
Matahari telah tenggelam di ufuk barat. Di ruang rumah sakit tiga anak manusia masih bercengkrama. Adira terlihat menyuap adiknya Andra.
“Ini sudah malam kakak tidak pulang?” tanya Andra setelah menerima suapan dari kakaknya bak anak kecil.
Adira memutar bola mata malas.
“Kalau kakak pulang, siapa yang mengurusmu,” sinis Adira. Kan, rasanya dia akan mengomel lagi. lagi adiknya ini membuat ulang hingga dia berada di rumah sakit.
“Lalu bagaimana dengan suami kakak? Siapa yang mengurusnya? Aku tidak apa-apa. Lebih baik kakak pulang,” saran Andra.
Adira termenung! Mengurus lelaki itu.
Oh tidak.
Selama ini sebagai istri, Adira tidak mengurus Elgi sebagaimana seorang suami. Adira bak masih seperti perempuan bebas. Lelaki itu mana peduli dia pulang atau tidak. Apalagi setelah kejadian semalam di mana lelaki itu kesal padanya. Jadi kulkas nugget tidak akan sadar jika dia tidak berada di rumah.
“Sudah. Kakak akan merawatmu. Suami kakak, pasti mengerti,” bohong Adira. Kan, Lebih baik Adira menjaga adiknya di rumah sakit. Dari pada ia pulang ke rumah tidak melakukan apa-apa, Elgi juga tidak mau menerima apa-pun perhatiannya.
__ADS_1
Adira juga merasa cemas meninggalkan adiknya yang sakit. Jadi dia memutuskan akan merawat adiknya hingga pulih.
Adira kembali melanjutkan kegiatan menyuap adiknya.
Sementara itu di rumah mewah nan megah seorang lelaki baru saja menginjakkan kaki. Elgi baru saja pulang dari kantor, masuk ke dalam rumah melalui ruang tengah.
Langkah Elgi terhenti sejenak, merasa kali ini ada yang lain saat ia pulang, tak ada sapaan. Tidak seperti biasanya. Hening.
Netra Elgi tersorot pada sofa ruang tengah yang kosong. Tidak ada perempuan yang menyambutnya dengan senyuman.
“Dia tidak ada,” gumam Elgi pemuda setelahnya melanjutkan langkah. Entah mengapa tak melihat tuyul kecil itu duduk di sofa hatinya terasa hampa.
Ah bukankah ini yang ia mau. Oh astaga apa yang ia pikirkan bukankah dia yang membuat batasan. tuh kan membuat kesal. Apalagi mengingat bayangan Adira dan Raga membuat panas saja.
***
Di kantor Elgi sedang memeriksa berkas. Suara pintu terketuk membuat Elgi mengarahkan perhatian ke arah pintu. namun entah mengapa. Di ujung hati kecil Elgi berharap yang masuk ke ruangannya perempuan cantik dengan rambut tercepol.
__ADS_1
Elgi menghela napas berat, saat perempuan yang masuk memang berseragam OG namun tidak sesuai dengan harapan.
“Bukan dia lagi,” gumam Elgi dengan alis bertaut.
“Permisi pak, saya mengantarkan minuman dan camilan untuk bapak,” ucap Fuji setelahnya mulai mengatur mug dan piring di meja setelah semua selesai Fuji pun pamit.
Elgi menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi tatapannya menatap ke arah jendela kaca yang transparan.Elgi Mengingat semalam Adira tidak ada di ruangan tengah dan tadi pagi Adira juga tidak berada di ruang makan. Jadi hari ini tepat 2 hari dia tidak melihat wajah Adira. Di rumah tak bertemu di kantor pun tidak.
“Dia benar-benar menghindariku,” gumamnya entah mengapa rasa resah seketika melumuri jiwa Elgi. Kenapa dia di kepung gelisah saat Adira benar-benar tidak menampakkan diri di hadapannya.
.
.
Cuaca panas banget ya. Bikin kepala rasanya meleleh. Kalian jaga kesetanan yah eh, kesehatan biar ngak sakit. Itu kan Sya Suka typo. Tolong bantu coment kalau salah ketik ya ... modus sok perhatian ada maunya ....
Like
__ADS_1
Coment.