Diam-Diam Suamiku Ceo

Diam-Diam Suamiku Ceo
Bersama Adik


__ADS_3

Tiga anak manusia baru saja sampai di rumah sederhana. Setelah menghabiskan waktu beberapa hari di rumah sakit dan mendapatkan perawatan akhirnya Andra di perbolehkan pulang. Sekarang mereka berkumpul di kamar, baru saja membaringkan tubuh Andra di kasur.


“Akhirnya di rumah juga,” seru Adira senang sambil meregangkan tubuhnya setelah beberapa hari di rumah sakit menjaga adiknya. Walau pun tak mengerjakan sesuatu yang menguras keringat namun. Entah mengapa saat berada di rumah sakit tubuh terasa begitu lelah.


“Kakak akan menyiapkan makan untuk kalian,” ucap Adira setelahnya meninggalkan kamar menuju dapur.


Setelah beberapa saat masakan Adira telah siap. Ke dua adiknya pun kini telah berada di meja makan. Tiga anak manusia ini menatap makanan bersama di selingi canda dan tawa. Sungguh Adira merindukan moment-moment bersama dengan adiknya.


Makan telah selesai. Kini mereka berkumpul di ruang tengah duduk di sofa panjang sambil menatap layar Tv. Adira duduk di tengah diapit oleh adik-adiknya. Dua pemuda itu kompak memasang wajah malas saat remote tv di bajak sang kakak dan kini telah menjadi sinetron di tv.


“Aku sudah tidak di rawat di rumah sakit lagi. Kakak ngak pulang?” tanya Andra menatap sang kakak yang terus fokus pada benda persegi yang ada di hadapannya.


“Nanti saja jika keadaanmu benar-benar pulih,” balas Adira tak mengalihkan perhatiannya dari tv.


“Kakak jangan meninggalkan suami kakak terlalu lama bahaya, nanti di embat pelakor,” celetuk Andra lagi.

__ADS_1


“Huss. Jangan bicara sembarangan,” ucap Adira menatap galak Andra sekilas kemudian kembali menatap tv. “Siapa yang berani menggodanya,” ucap Adira santai,  mengingat sikap kulkas nugget itu.


“Pelakor genit,” balas Andra.


“Sudah jangan bahas itu, jangan ganggu kakak, lihat ibu itu sedang mencari anaknya, padahal anaknya ada di seberang jalan, semoga saja mereka bertemu,” ucap Adira begitu tegang melihat adegan pencarian seorang ibu dengan anak hilang berlatar jalan raya.


“Paling juga nanti ngak ketemu, keburu ke tutupan angkot,” ucap Andra tanpa dosa yang langsung sukses mendapatkan tatapan galak dari kakaknya. Uhg, anak ini mulutnya membuat gemas saja.


“Kan sinetron biasanya seperti itu,” balas Andra dengan cengiran.


“Iya. Wajah suami kakak itu tampan. Suami yang mukanya kaya wajan seblak aja selingkuh apa lagi yang setampan suami kakak,” tambah Aska ikut juga dia akhirnya mengganggu  sang kakak.


“Kakak tidak boleh lengah,” saran Andra.


Adira mendengus mendengar ocehan Adiknya. Selama bersama Elgi. Adira sedikit tahu bagaimana sikap lelaki itu, dia sangat sibuk hingga tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Sikapnya yang dingin bak kulkas dan sulit tersentuh yang ada hanya akan di sembur oleh lelaki itu. lagi pula Adira tidak peduli dengan asmara kulkas nugget. Hubungannya dengan Elgi tidak seperti suami dan istri.

__ADS_1


“Rumah tangga kakak baik-baik saja kan?” tanya Andra lagi. Kini dua pemuda tampan itu tak menatap ke arah tv tapi malah menatap Adira lekat seolah menghakimi.


“Tentu saja!” balas Adira singkat.


“Sudah berhari-hari kita bersama di rumah sakit. Aku tidak pernah melihat dia menghubungi kakak. Rumah tangga kakak ada masalah?” ucap Andra sesuai dengan pengamatannya.


“Tidak,” balas Adira cepat. Ah. mengapa dia seperti tersangka yang sedang di selidiki.


“Rumah tangga kakak baik-baik saja. Baiklah kakak akan pulang nanti


,” balas Adira. Ugh, jangan sampai adiknya curiga masalah rumah tangganya yang memang tak normal itu.


Like


Coment ...

__ADS_1


__ADS_2