
Adira sedang berada di pantry, duduk menatap ponselnya dengan senyuman mengembang. Sebuah pesan notif yang baru saja terbaca membuat hati gembira.
“Kakak ipar!” panggil Fuji membuat Adira memasukkan kembali ponselnya di saku celana.
“Ada apa?” tanya Adira.
“Sudah waktunya makan siang. Sebagai adik ipar yang berbakti. Hari ini aku yang traktir,” ucap Fuji meraih tangan Adira agar ikut bersamanya.
Adira bertahan tak beranjak dari kursi. Sedikit menarik tangannya agar genggaman Fuji terlepas.
“Lain kali saja,” tolak Adira.
“Ayolah. Sebelum gajiku habis,” ujar Fuji semakin menarik tangan Adira namun perempuan itu tak bergeming.
“Aku ada janji makan siang!” jelas Adira.
“Makan siang dengan siapa?” tanya Fuji penasaran.
“Pak Raga,” jawab Adira singkat.
Apa!
Mendengar itu tarikan tangan Fuji terlepas, kemudian ikut duduk di kursi kosong sebelah Adira. Raut wajah Fuji terlihat bersemangat.
“Kakak ipar akan makan siang berdua dengan pak Raga. Wah ini sangat bagus.” Heboh Fuji. Dengan cepat meraih ponsel di saku celanannya.
__ADS_1
“Wah. Kakak ipar selamat. Ini nomor telepon dekorasi pengantin. Kakak ipar juga pasti butuh nomor tukang cuci piring kondangan,” ucap Fuji mengusap layar ponselnya.
Adira memutar bola mata malas. hug, ya ampun perempuan ini sangat heboh. Adira tak habis pikir bagaimana jadinya jika Fuji benar-benar menjadi adik iparnya. Aska yang setenang air menikah dengan perempuan ini. Adiknya pasti akan selalu butuh obat sakit kepala karena terus mendengar ocehannya.
“Fuji! Aku hanya makan siang. Bukan menikah!” protes Adira. “Saat merayakan pertandingan Aska. Seperti yang kau katakan aku kasbon dari pak Raga lagi. Dan aku berjanji gajian nanti aku akan mentraktirnya makan siang,” jelas Adira tentang apa yang terjadi.
Mendengar itu Fuji beroria. Dia mengerti. Akan tetapi baru saja tenang perempuan ini kembali memikirkan sesuatu. Semakin mendekatkan tubuhnya pada Adira.
“Kakak ipar, kau tidak merasa pak Raga menyukaimu,” bisik Fuji.
Adira membulatkan mata mendengar ucapan Fuji setelahnya melihat sekeliling.
“Huss. Jaga bicaramu. Kau bisa memicu gosip di kantor,” sangkal Adira. ya tidak mungkin kan Raga yang sempurna itu jatuh cinta pada Og.
“Sudahlah. Itu tidak mungkin!” ucap Adira bangkit dari duduknya.
“Aku harus pergi." Adira meninggalkan Fuji yang terus mengoceh hal yang tidak benar.
“Kakak ipar aku punya nomor catering!” teriak Fuji iseng.
Adira mengerucutkan bibirnya. Keluar dari ruangan pantry.
Sementara itu di tempat lain. Elgi baru saja, membubarkan rapat tentang keuangan perusahaan. Elgi keluar ruangan di ikuti oleh Karin dan Raga yang berjalan di belakang. Ketiganya masuk ke dalam lift. Tangan Karin sigap menekan angka 1 di dinding.
“Kalian makan siang di luar?” tanya Raga karena ini memang jam makan siang. Dan tujuan Raga ke lantai satu pun sama.
__ADS_1
“Iya. Ikutlah dengan kami,” ajak Karin.
“Tidak bisa. Aku ada janji,” ucap Raga dengan lengkungan senyum di bibir.
Elgi yang melihat pantulan Raga di dinding, menatap malas senyum itu. Sejak kemarin raut wajah Raga terlihat bodoh dengan senyumannya.
Pintu lift terbuka. Elgi melangkah keluar ruangan lift lebih dulu, di susul oleh Raga dan Karin. Elgi terus berjalan, Baru saja keluar melalui pintu kaca kantor. Dari jauh Netra Elgi tersorot pada perempuan cantik berseragam Og.
Sejenak padangan mereka bertemu. Elgi dengan cepat membuang padangannya, cuek. Menghindari bertatapan dengan Adira. Terus berjalan acuh. Memasang wajah dinginnya.
Sementara itu Raga yang melihat kehadiran Adira mempercepat langkahnya hingga mendahului Elgi. Lelaki itu menghampiri Adira.
“Apa kau menunggu lama?” ucap Raga menatap Adira lekat. Jangan lupa senyum itu semakin lebar.
“Tidak pak, saya juga baru datang,” balas Adira dengan mengukir senyum.
“Ayo!” ajak Raga mereka pun melangkah bersama menuju tempat parkir.
Elgi yang sejak tadi menghentikan langkah karena hatinya tergerak melihat interaksi keduanya. Namun kini tanpa sadar tangan Elgi terkepal erat. Tatapannya tajam menatap kepergian keduanya. Entah mengapa rasa panas menjalar di hatinya
Maaf kalau bahasannya rancu dan Aneh, buru-buru banget ini. Kepala udah di kepung sama nyamuk magrib. Yang penting kalian ngerti penyampain bab ini. kalau kulkas nungget lagi konslet
Like
Coment
__ADS_1