DIA ELVARO

DIA ELVARO
BAB 31 Membenci


__ADS_3

...Melepasmu, bukan keinginanku...


...Tetapi ditetapkan menjadi takdir...


...Menjadi tegar bukan Pilihanku...


...Tapi, itu menjadi satu-satunya jalan keluar..”...


Terkadang melepaskan itu nggak harus meninggalkan, Elvaro tahu sikapnya Pada Starla mungkin sudah kelewatan. Namun sekalipun Starla membencinya, Elvaro akan tetap m mencintainya. Maka disinilah Elvaro berada. Di belakang Pilar Pojok Kantin, tidak jauh dari Posisi Starla yang sedang duduk bersama Daniel di bangku kantin. Mengamati gadis itu yang sedang sedih.


" Ya Ampun, ini Cewek ! Galau Mulu elah sini, sini Cerita, " Ujar Daniel seraya sesekali menyenggol bahu Starla jail


Starla masih tidak mood berbicara. hanya memainkan nasi goreng dengan sendok sampai tidak berbentuk lagi.


" Lama-lama UFO turun ke bumi nih gara-gara cuaca bumi mendung terus," cibir Daniel masih berniat menggoda cewek itu. Namun Starla masih tidak merespons


" Woi Mbak Jess ! Cepat, dong, Pinjam ember bude kantin ! Bisa banjir lama-lama sekolah kita sama air matanya Si Starla ! Pekik Daniel tiba-tiba ke arah Jessica yang sedang memesan bakso


Jessica merutuki suara Daniel yang kelewat besar seperti habis Pakai Pengeras sekolah. karena orang-orang langsung melihatnya, Jessica langsung pura-pura mengalihkan wajah. Lalu memberi konfirmasi Pada Bude kantin yang kebingungan kalau dia tidak mengenali cowok itu.


" Starla, mending kita senam kewer-kewer aja, kuat Rilekskan hati lo yang lagi Tegang !" ajak Daniel sambil menggerakkan tubuh dan tangannya melakukan senam


Starla masih tidak merespons juga.


" Ah gue berasa ngomong sama Patung Pancoran, deh ! Elah, Starla Udahlah Nggak usah bikin air terjun Pengantin lagi kenapa, itu pipi Udah kayak nggak ada bentuknya lagi,"


Starla mendelik malas, " Berisik, deh,"


Daniel Spontan membulatkan bola mata berbinar. Akhirnya Starla bersuara juga, " Alhamdulillah, Akhirnya syaitonnirrojim di tubuh lo keluar juga. Pasti nggak sanggup sama aura ketampanan gue tuh setan,"


Starla hanya menyikut Daniel malas.


" Udah lo nggak usah galau. Sini cerita sama gue,"


Starla mengembuskan napasnya gusar. Membiarkan sendok nasi gorengnya tergeletak di atas Piring," Gue rasa ada yang nggak beres. Elvaro nggak mungkin Tiba-tiba minta Putus gitu aja. Gue tau pasti dia sembunyiin sesuatu dari gue,"


Starla membalikkan tubuh. " Mata gue masih sembap, nggak ?


Daniel yang ditatap mengangguk mengiakan


" Duh, kan ... apa kata subscribe gue entar, " keluh cewek itu seraya mengusap-usap mata sembapnya


" Duh, nggak usah dikucek-kucek kalau mau kucek sekalian Pakai sabun cuci biar lebih bersih, " Ujar Daniel menurunkan tangan Starla


" Gue bingung, Dan kenapa Elvaro jahat banget sama gue ? Tapi gue yakin Kalau sikap dia pasti nggak sungguh-sungguh. iya, kan, Dan,"


" Nggak usah dipikirin lagi, "


" Gimana enggak, Dan ? Di tinggal pas lagi sayang-sayangnya gue sama dia Sakit banget, njir ?

__ADS_1


Daniel hanya mendengarkan keluh kesah cewek itu. Sesekali mengipas aura Panas cewek itu dengan tangan


" Gue harus cari tau kenapa Elvaro Putusin gue gitu aja. Bahkan kalau Perlu gue bakalan terus-terusan menguntit dia sampai tau kebenarannya, karena gue yakin, El nggak mungkin sejahat itu,"


Starla yakin, Elvaro pasti menyembunyikan sesuatu. Bukan Starla namanya jika Percaya begitu saja tanpa mencari tahu kebenarannya. Elvaro Pasti punya alasan yang tidak bisa Cowok itu jelaskan Kepadanya


" Gue harus dapatkan Kejelasannya, Dan. Kalau Elvaro. nggak mau kasih tau ya udah, gue bakal cari tahu sendiri,"


" Ya .... Terserah lo, lah. Gue sebagai sahabat lo cuma bisa mendukung lo aja,"


Starla tersenyum simpul sebagai respons. Daniel menatap cewek itu lekat kemudian. Membuat Starla sontak memiringkan kepala bingung


" Gue cuma masih satu saran. jangan cuma lihat satu titik fokus aja lo juga harus lihat apa yang ada di sekeliling lo Ada banyak orang lain yang juga masih Peduli sama lo, kok Starla,"


Starla tersenyum kecil. Lalu mengangguk setuju, " kayak Elo misalnya kan ?


Daniel menyengir kuda. Lalu bersedekap seraya berlagak mengibas rambut khalayannya sok keren. Starla hanya menoyor cowok itu seraya tertawa


" Pokoknya lo harus selalu hati-hati juga, Starla. karena ada banyak orang yang lebih jahat di sekeliling lo,"


...•••••...


" Starla Lo mau ke mana sih ? Keluh Jessica kewalahan sembari mengejar Starla. Pasalnya sesuai bel pulang Starla langsung terlihat buru-buru pergi Menangkap wajah Starla yang terlihat tidak baik. Jesicca berniat menyusulnya


" Gue mau cari orang yang udah sebar foto itu,"


" Memang lo tau siapa yang udah sebarin ? Memang Lo tau siapa admin Lambe Ganesha, " Tanya Jessica menguji


Starla terdiam. Dia tidak tahu


" Lo nggak tau, Starla Lo cuma lagi emosi aja sejak tadi. Mendingan sekarang kita Pulang aja. lo harus istirahat Lo kelihatan Pucat banget,"


" Ya Siapa nggak emosi ? Foto kayak gitu seharusnya diunggah di media sosial Di mading juga Pula ! Nggak waras memang, " Starla kembali ingin mencari tahu. Bergerak hendak Pergi, namun Jessica kembali menahan tangannya kembali


" Starla, kontrol emosi lo. Memang lo mau ke mana !


" Gue nggak tau ! Pokoknya gue bakalan cari tau Siapa dalangnya sampai ketemu,"


Starla mencoba melepaskan tangannya dari genggamannya Jessica. Namun Jesicca malah semakin mengeratkan Pegangannya


" Gue rasa nggak usah Starla,"


" Kenapa enggak, sih Jes,"


Jesicca terdiam. Menurunkan tangannya Perlahan tanpa sadar. Starla melihatnya heran sekilas, namun kembali berniat melangkahkan kakinya


" sebenarnya ada yang gue sembunyiin dari lo,"


Sahutan Jessica membuat Starla berhenti melangkah. Spontan kembali lagi menuju Jessica seraya mengernyit bingung, " sembunyiin apa, "

__ADS_1


Jessica menghela nafasnya sejenak lalu menatap Starla," Gue tahu ini saat yang nggak nggak tepat banget, tapi gue berharap lo jangan marah sama gue Starla ... "


Starla berjalan mendekatinya kembali, menaikkan alis, Jessica mengulum bibirnya, tidak yakin ingin mengatakannya yang sejujurnya atau tidak, karena jujur ia benar-benar merasa bersalah karena itu.


Dengan menghela nafas Pelan, Jessica akhirnya mengeluarkan suaranya, " Starla .... gue benar-benar nggak tau kalau ujung-ujungnya, kayak gini Gue sama sekali nggak bayangin .... "


" Maksud lo apa sih, Jes ? Gue nggak ngerti To the Point aja,"


Jessica Terdiam sejenak. Menyakinkan dirinya sebelum kemudian kembali mengungkapkan rahasianya. Mungkin setelah ini dia akan menerima risiko, tapi tidak apa-apa, setidaknya ia bisa bernafas lega setelah mengungkapkan semuanya." Sebenarnya malam itu malam di mana lo sama Elvaro date bareng gue tau soal itu dari Daniel,"


Starla semakin menaikkan alis bingung Yang Jessica maksud itu adalah malam di mana dirinya dan Elvaro berkencan di dermaga. jika bukan dari Daniel, lantas cewek itu tahu dari mana ?


" Gue tau lo sama Elvaro date .... Karena gue lihat kalian berdua. Gue lihat kalian berdua lagi jalan bareng malam itu, "


Starla memiringkan kepala. Menanti kalimat Jesicca yang selanjutnya


" Tadinya gue mau sapa kalian berdua. Tapi Pas gue samperin kalian gue lihat ada orang lain yang ikutin kalian berdua. jadi gue mengurungkan niat,"


Starla menaikkan alis, masih belum bisa menafsirkan kalimat cewek itu Jessica lantas menggigit bibirnya sedikit gugup


" Gue minta maaf. Gue tau ada orang yang mengikuti kalian. Meskipun gue tau kayaknya itu orang jahat. Tapi gue nggak menghentikan dia. Gue malah biarin dia terus ikutin kalian berdua. Dan gue juga nggak kasih tau soal itu sama lo Starla. Gue minta maaf,"


Starla sukses terhenyak. kali ini benar-benar tidak menyangka Jessica tega melakukan hal itu Padanya. jika Jessica tahu dari awal, mengapa cewek itu malah memilih diam saja ? mengapa Jessica tidak memberitahunya masalah sebesar itu ?


" Gue benar-benar nggak mikir Panjang Starla Gue .... "


" Lo tau ada orang jahat yang menguntit gue sama El. Tapi kenapa elo nggak kasih tau gue. Jes ? Seandainya lo kasih tau gue bakalan bisa waspada Dan masalah kayak gini nggak bakal ..... " Starla memilih diam tidak melanjutkan kalimatnya. Matanya kembali berkaca-kaca


" Sorry Starla. Gue .... Khilaf. Gue nggak tau kenapa sampai lakuin itu. Gue cuma sedikit iri sama lo Starla, Lo selalu dapat apa yang lo mau. Lo yang bisa dekat sama cowok-cowok populer. Lo bisa Pacaran sama orang yang lo suka jadi gue pikir. sesekali lo rugi nggak masalah, Tapi gue nggak tau kalau ternyata masalahnya jadi kayak gini, "


" Parah lo, Jes ! Lo sahabat gue, gue Percaya sama lo Tapi kenapa lo malah kayak gini sama gue,"


Jessica sontak memegang tangan cewek itu, " Starla, Sorry ... "


Starla menjatuhkan tangannya menggelengkan kepala, " Bukan sahabat namanya kalau rela bikin sahabatnya jatuh karena iri hati,"


Mata Jessica berair, benar-benar masalah bersalah


" Gue kecewa sama lo, " ungkap Starla kemudian sebelum berbalik badan Pergi. Starla benar-benar tidak menyangka. Masalah yang menimpanya belakangan ini sukses membuat semangatnya jatuh. Setelah bagaimana Elvaro mencampakkannya, kini sahabatnya sendiri mengkhianatinya Starla tidak tahu lagi harus bercerita kepada siapa dan siapa yang harus ia Percayai sekarang


Starla Duduk di bangku taman sekolah Menangis. Rasanya ia sudah tidak sanggup lagi menanggung beban yang ada. Mendengar suara langkah kaki yang menyusul di belakangnya, Starla menghapus air mata


" Gue lagi mau sendiri Jes, jangan ngobrol sama gue, "


Langkah itu bukan menjauh. malah semakin terdengar mendekat Starla refleks menggeram kesal


" Jes, Please Gue bilang .... zzzzttt,"


Seseorang tiba-tiba menyetrum ceruk lehernya Starla tidak tahu lagi apa yang terjadi. karena setelahnya semuanya sukses terlihat gelap

__ADS_1


__ADS_2