Diantara Galang Dan Karang

Diantara Galang Dan Karang
Akhirnya Jadian.


__ADS_3

Karang, tunggu!" Pinta Galang yang membuat langkah Karang terhenti dan Vee juga ikut menoleh kearah Galang.


"Apa lagi?" Tanya Karang lalu menoleh kearah Vee dan Galang secara bergantian.


"Abang harus tau semuanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi!" Jelas Vee yang kini berdiri pada posisi tepat di tengah-tengah Galang dan Karang yang terpisah oleh jarak beberapa langkah saja.


"Aku sama sekali tidak tertarik! Aku nggak ingin tau apapun tentang hubungan kalian berdua." Tegas Karang.


"Yang sebenarnya terjadi..." Ungkap Vee berusaha menjelaskan kenyataan yang ada.


"Cukup! Aku sama sekali tidak tertarik untuk mendengar apapun itu!" Tegas Karang.


"Karang! Aku dan Vee tidak pacaran, kami tidak menjalan hubungan apapun selain hanya sekedar teman." Jelas Galang dengan suara lantang.


"Bukan urusan ku!" Gumam Karang yang mulai sedikit tenang.


"Vee, dia sama sekali tidak mencintai ku!" Lanjut Galang kali ini dengan tatapan yang ia usahakan untuk terlihat tetap tenang.


"Terserah! Nggak ada hubungannya sama aku!" Tegas Karang dengan mata yang perlahan melirik kearah Vee yang sejak tadi terdiam tanpa komentar.


"Dasar bodoh! Jelas semua ini ada hubungannya sama kamu!" Jelas Galang yang mulai kesal.


"Aku mencintai abang, aku sangan mencintai mu, abang Karang!" Tegas Vee dengan mata yang langsung menatap dalam bola mata indah milik Karang.


"Huffffff! Berhenti bercanda, acting kalian jelek, sumpah! Aku harus cek pasien, kalian lanjutkan lagi kencan romantisnya!" Jelas Karang.


"Benar-benar bodoh! Nggak peka sama sekali! Kamu tau alasan aku dan Vee melakukan semua ini? Itu karena kami ingin membuatmu cemburu, kami ingin melihat sikap kamu yang sebenarnya, kami ingin memastikan bagaimana sebenarnya perasaan mu terhadap Vee! Kamu benar-benar buta Karang, coba perhatikan Vee secara seksama, lihat matanya, lihat dia yang begitu mencintai mu dengan segenap jiwa dan raganya, lihat matanya yang terus-menerus menatap mu dengan penuh ketulusan, dia yang tidak bisa jauh-jauh dari mu, dia yang kalangkabut mengkhawatirkan keadaan mu, dia yang diam-diam selalu perhatian pada dirimu. Lihat dia! Lihatlah gadis yang selama bertahun-tahun ini hanya memandang kearah mu saja, dia sangat mencintai mu, Karang bahkan lebih dari rasa cinta untuk dirinya sendiri!" Jelas Galang panjang lebar lalu segera membuang pandangannya kearah lain, karena saat ini dia benar-benar tidak lagi bisa menahan air matanya.


"Vee..." Ujar Karang dengan terus menatap dalam wajah Vee dan perlahan melangkah mendekat pada Vee.


"Abang..." Ujar Vee dengan suara terbata-bata dan air mata yang mulai menetes membasahi wajah cantiknya.


"Katakan pada abang, kalau apa yang Galang katakan barusan adalah kebohongan belaka! Ayo bicara, jangan diam! Katakan kalau semua itu tidak benar!" Tegas Karang memastikan.

__ADS_1


"Maaf, maafkan aku! Maaf karena apa yang barusan abang Galang katakan adalah kenyataan yang ada! Iya, selama ini aku dibutakan oleh cinta, sejak dulu aku hanya mencintai abang Karang, hanya abang satu-satunya cowok yang ada di hati ku. Maaf, karena aku menjadi beban abang." Jelas Vee dengan pandangan yang tertunduk tak bertenaga.


Dengan spontan tengan kekar Karang langsung menarik tubuh mungil Vee kedalam pelukanya, membuat Galang seketika membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Vee dan Karang.


(Hati ku sakit, sakit banget. Aku benar-benar terluka saat mendengar kata-kata Vee barusan, kenapa malah jadi seperti ini? Kenapa hatiku justru berharap kalau Karang tidak akan membalas perasaan Vee, kenapa aku malah berharap kalau Vee akan datang pada ku? Lalu bagaimana dengan sekarang? Apa yang harus aku lakukan? Aku memang salah, aku datang diantara mereka berdua, tapi aku juga sama sekali tidak berbohong Vee, selama ini semua yang aku lakukan bukanlah sebuah kebohongan, itu semua murni perasaan aku sendiri, aku mulai nyaman sama kamu, aku mulai menaruh harapan padamu, dan aku justru telah terlanjur mencintai mu.) Ungkap hatu Galang dengan hati yang begitu kacau dan tersiksa.


"Abang..." Panggil Vee lalu perlahan melepaskan tubuhnya dari pelukan Karang.


"Hmmmm..." Ujar Karang.


"Apa abang juga mencintai ku?" Tanya Vee.


"Abang mencintai mu, Vee. Sangat mencintai mu!" Jelas Karang dan kembali memeluk erat tubuh Vee.


"Abang Galang...!" Panggil Vee yang seketika membuat Galang kembali menoleh kearah dimana mereka berada.


"Terima kasih banyak karena sudah membantu aku mendapatkan cinta pertama ku, terima kasih banyak sahabat terbaik ku." Lanjut Vee dengan senyuman yang begitu penuh dengan kebahagiaan.


"Mulai sekarang, jangan lagi dekat-dekat sama pacar aku, awas! Jaga jarak!" Cetus Karang bahkan langsung menunjuk kearah Galang dengan tatapan yang penuh dengan ancaman.


"Abang Karang apaan sih!" Cetus Vee.


"Ingat, jangan dekat-dekat!" Ulang Karang dengan penuh penekanan.


"Okay, siap dokter guaaaanteng...!" Ujar Galang menggoda.


"Waaah! Kamu ngajakin berantem?" Tanya Karang.


"Loh salah aku dimana coba? Bukannya kamu ini emang dokter terganteng di rumah sakit ini!" Jelas Galang santai.


"Bikin emosi, udah ah diam!" Tegas Karang.


"Vee, kami tunggu disini ya, abang hatus ke ruang pasien, ingat jangan dekat-dekat sama tuh dokter!" Pesan Karang.

__ADS_1


"Iya, udah buruan gih sana kerja." Ujar Vee.


"Bye,,,!" Ujar Karang dengan senyuman dan lekas keluar dari ruang tersebut meninggalkan Galang bersama Vee.


_______


"Abang Galang, terima kasih banyak atas semua bantuannya, mungkin jika abang tidak datang, aku pasti tidak bisa mengutarakan perasaan aku padanya, sekali lagi terima kasih karena sudah hadir bersama kami." Ucap Vee.


Vee perlahan Mela mendekati Galang, menyentuh lembut tangan Galang lalu menepuknya dengan begitu pelan.


"Kedatangan abang adalah anugerah terindah dalam hidup aku." Ucap Vee dengan senyuman bahagia.


"Vee, aku ikut senang dengan hubungan kalian, dan aku yang harusnya berterima kasih karena kalian berdua memberi izin untuk aku berada disisi kalian berdua, terima kasih sudah menjadikan aku sahabat kalian." Ujar Galang.


"Hmmmm..." Ujar Vee dengan senyum yang semakin merekah.


"Kalau gitu, aku tinggal kamu sendirian di ruangan ini nggak masalah kan? Soalnya aku juga harus cek up pasien tadi siang." Jelas Galang.


"Iya nggak apa-apa kok, aku udah biasa nunggu sendirian di sini bahkan sampai berjam-jam lamanya, udah abang buruan gih pergi!" Jelas Vee.


"Bye...!" Ujar Galang dan lekas keluar dari ruangan tersebut.


Vee kembali ke sofa lalu duduk manis disana sambil bermain dengan ponsel miliknya.


_____


Karang yang baru saja selesai melakukan pemeriksaan pada para pasiennya, kini ia terlihat melangkah menuju IGD untuk menemui para perawat lalu meminta data detail tentang pasien-pasien yang baru saja masuk dan bibawah tanggungannya.


Karang terlihat asyik ngobrol bahkan sesekali tertawa riang bersama para perawat yang memang sudah berkerja sama dengannya sejak lama hingga membuat mereka semua terlihat begitu akrab.


Namun gelak tawa Karang seketika terhenti saat ia mendengar suara teriakan yang berasal dari ruang kerjanya yang memang tidak terlalu jauh dari ruang IGD sehingga membuatnya bisa mendengar dengan jelas suara teriakan yang tak lain adalah suara Vee. Secelag kilat Karang langsung berlari kembali ke ruang kerjanya dengan beberapa perawat yang juga ikut menyusul Karang.


______

__ADS_1


__ADS_2