Diam-Diam Suamiku Ceo

Diam-Diam Suamiku Ceo
Data diri


__ADS_3

“Dia ... Ceo ....” suara terbata terdengar dari Adira, seakan tak percaya setelah melihat lelaki yang berjalan sebagai pemimpin.


Seakan ini mimpi.


“Aku menikah dengan Ceo,” gumam Adira.


Tulang Adira terasa melemas, setelah mengetahui siapa lelaki yang telah bersanding dengannya. Benar, bukan lelaki biasa.


Karena terlalu terkejut dengan fakta yang Adira tahu, tanpa terasa kotak sari kacang hijau yang sedang Adira minum terlepas jatuh ke lantai membuat suara yang lumayan memancing perhatian.


Buk ...


Perhatian orang-orang seketika tertuju pada Adira yang terlihat memucat. Tak terkecuali oleh Elgi. Lelaki itu sampai berhenti melangkah, Netranya tertuju pada Adira.


Deg


Tatapan keduanya bertemu. Elgi mengamati Adira dengan raut wajah datar sulit di artikan. Setelahnya kembali melanjutkan langkah.


***


Adira kini telah berada di pantry duduk di kursi. Tubuhnya masih bergetar kaget.


“Suamiku pemimpin perusahaan ini,” gumam Adira lemah.


Ya ampun, kenapa bisa lelaki sehebat itu bisa menikah dengan office girl seperti dirinya. Putra Pak Wisnu bukan orang sembarangan, mengapa dengan mudahnya menawarkan pernikahan padanya. Elgi begitu sempurna mengapa tidak menikah dengan perempuan yang lebih baik. Batin Adira terus bertanya-tanya. Mengapa dia yang terpilih?


Sementara itu di ruangan kantor, setelah memimpin rapat.

__ADS_1


Buk


Seorang lelaki memukul keras meja, tatapannya di penuhi kilat amarah. Sekretaris wanita yang berada di dalam ruangan itu hanya menghela napas berat.


“Dia office girl di kantor ini!” sentak Elgi saat bayangan Adira mengenakan seragam og mengisi kepalanya. Istrinya seorang og di perusahaan yang ia pimpin.


“Ini gila aku menikah dengan office girl!” geram Elgi.


“Aku juga tidak menyangka, paman memaksamu kembali dari Jerman dan menikah dengan perempuan seperti itu,” sahut perempuan bernama Karin. Asisten sekaligus sahabat yang selalu mendampingi Elgi kemana pun pemuda itu berada. Dia sangat tahu pernikahan Elgi dengan perempuan bernama Adira Kirani.


Elgi terdiam, mengingat bagaimana papanya beberapa hari yang lalu memaksanya untuk pulang ke kota ini dan mendesakknya menikah dengan perempuan yang sama sekali tidak ia kenal. Bahkan papanya mengurus pernikahan secara kilat. Hingga semua berjalan begitu cepat tanpa kuasa Elgi.


Elgi juga tidak bertanya perempuan seperti apa yang ia nikahi. Elgi mengira dia akan menjalani pernikahan bisnis sama seperti anak para pengusaha lainnya yang menikah dengan rekan bisnis papanya namun ternyata salah. Papanya malah menikahkannya dengan perempuan yang jauh di bawah kasta mereka.


Netra Elgi beralih pada Karin.


Elgi ingin tahu lebih banyak lagi tentang perempuan yang telah menjadi istrinya itu.


“Baiklah kau akan mendapatkannya!” balas Karin setelahnya berlalu.


Tak butuh waktu lama Karin telah kembali dengan map laporan tentang data diri Adira.


“Aku sudah mendapatkannya,” lapor Karin.


“Bagus.” Karin memang sangat kompeten karena itu Elgi sangat percaya padanya.


Karin membuka map lalu mulai membaca data diri tentang Adira.

__ADS_1


“Namanya Adira Kirani. Pendidikannya hanya sampai lulus sekolah menengah pertama,” jelas Karin.


Apa!


Netra Elgi membulat sempurna setelah mendengar laporan yang di kumpulkan Karin.


“Apa! Pendidikannya hanya sampai menengah pertama. Bagaimana bisa seperti itu!” sentak Elgi seakan tak percaya pendidikan perempuan yang telah menjadi istrinya.


“Dia yatim piatu, ayahnya meninggal karena kecelakaaan, ibunya punya penyakit mental dan meninggal beberapa tahun yang lalu, sejak saat itu dia merawat dan fokus membiayai adiknya. Dia memilik dua adik lelaki yang sama-sama duduk bangku kuliah,” jelas Karin.


“Kedua adiknya memiliki catatan yang buruk, suka membuat masalah terakhir sempat di tahan oleh kepolisian,” tambah Karin.


Elgi duduk bersandar sembari memijat pelipisnya, rasanya kepalanya ingin meledak mendengar data diri Adira. Sungguh dia tidak mengerti mengapa papanya menikahkannya dengan perempuan dengan latar belakang jauh bak bumi dan langit.


Karin telah memasukkan kertas ke dalam map.


“Apa papaku sudah kehilangan akal. Mengapa dia memaksaku menikah dengan perempuan memiliki latar belakang seperti itu. Tidak berpendidikan, office girl,” berang Elgi.


Awalnya Elgi mencoba belajar menerima pilihan papanya namun setelah mengetahui siapa istrinya. Dia pun mantap untuk berhenti.


Elgi beranjak bangkit dari duduknya. Memasang wajah dingin.


“Pernikahan ini akan berakhir,” ucap Elgi memasang wajah dingin.


Yakin bang ...


Segini dulu yeh ... entar di sambung.

__ADS_1


__ADS_2