya ?
Starla terkekeh, " Bisa kalau aku mau lumayan buat tambah konten Youtube Prank Pacar lupa ingatan,"
Elvaro Tertawa gemas, mengacak Pelan rambutnya, Lalu mengusap Pelan kepalanya, " Orang yang menabrak kamu lari, kabur Tanpa tanggung jawab,"
Starla manggut-manggut, Lalu mengembuskan napasnya,
" Dimaafin aja biar dia kena Karmanya sendiri Lagian mau gimana lagi ?
Elvaro menatap Starla salut, sedikit terpukau dengan hati gadis itu yang selalu baik. Sebenarnya Elvaro masih dongkol karena tidak berhasil mengejar si Penabrak, setidaknya mendapatkan Pertanggungjawaban dari orang itu. Seandainya orang itu tidak menabrak Starla, Elvaro tidak akan terpaksa mengundurkan lamarannya terhadap Starla. Namun Elvaro masih cukup bersyukur, karena tidak terjadi sesuatu yang fatal Pada gadis itu karena kecelakaan ini.
" by the way, maaf soal Perlakuan Papa aku tadi,"
Elvaro tersenyum, " itu bakalan jadi tugas aku buat bikin Papa kamu merestui hubungan kita. Tunggu aja ya,"
Starla tersenyum senang mendengarnya. Matanya lantas beralih menatap kakinya sendiri, sebelah kakinya digips karena Pergelangan kakinya Patah Starla lantas mendengus Pelan.
__ADS_1
" Benar deh, nggak enak banget Pakai Penyangga ini sakit Sumpah, Nggak enak," keluh Starla menunjuk Kakinya, Lalu menatap Elvaro berlagak nelangsa Memamerkan Puppy eyes khasnya
" Mau dibantu redakan sakitnya ?
Starla memiringkan kepalanya
" Gimana caranya ?
Elvaro tersenyum iseng, " Kayak gini caranya,"
Cup
Elvaro mengecup Pipi Starla. sukses membulatkan bola matanya. Pipinya terasa memanas saat itu juga. Starla dapat menebak kalau Pipinya pasti Perlahan memerah sekarang
" Gimana ? Masih sakit, "
" Apaan sih ? Padahal nggak ada Pengaruhnya, " ketus gadis itu Namun menahan senyum
" Kurang ? Mau lagi nggak,"
" El, ih "
Elvaro Tertawa kecil, Starla hanya memukul bahunya sebal Terus begitu sampai suara Pintu yang berdecit membuat keduanya menoleh ke sumber suara
Brian berdiri di ambang Pintu dengan sebakul buah. Lantas tersenyum ke arah keduanya,
" Gue dapat amanah buat jagain elo, Starla Boleh gue gabung,"
...•••••...
" Bang El !" sentak Melati menepuk Pundak Elvaro yang sedang bersandar di sofa tiba-tiba Elvaro yang baru saja ingin memejamkan mata Spontan Tersentak, lantas mendelik menatap Melati tajam
Melati menyengir Polos, " Gimana Bang, rencana lamarannya ? Lancar Pasti, kan ? Kak Starla nggak menolak kan," iya, lah masa ditolak Abang Melati ganteng kok tapi masih gantengan Aliando sih, "
" Kenapa, Bang ?
Elvaro menghela napas, " Kak Starla kecelakaan,"
" Hah ? Serius, Bang ? ini bukan Prank kan,"
" Enggak, ini serius,"
Melati duduk di sebelah Abangnya, yang sedikit merasa simpatis,
" Yang sabar ya Bang. Tapi Kak Starla nggak luka Parah kan,"
Elvaro menggeleng, " Cuma luka-luka, tapi kaki kanannya Patah,"
Lelaki itu kemudian melirik ke arah tangan Melati yang terbalut Perban,
" itu tangan kamu gimana ? Udah diganti Perbannya, "
Melati melirik tangannya sekilas lalu menggeleng, " Belum,"
Elvaro menatap Melati, lalu mendengus, " Sini Abang gantiin,"
Melati menurut Menunggu di sofa saat Abangnya menyiapkan perban baru. Lalu mulai membersihkan luka di tangannya sebelum mengganti Perban baru,
" Kok Abang nggak temanin Kak Starla,"
Elvaro menghentikan Pergerakannya Seketika teringat kembali momen saat di rumah sakit tadi. Ketika Brian datang menawarkan diri untuk menjaga Starla.
__ADS_1
...••••••...
Elvaro memainkan Ponselnya malas, sengaja mengalihkan diri dari Pemandangan di depannya.
Brian dan Starla kelihatan dekat sekali. Apa selama beberapa tahun terakhir ini, Starla dekat dengan cowok lain ?
" Gue udah bilang, kan gue dapat amanah buat jagain lo. Terima aja kenapa sih ? Celetuk Brian seraya mengangkat sekotak kue dari nakas
Elvaro masih memantau lelaki dengan gaya rambut undercut di seberangnya itu, tepat di sebelah ranjang Starla bagian kanan sedang dirinya berada di bagian kiri.
" Nih gue bawain lo cupcake,"
" Wuih Vanila ? Beli di mana nih,"
Brian tertawa kecil, " Ya bikin sendiri, lah,"
" Serius ? Wahhhh hebat juga lo Brian,"
Elvaro menarik napasnya dalam-dalam. Berusaha menahan diri. Brian hanya menjenguk teman, itu apa yang dikatakan Starla. jadi ia juga harus mampu memaklumi itu. Tapi rasanya Panas sekali.
" Cupcake doang ? Gue juga bisa kali buat cupcake, " batin Elvaro
" Sini gue suapin, tangan lo Pasti masih lemah karena habis kecelakaan,"
" Nggak usah gue bisa sendiri kali Brian, " kekeh Starla
" Udah nggak apa-apa kali Starla hitung-hitung gue Peduli sama teman, " Ujar Brian seraya menyodorkan satu cupcake ke arah mulut Starla
Melihat itu. Elvaro buru-buru mengambil Cupcake-nya sebelum Elvaro betulan berhasil menyuapi Starla
" Nggak Perlu. Gue Pacar Starla, jadi biar gue aja yang suapin dia,"
Brian terkekeh, " Gue yang dapat amanah jadi biar gue aja," ujarnya lagi seraya mengambil cupcake itu kembali menyuapi Starla
jujur, Starla merasa segan dengan Elvaro. Pasti Elvaro merasa tidak nyaman karena itu, Starla menatap Elvaro memelas untuk tidak marah karena ini.
" Lo mau nggak ? tawar Brian seraya menyodorkan cupcake Pada Elvaro
Elvaro menatapnya datar, Lalu tersenyum terpaksa," Makasih,"
Masih gue Pantengin, gumam Elvaro dalam hati
" Gue rasa mendingan lo Pulang aja deh, Soalnya Starla harus istirahat kan ? Dan lo nggak Perlu khawatir gue pasti bakalan jagain dia,"
Elvaro menaikkan alis, " Kok jadi lo yang ngusir gue ?"
" Bukannya usir, Sob Gue cuma saranin kan ? Mendingan lo Pulang biar Starla bisa istirahat Lo Pasti Juga mau istirahat kan,"
" Lo nggak Perlu repot-repot Gue juga bisa jagain Starla,"
" Tapi gue dapat amanah buat jagain Starla Nggak mungkin, kan, nggak gue laksanakan,"
Elvaro mengepalkan tangannya kesal. Masih berusaha menahan diri
" Udah, Udah ! Gue bakalan istirahat Dan kalian berdua nggak Perlu jagain gue. Gue udah gede, bukan anak bayi gue bisa jaga diri gue sendiri, Oke ?
" iya aku tau tapi ..... "
" Nggak apa-apa aku bisa sendiri El Lagian juga masih ada Papa sama Mama aku. jadi kalian berdua pulang aja sekarang, aku mau istirahat dulu,"
Brian mengangguk seraya tersenyum menatap Starla. senyumannya yang betul membuat Elvaro merasa dongkol seandainya ini bukan rumah sakit, Elvaro sudah Pasti akan menghajar cowok itu sekarang juga.
__ADS_1
...•••••...