
Akulah Vee!" Ujar Vee yang berdiri di depan cermin sambil merapikan jilbab sekolahnya.
"Gadis yang kaya raya, keren, cantik, manis, maco tapi imut, Putri tunggal yang jelas begitu disayang, bukan hanya disayang oleh kedua orang tuaku tapi juga sangat disayang oleh tante Tuti bahkan lebih disayang dari pada anaknya sendiri. Di sekolah aku menjabat sebagai ketua OSIS, dan juga siswi yang berbas bertingkah sesuka hati. Etssss, hampir saja lupa! Satu hal lagi yang paling penting aku punya tetangga yang bernama Karang, dia itu abang berasa bestie, bestie berasa musuh, apapun masalah ku dialah solusi ku, namun semenjak aku SMA tak tau mengapa aku tidak suka melihatnya bersama gadis lain termasuk partner kerjanya sekali pun, ntah perasaan apa itu, aku juga tidak tau yang jelas aku benar-benar nggak bisa jauh darinya, dia tempat aku mengadu, melepas lelah, menumpahkan segala kesal dan amarah, yah semua keanehanku selalu saja ditanggapi dengan penuh kelembutan olehnya. Dan inilah aku, Veeliria Agnesia Kanayya Rajaksa, Vee si tuan putri dimana pun dia berada. Okay, cukup perkenalannya, time to school, let's go Vee!" Jelas Vee panjang lebar dengan senyuman lebar mengagumi paras cantiknya yang ada di pantulan cermin sana.
Vee tersenyum manis pada dirinya sendiri, lalu mengambil ransel sekolahnya dan bergegas keluar dari kamar menelusuri setiap anak tangga menuju ruang makan dimana kedua orang tuanya sedang menunggunya untuk sarapan bersama.
"Mami, papi, aku duluan ya." Ujar Vee lalu mengecup pipi mami papi secara bergantian lalu berlari keluar.
"Vee, sarapan dulu sayang!" Pinta Anggie.
"Iya deh!" Jawab Vee nurut lalu kembali ke meja makan.
Vee mengambil gelas yang berisikan susu lalu meneguknya hingga habis dalam sekali tegukan, setelah meletakkan kembali gelas kosong kini tangan Vee mengambil sepotong roti lalu pergi begitu saja.
"Hati-hati sayang!" Pesan Anggie.
"Iya mami sayang!" Seru Vee dengan suara lantang karena ia sudah jauh dari tempat dimana kedua orang tuanya berada.
" Lihat tuh pi, kelakuan putri kesayangan papi, makin hari ada aja kelakuan anehnya." Adu Anggie yang kerap kali mengelus dada dengan tingkah dan sikap Vee.
"Sudahlah mi, Vee kan udah besar, udah SMA pula, dia udah paham dengan apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan, mami tenang aja, nakal adalah hal yang wajar selama tidak melewati batas dan melanggar ketentuan agama. Jadi mami nggak perlu khawatir, papi percaya sama putri kita. Ya udah kalau gitu papi pamit ke kantor dulu." Jelas Salman lalu bangun dari kursinya.
"Hati-hati pi..." Pesan Anggie sambil mengantar sang suami hingga ke mobil.
💜💜💜
Vee terus menyetir mobil kesayangannya sambil mendengarkan musik dari Boyband favoritnya, dan sesekali mengunyah snack kesukaannya, sepanjang perjalan terus berkonser ria hingga akhirnya mobil Vee memasuki area sekolah dan langsung menuju area parkir paten miliknya namun betapa marahnya ia saat mendapati tempat parkirannya justru telah diisi oleh mobil lainnya. Dengan penuh amarah, emosi yang menggebu Vee keluar dari mobil.
"Rongsokan siapa ini?" Tanya Vee dengan seuara lantang dengan kaki yang langsung menendang ban mobil tersebut.
__ADS_1
"Punya ku! Kenapa? Ada masalah?" Tanya siswa tersebut sambil berjalan mendekat kearah Vee.
Siswa yang terlihat asing, yah ia merupakan siswa yang baru saja pindah ke SMA tersebut. Rambutnya yang agak gondrong, tubuh yang tinggi, kulit yang agak gelap, seakan membuat penampilannya bak atletis ditambah lagi anting yang berwarna hitam yang terpasang rapi di telinga kanannya membuat auranya semakin terlihat cool.
"Pinggirin sekarang juga! Buruan!" Perintah Vee.
"Nggak mau! Emang apa hak mu? Bukankah ini parkiran umum? Lantas kenapa aku yang harus pindah? Elo bukan pemilik sekolah ini kan?" Jawab siswa tersebut.
"Haaa ah, aku lupa kalau kamu itu anak baru, so pasti belum kenal sama aku. Pindahin sekarang juga atau aku bakal..." Jelas Vee menggantungkan ucapannya dengan tatapan yang begitu mematikan.
"Elo mau laporin aku ke polisi? Atau mau keluarin aku dari sekolah ini? Basi, ancaman mu sama sekali nggak ngaruh buat aku!" Jelasnya lagi.
"Wokeeeh, terarah sama pilihan kamu aja, aku mah ikut gimana permintaan kamu." Jelas Vee tenang.
Vee kembali ke mobilnya dan beberapa menit kemudian kembali lagi dengan sebuah palu ditangannya. Dengan santai Vee berjalan kearah mobil tersebut, perlahan merunduk dan...
"Dooor" Ban mobil tersebut langsung meletus akibat ulah Vee yang memaku tiga paki sekaligus pada ban mobil tersebut.
"Kamu, kamu benar-benar...." Gumam Siswa tersebut dengan penuh amarah.
Ia bahkan langsung mengangkat tangannya hendak menampar wajah Vee, namjn sebelum tangan tersebut mendarat tepat sasaran, sebuah suara justru membuatnya mau tidak mau harus menghentikan aksinya tersebut.
"Wesvy hentikan!" Pinta Alex yang baru saja datang ke lokasi pertempuran tersebut.
"Jadi nama mu Wesvy? Salam kenal!" Ujar Vee yang bahkan melambaikan palu yang masih ada digenggamnya.
"Tunggu aja, aku bakal balas dengan hal yang lebih parah!" Gumam Wesvy.
"Alex, tolong buang rongsokan itu ke tempat yang layak, dan juga tolong parkirkan my Hanny bunny sweety di tempatnya." Jelas Vee lalu melemparkan kunci mobilnya pada Alex lalu pergi begitu saja tanpa beban sedikit pun.
__ADS_1
"Ciiiih! Emang dia siapa sih? Pemilik sekolah ini? Blagunya selangit!" Gumam Wesvy yang semakin kesal pada Vee.
"Ini hari pertama kamu disini, aku saranin jangan cari masalah dengan dia, bisa-bisa kamu bakal langsung dikeluarkan dari sekolah ini." Jelas Alex menasehati.
"Sehebat apa sih dia? Siapa dia sebenarnya, bikin enak sama tingkahnya yang semena-mena." Cetus Wesvy.
"Dia itu tuan disini, pemilik sekolah ini, orang tuanya memegang pengaruh penting disekolah ini, jadi sebaiknya jangan cari mati." Jelas Alex.
"Tapi semua itu bukan berarti dia bisa semena-mena sama siswa lainnya." Jelas Wesvy.
"Udah lah Wes, ambil jalan aman aja kita, lagi pula dia juga menjabat sebagai ketua OSIS sekolah ini dan yang paling penting ntar kamu bakal sekelas sama dia, kamu sendirikan yang minta untuk sekelas sama aku?" Jelas Alex.
"Auuuuf! Parah! Stress!" Gumam Wesvy dan lekas pergi.
"Eh main pergi aja, mobil mu gimana nih?" Tanya Alex.
"Aaah terserah lo aja deh, nih kuncinya!" Jelas Wesvy lalu melempar kuncinya pada Alex lalu menghilang begitu saja.
Tepat pukul 08.00 bel berbunyi tanda jam pelajaran akan segera dimulai, semua siswa lekas ke kelas mereka masing-masing. Setiap ruangan kelas terlihat tenang dan menerima pelajaran dengan baik dari para guru. Hingga akhirnya bel kembali berbunyi pertanda waktu istirahat telah tiba.
"Vee ayo ke kantin!" Ajak Tsania sahabat dekat merangkap sebagai sekretaris OSIS.
"Lagi nggak mood, kamu duluan aja deh, ntar aku bakal nyusul!" Jelas Vee.
"Ya udah aku duluan!" Jelas Tsania dan langsung pergi.
Vee kembali mengeluarkan buku pelajaran dari dalam ranselnya, membukanya pelan namun sebuah tangan dengan kasar justru menutup paksa buku milik Vee.
"Mau cari masalah lagi?" Tanya Vee kesal saat tau bahwa yang sedang menggangu dirinya adalah Wesvy.
__ADS_1
"Dasar pengecut! Cuman bisa ngandalin kekuasan dan harta orang tua doang! Elo itu cuma sampah!" Cela Wesvy dengan menatap tajam wajah Vee.
💜💜💜