Diantara Galang Dan Karang

Diantara Galang Dan Karang
Cemburu.


__ADS_3

"Wesvy...!" Ujar Vee saat ia sampai di teras dan mendapati Wesvy yang sedang duduk santai menunggu kedatangan dirinya.


"Vee, gimana soal tugas yang kemaren? Kapan bisa kita kerjakan?" Tanya Wesvy.


"Oooo, ah soal tugas kita, hmmm...tugas matematika yang itu ya? Hmmmm" Ujar Vee dengan agak gelagapan.


"Kalau kamu nggak bisa sekarang, ya udah nggak apa, kan masih ada waktu besok sama lusa." Jelas Wesvy.


"Bukan gitu, maksudnya..." Ujar Vee.


"Nggak masalah, aku bisa balik besok aja kalau gitu!" Jelas Wesvy yang bahkan langsung bangun dari duduknya.


"Udah duduk dulu, aku ambil buku sama peralatan tulis dulu, sebentar ya..." Ujar Vee lekas kembali kedalam rumah.


Wesvy kembali duduk sambil bermain dengan ponsel miliknya. Di saat Wesvy sedang asyik dengan gamenya tiba-tiba seseorang datang.


"Selamat pagi, apa Vee ada di rumah?" Tanya cowok yang bertubuh tegap tersebut, siapa lagi kalau bukan Galang.


"Ada, dia langi ambil buku ke dalam sebentar." Jelas Wesvy.


"Hmmm, kamu teman sekolahnya Vee?" Tanua Galang.


"Iya, aku Wesvy, teman kelasnya Vee." Ujar Wesvy dengan senyuman.


"Aku Galang, temannya Vee juga." Ujar Galang lalu duduk di sebelahnya Wesvy.


"Vee...!" Teriak Karang.


Suara Karang yang spontan mengalihkan pandangan Wesvy dan Galang yang langsung tertuju kearah gerbang dimana suara itu berasal.


Perlahan sosok Karang mulai mendekat hingga sampai di teras.


"Galang!!" Ujar Karang yang langsung menghentikan langkahnya.


"Iya, Galang!" Ujar Galang dengan mempamerkan senyuman andalannya yang cukup membuat Karang kesal.


"Ngapain kesini?" Tanya Karang.


"Ngapain lagi coba, ya jemput pacar aku dong!" Jelas Galang santai.

__ADS_1


"Pacar...??" Ulang Karang.


"Abang Karang, abang Galang..." Ujar Vee yang baru saja kembali ke teras dengan buju dan peralatan tulis yang ada ditangannya.


"Sayang, gimana? Jadikan kita kencan hari ini?" Tanya Galang dengan ucapan yang terdengar begitu romantis, ia bahkan langsung mendekat pada Vee.


"Hmmm, ya pasti jadi lah!" Jawab Vee dengan senyuman membuat tangan Galang perlahan menyentuh kepala Vee yang terbalut dengan kerudung hitam.


"Lalu kapan kita akan mengerjakan tugas kita?" Tanya Wesvy.


"Ya sekarang..." Jawab Vee spontan.


"Vee, kamu itu aneh, sangat aneh!" Cetus Karang dan langsung pulang.


"Abang Karang..." Panggil Vee mencoba menghentikan kepergian Karang namun langsung dihalang oleh Galang.


"Udah biar aja di pulang, biar aku yang susul dia, sekarang kerjakan dulu tugas kelompok mu." Jelas Galang.


"Tapi..." Keluh Vee.


"Udah, kamu percaya kan sama aku?" Tanya Galang.


"Hmmmm!" Jawab Vee dengan menganggukkan kepalanya.


Vee segera bergabung dengan Wesvy untuk mengerjakan tugas mereka. Karang yang hendak masuk ke gerbang rumahnya seketika menghentikan langkahnya saat suara Galang memanggil namanya.


"Karang, tunggu!" Pinta Galang yang langsung menghampiri Karang.


"Apa? Mau pamer? Mau bilang kalau hari ini adalah kencan pertama kamu sama kekasih baru mu itu? Basi!" Cetus Karang.


"Loh, aku yang mau kencan kenapa jadi kamu yang sewot gitu?" Tanya Galang yang justru terlihat sangat tenang.


"Sewot? Udah nggak usah ngarang, sana gih pergi kencan! Buruan sana pergi!" Cetus Karang.


"Atau....? Waaah jangan bilang kalau sekarang ini kamu lagi cemburu sama aku dan pacar aku? Ayo ngaku kamu iri kan sama aku dan Vee?" Tebak Galang.


"Cemburu kata mu? Waaaah haaaaah! Emang kamu itu siapa sampai aku harus cemburu sama kamu? Nggak level!" Gumam Karang.


"Aku? Yah, aku memang bukan siapa-siapa bagi kamu, tapi bagaimana dengan Vee? Dia tetangga kamu, dan dia sangat cantik!" Jelas Galang.

__ADS_1


"Heh! Kalau mau gila udah nggak usah ngajak aku! Dari sudut mana coba Vee itu terlihat cantik? Waaah kamu pasti buta, gadis jelek gitu kok di bilang cantik! Parah." Cetus Karang.


"Kamu yakin dengan ucapan mu itu?" Tanya Galang memastikan.


"Seratus persen yakin banget. Udah ah, aku malas debat sana kadal seperti kamu ini, bye!" Cetus Karang dan langsung memasuki gerbang rumahnya.


(Ternyata Karang benar-benar sangat mencintai Vee. Waaaah, jadi aku benar-benar tidak punya sedikitpun harapan untuk memiliki Vee? Loh, kenapa jadi sedih gini sih? Harusnya aku senang dong karena akhirnya cinta Vee tidak bertepuk sebelah tangan, harusnya aku bahagia karena pada kenyataannya Karang sangat mencintai Vee, karena memang sejak awal mereka memang di takdirkan untuk bersama) Bisik hati Galang dengan perasaan campur aduk tak menentu lalu segera pergi dari situ.


Setelah kepergian Galang, Karang kembali keluar dari balik gerbang, matanya terus menatap kepergian Galang yang perlahan menghilang dari pandangannya.


(Kami benar Galang, kamu sangat benar, karena sebenarnya aku sedang cemburu pada mu. Aku nggak ngerti dengan perasaan aku sendiri, aku bingung dengan diri aku ini, entah kenapa hati aku selalu saja sakit jika melihat kamu dan Vee bisa tertawa bahagia bersama, aku terluka saat melihat kedekatan kalian berdua, apakah ini pertanda kalau sebenarnya aku telah jatuh cinta pada Vee namun hati ki seakan tidak peka dengan apa yang aku rasakan selama ini, apa benar ini cinta atau hanya keegoisan belaka! Aku tidak mengerti! Sepertinya aku mulai gila? Huufff!) Ujar Karang pada dirinya sendiri.


Sejenak berdiam diri lalu hendak kembali ke rumah namun tiba-tiba suara tawa Vee dan Wesvy yang terdengar begitu riang seketika membuat langkah Karang kembali terarah menuju rumah Vee. Tanpa tunggu lama Karang langsung menghampiri Wesvy dan Vee yang terlihat sedang asyik mengerjakan tugas mereka.


"Boleh aku duduk disini?" Tanya Karang yang kini berdiri tepat di depan Wesvy.


"Hmmm, boleh, silahkan!" Jawab Wesvy dengan agak kesal namun ia berusaha untuk bersikap ramah pada Karang.


"Kami lagi ngerjain tugas nih! Minggor sana!" Tegas Vee dengan nada yang terdengar jelas begitu kesal dengan sikap Karang.


"Aku juga lagi sibuk!" Jelas Karang yang terlihat begitu fokus dengan ponselnya.


"Udah Vee, nggak apa-apa, lagian dia nggak gangguin kita." Jelas Wesvy.


"Noh dengar!" Cetus Karang.


"Sebenarnya abang kenapa sih! Ribet banget, asal nyusup aja, udah minggir sana!" Tegas Vee yang mulai emosi.


"Nggak!" Jawab Karang kekeh tidak mau pindah dari tempatnya sekarang.


"Okay, fine! Ayo Wesvy! Kita masuk." Ajak Vee yang bahkan langsung bangun dengan membawa serta buku dan alat tulis miliknya.


Saat Vee hendak pergi dari sana dengan sigap tangan Karang langsung menarik lengan Vee, kini kedua mata tajam Karang seakan sedang mengintrogasi Vee.


"Apaan sih? Lepaskan tangan aku!" Guma Vee.


"Nggak!" Tegas Karang yang malah semakin mempererat genggaman tangannya.


"Aku bilang leps!" Tegas Vee bahkan dengan menarik kasar tangannya dari genggaman Karang, alhasil membuat buku-buku yang ada di tangannya berjatuhan di lantai.

__ADS_1


"Vee, Karang, ada apa ini?" Tanya Anggie yang baru saja datang ke teras.


💜💜💜


__ADS_2