Diam-Diam Suamiku Ceo

Diam-Diam Suamiku Ceo
Obat


__ADS_3

Di ruang rumah sakit. Elgi sedang duduk di brankar rumah sakit dengan tubuh bersandar di bantal. Kondisinya lebih baik dari pada hari sebelumnya.


Netra Elgi terarah pada pintu yang terbuka, terlihat Adira baru saja masuk ke dalam ruangan dengan kantung plastik di tangan. Ya, setelah mengurus Elgi, perempuan itu tadi pamit ke luar sebentar.


Adira berjalan mendekat ke arah lemari cabinet. Meraih gelas, lalu mengisinya dengan air yang ia dapatkan dari luar yang khusus ia cari untuk kulkas nugget ini.


Setelah gelas terisi dan menyematkan sedotan di dalamnya. Adira mendekat ke arah Elgi.


“Saya membawakan air kelapa hijau untuk Anda!” ucap Adira menyodorkan gelas berisi air kelapa ijo di hadapan Elgi.


Alis Elgi bertaut dengan bawaan Adira.


“Air kelapa, Untuk apa!” tanya Elgi heran.


“Dengan minum ini bisa mempercepat pemulihan Anda. Air kelapa mengandung Elektrolit, baik untuk mengobati dehidrasi dan meningkatkan kekebalan tubuh, sangat bagus untuk keracunan makanan seperti Anda,” jelas Adira ia sedikit tahu tentang manfaat air kelapa, karena itu dia sengaja mencari air kelapa ijo untuk membantu Elgi agar cepat pulih.


Elgi tergelak menatap datar.


“Minum itu tidak perlu, sangat kuno. Ada dokter yang akan menangani semuanya, Aku tidak mau meminumnya!” tolak Elgi tak bergerak menyambut gelas dari tangan Adira. Jangan lupa wajah menyebalkan itu.


“Ini pengobatan Alami. Lumayan ampuh. Aku dan adik-adikku tumbuh dengan pengobatan kampung seperti ini,” jelas Adira.

__ADS_1


Elgi terdiam, mendengar pengakuan Adira.


“Kehidupan kami sangat sulit, dari pada berobat ke dokter dan menghabiskan uang, kami melakukan jenis pengobatan kampung seperti ini,” jelas Adira.


“Obat demam, cukup mengenakan kompres dan mengoles seluruh tubuh dengan minyak di campur irisan bawang merah,” ungkap Adira.


“Obat masuk angin, dengan kerokan.”


“Obat kelelahan dengan pijat,” jelas Adira panjang lebar.


Elgi terpaku mendengar pengalaman Adira. Miris sekali. Perempuan ini tumbuh dengan kehidupan yang serba kekurangan. Biaya berobat pun sulit. Elgi mengingat jika Adira adalah yatim piatu dengan dua adik lelaki. Hidupnya pasti sangat sulit selama ini.


Entah mengapa rasa kasihan seketika bergelayut di dalam hati Elgi.


“Sini berikan padaku. Aku akan meminumnya,” ucap Elgi mengulur tanganya di hadapan Adira.


Senyum mengembang terbit di wajah Adira. Dengan cepat memberikan gelas berisi air kelapa itu pada Elgi. Yess, Kulkas nugget menurut lagi padanya.


Elgi pun menyeruput air kelapa ijo di dalam gelas hingga tandas.


“Puas!” ucap Elgi singkat lalu mengembalikan gelas kosong itu pada Adira. Kenapa perempuan ini selalu bisa membuatnya tunduk.

__ADS_1


Adira kembali tersenyum meraih gelas dari Elgi.


“Yang penting obatnya ngak pake air dari baskom dukun,” ucap Adira.


Elgi mendengkus mendengar ucapan Adira, tak lama tanpa sadar sebelah ujung bibir Elgi tertarik membentuk senyuman mendengarkan ucapan Adira.


Menghabiskan waktu bersama membuat Elgi sedikit tahu ternyata perempuan ini memiliki sisi lucu.


“Satu lagi. Kalau darah rendah, di jamin ampuh cepat jadi darah tinggi yaitu debat dengan ....” Adira menggantung ucapannya.


“Apa ....” tanya Elgi singkat memasang wajah datar.


Adira hanya membalasnya dengan senyuman penuh arti.


Baru satu hari menghabiskan waktu di rumah sakit bersama, hubungan Elgi dan Adira sedikit berubah mereka sedikit bisa bicara. Kulkas nungget itu mulai sedikit mencair.


****


Like


Coment

__ADS_1


Adira pake gantung lagi omongannya lanjut aja ...


__ADS_2