Diam-Diam Suamiku Ceo

Diam-Diam Suamiku Ceo
Bertemu


__ADS_3

Elgi masih berdiri mematung, netranya terpaku pada seorang perempuan cantik yang beberapa hari tak bersua dengannya.


Perempuan yang membuat harinya menjadi kosong dan kacau karena menghilang. Terjangan rindu bercampur emosi menyatu saat melihat kembali Adira berada di rumah ini.


“Dia ada di sini,” batin Elgi dengan perasaan berkecamuk, bercampur dengan jantung terasa terpukul kencang. Bukan kah kata bibi Anna perempuan ini pulang ke rumahnya.


Elgi berjalan mendekat ke arah Adira memastikan penglihatannya. Seakan tak percaya, dia bisa melihat perempuan itu ada di rumah lagi.


Sedangkan Adira senyum perempuan itu surut saat pandangan mereka sejenak bertemu, Adira cepat menundukkan kepala, melihat Elgi semakin dekat dengannya.


Apalagi setelah melihat pandangan Elgi yang menatapnya dengan tatapan sulit di artikan. Uhg, lelaki dingin itu pasti kesal karena Adira ada di rumah ini lagi. Pikir Adira. Adira mengingat malam itu, di mana Elgi sangat kesal padanya karena perhatian yang di berikan Adira dan meminta untuk menjaga jarak.


“Anda sudah kembali tuan!” sapa bibi Anna yang juga berada di ruang makan mengambil alih, karena melihat Elgi hanya diam tak merespon ucapan Adira.


Elgi menghentikan langkahnya saat mendengar suara perempuan tua. Melihat ada bibi Anna kini berdiri bersama dengan Adira.

__ADS_1


“Anda sudah kembali, Kebetulan makan malam telah siap,” ucap bibi Anna kini menata piring di meja makan untuk Elgi.


“Mari makan malam bersama nona Adira, masakan ini saya dan nona Adira yang memasaknya,” ucap bibi Anna dengan senyum ramah.


“Aku tidak mau!” tolak Elgi. Netra Elgi kemudian menatap ke arah Adira dingin, seakan tatapan itu membekukan.


Bibi Anna terdiam menghentikan kegiatannya, melihat ke arah Elgi yang menatap Adira seakan menyiratkan permusuhan.


"Aku ingin makan malam di kamarku, ” titah Elgi memasang wajah dingin menatap Adira lekat.


Sedangkan Adira hanya diam seribu bahasa, sudah bisa menebak pemuda dingin ini pasti menghindari satu meja dengannya. Elgi kan menjaga batas dengannya tidak mungkin mau makan bersama dengannya.


“Apa kau hanya diam saja, ” ucap Elgi dingin pada Adira yang menyiratkan perintah.


Setelah mengucapkan itu, Elgi lalu kembali melanjutkan langkah, menapaki anak tangga menuju kamar.

__ADS_1


Adira mendesah napas berat setelah kepergian Elgi. Ya ampun, setelah beberapa hari tak bertemu lelaki itu semakin dingin saja. Mengerikan.


Adira kemudian mendekat ke arah bibi Anna yang berdiri di samping meja makan sedang menyiapkan permintaan Elgi.


“Bibi Anna biar saya saja antarkan ke kamarnya,” ucap Adira mengambil alih. Kan dia yang mendapatkan kode perintah dari kulkas nugget itu. Jangan lupa tatapan dingin seperti biasanya, membuat tak berkutik.


“Sudah, Nona makanlah. Nona pasti sudah lapar, biar saya saja,” ucap bibi Anna karena sejak tadi Adira menyiapkan makan malam bersamanya.


“Saya makannya nanti saja Bi. Lebih baik saya mengantarkan makan malam dulu ke kamarnya, Jangan sampai dia menunggu lama,” ucap Adira.


“Baiklah,” balas bibi Anna akur.


Hanya karena menjaga batasan, kulkas nugget itu memilih makan di kamar. Adira pun menyiapkan menu makan malam untuk di bawa ke kamar Elgi. Sesuai kode perintah kulkas nugget itu dia harus bergerak cepat. Merepotkan sekali kan dia.


Like

__ADS_1


Coment


Ih repot banget dah ini kulkas nugget, udah pulang bukannya di sambut.


__ADS_2