Diam-Diam Suamiku Ceo

Diam-Diam Suamiku Ceo
Ke mana dia


__ADS_3

Di ruangan rumah sakit. Dua insan ini masih bersama menghabiskan waktu. Terlihat wajah sebal dari lelaki ini.


Pada perempuan yang duduk di samping ranjang.


“Makan dan tidur. Kenapa kau terus menyuruhku makan, tidur, makan lagi!” decak Elgi sebal dengan mata memicing tajam tak kala di hadapannya telah berada potongan kecil buah apel yang di tusuk menggunakan garpu.


Ugh, Elgi benar-benar di perlakukan bak anak kecil oleh perempuan yang ia sebut tuyul kecil ini.


Adira tersenyum tipis mendengar keluhan pasien yang ia rawat.


“Agar Anda cepat pulih,” balas Adira santai.


“Anda tenang saja, walau pun Anda hanya terus makan, tidur, yang gendut bukan badan Anda, tetapi rekening Anda,” canda Adira pada Ceo pemimpin perusahaan ini, dengan tangan setia menggantung di hadapan Elgi. Menunggu lelaki itu membuka mulutnya.


“Buka mulut Anda,” desak Adira semakin mendekatkan sendok ke wajah Elgi.


Elgi mendengkus, memutar bola mata malas. Lalu membuka mulut menerima suapan dari Adira. Ah, Entah apa yang terjadi pada Elgi, dia seolah tak kuasa untuk menolak keinginan perempuan itu.


Suara pintu terbuka membuat perhatian keduanya kompak ke arah pintu. Terlihat seorang perempuan cantik dengan wajah panik masuk ke dalam.


Perempuan itu berjalan cepat mendekat ke arah Elgi.


“Karin,” ucap Elgi.

__ADS_1


Karin menerobos tubuh Adira kemudian memeluk Elgi.


“Kak Elgi. Kenapa bisa jadi begini,” ucapnya dengan terisak mendekap erat tubuh Elgi.


Elgi membatu, membiarkan perempuan itu memeluknya. Meluapkan perasaan cemasnya. Hubungan Elgi dan Karin


memang begitu dekat. Layaknya saudara. Elgi


sudah menganggap Karin seperti adiknya sendiri.


“Sudah. Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja,” ucap Elgi diam tanpa membalas pelukan itu.


Adira yang berada di antara mereka merasa tak enak, membiarkan waktu untuk mereka berdua. Adira kemudian meletakkan piring berisi buah di atas lemari cabinet.


Elgi yang masih dalam pelukan Karin menatap kepergian Adira. Entah mengapa ada rasa aneh dalam dirinya, sebelah tangannya tanpa sadar terangkat. Melihat punggung Adira yang semakin menjauh.


***


Malam menyambut, terlihat seorang pemuda duduk di ranjang rumah sakit menatap kosong. Pikirannya mengudara ke suatu hal. Sejak kehadiran Karin, sudah berjam-jam perempuan itu tidak masuk ke dalam ruangan.


Pandangan Elgi teralihkan ke arah pintu. Perasaannya di kepung gelisah. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya.


Sudah berkali-kali pintu terbuka, namun hatinya hanya di balut kecewa tak seperti yang ia harapkan.

__ADS_1


Karin duduk di samping ranjang dengan piring terisi makanan.


“Kak Elgi, waktunya makan malam, setelah itu minum obat,” ucap Karin memberi perhatian.


Elgi memasang wajah datar.


“Aku tidak lapar,” balas Elgi singkat.


“Aku akan menyuapi kak Elgi,” ucap Karin lagi kini menyodorkan sendok terisi makanan.


“Aku tidak lapar,” balas Elgi membuang pandangannya, sekali lagi netranya menatap ke arah pintu.


“Ke mana dia? Apa dia sudah pulang ke rumah. Dia tidak kembali lagi kemari?” batin Elgi entah mengapa ada rasa aneh merasuk di dalam hatinya.


***


Kan nyari apa tuh .... nyari tuyul ya ...


Like


Coment


Coment ma Likenya yang kencang ya jangan bengong aja kaya emak-emak ketinggalan ghiba kemarin di tukang sayur.

__ADS_1


Maaf telat up...


__ADS_2