
"Haissssshhh sial! Udah telat pakek acara mogok pula nih mobil, nggak bisa diajak kompromi sama sekali, bikin emosi, sial!" Pekik Vee sambil keluar dari dalam mobil.
Tangan Vee dengan gesit membuka bagian depan mobil, berusaha mencari tau siapa yang mengamuk hingga menyebabkan mobilnya mati.
"Ulah siapa nih? Jawab...!" Gumam Vee sambil mencoba menyentuh mesin mobil lalu menoleh pada jam tangan yang terpasang ditangan kanannya.
"Ya ampun cuman sisa 10 menit lagi, bakal telat nih?" Keluh Vee lalu kembali mengotak-atik mesin mobilnya.
"Kenapa? Mogok? Ayo, bareng sama aku aja!" Ajak Wesvy yang melewati jalan tersebut.
Motor Wesvy berhenti tepat di samping Vee yang sedang begitu fukos memperbaiki mobilnya.
"Harus berapa kali lagi aku ingatkan? Jangan urusin masalah aku!" Tegas Vee.
"Vee, ini udah hampir jam 8, kamu bakal telat terus gerbang sekolah akan ditutup. Okay, anggap aja ini sebagai permintaan maaf aku, setelah ini aku janji kalau aku nggak akan lagi gangguin kamu." Jelas Wesvy.
"Aku nggak mau!" Tegas Vee.
"Kamu mau ketinggalan pelajaran? Aku janji, aku nggak akan macam-macam lagi sama aku, udah ayo!" Bujuk Wesvy.
"Huffff! Okay, tapi ingat! Ini untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya aku bareng sama kamu." Tegas Vee.
"Deal!" Jawab Wesvy.
Vee langsung naik dan keduanya segera meluncur menuju sekolah. Mereka sampai di gerbang tepat pada detik-detik terakhir, dan hasilnya Wesvy berhasil masuk.
"Kalian ini..." Ujar pak Satpam.
"Makasih pak!" Ucap Wesvy dengan senyum ramah lalu masuk parkiran dan keduanya pun turun dan motor lalu berlari menuju ruang kelas. Kedatangan Wesvy yang berbarengan dengan Vee sontak membuat seisi kelas menatap kearah keduanya dengan penuh tanda tanya.
"Waaah, sejak kapan nih Tom and Jerry aku?" Tanya Alex.
"Iya nih, kemaren busuh bebuyutan lag sekarang kok udah main nempel aja!" Goda Putra.
"Siapa yang barengan coba? Jangan ngaco!" Cetus Vee yang langsung duduk di kursinya.
"Terus ini apa namanya? Merangkak bareng?" Tanya Tsania.
"Cuman kebetulan aja ketemu di depan tadi." Jelas Vee.
"So, kalian baikan nih ceritanya? Belum pun satu Minggu, kurang seru ah!" Jelas Hengki.
"Hengki! Kamu apaan sih! Aku dan Vee itu nggak akan mungkin bersahabat, sekaki musuh yang bakal tetap jadi musuh untuk selamanya." Tegas Wesvy yang bahkan langsung membanting tas keatas mejanya.
__ADS_1
"Wesvy,,," Ujar Hengki.
"Udah deh kalian semua jangan ngehalu! Aku dan Wesvy tidak akan pernah jadi sahabat sampai kapan pun!" Tegas Vee.
"Udah, udah, tuh buk Vega datang..." Jelas Tsania saat mendapati sang guru yang perlahan melangkah masuk ke dalam kesal mereka.
Semua kembali ke kursi masing-masing, mereka terliht fokus pada mata pelajaran yang sedang dijelaskan oleh guru di depan kelas sana. Jam pelajaran pun silih berganti hingga bel tanda pulang berbunyi, membuat para siswa seketika langsung kembali bersemangat.
Guru keluar denga diikuti oleh para siswa-siswi yang juga berbondong-bondong-bondong menuju parkiran sedangkan sebagian lainnya justru langsung menuju gerbang dimana jemputan mereka sedang menunggu.
"Mobil mu mana?" Tanya Tsania saat ia dan Vee berada di parkiran dan disana sama sekali tidak ada mobil milik Vee.
"Tadi tiba-tiba mogok di tengah jalan, jadi lagi di bengkel." Jelas Vee.
"Ya udah ayo biar aku antar ke bengkel!" Ajak Tsania.
"Okay, tolong antar aku, tapi jangan ke bengkel." Jelas Vee.
"Janga ke bengkel? Jadi kamu langsung pulang? Mobil kamu gimana? Kamu nggak sekalian ambil?" Tanya Tsania.
"Udah biarin aja, sekarang antarkan aja aku ke rumah sakit." Jelas Vee.
"Hellon! Yang sakit itu mobil, jadi harusnya kamu ke bengkel, kok malah jadi ke rumah sakit sih? Emang mobil kamu di rumah sakit, di rawat gituh?" Tanya Tsania kesal.
"Terus? Ngapain minta diantar ke rumah sakit?" Tanya Tsania.
"Bawel banget sih! Yok buruan!" Jelas Vee yang bahkan langsung masuk ke dalam mobil milik Tsania.
"Iya, iya..." Jelas Tsania nurut lalu keduanya segera meluncur menuju rumah sakit.
"Gimana? Mau aku antar sampai ke dalam?" Tawar Tsania sesaat setelah menghentikan mobilnya tepat di depan rumah sakit.
"Udah di sini aja! Sana gih pulang, dan terima kasih banyak sayang ku..." Ucap Vee dengan senyuman lebar lalu keluar dari mobil Tsania.
"Aku duluan ya, hati-hati tuh!" Pesan Tsania dan lekas pergi.
Dengan berjalan santai dan riang Vee mulai memasuki rumah sakit lalu langsung menuju ke ruangan Karang dan masuk tanpa permisi sama sekali, yah seperti yang biasanya dia lakukan.
"Waah, asyik melamun aja nih, lagi ngelamunin siapa sih?" Tanya Vee yang langsung menyentuh bahunya.
"Maaf! Kami siapa ya? Apa kamu pasiennya?" Tanya dokter tersebut sambil berbalik menoleh kearah Vee yang masih berdiri tepat di depan meja kerja dokter tersebut.
"Harusnya aku yang tanya, kamu siapa? Ngapain di ruangannya dokter Karang?" Tanya Vee.
__ADS_1
"Oooo, jadi kamu adiknya dia?" Ujar Dokter tersebut lagi.
"Hei! Aku itu sahabat dia, bukan adiknya, udahlah percuma aku jelasin, nggak penting! Karena yang lebih penting adalah kamu. Katakan, kamu itu siapa? Kenapa duduk di ruangan ini?" Tanya Vee.
"Kenalkan nama ku Galang Gunawan, panggil aja dokter Galang." Jelas dokter tersebut yang ternyata bernama Galang.
"Aku nggak peduli siapa nama dokter, yang aku mau tau, dokter itu siapa? Kenapa duduk di kursinya dokter Karang?" Tanya Vee lagi.
"Oooo itu! Hmm, aku dokter baru di rumah sakit ini, aku baru aja pindah ke sini dan aku adalah partner kerjanya Karang." Jelas Galang.
"Terus ngapain di ruangan ini?" Tanya Vee.
"Karena sekarang ini juga merupakan ruang aku! Iyap, tepat sekali, kedepannya kami akan berbagi ruang kerja." Jelas Galang.
"Apaaa?" Tanya Vee syok dengan penjelasan Galang barusan.
"Galang, bisa nggak sih kamu pindah ke ruangan lain?" Cetus Karang kesal, ia baru saja kembali ke ruangan tersebut.
"Adik kamu datang tuh!" Jelas Galang menginformasikan kedatangan Vee.
"Vee, untuk hari ini, tolong, abang mohon jangan ganggu abang. Ababg benar-benar lagi pusing, masalah dokter jadi-jadian ini belum kelar eh kamu malah bawa masalah baru lagi. Pulang lah!" Pinta Karang mencoba meminta Vee untuk pulang.
"Nggak! Aku nggak mau pulang!" Jawab Vee tegas.
"Galang please! Buruan cari ruangan lain, aku nggak bisa berbagi ruang kerja sama kamu!" Jelas Karang.
"Aku tidak akan mengganggu mu! Aku akan diam selama berada di ruangan, deal kan teman!" Jelas Galang.
"Apa? Teman kata mu? Sejak kapan aku jadi teman kamu? Aku sama sekali tidak berniat untuk berteman sama kamu." Tegas Karang.
"Cieeee, kasian banget!" Ejek Vee.
"Vee, berisik! Pulang gih sana!" Jelas Karang.
"Aaaaaa, kasiah deh lo!" Balas Galang bahkan diikuti dengan tawa lebar.
"Kamu ngajak gelut?" Gumam Vee yang mulai terbawa emosi.
"Oooh tentu saja tidak!" Jelas Galang dengan senyuman tipis.
"Kamu pikir, kamu itu siapa?" Gumam Vee kali ini bahkan tangannya langsung menarik kerah jas kedokteran yang Galang kenakan.
______
__ADS_1