
Starla menajamkan Indra Penciumannya. Membuka mata Perlahan, bangun dari mimpinya. ia kira aroma masakan tadi hanya mimpi. Ternyata nyata ada orang yang sedang memasak sesuatu dari dapurnya. Tunggu ada orang ? Starla kan tinggal sendirian ?
Starla buru-buru beranjak bangun dari kasur menuju dapur. Lantas membelalakkan matanya kaget begitu melihat seseorang yang ada di dapur ?
" Hah ? Mama, kok di sini ?
Amira menoleh ke arahnya Sekilas sembari berkutat dengan wajan
" Apaan sih kamu ? Nggak usah lebay deh, kagetnya suka-suka Mama dong mau di mana aja,"
Starla mengerucutkan bibir, " Ya, bukan gitu, Mama datangnya tiba-tiba sih. Nggak hubungi Starla dulu,"
" Ya, kan, biar suprise !" kekeh Amira seraya mematikan kompor
" Papa juga ke sini, Ma ?
" Ya, iya lah. Toh Papa kamu yang ngotot banget Pengin ke Malang Terus Minggu depan juga Papa sama Mama mau ke Inggris lihat Mario kamu mau ikut ?
" jalan-jalan ke Inggris ? Starla membulatkan bola matanya antusias, " Mau dong Ma, "
" Kamu nggak kuliah ? Kenapa belum mandi ?" tanya Niko yang baru saja masuk ke dalam dapur
Starla menoleh, " Eh, Papa, " Cewek itu memamerkan gigi-gigi Putihnya," Minggu depan Starla mau ikut ke Inggris ya,"
" Terus kuliah kamu Gimana,"
" Ya cuti Pa,"
" Enak, ya kalau ngomong Ya udah kamu boleh ikut,"
Starla bersorak kegirangan, Lalu memeluk ayahnya senang, " jadi makin sayang deh sama Papa,"
Niko hanya berdeham sekenanya
" Ya udah, Starla mau mandi dulu, ya,'
Baru saja melangkahkan kaki Starla berhenti. Tiba-tiba memikirkan sesuatu jika Starla ajak Elvaro, kira-kira Ayahnya membolehkan atau tidak, ya ?
Tapi tunggu dulu, apa Elvaro mau diajak Pergi ke Inggris ?
...•••••...
m
__ADS_1
" jadi lo Udah Punya kafe sendiri El," Starla melangkahkan kakinya mengikuti langkah Elvaro memasuki kafe bernuansa natural itu. Starla mengerdarkan Pandangan, menyukai tempat itu.
" Ya coba-coba buka usaha,"
Elvaro menuntun Starla Duduk di salah satu kursi Tangan kanan Cowok itu lalu bertumpu Pada kursi, menatap wajah Starla sembari tersenyum
" Mau Pesan apa Gadisku,"
Starla tersenyum kecil, " Pesannya jangan baperin terus, kasihan Jantung gue kena butterfly syndrome mulu,"
keduanya Terkekeh Elvaro lantas Pamit ke meja sejenak membuat minuman
" ibu kamu ada di sini juga ? tanya Starla ketika Elvaro kembali dengan segelas minuman
Elvaro mengangguk, Sekarang kondisi Wulan sudah lebih membaik walaupun begitu Wulan tetap tidak boleh kelelahan. Namun ibunya masih saja bersikeras untuk ikut membantu Pekerjaan di kafe.
" Mau ketemu ibu ? tawar Elvaro, " ikut aku, aku kenalin sama ibu,"
" Sekarang ? Duh, Serius nih sekarang aku lagi berantakan, " seloroh Starla seraya merapikan rambutnya
" Nggak Perlu cantik di depan ibu, ya Penting attitude kamu baik,"
Elvaro menarik tangan Starla menuntun cewek itu ke dapur bersama menemui Wulan yang sedang berkutat di dapur.
" Bu, kenalin ini Starla, " Elvaro menoleh ke arah Starla, " Starla, ini ibuku,"
Starla menyalami Punggung tangan Wulan, lalu menyunggingkan senyum
" jadi ini yang namanya Starla Cantik iya El ? Wulan melihat ke arah Starla sembari tersenyum ramah, " El sering cerita tentang kamu, loh, "
Starla tersipu malu, " Masa, sih Bu ? Eh Starla Panggil ibu juga boleh,"
Wulan mengangguk, " Boleh sayang, kamu cantik ya Persis kayak di foto yang ada di kamar El,"
" Hm," Starla menoleh ke arah Elvaro bertanya, Elvaro hanya menyengir Sembari menggaruk telinganya
" ibu Pasti capek kan Mending ibu istirahat dulu, " ujar cowok itu kemudian
sebenarnya Wulan masih ingin berkutat di dapur. Namun mengingat kondisinya ia memilih menyetujui ujaran Elvaro barusan
" Ya udah ibu ke depan dulu, ya,"
keduanya tetap di dapur menggantikan peran Wulan kemudian, berkutat dengan beberapa Pesanan yang tertera
__ADS_1
" kamu tau kalau ayah kamu itu nggak meninggal, " tanya Starla membuka obrolan
" Ayah nggak meninggal ?
Starla mengganguk, " seharusnya kamu jangan langsung Pergi hari itu kamu bahkan bukan buronan jadi nggak seharusnya kamu kabur-kaburan,"
" Soal Daniel .... gimana, "
Starla menoleh sekilas, Lalu menggeleng, " Aku nggak tau,"
" Aku bisa aja masih jadi buronan atas meninggalnya Daniel,"
" kalau kamu buronan Polisi pasti cariin kamu, Buktinya enggak, kan,"
Elvaro melihat ke arah Starla. Mungkin benar, Polisi tidak Pernah mengejarnya tapi ada hal lain yang sedang mengejar-ngejarnya samping sekarang.
" Seharusnya kamu nggak Pergi seenggaknya hubungan kita Pasti bakalan jelas sampai sekarang," keluh Starla seraya berkutat dengan Pekerjaannya
" Memang sekarang belum jelas,"
" Belum lah, kita balikan apa belum aja masih nggak jelas,"
Elvaro membalikkan tubuhnya lantas memandangnya intens. Lalu kemudian menarik sudut bibir menggoda
Cowok itu berlagak berdeham,. kembali berkutat Pada Pekerjaannya
" Maaf Starla kita nggak bisa balikan,"
Starla refleks terdiam spontan menoleh menatap cowok itu, Elvaro juga turut memandangnya,
" Kenapa,"
" Karena aku mau kita bertunangan kamu mau kan, "
Pipi Starla refleks bersemu. Sial Elvaro senang sekali membuat dirinya salah tingkah. Starla menggigit bibir bawahnya Menatap Elvaro,
" Kamu serius,"
Elvaro mengangguk sambil tersenyum, " aku serius Tapi nggak sekarang kita cari momen yang pas karena kalau sekarang momenya kurang romantis,"
Starla menatap Elvaro sembari tersenyum. begitu cowok itu. Demi apapun dunia Starla sedang berlabuh dalam satu titik saat ini
Oh ayolah Elvaro ! kenapa kamu membuatnya baper terus sih
__ADS_1